Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News
Showing posts with label Kabar. Show all posts
Showing posts with label Kabar. Show all posts

05 April 2026

Ringkasan Materi dan latihan soal mapel alquran Hadiss kelas 3 semester genap

 

RINGKASAN MATERI

Surat Al-Fîl (الفيل)

Pokok-Pokok Materi

a. Identitas Surat

  • Nama surat: Al-Fîl (Gajah)
  • Jumlah ayat: 5 ayat
  • Urutan dalam Al-Qur’an: Surat ke-105
  • Golongan: Makkiyah (turun di Makkah)

b. Latar Belakang (Asbabun Nuzul)
Terjadi peristiwa penyerangan Ka'bah oleh pasukan bergajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah dari Yaman.

Tujuan mereka: : Menghancurkan Ka'bah agar orang-orang beralih ke gereja yang ia bangun.

c. Tahun Kelahiran Nabi
Peristiwa ini terjadi pada Tahun Gajah, yaitu tahun kelahiran Nabi Muhammad

d. Isi dan Makna Ayat

  1. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya menghancurkan pasukan gajah
  2. Tipu daya mereka digagalkan
  3. Allah mengirim burung Ababil
  4. Burung membawa batu dari tanah terbakar
  5. Pasukan hancur seperti daun dimakan ulat

e. Makna Kata Penting

  • طَيْرًا أَبَابِيلَ (thairan ababil) → burung berkelompok
  • تَرْمِيهِم (tarmihim) → melempari mereka

f. Cara Membaca (Tajwid) Ayat 4

  • حِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ
     Ada idgham bighunnah (tanwin bertemu mim)

g. Perumpamaan Pasukan Gajah
Seperti daun kering dimakan ulat (hancur lebur)

Kesimpulan

Surat Al-Fîl menegaskan:

  • Tidak ada kekuatan yang mampu menandingi Allah
  • Ka'bah dijaga langsung oleh Allah
  • Kesombongan pasti berakhir dengan kehancuran

LATIHAN SOAL PILIHAN GANDA

1.    Jumlah ayat dalam Surat Al-Fîl adalah …
A. 4
B. 5
C. 6
D. 7
Jawaban: B

2.     Surat Al-Fîl termasuk golongan …
A. Madaniyah
B. Makkiyah
C. Panjang
D. Doa
Jawaban: B

3.     Surat Al-Fîl adalah surat ke …
A. 103
B. 104
C. 105
D. 106
Jawaban: C

4.     Raja yang ingin menghancurkan Ka'bah adalah …
A. Fir’aun
B. Namrud
C. Abrahah
D. Qarun
Jawaban: C

5.    Tujuan pasukan gajah adalah …
A. Menyerang Madinah
B. Menghancurkan Ka'bah
C. Berdagang
D. Berperang dengan Romawi
 Jawaban: B

6.     Peristiwa dalam Surat Al-Fîl terjadi pada …
A. Tahun Hijrah
B. Tahun Gajah
C. Tahun Perang
D. Tahun Mekah
 Jawaban: B

7.      Kata “طَيْرًا أَبَابِيلَ” artinya …
A. Batu panas
B. Pasukan besar
C. Burung berkelompok
D. Tentara kuat
 Jawaban: C

8.     Bunyi akhir ayat ke-5 adalah …
A. سِجِّيلٍ
B. مَأْكُولٍ
C. أَبَابِيلَ
D. تَضْلِيلٍ
 Jawaban: B

9.      Ayat ke-2 berbunyi …
A. أَلَمْ تَرَ
B. أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ
C. تَرْمِيهِمْ
D. فَجَعَلَهُمْ
Jawaban: B

1  Pasukan gajah diumpamakan seperti …
A. Batu besar
B. Air mengalir
C. Daun dimakan ulat
D. Gunung runtuh
Jawaban: C

11. Cara membaca “مِّن سِجِّيلٍ” adalah …
A. Jelas
B. Idgham bighunnah
C. Ikhfa
D. Iqlab
Jawaban: B

SOAL URAIAN

1.     Tuliskan bunyi ayat pertama Surat Al-Fîl!
Jawaban:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

2.     Jelaskan kandungan singkat Surat Al-Fîl!
Jawaban:
Surat Al-Fîl menjelaskan tentang kekuasaan Allah yang menghancurkan pasukan gajah yang ingin merusak Ka'bah, sehingga menjadi bukti bahwa Allah Maha Kuasa.

3.     Tuliskan terjemah ayat ke-5!
 Jawaban:
“Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

 

Surat Al-Humazah (الهُمَزَة)

Identitas Surat

  • Nama: Al-Humazah (pengumpat / pencela)
  • Jumlah ayat: 9 ayat
  • Urutan dalam Al-Qur’an: Surat ke-104
  • Golongan: Makkiyah (turun di Makkah)

Arti Nama Surat

Al-Humazah artinya: orang yang suka mengumpat, mencela, dan menghina orang lain

Isi Pokok Surat

  • Larangan mencela dan menghina orang
  • Larangan sombong karena harta
  • Peringatan tentang neraka Hutamah
  • Balasan bagi orang yang tamak dan tidak peduli sesama

Penjelasan Beberapa Ayat Penting

Ayat 1:
Larangan mencela dan menggunjing

Ayat 3:
Manusia mengira harta bisa membuatnya kekal

Ayat 5–7:
Menjelaskan neraka Hutamah yang membakar sampai ke hati

Bunyi Ayat Penting

Ayat ke-6:
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ Artinya: api Allah yang dinyalakan

Lafadz Akhir Ayat ke-8

فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

Perilaku yang Harus Dihindari

  • Menghina teman
  • Menggunjing (ghibah)
  • Sombong
  • Tamak harta

Cara Menghindari Perilaku Tercela

  • Berkata baik
  • Menghargai teman
  • Bersyukur
  • Suka berbagi

Kesimpulan

Surat ini menegaskan:
👉 Akhlak buruk + cinta dunia berlebihan = kehancuran (azab)
👉 Akhlak baik + rendah hati = keselamatan

LATIHAN SOAL PILIHAN GANDA

1.     Surat Al-Humazah adalah surat ke …
A. 103
B. 104
C. 105
D. 106
 Jawaban: B

2.     Jumlah ayat dalam Surat Al-Humazah adalah …
A. 8
B. 9
C. 10
D. 11
Jawaban: B

3.     Arti Al-Humazah adalah …
A. Orang sabar
B. Orang beriman
C. Orang yang suka mencela
D. Orang dermawan
Jawaban: C

4.     Bunyi ayat ke-6 adalah …
A. وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ
B. نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ
C. الَّذِي جَمَعَ مَالًا
D. فِي عَمَدٍ
Jawaban: B

5.     Perilaku yang harus dihindari sesuai surat Al-Humazah adalah …
A. Menolong teman
B. Menghina orang lain
C. Bersedekah
D. Belajar rajin
 Jawaban: B

6.     Urutan ayat ke-4 yang benar adalah …
A. نَارُ اللَّهِ
B. كَلَّا لَيُنبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ
C. فِي عَمَدٍ
D. الَّذِي جَمَعَ
 Jawaban: B

7.     Lafadz akhir ayat ke-9 adalah …
A. مُّوقَدَةُ
B. مُّمَدَّدَةٍ
C. تَضْلِيلٍ
D. أَبَابِيلَ
Jawaban: B

8.     Surat Al-Humazah diturunkan di …
A. Madinah
B. Mekah
C. Syam
D. Yaman
 Jawaban: B

9.     Arti ayat ke-3 adalah …
A. Dia suka mencela
B. Dia mengira hartanya kekal
C. Dia masuk surga
D. Dia menolong orang
 Jawaban: B

10. Yang bukan cara menghindari perilaku tercela adalah …
A. Berkata baik
B. Menghina teman
C. Bersyukur
D. Berbagi
 Jawaban: B

11. Ayat ke-5 berbunyi tentang …
A. Harta
B. Neraka Hutamah
C. Surga
D. Malaikat
Jawaban: B

12. Yang tidak termasuk dampak negatif tamak adalah …
A. Dibenci orang
B. Masuk neraka
C. Disukai semua orang
D. Sombong
 Jawaban: C

13. Terjemah ayat ke-7 adalah …
A. Api itu kecil
B. Yang sampai ke hati
C. Yang dingin
D. Yang luas
 Jawaban: B

14. Tulisan latin ayat ke-1 adalah …
A. Alam tara
B. Wailul likulli humazatil lumazah
C. Bismillah
D. Qul huwallah
 Jawaban: B

SOAL URAIAN

1.     Jelaskan isi pokok Surat Al-Humazah!
 Jawaban:
Surat Al-Humazah berisi larangan mencela, menghina, dan tamak terhadap harta serta peringatan bahwa orang yang berbuat demikian akan mendapat azab neraka.

2.     Tuliskan ayat terakhir beserta terjemahnya!
 Jawaban: Ayat:
فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ     Arti: “(Sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.”

3.     Jelaskan golongan Surat Al-Humazah!
 Jawaban:
Surat Al-Humazah termasuk golongan Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di kota Mekah sebelum Nabi hijrah.

Baca selengkapnya ...

04 December 2025

KKMI Undaan adakan Workshop administrasi Kokurikuler Madrasah

Undaan, 4 Desember 2025 — Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi bagi guru-guru MI. Kegiatan kali ini dikemas dalam Workshop Penyusunan Perangkat Administrasi Asesmen Kokurikuler dan Implementasinya di RDM (Raport Digital Madrasah) yang bertempat di MI NU Tamrinut Thullab Undaan Lor, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.


Workshop ini dihadiri oleh Ketua KKMI Undaan, H.Supono,S.Pd.I.M.Pd.I beserta pengurus Harian KKMI Undaan, para ketua serta dua anggota KKGMI Kelas 1–6, KKGMI PAI, dan KKGMI PJOK.

Workshop ini diselenggarakan dengan beberapa tujuan utama, yaitu:

  1. 1. Meningkatkan keterampilan guru dalam administrasi asesmen kokurikuler
    Asesmen kokurikuler merupakan bagian integral dari Kurikulum Merdeka dan pembaruan Kurikulum PAI. Melalui kegiatan ini, guru dibimbing memahami penyusunan administrasi secara benar dan sistematis, mulai dari perencanaan hingga pelaporan hasil asesmen.
  2. 2. Mengoptimalkan pemanfaatan RDM (Raport Digital Madrasah)
    Sebagai aplikasi resmi penilaian madrasah, RDM menuntut kemampuan guru dalam mengolah data asesmen secara digital. Workshop ini menjadi ruang untuk belajar bersama, berdiskusi, serta melakukan praktik langsung.
  3. 3. Menyamakan persepsi antar madrasah di bawah KKMI Undaan
    Kegiatan kolektif ini diharapkan mampu menciptakan penyusunan perangkat administrasi yang seragam, rapi, dan selaras dengan panduan resmi Kementerian Agama.

Workshop menghadirkan narasumber kompeten, Ibu Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd. dari MI NU Nahdlatus Shibyan


.

Dalam sambutannya, H. Karjin, S.Ag., M.Pd.I., selaku Pengurus KKMI Undaan, menegaskan bahwa kegiatan ini  untuk mendorong kemajuan bersama di lingkungan madrasah. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan keseragaman administrasi demi meningkatkan kualitas pendidikan.

Materi yang disampaikan meliputi:

  • a. Bedah panduan Kokurikuler pada Madrasah
  • b. Konsep dasar asesmen kokurikuler
  • c. Teknik penyusunan perangkat administrasi
  • d. Penerapan perangkat administrasi dalam pengerjaan di RDM

Para peserta diwajibkan membawa laptop untuk praktik penyusunan administrasi secara langsung, sehingga materi dapat dipahami dan diterapkan dengan optimal.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas administrasi pembelajaran di seluruh MI se-Kecamatan Undaan. Dengan peningkatan keterampilan guru dalam asesmen serta pengelolaan data digital, madrasah dapat memperbaiki mutu layanan pendidikan serta meningkatkan capaian belajar peserta didik.

KKMI Undaan berkomitmen menjadi wadah kolaborasi dan peningkatan kualitas SDM guru agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam sistem administrasi berbasis digital.

Workshop ini bukan hanya ajang peningkatan kompetensi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar pendidik MI di Kecamatan Undaan. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan semakin profesional, terampil, dan siap menghadapi tuntutan administrasi pendidikan modern.

 


Baca selengkapnya ...

12 November 2025

Menghidupkan Kembali Perpustakaan Madrasah: Solusi Kreatif Menghadapi Rendahnya Minat Baca Siswa


Perpustakaan madrasah, yang seharusnya menjadi jantung pembelajaran, kini sering terlihat sepi. Rak-rak buku yang rapi tersusun jarang tersentuh, meja baca lebih sering kosong, dan kartu anggota perpustakaan hanya menjadi formalitas administrasi. Ini bukan cerita asing bagi kita semua.


Di era digital ini, siswa kita lebih akrab dengan layar ponsel ketimbang halaman buku. Media sosial, game online, dan platform streaming menjadi teman sehari-hari mereka. Bukan berarti mereka tidak pintar, mereka sangat cerdas dalam menavigasi dunia digital. Namun, kita kehilangan momen berharga ketika tradisi membaca mulai tergerus.

Pertanyaannya bukan "mengapa mereka tidak suka membaca?" melainkan "bagaimana kita membuat membaca menjadi relevan dan menarik bagi mereka?"

Mari Kita Ubah Paradigma: Perpustakaan Bukan Sekadar Gudang Buku

Saatnya kita berpikir ulang. Perpustakaan madrasah harus bertransformasi dari tempat yang sunyi dan kaku menjadi ruang yang hidup, inspiratif, dan ramah terhadap generasi digital.

 1. Ciptakan Ruang yang Nyaman dan Instagramable

Siswa zaman sekarang sangat peduli dengan estetika. Mengapa tidak memanfaatkan ini?

a). Desain ulang perpustakaan dengan sudut-sudut menarik: bean bags warna-warni, dinding dengan mural inspiratif, tanaman hias, dan pencahayaan yang hangat

 b). Sediakan area khusus untuk berfoto—yes, biarlah mereka berfoto! Jika mereka membagikan momen di perpustakaan ke media sosial, itu justru promosi gratis

c). Buat zona-zona berbeda: zona tenang untuk membaca serius, zona diskusi untuk belajar kelompok, dan zona santai untuk membaca ringan

Ingat: Jika tempatnya nyaman dan menarik, mereka akan datang. Dan jika mereka datang, peluang mereka membuka buku akan meningkat.


 2. Digitalisasi Bukan Musuh, Tapi Kawan

Jangan melawan arus digital, justru manfaatkan!

a). Buat perpustakaan digital dengan e-book dan audiobook yang bisa diakses melalui ponsel

b). Gunakan aplikasi atau website perpustakaan untuk peminjaman online—siswa bisa pesan buku dari rumah

c). Adakan challenge membaca di media sosial madrasah dengan hadiah menarik

d). Buat akun perpustakaan yang aktif di Instagram atau TikTok: posting rekomendasi buku, review singkat, atau fun facts menarik dari buku

3. Koleksi Buku yang Benar-Benar Mereka Inginkan

Jujur saja, banyak perpustakaan madrasah yang koleksi bukunya masih itu-itu saja dari puluhan tahun lalu. Mari kita perbaiki:

a). Libatkan siswa dalam memilih buku baru! Buat survei atau kotak saran tentang buku apa yang ingin mereka baca

b). Sediakan novel populer, komik edukatif, majalah islami, dan buku-buku motivasi yang sedang trending

c). Jangan lupakan majalah, tabloid, dan literatur populer yang ringan namun bermutu

d). Koleksi biografi tokoh-tokoh inspiratif, termasuk tokoh muda yang mereka kagumi

Prinsipnya sederhana: jika bukunya menarik, mereka akan membaca.

4. Program Kreatif yang Membuat Membaca Jadi Asyik

Membaca tidak harus selalu sunyi dan serius. Mari buat program yang seru:

a). Book Challenge & Reward System

b). Program "30 Hari 3 Buku" dengan sertifikat dan hadiah

c). Papan peringkat pembaca terbaik bulan ini

d). Poin reward yang bisa ditukar dengan merchandise madrasah atau bebas tugas tertentu

Event Rutin yang Ditunggu-tunggu

- Book Fair & Bazaar Buku setiap semester

- Bedah buku dengan mengundang penulis atau tokoh inspiratif

- Story telling competition atau podcast review buku

- Book swap: siswa bisa tukar-menukar buku koleksi pribadi

Klub Baca yang Kekinian

- Klub baca dengan tema menarik: fantasi, petualangan, kisah islami inspiratif

- Pertemuan rutin yang santai dengan snack dan diskusi seru

- Kolaborasi dengan klub-klub lain untuk membuat reading theater atau dramatisasi

5. Pustakawan yang Inspiring, Bukan Intimidating

Pustakawan adalah kunci! Mereka harus:

a).  Ramah, approachable, dan memahami dunia siswa

b). Bisa memberikan rekomendasi personal sesuai minat siswa

c). Aktif mengadakan interaksi, bukan hanya duduk di meja administrasi

d). Menjadi role model pembaca yang antusias

6. Integrasikan dengan Pembelajaran

Jangan biarkan perpustakaan berdiri sendiri:

- Wajibkan setiap mata pelajaran untuk minimal sekali dalam sebulan melakukan pembelajaran di perpustakaan

- Buat tugas-tugas yang mengharuskan siswa mengeksplorasi buku (bukan hanya Google!)

- Program "membaca 15 menit" setiap pagi sebelum pelajaran dimulai

- Literasi sebagai bagian penilaian karakter

Peran Kita Semua: Guru, Orang Tua, dan Masyarakat

Untuk Para Guru:

Jadilah teladan! Ceritakan buku yang Anda baca, diskusikan di kelas, tunjukkan bahwa membaca adalah kebiasaan orang-orang sukses dan berilmu.

Untuk Para Orang Tua:

Mulai dari rumah. Sediakan waktu membaca bersama keluarga, kurangi screen time, dan belikan buku sebagai hadiah—bukan hanya mainan atau gadget.

Untuk Pengelola Madrasah:

Alokasikan anggaran yang cukup untuk perpustakaan. Ini bukan pengeluaran, tapi investasi jangka panjang untuk kualitas generasi mendatang.

Untuk Alumni dan Donatur:

Wakaf buku adalah sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir. Sumbangkan koleksi buku Anda atau sponsori program literasi madrasah.

Rendahnya minat baca bukan vonis mati. Ini adalah tantangan yang bisa kita atasi bersama dengan kreativitas, konsistensi, dan komitmen. Perpustakaan madrasah bisa menjadi tempat favorit siswa jika kita mau berinovasi dan memahami kebutuhan mereka.

Membaca adalah jendela dunia. Dan tugas kita adalah membuat jendela itu semenarik mungkin sehingga mereka ingin membukanya setiap hari. Bukan dengan paksaan, tapi dengan ajakan yang menyenangkan.

Mari bersama-sama menghidupkan kembali perpustakaan madrasah kita. Karena generasi yang literat adalah generasi yang siap menghadapi masa depan dengan ilmu, wawasan, dan kebijaksanaan.

Yuk, mulai dari madrasah kita! Mulai dari sekarang!

"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." - HR. Bukhari*

Dan membaca adalah langkah pertama menuju ilmu yang bermanfaat.

Baca selengkapnya ...

26 October 2025

Lima Tingkatan Pahala Sedekah Menurut Imam As-Suyuthi


Sedekah merupakan amal yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Ia bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi bukti keimanan, kasih sayang, dan kepedulian seorang Muslim.


Dalam salah satu karyanya, Imam As-Suyuthi menjelaskan bahwa pahala sedekah memiliki lima tingkatan tergantung kepada siapa sedekah itu diberikan. Penjelasan ini juga tercantum dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin halaman 69.

 1. Sedekah kepada orang sehat — pahala 10 kali lipat

"Wahidatun bi ‘asyarah, wa hiya ‘ala shahihil jism."

(Satu sedekah yang diberikan kepada orang sehat berpahala sepuluh kali lipat.)

Makna:

Memberi kepada orang yang sehat jasmani tetap berpahala, meski mereka mungkin masih mampu bekerja. Pahala ini menunjukkan bahwa niat ikhlas dan keumuman manfaat menjadi ukuran utama.

Contoh:

Memberi minuman atau makanan kepada teman, berbagi sembako saat kegiatan sosial, atau menyumbang pembangunan fasilitas umum.

 Hikmah:

Melatih kepekaan sosial dan mempererat ukhuwah antar sesama tanpa melihat status.


 2. Sedekah kepada orang buta atau cacat — pahala 90 kali lipat

 "Wahidatun bitis‘īna, wa hiya ‘alal a‘mā wal mubtalā."

Makna:

Memberi kepada mereka yang memiliki kekurangan fisik menunjukkan kasih sayang yang tinggi. Mereka termasuk golongan yang sulit berusaha seperti orang pada umumnya.

Contoh:

Memberikan alat bantu jalan, membantu penyandang disabilitas, atau mendukung pelatihan kerja bagi difabel.

 Hikmah:

Menumbuhkan empati mendalam dan rasa syukur atas nikmat sehat yang dimiliki.


 3. Sedekah kepada kerabat yang membutuhkan — pahala 900 kali lipat

 "Wahidatun bitis‘mi’ah, wa hiya ‘ala dzī qarābah muhtāj."

 Makna:

Sedekah kepada keluarga miskin memiliki dua keutamaan: menyambung silaturahmi dan membantu sesama. Karena itu, pahalanya jauh lebih besar.

 Contoh:

Membantu biaya sekolah keponakan yatim, menanggung kebutuhan keluarga yang sedang kesulitan, atau mengirim bantuan untuk saudara di kampung.

 Hikmah:

Menumbuhkan keharmonisan keluarga, menghilangkan iri hati, dan memperkuat ikatan darah dalam ridha Allah.


 4. Sedekah kepada kedua orang tua — pahala 100.000 kali lipat

Wahidatun bimi’ati alf, wa hiya ‘alal abawain."

Makna:

Orang tua adalah sebab keberadaan kita dan telah berkorban sejak lahir hingga dewasa. Karena itu, berbakti kepada orang tua melalui sedekah mendatangkan pahala yang luar biasa besar.

Contoh:

Memberi nafkah, membantu kebutuhan sehari-hari mereka, atau mengirim hadiah kecil yang membuat hati mereka senang.

Hikmah

Mendatangkan ridha Allah, membuka pintu rezeki, dan menjadi sumber keberkahan hidup dunia akhirat.


5. Sedekah kepada ulama atau ahli fikih — pahala 900.000 kali lipat

 "Wahidatun bitis'i miatialf, wa hiya ‘alā ‘ālim aw faqīh."

 Makna:

Ulama dan ahli fikih adalah penjaga agama, penyampai ilmu, dan penerus perjuangan para nabi. Memberi kepada mereka berarti mendukung keberlangsungan ilmu dan dakwah.

 Contoh:

Memberi hadiah kepada guru ngaji, membantu pondok pesantren, atau mendukung kegiatan dakwah dan pendidikan Islam.

 Hikmah:

Menjadi jalan turunnya keberkahan ilmu, memperkuat lembaga keilmuan Islam, dan mengalirkan pahala jariyah tanpa henti.

 

Kesimpulan

Imam As-Suyuthi mengajarkan bahwa nilai sedekah tidak hanya diukur dari jumlah harta, tetapi juga kepada siapa sedekah itu diberikan. Semakin tinggi kedudukan orang yang menerima (dalam pandangan syariat dan akhlak), semakin besar pula pahala yang dijanjikan.

Sedekah kepada orang tua dan ulama mendapat tempat tertinggi, karena keduanya menjadi sebab kebaikan dunia dan akhirat.

Mari jadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup harian. Mulailah dari yang kecil — senyum, bantuan tenaga, atau doa. Karena sedekah yang tulus akan menjadi cahaya di dunia dan tabungan di akhirat.

 “Tidak akan berkurang harta karena sedekah.”

(HR. Muslim)

Baca selengkapnya ...

01 April 2025

Perubahan dan Perbedaan cara berlebaran dulu dan sekarang

  

Lebaran tahun 2025 telah tiba, semua umat muslim merayakannya dengan suka cita. Berbagai kebutuhan dan kegiatan untuk merayakan lebaran telah diagendakan, tak peduli golongan social ekonomi kelas bawah sampai kelas atas semua merayakan dengan porsi kemampuan masing-masing.

Dalam tulisan ini, saya mencoba mengutarakan berdasarkan perjalanan waktu, mulai usia ndolornya  (mumayyiz) kami dalam merayakan lebaran bersama orag tua sampai kini sudah menjadi tua begitu banyak perubahan budaya dalam perayaan Lebaran dari era 1980-an hingga zaman sekarang , yang tentu mencerminkan perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang signifikan.


Apa saja perubahan yang ada ? menurut pengamatan kami, ( tentu beda orang beda hasil pengamatan he he )  ada beberapa aspek perbedaannya:

1. Persiapan Menjelang Lebaran

  • Era 80-an: Persiapan Lebaran lebih mengandalkan tradisi turun-temurun, seperti membuat kue sendiri (nastar, kastengel, rengginang, keciput, tumpi / kembang goyang, jumputan, krupuk puli), menjahit baju baru di tukang jahit, peci hitam yang sudah merah disemirkan, ada uga yang tidak mampu beli baju baru bisa beli baju bagoran ( baju bekas layak pakai) serta membersihkan rumah secara gotong royong, mengecat dinding rumah dengan kapur( enjet), mencuci semua perkakas meja kursi, dan jendela
  • Zaman Sekarang: Kue dan makanan Lebaran lebih sering dibeli dari toko offline atau online dengan aneka macam variasi dan jenis makanan yang modern dan kekinian.  Baju Lebaran cenderung dibeli dari merek terkenal atau marketplace, dan mungkin mayoritas anak-anak muda sekarang beli kebutuhanya lewat toko online.  Kebersihan rumah lebih sering mengandalkan jasa kebersihan. Juga perbaikan rumah dan pengecatan  tentu mengikuti trend kekinian

2. Mudik Lebaran

  • Era 80-an: Mudik dilakukan dengan kendaraan umum seperti bus dan kereta api dengan kondisi seadanya. Tidak ada sistem tiket online, sehingga calon pemudik harus antre berjam-jam untuk membeli tiket. Dan bisa jadi ada yang sampai ke kampung halaman itu sudah lebaran hari pertma atau kedua ( telat dech…)
  • Zaman Sekarang: Tiket bisa dibeli secara online jauh-jauh hari, transportasi lebih nyaman dengan adanya pesawat, kereta cepat, dan jalan tol yang lebih baik. Mobil pribadi juga semakin banyak digunakan untuk mudik. Dan bahkan sekarang ada yang difasilitasi dengan adanya mudik gratis oleh perusahaan atau pemerintah setempat.

3Budaya takbir keliling

a. Era 1980-an: Kesederhanaan dan Kebersamaan Tradisional

  • Takbir keliling dilakukan secara sederhana dengan berjalan kaki beramai-ramai, biasanya oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua.
  • Menggunakan obor dari bambu dan kaleng sebagai penerangan, serta kentongan kayu untuk menambah semarak suasana.
  • Alat musik pengiring terbatas, biasanya hanya bedug masjid atau rebana.
  • Tidak ada sistem pengamanan khusus, hanya dikawal oleh tokoh masyarakat atau pemuda setempat.
  • Semua peserta dengan khidmat melantunkan takbir dengan dikomando oleh seseorang

   b. Era 1990-an: Kreativitas Mulai Muncul

  • Selain berjalan kaki, mulai ada peserta yang menggunakan sepeda dan gerobak untuk membawa bedug.
  • Takbir keliling semakin meriah dengan berbagai bentuk lampion atau replika masjid, ka’bah, dan simbol-simbol Islam yang dibuat dari bambu dan kertas warna-warni.
  • Penggunaan sound system sederhana mulai muncul, biasanya dengan pengeras suara dari masjid atau mobil bak terbuka.
  • Masih kental dengan suasana kebersamaan tanpa kompetisi antar kelompok atau wilayah.

c. Era 2000-an: Modernisasi dan Tantangan Regulasi

  • Takbir keliling semakin meriah dengan penggunaan kendaraan bermotor, seperti truk, pick-up, dan motor yang dihias dengan lampu dan dekorasi unik.
  • Sound system lebih canggih, bahkan ada yang membawa generator listrik untuk mendukung alat musik modern seperti keyboard dan drum elektrik., Juga ada kecenderungan menyewa sound horeg dari daerah lain
  • Muncul kompetisi takbir keliling yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah atau organisasi masyarakat, menambah daya tarik perayaan.
  • Di beberapa daerah, takbir keliling mulai dikurangi atau dibatasi karena alasan keamanan, seperti kemacetan, tawuran antar kelompok, atau penggunaan petasan yang berlebihan.

 

4. Silaturahmi dan Bermaaf-maafan

  • Era 80-an: Silaturahmi dilakukan secara langsung dengan mengunjungi sanak saudara, tetangga, dan kerabat jauh. Anak-anak berkeliling  jalan kaki atau bersepeda onthel dari rumah ke rumah untuk bersalaman dan mendapatkan angpau. Tak peduli jarak rumah, bahkan satu kampung dua kampung full mereka kunjungi satu persatu tanpa peduli rasa lelah dan malu demi memburu kata maaf. Kekerabatan dan keakraban keluarga sangat erat karena dalam silaturrahim tersebut oleh yang lebih tua memperkenalkan ( nggenahke, ndunungke) anggota keluarga masing-masing

  • Zaman Sekarang: Silaturahmi masih dilakukan secara langsung, tetapi teknologi memungkinkan komunikasi melalui video call dan pesan digital, terutama bagi yang tidak bisa mudik. Ucapan Lebaran juga lebih banyak dikirim melalui media social dengan kecanggihan berbagai fitur aplikasi yang ada di HP Android.

5. Pemberian Angpau atau THR

  • Era 80-an: Anak-anak mendapatkan uang Lebaran dari orang tua dan kerabat dalam bentuk uang kertas baru dalam nominal kecil.
  • Zaman Sekarang: Uang Lebaran bisa diberikan dalam nominal lebih besar (dikemas dalam amplop lebaran khusus ) bahkan ada yang menggunakan dompet digital atau transfer bank.

6. Menu Lebaran

  • Era 80-an: Hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan sambal goreng kentang dibuat dengan bahan tradisional dan dimasak bersama-sama dalam keluarga , di dapur dengan bahan bakar kayu
  • Zaman Sekarang: Masih ada yang memasak sendiri, tetapi banyak juga yang memilih membeli makanan siap saji atau pesan catering.

7. Hiburan dan Aktivitas Lebaran

  • Era 80-an: Hiburan setelah Lebaran lebih banyak diisi dengan permainan tradisional, nonton film di televisi bersama keluarga, atau menghadiri acara hiburan lokal.
  • Zaman Sekarang: Media sosial, YouTube, dan platform streaming menjadi hiburan utama. Banyak orang juga memanfaatkan momen Lebaran untuk jalan-jalan ke tempat wisata atau berfoto untuk diunggah ke media sosial.

Meskipun esensi Lebaran sebagai momen kebersamaan dan silaturahmi tetap ada, cara masyarakat merayakannya telah berubah seiring perkembangan zaman. Teknologi, ekonomi, dan gaya hidup modern telah mengubah tradisi menjadi lebih praktis dan efisien, tetapi semangat kebersamaan tetap menjadi inti perayaan.

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com