Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News
Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

02 September 2026

Jambore Ranting Undaan 2026, Tekankan Pramuka sebagai Ruang Pembentukan Karakter

KUDUS, KabarMadrasah.com — Jambore Ranting (Jamran) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Undaan Tahun 2026 bukan sekadar agenda perkemahan dan perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pendidikan karakter bagi generasi muda melalui pengalaman langsung, kebersamaan, kedisiplinan, kemandirian, serta penguatan jiwa persaudaraan.

Foto bersama Pengawas madrasah beserta kepala Mi Undaan
di depan ;angkalan MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah

Jambore Ranting Undaan 2026 dilaksanakan pada 1–3 September 2026 di Lapangan Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Kegiatan tersebut diikuti Pramuka Penggalang dari berbagai pangkalan SD, MI, SMP, dan MTs se-Kwartir Ranting Undaan. Dalam proposal kegiatan tercatat terdapat 12 pangkalan MI yang turut menjadi bagian dari 54 pangkalan peserta.

Mengusung tema “Bersaudara, Berbudaya, Berbakti, Berkreasi” atau “Beraksi”, Jamran Undaan diarahkan tidak hanya untuk menguji keterampilan kepramukaan, tetapi juga membina dan mengevaluasi pengetahuan serta keterampilan peserta dalam pendidikan kepramukaan di pangkalannya.

 

Jangan Pulang Hanya Membawa Pengalaman Lomba

Dari perspektif pendidikan madrasah, kegiatan seperti Jamran memiliki posisi penting karena memberikan pengalaman belajar yang tidak seluruhnya dapat diperoleh di ruang kelas.

Kegiatan perkemahan mengajarkan murid untuk mengatur diri, bekerja dalam regu, menaati aturan, menyelesaikan persoalan bersama, serta belajar bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan sasaran kegiatan Jamran yang menekankan kemandirian, tanggung jawab, percaya diri, nasionalisme, patriotisme, persaudaraan, serta pengembangan wawasan dan keterampilan.

 

Foto : H. Noor Yadi saat berkunjung di pangkalan MI Raudlatut Tholibin Sambung

Membawa Nama Madrasah dengan Sikap

Bagi peserta, keikutsertaan dalam Jamran juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan karakter murid madrasah di tengah pergaulan dengan peserta dari berbagai satuan pendidikan. Identitas madrasah tidak cukup ditunjukkan melalui seragam maupun atribut pangkalan. Identitas itu justru terlihat dari sikap dan perilaku: bagaimana peserta menghormati pembina, menghargai peserta lain, menjaga kebersihan lingkungan perkemahan, mengikuti kegiatan dengan tertib, menjalankan ibadah, serta mampu menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sportif.

Dalam konteks inilah semangat “Bersaudara, Berbudaya, Berbakti, Berkreasi” menemukan maknanya. Persaudaraan tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui kesediaan bekerja sama. Budaya tercermin dalam sikap santun dan menghargai perbedaan. Bakti diwujudkan melalui kepedulian dan tanggung jawab. Sementara kreativitas hadir melalui keberanian berkarya dan menyelesaikan tantangan.

 

Jamran sebagai Laboratorium Karakter

Berbagai kegiatan yang diagendakan dalam Jamran—mulai dari keterampilan kepramukaan, cerdas tangkas, pioneering, kegiatan kebersihan dan kesehatan perkemahan, pentas seni dan budaya, kegiatan olahraga, hingga kegiatan jelajah—menempatkan peserta dalam situasi belajar yang konkret.

Foto : Peserta jamran dari pangkalan MI Undaan Tengah

Di sinilah pendidikan karakter bekerja secara nyata. Seorang peserta belajar bahwa kedisiplinan bukan sekadar datang tepat waktu, tetapi kesiapan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kemandirian bukan sekadar mampu mengurus perlengkapan pribadi, tetapi juga mampu mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan. Sementara kerja sama bukan sekadar berada dalam satu regu, tetapi saling membantu ketika menghadapi kesulitan.

Bagi madrasah, pengalaman tersebut seharusnya tidak berhenti ketika tenda dibongkar dan peserta kembali ke sekolah. Nilai-nilai yang diperoleh selama Jamran perlu dibawa kembali ke lingkungan madrasah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pulang Membawa Karakter, Bukan Sekadar Piala

Jambore Ranting pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara dalam perlombaan. Prestasi memang penting sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras peserta. Namun, keberhasilan pendidikan kepramukaan memiliki ukuran yang lebih panjang.

Peserta yang semula kurang percaya diri menjadi berani tampil. Peserta yang terbiasa bergantung kepada orang lain mulai belajar mandiri. Peserta yang belum terbiasa bekerja dalam kelompok belajar memahami arti tanggung jawab. Dan peserta yang sebelumnya hanya mengenal teman dari lingkungan madrasahnya mulai mengenal persaudaraan yang lebih luas.

Karena itu, pesan terpenting bagi peserta  adalah berkompetisilah dengan sungguh-sungguh, tetapi tetaplah bersaudara; berusahalah meraih prestasi, tetapi jangan kehilangan sportivitas; dan jadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Sebab, sebagaimana tujuan penyelenggaraan Jamran, pendidikan kepramukaan pada akhirnya diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemandirian, tanggung jawab, rasa percaya diri, nasionalisme, patriotisme, dan jiwa persaudaraan.

 Dari bumi perkemahan Undaan Kidul, anak-anak madrasah tidak hanya belajar mendirikan tenda. Mereka sedang belajar mendirikan karakter dalam dirinya sendiri.

 


Baca selengkapnya ...

28 July 2026

KKGMI Kecamatan Undaan Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan KKTP Guru Kelas 3, 4, dan PJOK

 

Kudus, 28 Juli 2026 – Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kecamatan Undaan menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) bagi guru kelas 3, kelas 4, dan guru PJOK Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Undaan. Kegiatan berlangsung di MI NU Maslakul Falah Glagahwaru, Selasa (28/7/2026), mulai pukul 09.00 WIB.


Workshop ini menghadirkan Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd. sebagai narasumber. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas, sesuai dengan implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah.

Dalam pemaparannya, para narasumber memberikan penguatan mengenai penyusunan modul ajar, alur tujuan pembelajaran, KKTP, serta administrasi pembelajaran yang efektif, praktis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas proses belajar murid.

Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan pentingnya perangkat pembelajaran yang disusun secara matang sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Beliau memaparkan 6 hal yang menjadi persiapan guru di awal tahun ajaran 2026/2027 : 1) Mempelajari alender Pendidian (Kaldik), 2) Menyusun administrasi guru, 3) Mempelajari Capaian Pembeajaran (CP), 4) Menyiapan Modu Ajar, 5) Menyiapkan Asesmen Awal, 6) Menata Lingunga Kelas

"Perangkat pembelajaran bukan sekadar kelengkapan administrasi, tetapi merupakan panduan utama bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang terarah, bermakna, dan berpihak kepada murid. Oleh karena itu, setiap guru perlu menyusunnya dengan cermat sesuai karakteristik madrasah dan kebutuhan belajar murid," ujar H. Noor Yadi.

Dan di akhir pemaparan, H.Noor Yadi mengulas akan Panca Cinta dalam Kurikulum Merdeka


Sementara itu, Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa penyusunan KKTP harus benar-benar menggambarkan ketercapaian tujuan pembelajaran yang dapat diukur secara jelas.

"KKTP harus disusun secara sederhana, jelas, dan terukur agar mampu menjadi acuan guru dalam melakukan asesmen sekaligus memberikan umpan balik terhadap perkembangan belajar murid," jelas Istifaizah.

Dengan berdasarkan Tujuan Pemelajaran yang telah dibuat sebelumnya, Kalender Pendidikan yang teah dikeluakan oleh lembaga, peserta worshop diajak mengebangan KKTP dan menganalisis Minggu Efektif , Minggu Tidak Efektif, JTM tiap mapel.


Ketua KKGMI Kecamatan Undaan, H. Supono, S.Pd.I., M.Pd.I., berharap kegiatan ini mampu meningkatkan profesionalisme guru sekaligus menyamakan persepsi dalam penyusunan administrasi pembelajaran di seluruh Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Undaan.

Melalui workshop ini, para peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga melakukan praktik penyusunan perangkat pembelajaran secara langsung dengan pendampingan narasumber. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat diterapkan di masing-masing madrasah sehingga proses pembelajaran menjadi semakin berkualitas, efektif, dan berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah di Kecamatan Undaan

 

Baca selengkapnya ...

09 July 2026

Perkuat Profesionalisme Guru Sambut Tahun Ajaran 2026/2027, KKMI Undaan Gelar Bimtek Penyusunan Administrasi Pembelajaran

 

Kudus – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Administrasi Pembelajaran Guru Terintegrasi KBC sebagai langkah strategis mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di RM Wetan Tanggul Medini, Undaan, Kamis (9/7/2026), dan diikuti oleh perwakilan guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Undaan.

H.Noor Yadi saat memberikan materi

Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat KKMI Kecamatan Undaan yang menekankan pentingnya penyusunan administrasi pembelajaran secara terpadu, selaras dengan implementasi kurikulum, serta mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di madrasah.

Selain dihadiri oleh Pengawas Madrasah Keccamatan Undaan, juga para pengurus KKMI ikut hadir,  dan setiap madrasah mengirimkan empat orang guru yang mewakili Fase A, Fase B, Fase C, dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh penguatan materi, tetapi juga menyusun perangkat pembelajaran secara langsung dengan pendampingan narasumber  H. Noor Yadi, S.Pd.I.,M.Pd.I dan fasilitator Ibu Istifaizah, M.Pd.I

Antusiasme peserta Bimtek

Ketua KKMI Kecamatan Undaan, H.Supono, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi forum kolaboratif bagi guru untuk menyamakan persepsi sekaligus menghasilkan administrasi pembelajaran yang berkualitas, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesamaan pemahaman dalam penyusunan administrasi pembelajaran sehingga setiap guru memiliki perangkat yang berkualitas, mudah diimplementasikan, dan mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik," ujarnya.

Suasana bimtek berlangsung interaktif. Para peserta membawa perangkat komputer jinjing masing-masing untuk menyusun dokumen pembelajaran secara mandiri. Diskusi antarguru pun berlangsung dinamis tentang Capaian Pembelajaran (CP) dan  penyusunan tujuan pembelajaran(TP) , ATP, hingga penyesuaian perangkat dengan karakteristik peserta didik di masing-masing madrasah.

Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas komitmen KKMI dalam meningkatkan kompetensi guru melalui forum berbagi praktik baik dan kolaborasi profesional.

"Administrasi pembelajaran bukan sekadar kelengkapan dokumen, melainkan instrumen yang menjadi pedoman guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara sistematis. Saya mengapresiasi KKMI Kecamatan Undaan yang terus menghadirkan ruang kolaborasi seperti ini agar kualitas pembelajaran di madrasah semakin baik dan berdampak nyata terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik," tutur Noor Yadi.

Ia juga mengingatkan agar seluruh perangkat pembelajaran yang telah disusun tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan benar-benar menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas sehingga mampu menghadirkan proses belajar yang aktif, efektif, dan berpusat pada peserta didik.

Melalui kegiatan ini, KKMI Kecamatan Undaan berharap seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah semakin siap menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027 dengan perangkat pembelajaran yang lebih terstruktur, adaptif, dan berkualitas. Semangat kolaborasi yang dibangun dalam forum tersebut diharapkan menjadi budaya kerja bersama dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul, profesional, dan responsif terhadap perkembangan  zaman

 

 

Baca selengkapnya ...

25 May 2026

Aktivasi IKD, guru RA dan MI Undaan antusias sukseskan program

Aktivasi IKD untuk GTK RA dan MI Kecamatan Undaan Sukses Dilaksanakan

Undaan, 25 Mei 2026 — Kegiatan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi Kepala RA/MI, guru, serta tenaga kependidikan se-Kecamatan Undaan telah sukses dilaksanakan pada Senin pagi bertempat di Gedung MWC NU Undaan, Desa Undaan Lor, Kudus. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Kelompok Kerja Raudlotul Athfal (KKRA) Kecamatan Undaan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kudus.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan sistem jemput bola dari petugas Disdukcapil Kabupaten Kudus guna mempermudah proses aktivasi IKD bagi para peserta. Sejak pagi, para guru dan tenaga kependidikan tampak antusias mengikuti tahapan registrasi dan aktivasi digital kependudukan melalui smartphone masing-masing.

Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan sebagaimana kebijakan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Ketua KKMI Kecamatan Undaan, H.Supono , S.Pd.I.M.Pd.I menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah kegiatan aktivasi IKD berjalan lancar dan mendapat respon positif dari bapak ibu guru maupun tenaga kependidikan. Ini merupakan langkah penting dalam mendukung pelayanan administrasi yang lebih modern, cepat, dan efisien,” ujar beliau.

Sementara itu, pihak Disdukcapil Kabupaten Kudus juga berharap agar aktivasi IKD dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya tenaga pendidik di lingkungan madrasah.

Dengan IKD, masyarakat tidak perlu lagi selalu membawa dokumen fisik karena identitas kependudukan sudah dapat diakses secara digital melalui telepon genggam. Diharapkan para pendidik bisa menjadi contoh dalam pemanfaatan layanan digital pemerintah


Ketua KKRA Kecamatan Undaan Titik Aminati, S.Pd turut menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi seluruh peserta yang hadir tepat waktu dan mengikuti kegiatan dengan tertib.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan yang telah hadir serta mendukung suksesnya kegiatan ini. Semoga aktivasi IKD ini memberikan manfaat besar dalam pelayanan administrasi ke depan,” tuturnya.

Hadir dan mengarahkan juga ,pengawas pendidikan madrasah Undaan, H. Nor Yadi, S.Pd.I,M.Pd.I dalam pelaksanaan aktivasi IKD tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan hingga seluruh proses aktivasi selesai dilaksanakan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan transformasi layanan digital kependudukan di lingkungan madrasah Kecamatan Undaan dapat semakin optimal dan mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.


Baca selengkapnya ...

05 April 2026

Ringkasan Materi dan latihan soal mapel alquran Hadiss kelas 3 semester genap

 

RINGKASAN MATERI

Surat Al-Fîl (الفيل)

Pokok-Pokok Materi

a. Identitas Surat

  • Nama surat: Al-Fîl (Gajah)
  • Jumlah ayat: 5 ayat
  • Urutan dalam Al-Qur’an: Surat ke-105
  • Golongan: Makkiyah (turun di Makkah)

b. Latar Belakang (Asbabun Nuzul)
Terjadi peristiwa penyerangan Ka'bah oleh pasukan bergajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah dari Yaman.

Tujuan mereka: : Menghancurkan Ka'bah agar orang-orang beralih ke gereja yang ia bangun.

c. Tahun Kelahiran Nabi
Peristiwa ini terjadi pada Tahun Gajah, yaitu tahun kelahiran Nabi Muhammad

d. Isi dan Makna Ayat

  1. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya menghancurkan pasukan gajah
  2. Tipu daya mereka digagalkan
  3. Allah mengirim burung Ababil
  4. Burung membawa batu dari tanah terbakar
  5. Pasukan hancur seperti daun dimakan ulat

e. Makna Kata Penting

  • طَيْرًا أَبَابِيلَ (thairan ababil) → burung berkelompok
  • تَرْمِيهِم (tarmihim) → melempari mereka

f. Cara Membaca (Tajwid) Ayat 4

  • حِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ
     Ada idgham bighunnah (tanwin bertemu mim)

g. Perumpamaan Pasukan Gajah
Seperti daun kering dimakan ulat (hancur lebur)

Kesimpulan

Surat Al-Fîl menegaskan:

  • Tidak ada kekuatan yang mampu menandingi Allah
  • Ka'bah dijaga langsung oleh Allah
  • Kesombongan pasti berakhir dengan kehancuran

LATIHAN SOAL PILIHAN GANDA

1.    Jumlah ayat dalam Surat Al-Fîl adalah …
A. 4
B. 5
C. 6
D. 7
Jawaban: B

2.     Surat Al-Fîl termasuk golongan …
A. Madaniyah
B. Makkiyah
C. Panjang
D. Doa
Jawaban: B

3.     Surat Al-Fîl adalah surat ke …
A. 103
B. 104
C. 105
D. 106
Jawaban: C

4.     Raja yang ingin menghancurkan Ka'bah adalah …
A. Fir’aun
B. Namrud
C. Abrahah
D. Qarun
Jawaban: C

5.    Tujuan pasukan gajah adalah …
A. Menyerang Madinah
B. Menghancurkan Ka'bah
C. Berdagang
D. Berperang dengan Romawi
 Jawaban: B

6.     Peristiwa dalam Surat Al-Fîl terjadi pada …
A. Tahun Hijrah
B. Tahun Gajah
C. Tahun Perang
D. Tahun Mekah
 Jawaban: B

7.      Kata “طَيْرًا أَبَابِيلَ” artinya …
A. Batu panas
B. Pasukan besar
C. Burung berkelompok
D. Tentara kuat
 Jawaban: C

8.     Bunyi akhir ayat ke-5 adalah …
A. سِجِّيلٍ
B. مَأْكُولٍ
C. أَبَابِيلَ
D. تَضْلِيلٍ
 Jawaban: B

9.      Ayat ke-2 berbunyi …
A. أَلَمْ تَرَ
B. أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ
C. تَرْمِيهِمْ
D. فَجَعَلَهُمْ
Jawaban: B

1  Pasukan gajah diumpamakan seperti …
A. Batu besar
B. Air mengalir
C. Daun dimakan ulat
D. Gunung runtuh
Jawaban: C

11. Cara membaca “مِّن سِجِّيلٍ” adalah …
A. Jelas
B. Idgham bighunnah
C. Ikhfa
D. Iqlab
Jawaban: B

SOAL URAIAN

1.     Tuliskan bunyi ayat pertama Surat Al-Fîl!
Jawaban:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

2.     Jelaskan kandungan singkat Surat Al-Fîl!
Jawaban:
Surat Al-Fîl menjelaskan tentang kekuasaan Allah yang menghancurkan pasukan gajah yang ingin merusak Ka'bah, sehingga menjadi bukti bahwa Allah Maha Kuasa.

3.     Tuliskan terjemah ayat ke-5!
 Jawaban:
“Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

 

Surat Al-Humazah (الهُمَزَة)

Identitas Surat

  • Nama: Al-Humazah (pengumpat / pencela)
  • Jumlah ayat: 9 ayat
  • Urutan dalam Al-Qur’an: Surat ke-104
  • Golongan: Makkiyah (turun di Makkah)

Arti Nama Surat

Al-Humazah artinya: orang yang suka mengumpat, mencela, dan menghina orang lain

Isi Pokok Surat

  • Larangan mencela dan menghina orang
  • Larangan sombong karena harta
  • Peringatan tentang neraka Hutamah
  • Balasan bagi orang yang tamak dan tidak peduli sesama

Penjelasan Beberapa Ayat Penting

Ayat 1:
Larangan mencela dan menggunjing

Ayat 3:
Manusia mengira harta bisa membuatnya kekal

Ayat 5–7:
Menjelaskan neraka Hutamah yang membakar sampai ke hati

Bunyi Ayat Penting

Ayat ke-6:
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ Artinya: api Allah yang dinyalakan

Lafadz Akhir Ayat ke-8

فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

Perilaku yang Harus Dihindari

  • Menghina teman
  • Menggunjing (ghibah)
  • Sombong
  • Tamak harta

Cara Menghindari Perilaku Tercela

  • Berkata baik
  • Menghargai teman
  • Bersyukur
  • Suka berbagi

Kesimpulan

Surat ini menegaskan:
👉 Akhlak buruk + cinta dunia berlebihan = kehancuran (azab)
👉 Akhlak baik + rendah hati = keselamatan

LATIHAN SOAL PILIHAN GANDA

1.     Surat Al-Humazah adalah surat ke …
A. 103
B. 104
C. 105
D. 106
 Jawaban: B

2.     Jumlah ayat dalam Surat Al-Humazah adalah …
A. 8
B. 9
C. 10
D. 11
Jawaban: B

3.     Arti Al-Humazah adalah …
A. Orang sabar
B. Orang beriman
C. Orang yang suka mencela
D. Orang dermawan
Jawaban: C

4.     Bunyi ayat ke-6 adalah …
A. وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ
B. نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ
C. الَّذِي جَمَعَ مَالًا
D. فِي عَمَدٍ
Jawaban: B

5.     Perilaku yang harus dihindari sesuai surat Al-Humazah adalah …
A. Menolong teman
B. Menghina orang lain
C. Bersedekah
D. Belajar rajin
 Jawaban: B

6.     Urutan ayat ke-4 yang benar adalah …
A. نَارُ اللَّهِ
B. كَلَّا لَيُنبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ
C. فِي عَمَدٍ
D. الَّذِي جَمَعَ
 Jawaban: B

7.     Lafadz akhir ayat ke-9 adalah …
A. مُّوقَدَةُ
B. مُّمَدَّدَةٍ
C. تَضْلِيلٍ
D. أَبَابِيلَ
Jawaban: B

8.     Surat Al-Humazah diturunkan di …
A. Madinah
B. Mekah
C. Syam
D. Yaman
 Jawaban: B

9.     Arti ayat ke-3 adalah …
A. Dia suka mencela
B. Dia mengira hartanya kekal
C. Dia masuk surga
D. Dia menolong orang
 Jawaban: B

10. Yang bukan cara menghindari perilaku tercela adalah …
A. Berkata baik
B. Menghina teman
C. Bersyukur
D. Berbagi
 Jawaban: B

11. Ayat ke-5 berbunyi tentang …
A. Harta
B. Neraka Hutamah
C. Surga
D. Malaikat
Jawaban: B

12. Yang tidak termasuk dampak negatif tamak adalah …
A. Dibenci orang
B. Masuk neraka
C. Disukai semua orang
D. Sombong
 Jawaban: C

13. Terjemah ayat ke-7 adalah …
A. Api itu kecil
B. Yang sampai ke hati
C. Yang dingin
D. Yang luas
 Jawaban: B

14. Tulisan latin ayat ke-1 adalah …
A. Alam tara
B. Wailul likulli humazatil lumazah
C. Bismillah
D. Qul huwallah
 Jawaban: B

SOAL URAIAN

1.     Jelaskan isi pokok Surat Al-Humazah!
 Jawaban:
Surat Al-Humazah berisi larangan mencela, menghina, dan tamak terhadap harta serta peringatan bahwa orang yang berbuat demikian akan mendapat azab neraka.

2.     Tuliskan ayat terakhir beserta terjemahnya!
 Jawaban: Ayat:
فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ     Arti: “(Sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.”

3.     Jelaskan golongan Surat Al-Humazah!
 Jawaban:
Surat Al-Humazah termasuk golongan Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di kota Mekah sebelum Nabi hijrah.

Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com