Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News
Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

28 July 2026

KKGMI Kecamatan Undaan Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan KKTP Guru Kelas 3, 4, dan PJOK

 

Kudus, 28 Juli 2026 – Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kecamatan Undaan menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) bagi guru kelas 3, kelas 4, dan guru PJOK Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Undaan. Kegiatan berlangsung di MI NU Maslakul Falah Glagahwaru, Selasa (28/7/2026), mulai pukul 09.00 WIB.


Workshop ini menghadirkan Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd. sebagai narasumber. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas, sesuai dengan implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah.

Dalam pemaparannya, para narasumber memberikan penguatan mengenai penyusunan modul ajar, alur tujuan pembelajaran, KKTP, serta administrasi pembelajaran yang efektif, praktis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas proses belajar murid.

Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan pentingnya perangkat pembelajaran yang disusun secara matang sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Beliau memaparkan 6 hal yang menjadi persiapan guru di awal tahun ajaran 2026/2027 : 1) Mempelajari alender Pendidian (Kaldik), 2) Menyusun administrasi guru, 3) Mempelajari Capaian Pembeajaran (CP), 4) Menyiapan Modu Ajar, 5) Menyiapkan Asesmen Awal, 6) Menata Lingunga Kelas

"Perangkat pembelajaran bukan sekadar kelengkapan administrasi, tetapi merupakan panduan utama bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang terarah, bermakna, dan berpihak kepada murid. Oleh karena itu, setiap guru perlu menyusunnya dengan cermat sesuai karakteristik madrasah dan kebutuhan belajar murid," ujar H. Noor Yadi.

Dan di akhir pemaparan, H.Noor Yadi mengulas akan Panca Cinta dalam Kurikulum Merdeka


Sementara itu, Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa penyusunan KKTP harus benar-benar menggambarkan ketercapaian tujuan pembelajaran yang dapat diukur secara jelas.

"KKTP harus disusun secara sederhana, jelas, dan terukur agar mampu menjadi acuan guru dalam melakukan asesmen sekaligus memberikan umpan balik terhadap perkembangan belajar murid," jelas Istifaizah.

Dengan berdasarkan Tujuan Pemelajaran yang telah dibuat sebelumnya, Kalender Pendidikan yang teah dikeluakan oleh lembaga, peserta worshop diajak mengebangan KKTP dan menganalisis Minggu Efektif , Minggu Tidak Efektif, JTM tiap mapel.


Ketua KKGMI Kecamatan Undaan, H. Supono, S.Pd.I., M.Pd.I., berharap kegiatan ini mampu meningkatkan profesionalisme guru sekaligus menyamakan persepsi dalam penyusunan administrasi pembelajaran di seluruh Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Undaan.

Melalui workshop ini, para peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga melakukan praktik penyusunan perangkat pembelajaran secara langsung dengan pendampingan narasumber. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat diterapkan di masing-masing madrasah sehingga proses pembelajaran menjadi semakin berkualitas, efektif, dan berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah di Kecamatan Undaan

 

Baca selengkapnya ...

09 July 2026

Perkuat Profesionalisme Guru Sambut Tahun Ajaran 2026/2027, KKMI Undaan Gelar Bimtek Penyusunan Administrasi Pembelajaran

 

Kudus – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Administrasi Pembelajaran Guru Terintegrasi KBC sebagai langkah strategis mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di RM Wetan Tanggul Medini, Undaan, Kamis (9/7/2026), dan diikuti oleh perwakilan guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Undaan.

H.Noor Yadi saat memberikan materi

Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat KKMI Kecamatan Undaan yang menekankan pentingnya penyusunan administrasi pembelajaran secara terpadu, selaras dengan implementasi kurikulum, serta mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di madrasah.

Selain dihadiri oleh Pengawas Madrasah Keccamatan Undaan, juga para pengurus KKMI ikut hadir,  dan setiap madrasah mengirimkan empat orang guru yang mewakili Fase A, Fase B, Fase C, dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh penguatan materi, tetapi juga menyusun perangkat pembelajaran secara langsung dengan pendampingan narasumber  H. Noor Yadi, S.Pd.I.,M.Pd.I dan fasilitator Ibu Istifaizah, M.Pd.I

Antusiasme peserta Bimtek

Ketua KKMI Kecamatan Undaan, H.Supono, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi forum kolaboratif bagi guru untuk menyamakan persepsi sekaligus menghasilkan administrasi pembelajaran yang berkualitas, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesamaan pemahaman dalam penyusunan administrasi pembelajaran sehingga setiap guru memiliki perangkat yang berkualitas, mudah diimplementasikan, dan mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik," ujarnya.

Suasana bimtek berlangsung interaktif. Para peserta membawa perangkat komputer jinjing masing-masing untuk menyusun dokumen pembelajaran secara mandiri. Diskusi antarguru pun berlangsung dinamis tentang Capaian Pembelajaran (CP) dan  penyusunan tujuan pembelajaran(TP) , ATP, hingga penyesuaian perangkat dengan karakteristik peserta didik di masing-masing madrasah.

Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas komitmen KKMI dalam meningkatkan kompetensi guru melalui forum berbagi praktik baik dan kolaborasi profesional.

"Administrasi pembelajaran bukan sekadar kelengkapan dokumen, melainkan instrumen yang menjadi pedoman guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara sistematis. Saya mengapresiasi KKMI Kecamatan Undaan yang terus menghadirkan ruang kolaborasi seperti ini agar kualitas pembelajaran di madrasah semakin baik dan berdampak nyata terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik," tutur Noor Yadi.

Ia juga mengingatkan agar seluruh perangkat pembelajaran yang telah disusun tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan benar-benar menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas sehingga mampu menghadirkan proses belajar yang aktif, efektif, dan berpusat pada peserta didik.

Melalui kegiatan ini, KKMI Kecamatan Undaan berharap seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah semakin siap menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027 dengan perangkat pembelajaran yang lebih terstruktur, adaptif, dan berkualitas. Semangat kolaborasi yang dibangun dalam forum tersebut diharapkan menjadi budaya kerja bersama dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul, profesional, dan responsif terhadap perkembangan  zaman

 

 

Baca selengkapnya ...

25 May 2026

Aktivasi IKD, guru RA dan MI Undaan antusias sukseskan program

Aktivasi IKD untuk GTK RA dan MI Kecamatan Undaan Sukses Dilaksanakan

Undaan, 25 Mei 2026 — Kegiatan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi Kepala RA/MI, guru, serta tenaga kependidikan se-Kecamatan Undaan telah sukses dilaksanakan pada Senin pagi bertempat di Gedung MWC NU Undaan, Desa Undaan Lor, Kudus. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Kelompok Kerja Raudlotul Athfal (KKRA) Kecamatan Undaan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kudus.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan sistem jemput bola dari petugas Disdukcapil Kabupaten Kudus guna mempermudah proses aktivasi IKD bagi para peserta. Sejak pagi, para guru dan tenaga kependidikan tampak antusias mengikuti tahapan registrasi dan aktivasi digital kependudukan melalui smartphone masing-masing.

Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan sebagaimana kebijakan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Ketua KKMI Kecamatan Undaan, H.Supono , S.Pd.I.M.Pd.I menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah kegiatan aktivasi IKD berjalan lancar dan mendapat respon positif dari bapak ibu guru maupun tenaga kependidikan. Ini merupakan langkah penting dalam mendukung pelayanan administrasi yang lebih modern, cepat, dan efisien,” ujar beliau.

Sementara itu, pihak Disdukcapil Kabupaten Kudus juga berharap agar aktivasi IKD dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya tenaga pendidik di lingkungan madrasah.

Dengan IKD, masyarakat tidak perlu lagi selalu membawa dokumen fisik karena identitas kependudukan sudah dapat diakses secara digital melalui telepon genggam. Diharapkan para pendidik bisa menjadi contoh dalam pemanfaatan layanan digital pemerintah


Ketua KKRA Kecamatan Undaan Titik Aminati, S.Pd turut menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi seluruh peserta yang hadir tepat waktu dan mengikuti kegiatan dengan tertib.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan yang telah hadir serta mendukung suksesnya kegiatan ini. Semoga aktivasi IKD ini memberikan manfaat besar dalam pelayanan administrasi ke depan,” tuturnya.

Hadir dan mengarahkan juga ,pengawas pendidikan madrasah Undaan, H. Nor Yadi, S.Pd.I,M.Pd.I dalam pelaksanaan aktivasi IKD tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan hingga seluruh proses aktivasi selesai dilaksanakan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan transformasi layanan digital kependudukan di lingkungan madrasah Kecamatan Undaan dapat semakin optimal dan mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.


Baca selengkapnya ...

05 April 2026

Ringkasan Materi dan latihan soal mapel alquran Hadiss kelas 3 semester genap

 

RINGKASAN MATERI

Surat Al-Fîl (الفيل)

Pokok-Pokok Materi

a. Identitas Surat

  • Nama surat: Al-Fîl (Gajah)
  • Jumlah ayat: 5 ayat
  • Urutan dalam Al-Qur’an: Surat ke-105
  • Golongan: Makkiyah (turun di Makkah)

b. Latar Belakang (Asbabun Nuzul)
Terjadi peristiwa penyerangan Ka'bah oleh pasukan bergajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah dari Yaman.

Tujuan mereka: : Menghancurkan Ka'bah agar orang-orang beralih ke gereja yang ia bangun.

c. Tahun Kelahiran Nabi
Peristiwa ini terjadi pada Tahun Gajah, yaitu tahun kelahiran Nabi Muhammad

d. Isi dan Makna Ayat

  1. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya menghancurkan pasukan gajah
  2. Tipu daya mereka digagalkan
  3. Allah mengirim burung Ababil
  4. Burung membawa batu dari tanah terbakar
  5. Pasukan hancur seperti daun dimakan ulat

e. Makna Kata Penting

  • طَيْرًا أَبَابِيلَ (thairan ababil) → burung berkelompok
  • تَرْمِيهِم (tarmihim) → melempari mereka

f. Cara Membaca (Tajwid) Ayat 4

  • حِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ
     Ada idgham bighunnah (tanwin bertemu mim)

g. Perumpamaan Pasukan Gajah
Seperti daun kering dimakan ulat (hancur lebur)

Kesimpulan

Surat Al-Fîl menegaskan:

  • Tidak ada kekuatan yang mampu menandingi Allah
  • Ka'bah dijaga langsung oleh Allah
  • Kesombongan pasti berakhir dengan kehancuran

LATIHAN SOAL PILIHAN GANDA

1.    Jumlah ayat dalam Surat Al-Fîl adalah …
A. 4
B. 5
C. 6
D. 7
Jawaban: B

2.     Surat Al-Fîl termasuk golongan …
A. Madaniyah
B. Makkiyah
C. Panjang
D. Doa
Jawaban: B

3.     Surat Al-Fîl adalah surat ke …
A. 103
B. 104
C. 105
D. 106
Jawaban: C

4.     Raja yang ingin menghancurkan Ka'bah adalah …
A. Fir’aun
B. Namrud
C. Abrahah
D. Qarun
Jawaban: C

5.    Tujuan pasukan gajah adalah …
A. Menyerang Madinah
B. Menghancurkan Ka'bah
C. Berdagang
D. Berperang dengan Romawi
 Jawaban: B

6.     Peristiwa dalam Surat Al-Fîl terjadi pada …
A. Tahun Hijrah
B. Tahun Gajah
C. Tahun Perang
D. Tahun Mekah
 Jawaban: B

7.      Kata “طَيْرًا أَبَابِيلَ” artinya …
A. Batu panas
B. Pasukan besar
C. Burung berkelompok
D. Tentara kuat
 Jawaban: C

8.     Bunyi akhir ayat ke-5 adalah …
A. سِجِّيلٍ
B. مَأْكُولٍ
C. أَبَابِيلَ
D. تَضْلِيلٍ
 Jawaban: B

9.      Ayat ke-2 berbunyi …
A. أَلَمْ تَرَ
B. أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ
C. تَرْمِيهِمْ
D. فَجَعَلَهُمْ
Jawaban: B

1  Pasukan gajah diumpamakan seperti …
A. Batu besar
B. Air mengalir
C. Daun dimakan ulat
D. Gunung runtuh
Jawaban: C

11. Cara membaca “مِّن سِجِّيلٍ” adalah …
A. Jelas
B. Idgham bighunnah
C. Ikhfa
D. Iqlab
Jawaban: B

SOAL URAIAN

1.     Tuliskan bunyi ayat pertama Surat Al-Fîl!
Jawaban:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

2.     Jelaskan kandungan singkat Surat Al-Fîl!
Jawaban:
Surat Al-Fîl menjelaskan tentang kekuasaan Allah yang menghancurkan pasukan gajah yang ingin merusak Ka'bah, sehingga menjadi bukti bahwa Allah Maha Kuasa.

3.     Tuliskan terjemah ayat ke-5!
 Jawaban:
“Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

 

Surat Al-Humazah (الهُمَزَة)

Identitas Surat

  • Nama: Al-Humazah (pengumpat / pencela)
  • Jumlah ayat: 9 ayat
  • Urutan dalam Al-Qur’an: Surat ke-104
  • Golongan: Makkiyah (turun di Makkah)

Arti Nama Surat

Al-Humazah artinya: orang yang suka mengumpat, mencela, dan menghina orang lain

Isi Pokok Surat

  • Larangan mencela dan menghina orang
  • Larangan sombong karena harta
  • Peringatan tentang neraka Hutamah
  • Balasan bagi orang yang tamak dan tidak peduli sesama

Penjelasan Beberapa Ayat Penting

Ayat 1:
Larangan mencela dan menggunjing

Ayat 3:
Manusia mengira harta bisa membuatnya kekal

Ayat 5–7:
Menjelaskan neraka Hutamah yang membakar sampai ke hati

Bunyi Ayat Penting

Ayat ke-6:
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ Artinya: api Allah yang dinyalakan

Lafadz Akhir Ayat ke-8

فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

Perilaku yang Harus Dihindari

  • Menghina teman
  • Menggunjing (ghibah)
  • Sombong
  • Tamak harta

Cara Menghindari Perilaku Tercela

  • Berkata baik
  • Menghargai teman
  • Bersyukur
  • Suka berbagi

Kesimpulan

Surat ini menegaskan:
👉 Akhlak buruk + cinta dunia berlebihan = kehancuran (azab)
👉 Akhlak baik + rendah hati = keselamatan

LATIHAN SOAL PILIHAN GANDA

1.     Surat Al-Humazah adalah surat ke …
A. 103
B. 104
C. 105
D. 106
 Jawaban: B

2.     Jumlah ayat dalam Surat Al-Humazah adalah …
A. 8
B. 9
C. 10
D. 11
Jawaban: B

3.     Arti Al-Humazah adalah …
A. Orang sabar
B. Orang beriman
C. Orang yang suka mencela
D. Orang dermawan
Jawaban: C

4.     Bunyi ayat ke-6 adalah …
A. وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ
B. نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ
C. الَّذِي جَمَعَ مَالًا
D. فِي عَمَدٍ
Jawaban: B

5.     Perilaku yang harus dihindari sesuai surat Al-Humazah adalah …
A. Menolong teman
B. Menghina orang lain
C. Bersedekah
D. Belajar rajin
 Jawaban: B

6.     Urutan ayat ke-4 yang benar adalah …
A. نَارُ اللَّهِ
B. كَلَّا لَيُنبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ
C. فِي عَمَدٍ
D. الَّذِي جَمَعَ
 Jawaban: B

7.     Lafadz akhir ayat ke-9 adalah …
A. مُّوقَدَةُ
B. مُّمَدَّدَةٍ
C. تَضْلِيلٍ
D. أَبَابِيلَ
Jawaban: B

8.     Surat Al-Humazah diturunkan di …
A. Madinah
B. Mekah
C. Syam
D. Yaman
 Jawaban: B

9.     Arti ayat ke-3 adalah …
A. Dia suka mencela
B. Dia mengira hartanya kekal
C. Dia masuk surga
D. Dia menolong orang
 Jawaban: B

10. Yang bukan cara menghindari perilaku tercela adalah …
A. Berkata baik
B. Menghina teman
C. Bersyukur
D. Berbagi
 Jawaban: B

11. Ayat ke-5 berbunyi tentang …
A. Harta
B. Neraka Hutamah
C. Surga
D. Malaikat
Jawaban: B

12. Yang tidak termasuk dampak negatif tamak adalah …
A. Dibenci orang
B. Masuk neraka
C. Disukai semua orang
D. Sombong
 Jawaban: C

13. Terjemah ayat ke-7 adalah …
A. Api itu kecil
B. Yang sampai ke hati
C. Yang dingin
D. Yang luas
 Jawaban: B

14. Tulisan latin ayat ke-1 adalah …
A. Alam tara
B. Wailul likulli humazatil lumazah
C. Bismillah
D. Qul huwallah
 Jawaban: B

SOAL URAIAN

1.     Jelaskan isi pokok Surat Al-Humazah!
 Jawaban:
Surat Al-Humazah berisi larangan mencela, menghina, dan tamak terhadap harta serta peringatan bahwa orang yang berbuat demikian akan mendapat azab neraka.

2.     Tuliskan ayat terakhir beserta terjemahnya!
 Jawaban: Ayat:
فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ     Arti: “(Sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.”

3.     Jelaskan golongan Surat Al-Humazah!
 Jawaban:
Surat Al-Humazah termasuk golongan Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di kota Mekah sebelum Nabi hijrah.

Baca selengkapnya ...

08 March 2026

Ngaji Ahad sore Masjid Baitul Muttaqin Sambung Edisi ke-3

 Istiqamah Bersyukur dan Berdzikir: Jalan Menuju Ketenangan Hati

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menghadapi berbagai kondisi: kadang lapang, kadang sempit; kadang bahagia, kadang penuh ujian. Dalam keadaan apa pun, seorang hamba dianjurkan untuk selalu istiqamah dalam bersyukur kepada Allah SWT. Rasa syukur bukan hanya diucapkan ketika memperoleh nikmat, tetapi juga ketika menghadapi kesulitan, karena semua yang terjadi adalah bagian dari ketetapan dan hikmah Allah.


Salah satu bentuk syukur yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak dzikir kepada Allah. Dzikir merupakan amalan sederhana, namun memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan batin manusia. Dengan berdzikir, hati menjadi tenang dan tenteram. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Itulah kalimat ajakan Ustadz Noor Arief dalam membuka acara Ngaji Ahad sore di Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan Kudus, 08 Maret 2026


Menariknya, dalam kehidupan manusia banyak hal yang jika diulang-ulang akan terasa membosankan. Namun terdapat satu hal yang justru semakin indah ketika diulang, yaitu membaca Al-Qur’an. Setiap kali dibaca, Al-Qur’an memberikan ketenangan, pemahaman baru, dan kedalaman makna yang berbeda. Karena itulah membaca Al-Qur’an secara rutin juga menjadi salah satu sebab kuatnya hafalan seseorang. Semakin sering dibaca, semakin melekat ayat-ayatnya dalam ingatan.

Selain memberikan ketenangan hati, ada pula beberapa golongan manusia yang disebut sebagai orang-orang yang dirindukan oleh surga. Di antara mereka adalah:

1. Tāliyul Qur’an, yaitu orang yang gemar membaca Al-Qur’an.

2. Hāfidzul Lisān, orang yang mampu menjaga lisannya dari perkataan buruk.

3. Muth‘imul Jī‘ān, orang yang suka memberi makan kepada orang yang lapar., lebih-lebih.memberikan berbuka puasa Romadhon 

4. Shā’im Ramadhān, orang yang menjalankan puasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan.

Berbicara tentang puasa, dalam istilah bahasa disebut al-imsāk, yang berarti menahan diri. Dalam syariat Islam, puasa memiliki dua makna penahanan. 

Pertama, menahan diri dari segala hal yang secara hukum membatalkan puasa. 

Kedua, menahan diri dari berbagai perbuatan yang dapat merusak nilai dan pahala puasa.

Hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik berkaitan dengan masuknya sesuatu melalui sembilan lubang pada tubuh manusia, yaitu dua telinga, dua mata, satu hidung, satu mulut, satu lubang kemaluan, dan satu lubang anus. Oleh karena itu, seorang yang berpuasa harus menjaga diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan batalnya puasa.


Namun, selain pembatal secara fisik, ada pula perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa. Perkara ini berasal dari perbuatan anggota tubuh, khususnya lisan dan pandangan. Di antaranya adalah:

1. Kidzib, yaitu berbohong atau berkata dusta.

2. Ghibah, membicarakan keburukan orang lain.

3. Namimah, mengadu domba atau memprovokasi permusuhan.

4. Sumpah palsu, bersumpah tidak benar untuk kepentingan tertentu.

5. Melihat dengan syahwat, yaitu memandang sesuatu dengan dorongan nafsu yang tidak dibenarkan.

Karena itu, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri dari perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah.

Dalam syariat Islam, puasa juga memiliki beberapa syarat wajib. Seseorang diwajibkan berpuasa apabila ia memenuhi syarat berikut: beragama Islam, telah baligh, memiliki kemampuan atau kekuatan untuk berpuasa, tidak sedang mengalami haid atau nifas bagi perempuan, serta berakal sehat.

Pada akhirnya, puasa merupakan ibadah yang sangat istimewa karena bersifat sirriyah, yaitu ibadah yang sangat tersembunyi. Orang lain mungkin tidak mengetahui secara pasti apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak. Hanya Allah SWT dan para malaikat pencatat amal yang benar-benar mengetahui keikhlasan seseorang dalam menjalankan puasa.

Oleh sebab itu, ibadah puasa menjadi sarana penting untuk melatih kejujuran, keikhlasan, serta kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Dengan istiqamah bersyukur, memperbanyak dzikir, mencintai Al-Qur’an, dan menjaga lisan serta perbuatan, seorang muslim diharapkan mampu meraih keberkahan hidup serta menjadi hamba yang dirindukan oleh surga


Disarikan dari : Ngaji Ahad sore Masjid Baitul Muttaqin 

Narasumber: Ustadz Noor Arief ( Guru Madin NU Irsyadul Aulad Assalafiyyah Undaan Lor Kudus)

Baca selengkapnya ...

22 February 2026

Ngaji Ahad Sore Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan (edisi 1)

Kudus, Ahad 22 Pebruari 2026, bertempat di Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan Kudus dilaksanakan kegiatan syiar Ramadhan 1447 H.

Ngaji Ahad sore kembali menjadi ruang pertemuan ruhani yang sarat makna. Dalam suasana yang khidmat, para jamaah yang hadir tampak dari pengurus masjid, pengurus NU sebanom, dan jamaah muslimin muslimat mulai dari usia anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua,  semuanya mengikuti dengan seksama.


Dalam sambutannya, K. Kusnudiin,M.Pd. selaku Pengurus Ta'mir Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan Kudus mengajak seluruh jamaah untuk menata niat dalam mengaji dan tholabul ilmi. Ilmu bukan sekadar tambahan wawasan, melainkan ibadah. Jika niatnya lurus, maka setiap langkah menuju majelis ilmu bernilai pahala. Dan Insyaallah di akhir kegiatan nanti akan dibagikan menu berbuka bersama yang telah disediakan oleh Panitia 

Beliau juga menghimbau agar jamaah tidak datang sendiri pada kesempatan berikutnya. Dihimbau untuk mengajak teman untuk ikut mengaji, bukan hanya memperluas lingkaran kebaikan, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir


K. Mukhit sebagai narasumber di Ahad pertama ini kemudian memperdalam pembahasan tentang niat. Setidaknya ada beberapa niat yang harus ditanamkan ketika hadir di majelis ilmu:

1. Niat ibadah, karena mengaji adalah bentuk penghambaan kepada Allah.

2. Niat silaturahim, menyambung hubungan dengan sesama.

3. Niat mencari ilmu, agar hidup terarah dengan bimbingan syariat.

3. Niat memperbaiki hati

Dalil tentang silaturahim dijelaskan dengan makna yang dalam. Panjang umur tidak selalu dimaknai secara matematis, tetapi secara keberkahan. Umur lima tahun bisa bernilai seperti lima puluh tahun karena keberkahan silaturahim.


Keutamaan Majelis Ilmu

Disampaikan pula sabda Nabi bahwa siapa yang berniat menghadiri majelis ilmu, bahkan sebelum melangkah pun dosanya sudah diampuni Allah.

Ada empat anugerah besar yang Allah berikan kepada orang-orang yang menghadiri majelis ilmu:

1. Nazalat ‘alaihimussakinah – Turunnya ketenangan hati. Jiwa menjadi ayem tentrem, tidak mudah benci dan tidak menyimpan dendam kepada siapa pun.

2. Waghasyat-humur rahmah – Dilingkupi kasih sayang dari Allah. Rumah tangga harmonis,sajinah mawaddah warohmah,  keluarga rukun, dan hubungan dengan tetangga penuh kebaikan.

3. Wakhuffat-humul malaikat – Dikelilingi malaikat. Malaikat mencintai majelis dzikir dan pengajian (majlis ilmu)

4. Wadzakarollahu fima indahum–  Allah akan ingat dengan kita disaat kita berdzikir kepada Allah, mengingat Allah

Puasa dan Pembentukan Taqwa

Pembahasan kemudian bergeser pada hakikat puasa. Tujuan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menyempurnakan taqwa. Puasa adalah tirakat—latihan mengendalikan nafsu.

Dengan puasa, rasa takut kepada Allah (khauf) bertambah. Nafsu dilatih untuk tunduk, bukan menjadi pengendali.

Makhluk Allah dan Potensi Derajat Muttaqin

Disampaikan pula klasifikasi makhluk Allah:

1. Malaikat – dianugerahi akal tanpa nafsu.

2. Syetan – memiliki nafsu tanpa akal.

3. Manusia – memiliki akal dan nafsu sekaligus.

Justru karena manusia memiliki dua unsur itu, manusia berpeluang mencapai derajat muttaqin. Malaikat taat karena tidak punya nafsu. Syetan sesat karena tidak memiliki kendali akal yang menuntun pada ketaatan. Manusia berada di tengah: ketika akal mampu mengendalikan nafsu, ia bisa lebih mulia dari malaikat. Namun jika nafsu menguasai akal, ia bisa lebih rendah dari makhluk lainnya.

Ngaji Ahad sore ini menegaskan bahwa kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh panjangnya usia, tetapi oleh keberkahan. Keberkahan lahir dari niat yang benar, silaturahim yang terjaga, ilmu yang dicari dengan sungguh-sungguh, serta latihan spiritual seperti puasa yang menguatkan taqwa.

Majelis ilmu bukan sekadar rutinitas, melainkan proses pembentukan karakter: menenangkan hati, melembutkan hubungan sosial, dan meninggikan derajat di sisi Allah.

Semoga setiap langkah menuju majelis ilmu menjadi saksi di hadapan-Nya, dan setiap niat yang ditata menjadi sebab turunnya sakinah dalam kehidupan kita.

Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com