Selamat datang di Blog Kabarmadrasah,Info Seputar Madrasah dan Regulasi Terbaru. Semoga bermanfaat

Breaking News

27 March 2019

MAWAQI’UL ULUM, FILOSOFI BELA DIRI YANG BERBUAH PRESTASI



http://www.kabarmadrasah.com/
Kudus, Kabarmadrasah.com - Geliat seni beladiri pencaksilat pagarnusa bergema di sebuah madrasah yang terletak di desa Medini, kecamatan Undaan, kabupaten Kudus. Adalah Ananda Fissilmi Kaffa, siswi MI NU Mawaqi’ul Ulum; madrasah dalam naungan Yayasan Ittihadul Ummah pimpinan H. Achmadi, S.Ag., M.Pd. baru saja memboyong piala emas dalam cabang pencaksilat putri di kejuaraan Porsema (Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif) tahun 2019 di kabupaten Kudus bulan Maret ini, sebelumnya siswi yang duduk di kelas IV ini juga memboyong piala emas dalam kejuaraan POPDA tahun 2018.

Mengutip motto dari pelatihnya, Muhammad Irwanto, mengatakan bahwa pagarnusa merupakan sarana memasyarakatkan seni dan budaya, serta mempertahankan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Untuk itu, pemuda yang telah setahun ditunjuk oleh Bapak Malichan, S.Pd.I (kepala MI NU Mawaqi’ul Ulum) sebagai pelatih ini benar-benar bertekad mengerahkan kemampuannya untuk mengajarkan jurus-jurusnya sebagai wujud pengabdian memasyarakatkan seni Pagarnusa.

Tentunya upaya yang dilakukan Bapak Malichan, S.Pd.I ini bisa jadi percontohan MI lain di kecamatan Undaan untuk memasukkan ekstrakulikuler pagarnusa dalam kegiatan di madrasah, mengingat hanya sekitar tiga sampai empat saja madrasah di kecamatan Undaan yang mengirimkan  kontingen pagarnusa di Porsema tingkat kecamatan, sebelum melaju ke tingkat kabupaten.

Baca Juga Artikel lainnya :


Sebenarnya dalam pencak silat, kita bisa mempelajari sebuah filosofi, bahwa mengalahkan lawan tidak harus dengan pertarungan. Jika sebuah konflik mampu diselesaikan dengan jalan berdiskusi dan saling memahami, maka mengapa konflik harus diakhiri dengan saling menyerang, saling melemahkan dan menjatuhkan. Maka dari itu mengapa gerakan silat lebih seperti tarian yang indah daripada seperti sebuah jurus yang mematikan. Kunci dari ilmu silat pada hakikatnya adalah memanusiakan manusia, menuhankan Tuhan, dan menghormati alam. Jadi, dalam menghadapi konflik, penguasaan diri jauh lebih penting daripada penguasaan teknis. Mengontrol emosi diri sendiri dan emosi lawan, akan membuat konflik dapat diakhiri dengan mudah dan indah.
Dewan guru MI NU Mawaqi'ul Ulum Medini Undaan Kudus

Sebuah filosofi tentang ilmu padi, atau yang kita maknai sebagai ketawadhu’an juga tersimpul dari khat ‘La ghaliba illa billah’, tertera pada lambang pencaksilat pagarnusa mengajak kita untuk merefleksi pada konotasi lafal tersebut. Senada ‘La haula wala quwwata illa billah’, lafadz tersebut sangat pas untuk ikon bela diri. Supaya tidak takabur, supaya tetap merunduk dan tawadhu’, dengan slogan itu, pendekar tidak terlalu overdosis tujuan kemenangan. Bahwa di atas langit ada langit, meskipun seseorang sakti, tapi tidak boleh merasa sakti. Termasuk kepada musuh kita. Meskipun dia telihat sakti, tapi ketika tidak diridoi Allah, dia tidak akan berarti apa-apa. Dan satu hal yang harus tertanam dihati, bahwa 'musuh jangan dicari, tapi ketika ada musuh janganlah lari'. Satu hal yang sinkron dengan perwujudan kecintaan pada NKRI jikalau sewaktu-waktu kemampuan beladiri dibutuhkan sebagai garda untuk membantu membentengi musuh. Musuh berujud nampak, atau musuh berbentuk ideologi, sedangkan pendekar silat telah sebelumnya dilatih dan ditempa mawas serta mengendalikan hati juga emosi.  (Redaksi;Yani)

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
Jangan lupa baca artikel : KH. Ulil Albab Arwani pimpin Bimbingan Muqri' Yanbu'a
Anda juga dapat mengunjungi blog kami yang lain :
1. Yani di akarrantingdaun.blogspot.com
2. Suparno di suparno.web.id

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ]

Semoga bermanfaat dan jangan lupa  klik tombol like dan Share Terima Kasih
Baca selengkapnya ...

25 March 2019

PROSES PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA



Kabarmadrasah.com
 - Untuk melengkapi materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) serta mengingatkan perjalanan hdup kita, mari kita sama-sama mempelajari kembali tentang proses perjalanan hidup manusia yang kami rangkum dari berbagai sumber baik buku maupun bacaan online lainnya dalam pembahasan di bawah ini 

A.    Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia


Perbedaan pengertian :
  •  Pertumbuhan adalah  proses pertambahan ukuran dan volume tubuh.
  •  Perkembangan  adalah  proses perubahan fungsi alat tubuh menuju kesempurnaan atau kematangan

Baca Juga Artikel lainnya :


B.     Kebutuhan Dasar di Masa Pertumbuhan
Agar kita dapat tumbuh dengan baik , maka harus memperhatikan beberapa kebutuhan dasar sebagai berikut : 
1.      Kesehatan dan Gizi Seimbang
2.      Kasih Sayang
3.      Stimulasi

C.     Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Ada beberapa penggolongan dan klasifikasi manusia berdasarkan umur, namun kami dapati perbedaan dan selisih beberapa tahun dalam penggolongan ini diantaranya : 
1.      Bayi   : Sejak lahir-24 bulan
2.      Balita : 2-5 tahun  ( sebagian sumber menyebut antara 0 - 5 tahun )
 Ciri-cirinya adalah :
 a)  Fisiknya berkembang  sangat pesat.
 b) Perkembangan motorik, seperti tengkurap, merangkap, berjalan, kemudian berlari.
 c)  Perkembangan kecakapan dalam komunikasi, misalnya tersenyum lucu, berlatih mengucapkan kata dan istilah baru
 d) Perkembangan kemundian, seperti bertepuk tangan, meminta, minum dari gelas, dan memakai baju sendiri.

3.      Anak-anak : 5-12 tahun ( sebagian menyebut usia antara 6 - 10 tahun )
Ciri-cirinya adalah
1)    Mulai berpikir untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
2)    Rasa ingin tahu sangat besar.
3)    Keinginan untuk sesuatu sangat besar
4)    Mengenal tentang hal baik dan buruk
5)    Kondisi Emosi anak masih dinamis
4.      Remaja : 12-19 tahun ( sebagian menyebut usia antara 11 - 18 tahun )
5.      Dewasa : 20-45 tahun

6.      Lansia : Lebih dari 45 tahun
Ciri-cirinya :
1.   Mengalami Penururnan dari fungsi beberapa organ tubuh, seperti pendengaran berkurang

2.   Aktivitas dan Geraknya menjadi lambat sebab persendian kaku dan tulang keropos (osteoporosis).

3.   Tubuhnya semakin  cepat letih dan daya tahan tubuh terhadap penyakit semakin menurun.

4.   Pada wanita mengalami menopause, ditandai dengan berhentinya haid karena organ reproduksi    

      tidak mampu mengahasilkan ovum yang matang.


D.    Pematangan Fungsi  Organ Reproduksi Manusia
       Ciri-ciri secara fisik pematangan Reproduksi manusia antara lain :
1. Laki-laki
    a) Tubuh bertambah berat dan tinggi
    b) Pundak dan dada bertambah bidang
    c) Tangan dan kaki bertambah besar
    d) Tumbuhnya jakun di tenggorokan
    e) Suara berubah menjadi berat (bass)
    f) Tumbuhnya rambut-rambut di sekitar ketiak dan di atas mulut (kumis)
    g) Tumbuh jerawat
2. Perempuan
    a)  Tubuh bertambah berat dan tinggi
    b) Pinggul mulai membesar dan melebar
    c) Suara berubah menjadi merdu (melengking)
    d) Tumbuhnya rambut-rambut di sekitar ketiak dan kemaluan
    e) Tumbuh jerawat

Cara Menjaga Kesehatan dan Tingkah Laku Saat Masa Pubertas
Cara menjaga kesehatan:
·         Melakukan pola hidup sehat.
·         Mandi secara teratur, minimal dua kali sehari.
·         Mencuci muka secara teratur.
·         Memakai pakaian yang bersih
·         Mencuci rambut secara teratur.

Dalam mengawal tumbuh kembang anak  tentunya sangat perlu mengarahkan anak ke hal-hal positif dengan cara:
1.     Memilih teman yang baik.
2.     Menggunakan aplikasi jejaring sosial dengan bijak
3.     Mempunyai hobi dan melakukan aktivitas positif.
4.     Dengarkan dan patuhilah nasihat orang tua.
5.     Bentengi diri dengan agama.
             
Demikian sekilas ringkasan materi Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) kelas 6 SD/MI tentang proses pertumbuhan dan perkembangan manusia. Semoga dapat memberikan inspirasi dan pemantik daya ingat agar senantiasa mengetahui proses -proses yang dilalui oleh manusia 


www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
Jangan lupa baca artikel : KH. Ulil Albab Arwani pimpin Bimbingan Muqri' Yanbu'a

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ]

Semoga bermanfaat dan jangan lupa  klik tombol like dan Share / bagikan kepada teman-teman Anda. Terima Kasih
Baca selengkapnya ...

20 March 2019

DARUL HIKAM, SEBUAH EKSISTENSI PRESTASI LEWAT PUISI



Kudus, Kabarmadrasah.com - Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif  NU (Porsema) yang diselenggarakan LPM PCNU Kudus 2019 berlangsung dengan penuh antusias di Madrasah Ibtidaiyah Pendidikan Islam, Gondangmanis, Bae, Kudus (16/03). Diikuti oleh perwakilan kecamatan dari seluruh MI dan SD di bawah naungan LP Ma’arif, berbagai cabang olahraga diselenggarakan, di antaranya; bulu tangkis, lari, tenis meja, serta catur. Sedangkan cabang seni meliputi; pidato, puisi, dan seni pencaksilat wiraloka pagarnusa.

Kegiatan seperti ini sangat positif, mengingat banyak pakar pendidikan menilai bahwa anak usia 6-13 cenderung menghabiskan waktu lebih banyak menonton televisi, game, internet, atau main gadget daripada kegiatan yang lebih banyak menguras aktifitas fisik atau hanya sekedar membaca buku. 

Lain hal dengan olahraga yang mampu memacu motorik siswa, pembelajaran sastra di antaranya puisi bisa merangsang imajinasi dan kreativitas anak ketika tumbuh dewasa nanti dan berguna bagi pemantik pikiran untuk pemecahan berbagai masalah sekaligus penghalus budi pekerti. Sebagaimana kita tahu bahwa tokoh keagamaan seperti KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH. Musthofa Bisri (Gus Mus), Emha Ainun Najib atau yang kerap disapa Cak Nun atau Mbah Nun, bisa kaya akan gagasan karena mereka sering membaca sastra bahkan mengonsepkan sebuah tulisan yang kita nikmati sebagai syi’ir, puisi, ataupun sajak.

Baca Juga Artikel lainnya :

Pada Porsema tahun 2019 ini, sebuah Madrasah Ibtidaiyah di kecamatan paling selatan yaitu Undaan, letaknya di desa Kalirejo, MI NU Darul Hikam membuktikan eksistensinya kembali dalam mencetak siswa generasi sastra. Adalah ananda Aldi Amwaluddzikri, siswa kelas empat MI NU Darul Hikam mampu menyingkirkan para pesaingnya di ajang lomba baca puisi Porsema 2019 untuk maju ke tingkat propinsi yang diadakan di kabupaten Temanggung, bulan Juni 2019 nanti. Selain membawa pulang piala emas di cabang puisi putra, MI dalam naungan Yayasan Darul Hikam yang diketuai Bapak Aminuddin, S. Si.  ini juga menyabet piala perunggu di cabang puisi religi putri, yaitu Ananda Yassirly A, yang duduk sebagai siswi kelas lima di madrasah tersebut. Meskipun belum berhasil meraih emas yang saat ini diraih oleh Ananda Raisah Muna dari MI Banat Kudus, namun madrasah dengan lokasi di daerah pedesaan yang mampu bersaing dengan madrasah di perkotaan adalah sebuah prestasi yang tak bisa dianggap sebelah mata.

Baca Juga Artikel lainnya :

Foto : Dewan Guru MI NU Darul Hikam Kalirejo bersama
Waspenma Kec. Undaan Kudus
Tak heran bila wajah bahagia terpancar dari Kepala Madrasah, Bapak Wardi, S.Pd.I. atas prestasi anak didiknya tersebut. Ini merupakan prestasi yang harus dipertahankan, mengingat pada ajang Porsema lalu anak didiknya juga berhasil maju ke tingkat propinsi Jawa Tengah masih dalam cabang seni yaitu puisi di ajang Porsema, serta pidato di ajang Aksioma. Tentu saja hal tersebut tak lepas dari tangan dingin para pelatih serta seluruh elemen MI NU Darul Hikam dalam bekerjasama di momen Porsema.

Sudah saatnya anak didik kita kenalkan dengan sastra secara mendalam agar mampu dijadikan sebagai pemantik pemikiran dan falsafah hidup saat dewasanya nanti. Karena kitab suci kita, Alqur’an juga sangat bernilai sastra. Sebuah kalam Illahi yang Allah guratkan dengan keindahan kalimat per kalimatnya. Sebagaimana menerapkan falsafah Al-qur’an, tidak mustahil juga falsafah kasusastraan juga kita tanamkan. Mengenalkan sastra, mengajarkan sastra, untuk masa depan yang lebih bijak. Seperti yang tertulis oleh John F. Kennedy, mantan presiden Amerika, “Jika politik itu kotor, puisi akan membersihkannya. Jika politik bengkok, sastra akan meluruskannya.” (Redaksi: Yani)

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
Jangan lupa baca artikel : KH. Ulil Albab Arwani pimpin Bimbingan Muqri' Yanbu'a

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ]

Semoga bermanfaat dan jangan lupa  klik tombol like dan Share / bagikan kepada teman-teman Anda. Terima Kasih
Baca selengkapnya ...

09 March 2019

SECANGKIR KOPI DAN SEPASANG AMPLOP PUTIH

Kabarmadrasah.com -


 “Kopinya pahit ndak apa-apa, Mi...” Seru Pak Kamad dari ruang keluarga kepada Bu Imah, sang Istri yang berada di dapur. Pada saat yang sama, sembari menekan-nekan tombol remot  televisi, Pak Kamad masih mencari acara dari stasiun satu ke stasiun tivi lain.

“Acara kok ndak  mutu kabeh! Isine ghibah,  sana ghibah  sini, yang sini tak kalah ghibah sana. Mumet ndas-ku.” Gerutu Pak Kamad. Remot-pun diletakkannya di atas meja tanpa memilih salah satu berita yang ada.
http://www.kabarmadrasah.com/
Source picture : internet

“Baaah... Yakin kopinya pahit? Nanti Abah bilang Umi pelit karena kasih  gula dikit. Bilang saja untuk ngirit  gula, Bah.” Balas Bu Imah dari arah dapur.
“Syukur nikmat, Mi. Biar kesehatan ini dijaga Gusti Pengeran terus. Banyak gula bisa bikin diabetes melitus.” Jawab lelaki berusia tiga puluh delapan tahunan itu pada Istrinya.
“Muter-muter, Bah. Kayak Mak Atun keliling gang menjajakan sayurnya saja,”

Denting suara adukan kopi pada cangkir berbahan aluminium bermotif batik hijau kuno, membuat telinga Pak Kamad semakin terbuai pada aroma racikan Coffee Robusta  dari tangan sang Istri itu.
“Aah... Cepat, Mi.”
Bu Imah pun berjalan ke arah ruang keluarga. Sekumpulan asap halus yang mengepul di atas permukaan kopi memulai pada perbincangan,
“Kopi yang pahit ini lho, Mi. Ada filosofinya.” Senyum Pak Kamad tertuai ke wajah Bu Imah.
Mbuh-lah, Mbok  ya jangan pakai bahasa yang tinggi-tinggi kalau  ngomong  sama Umi. Umi kan ndak  pernah ‘makan’ bangku kuliah.”

“Begini, Mi. Meyeruput pahit kopi ini, Ada makna kejujuran yang semakin langka. Sebagaimana Abah ibaratkan bahwa pahit kopi adalah kejujuran, maka sekarang banyak yang berselera menambahkan gula banyak agar pahit asli kopi tidak kelihatan, rela menggusur sebuah hakikat kejujuran untuk hasil yang manis. Yaaa, walaupun tak sadar yang terlalu manis malah beresiko penyakit.”

Baca Juga Artikel lainnya :



“Ngomong opo to, Bah? Pahit kopi, kejujuran, sing tak ngerteni  jika kopi semakin pahit, maka artinya Umi belum ke warung Mak Atun untuk beli gula. Lha uang belanja ini musti diirit. Ya to, Bah? Umi kan pengertian ndak asal bilang kurang sama jatah yang Abah kasih.”
“Hahahaha.” Tawa khas Pak Kamad tersimpul dari bibir berkumisnya.
“Kok malah tertawa to, Bah?” Heran Bu Imah. Pak Kamad pun merapat,
“Sini, Mi. Merapat ke Abah.”
“Ah, Abah! Ini siang bolong, Bah. Jangan dulu, Ozi juga lagi di halaman depan.” Bu Imah menangkis dengan ucapan.
“Ealaaah... Lha memang Abah arep njaluk ngopo ? Hahahaha.” Tawa yang semakin rekah di wajah Pak Kamad.

“Begini lho, Mi. Abah cuma mau bilang sesuatu ini, Mi.”
“Apa to, Bah?”
“Tadi pagi Abah dikasih dua amplop ini.” Sembari mengeluarkan dua buah amplop putih dengan tutup tanpa lem, bisa diintip berapa nominal di dalam amplop tersebut. Wajah Bu Imah pun tak bisa menyembunyikan binar-nya melihat amplop itu, Agak pura-pura ja’im (gengsi;red) tapi masih penasaran pada apa yang hendak dikatakan sang suami.

“Ini dari Lik Badrun, Mi. Semalam waktu Umi sudah tidur beliau mengetuk pintu rumah kita. Dan beliau memberikan dua amplop ini.” Memelan suara Pak Kamad di dekat telinga sang Istri.
“Berarti Lik Badrun mau kasih uang buat kita, Bah. Mungkin tahu kalau kita membutuhkan. Shodaqoh itu namanya, Bah. Kita terima saja.” Bujuk Bu Imah.

“Eits... Akadnya itu lho yang bikin Abah dilema.”

Baca Juga Artikel lainnya :

“Kayak anak muda saja dilema, galau, mbok ya diterima. Rejeki ditolak itu ndak baik, Bah.” Bu Imah mencoba mengarahkan jemarinya pada amplop di tangan Pak Kamad. Tapi tetap dengan agak elegan sedikit,

“Ngomong-ngomong... Isinya berapa to, Bah?”
“Warna merah pokoknya, Mi.”
“Nah... Dua warna merah berarti? Rejeki itu, Bah.”
“Akadnya itu lho, Mi. Kita diminta nyoblos gambar keponakannya di pileg  (pemilihan legislatif;red) nanti. Masalahnya nurani Abah mengatakan, kalau mencalonkan jadi anggota dewan modalnya dua kepala alias dua pemilih saja sudah segini, berapa akumulasi tarjet keluarga yang dibidiknya? Berapa nominal totalnya? Apa ya nanti ndak mikir balik modal? Apa kita tidak masuk dalam orang yang mendukung hal itu? Kalau balik modalnya pakai uang negara?”

Bu Imah agak memanyunkan bibir cemberutnya. “Ya wis  lah, Umi ndak komentar. Yang penting Abah ingat, ya? Gula di toples tinggal dikit, dua hari lagi bayar listrik, Ozi juga sepatunya sudah gak layak pakai, Bah.”

“Haduh istriku yang cantik ini, kalau itu konteks berbeda, Mi. Ada atau tidak uang panas ini, Insya Allah, Gusti Pengeran bakal nyukupi.” Mencoba Pak Kamad meyakinkan sang Istri.
“Tapi... Biasanya honor Abah tiga bulan sekali lho, Bah? Yakin ndak ngopi sampai tiga bulan mendatang?”

“Hehehehe... Ayu temen istriku kalau cemberut. Ndak usah mikir yang ndak-ndak to, Mi. Ini...” Pak Kamad mengeluarkan sebuah amplop di saku sebelahnya lagi.
“Ini buat Umi, Insya Allah halal. Tadi saat pulang dari Madrasah, Abah dipanggil Pak Cokro untuk memimpin doa di rumahnya. Hanif, Si Bungsu Pak Cokro ulang tahun.”

“Owalah, Alhamdulillah, Baaaah....” Girang Bu Imah sembari menciumi amplop yang satu itu, usai ia ambil dari tangan Pak Kamad.
“Rejeki istri sholihaaah.”

(bersambung)

By : 




Edisi Sebelumnya : Pak Kamad Part 2


www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
Jangan lupa baca artikel : KH. Ulil Albab Arwani pimpin Bimbingan Muqri' Yanbu'a

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ]

Semoga bermanfaat dan jangan lupa  klik tombol like dan Share Terima Kasih
Baca selengkapnya ...

02 March 2019

CIRI-CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP

Kabarmadrasah.com - Sahabatku, dalam rangka memenuhi kebutuhan materi untuk peserta didik kelas 6 SD/MI menghadapi ujian akhir madrasah/sekolah, maupun sekedar referensi untuk Bapak/Ibu guru dalam memberikan materi , dan bahkan buat orang tua yang ingin memantau perkembangan keilmuan putra-putrinya, mari kita melawan lupa dan mengingat kembali materi-materi ilmu pengetahuan alam, yang kami rangkum dalam eklusif materi kelas 6 , mari kita simak 👇👇
A.         Ciri Khusus Beberapa Hewan
1. Bunglon
  • Hewan reptilia yang dapat berkamuflase: mengubah warna kulitnya sesuai dengan kondisi lingkungannya.
  • Mimikri: suatu jenis makhluk hidup yang meniru bentuk fisik atau perilaku jenis makhluk hidup lainnya, hewan yang bermimikri tidak menyembunyikan diri dari pemangsa, tetapi terlihat lebih buas sehingga membuat pemangsa menjauh.


2. Bebek
  • Bulu dilapisi minyak berfungsi menjaga bulu-bulu bebek tidak basah saat berenang.
  • Paruh pipih dan melebar, memudahkan dalam mencari makanan di air atau lumpur.
  • Kaki yang berselaput  memudahkan saat berenang.


3. Kelelawar
  • Memiliki kemampuan ekolokasi: memancarkan dan menerima pantulan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi adanya pergerakan mangsa atau mengidentifikasi keberadaan objek.
  • Selaput pada alat gerak bagian depan memudahkan kelelawar untuk terbang.
  • Daun telinga yang lebar memudahkan kelelawar untuk menangkap gelombang bunyi.


4. Katak
  • Merupakan hewan amfibi yaitu memiliki dua fase kehidupan, di darat dan di air.
  • Permukaan kulit halus, lembap, dan berlendir membantu bernapas dalam air.
  • Kaki belakang kuat, panjang, dan berselaput untuk melompat,memanjat, dan berenang.
  • Bentuk tubuh umumnya kecil dan ramping.

5. Cecak dan Tokek
  • Memiliki kemampuan autotomi: memutuskan ekor untuk mengalihkan perhatian pemangsa.
  • Tokek dapat merayap di dinding dan langit-langit karena adanya lapisan perekat pada telapak kakinya.

      Baca Juga

                        B. Ciri Khusus Beberapa Tumbuhan
1.       Kantong Semar
  • Merupakan tumbuhan pemakan serangga (insektivor). Bagian dalam kantong semar mengandung enzim pencernaan yang berguna untuk mencerna serangga.
  • Bagian yang berbentuk seperti kantong merupakan daun yang termodifikasi menjadi kantong atau corong.

2.        Teratai
  • Daun lebar dan tipis, untuk mempercepat penguapan dan mengapung di  permukaan air.
  • Akar yang tertanam kuat di dasar air berfungsi menjaga letak tumbuhan agar tidak mudah terbawa arus air.
  • Permukaan daun diselimuti lapisan lilin  agar daun tetap kering jika terkena air.

3.Venus Flytrap
  • Merupakan tumbuhan insektivora.
  • Daun tumbuhan venus berbentuk seperti dua tangkup dan memiliki rambut sensor yang erfungsi untuk menerima rangsangan jika ada mangsa yang hinggap di daunnya.

4. Drosera
  • Hidup di lingkungan yang kering dan miskin hara, tumbuhan Drosera mendapat asupan makanan dari serangga yang terperangkap oleh gumpalan zat perekat yang dihasilkannya.

5. Putri Malu
  • Mengatupnya daun putri malu ketika disentuh bersifat sementara dengan tujuan mengelabuhi hewan yang tadinya akan memakan tumbuhan tersebut mengira bahwa tumbuhan telah layu dan tidak enak dimakan.

6. Kaktus
     Batang yang tebal untuk menyimpan air.
     Daun berbentuk duri untuk melindungi tumbuhan dari hama, hewan herbivor yang akan memakannya, dan untuk mengurangi penguapan pada siang hari.
     Akar yang panjang untuk mencari air dan memperluas penyerapan air  dalam tanah.

Demikian sekedar artikel materi Ilmu Pengetahuan Alam untuk kelas 6 SD/MI, semoga bermanfaat bagi kita semua, Amin

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
Jangan lupa baca artikel : KH. Ulil Albab Arwani pimpin Bimbingan Muqri' Yanbu'a

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ]

Semoga bermanfaat dan jangan lupa  klik tombol like dan Share Terima Kasih
Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com