Selamat datang di Blog Kabarmadrasah,Info Seputar Madrasah dan Regulasi Terbaru. Semoga bermanfaat

Breaking News

28 November 2018

Madrasah Membangun Karakter : Buang sampah pada tempatnya

Kabarmadrasah.com -  Fenomena betapa sampah sangat membutuhkan perlakuan khusus baik di rumah, madrasah, instansi dan lingkungan sekitar. Lebih-leih dalam menghadapi musim penghujan . Sepertinya sich masalah kecil dan sepele, namun jika setiap kita, baik sebagai anggota keluarga, warga madrasah, instansi dan warga masyarakat sudah tidak ada kepedulian terhadap kebersihan lingkungannya sendiri , bukan tidak mungkin lingkungan kita lambat laun menjadi lingkungan kotor dan tidak sehat.
http://www.kabarmadrasah.com/
Madrasah dalam hal ini mempunyai peran penting  dalam hal menanamkan pengetahuan dan karakter peserta didik agar mempunyai kesadaran sedini mungkin membuang sampah pada tempatnya. Kita bisa bayangkan jika peserta didik di madrasah kita sejumlah 350 siswa/siswi, setiap mereka jajan pada istirahat pertama 2 macam jajan/snack ( 1 bungkus minum dan 1 bungkus jajan ), berarti sudah 2 bungkus x 350 anak = 700 bungkus sampah , belum lagi nanti pada istirahat ke-2 berarti minimal sudah 1.400 sampah setiap hari. Jika tidak ada penanganan serius dari pihak madrasah, berarti setiap hari kita produksi sampah dengan segala permasalahannya.

Namanya juga anak , walau sering kita sebagai pendidik menasehati, mengarahkan dan mengingatkan akan pentingnya buang sampah pada tempatnya, masih saja anak dengan seenaknya buang sampah sambil lari , sambil lalu sehingga tidak pas pada tempat sampah, bahkan juga ada yang memang  tanpa merasa bersalah, buang sampah sembarangan. 
Menyikapi hal-hal yang demikian mestinya perlu tindakan dan kebijakan baik kita secara pribadi, sebagai guru maupun sebagai lembaga, serta tidak lupa para Bapak/Ibu para penjual jajan di lingkungan sekolah dan madrasah untuk sama-sama berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan madrasah.

Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan terkait penanganan sampah di madrasah, agar tercipta lingkungan belajar yang bersih dan nyaman diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Setiap kita ( terutama Guru ) senantiasa memberi contoh yang baik untuk membuang sampah pada tempatnya, mengingat guru adalah figur panutan anak di madrasah
2. Tanamkan kesadaran dan keyakinan pada peserta didik, bahwa kebersihan sebagian dari iman
( Betapa masih banyak peserta didik yang habis jajan bungkusnya asal buang, habis kencing tidak disira, coret-coret dinding, meja  dll)
3. Jangan bosan-bosan memberi nasehat, arahan dan teguran bilamana melihat anak buang sampah sembarangan, segera ambil tindakan pada anak untuk mengambilnya dan buang pada tempatnya. Jangan bergantung kepada petugas kebersihan madrasah
4. Bentuk piket kebersihan di setiap kelas untuk membersihkan ruang kelas dan lingkungan luar kelas ,serta optimalkan aturannya berikut sanksi yang relevan bagi peserta didik yang melanggar

Baca Juga Artikel lainnya :

5. Pendekatan kepada bapak/Ibu penjual jajan agar sama-sama sadar untuk menjaga lingkungan madrasah, bukankah mereka yang mendapat untung dari omset penjualan jajanannya
6. Di tingkat lembaga, seyogyanya memberi peringatan berupa slogan-slogan semisal ‘Bersih pangkal sehat’ atau “sehat itu mahal’ atau pengumuman peringatan pelanggaran semisal “ Barang siapa membuang sampah sembarangan pada lingkungan madrasah, maka akan dikenakan sanksi berupa …….”  Dan seterusnya
7.  Sarana prasarana kebersihan berupa sapu, engkrak, sulak dan tempat sampah dipastikan mencukupi 
8. Mengajak peran serta orang tua/wali dari siswa agar sama-sama membentuk karakter anak ketika di rumah untuk membuang sampah pada tempatnya, mencuci piring habis makan dan mengajari tanggung jawab atas kebersihan kamar mereka

Tentunya masih banyak langkah-langkah lain selain yang tersebut di atas , jika semua kita ikut ambil bagian dalam masalah kebersihan lingkungan, tentunya nilai-nilai positif banyak kita dapatkan , baik dari segi kedisiplinan, tanggung jawab, kesehatan dan karakter. Dan tidak kalah penting dari semua itu adalah ada nilai ibadah dalam hal menjaga kebersihan.

Demikiaan artikel Madrasah Membangun Karakter : Buang sampah pada tempatnya ,  semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
Jangan lupa baca artikel : Kapan pendaftaran inpassing dibuka lagi?

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ]
Semoga bermanfaat dan jangan lupa  klik tombol like dan Share Terima Kasih
Baca selengkapnya ...

27 November 2018

Download Kisi-Kisi Ujian Nasional SD/MI Tahun 2018/2019 , Langkah Jitu menghadapi Ujian

Kabarmadrasah.com - Menjelang berakhirnya tahun pelajaran sekolah/madrasah, tentunya tahap-tahap akhir dalam pembelajaran peserta didik tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMU/SMK/MA  adalah pelaksanaan ujian sebagai barometer pencapaian hasil belajar dalam satuan pendidikan tersebut. Berbagai persiapan menghadapi ujian akhir sekolah/madrasah pun dilakukan diantaranya mengejar target materi, penambahan jam belajar tambahan/les dan latihan-latihan soal.
http://www.kabarmadrasah.com/
Kisi-kisi Ujian Sekolah Berstandart Nasional Tahun 2018/2019 telah diterbitkan oleh BSNP ( Badan Standart Nasional Pendidikan ) dengan Nomor Keputusan : 0297/SKEP/BSNP/XI/2018 pada tanggal 26 November 2018 dari berbagai jenjang pendidikan mulai tingakat SD/MI sederajat sampai dengan SMA/MA sederajat dan Pendidikan Kesetaraan. Untuk SD/MI sederajat Mata Pelajaran yang diujikan terdiri dari 3 ( tiga ) mata pelajaran yaitu bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) dan Matematika. 

Baca Juga Artikel lainnya :

Untuk itu, mari kita lihat satu persatu tampilan Kisi-Kisi ujian Nasional SD/MI tahun 2018/2019 dan bila diperlukan, kami sertakan link downloadnya untuk bisa diunduh dan diprint

1. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Untuk mengunduh file Kisi-Kisi Ujian Nasional SD/MI 2018/2019 mata Pelajaran Bahasa Indonesia, silakan klik BAHASA INDONESIA

2. Mata Pelajaran Matematika 



Untuk mengunduh file Kisi-Kisi Ujian Nasional SD/MI tahun 2018/2019 mata Pelajaran Matematika silakan klik MATEMATIKA

Baca Juga



3. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )


Untuk mengunduh file Kisi-Kisi Ujian Nasional SD/MI tahun 2018/2019 Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA) bisa klik IPA

Dalam Keputusan Badan Standar nasional Pendidikan ( BSNP ) disebutkan bahwa Kisi-Kisi Ujian Berstandar Nasional adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal USBN yang disusun berdasarkan Kriterian Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standart Isi, dan Kurikulum yang berlaku.

Untuk itu, dengan diterbitkannya Kisi-Kisi Ujian Berstandar Nasional 2018/2019 ini diharapkan dapat digunakan oleh siswa, guru, ataupun orang tua dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian lebih matang kesiapan mental dan penguasaan materi
Demikian artikel ini dibuat semoga membawa manfaat , Amiiiiin

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ]
Semoga bermanfaat dan jangan lupa  klik tombol like dan Share Terima Kasih
Baca selengkapnya ...

05 November 2018

Cara mendidik anak di Era Digital

Kabarmadrasah - Banyak orang tua di era digital ini merasa sulit menemukan cara terbaik mengasuh anak. Di satu sisi penggunaan teknologi digital seperti internet dan video game dalam kehidupan keluarga tak terelakkan , namun di sisi lain anak-anak dan orang tua dapat mengalami dampak negatif media itu. 
Ada beberapa tindakan yang perlu dilakukan orang tua dalam mengasuh anak ketika berhadapan dengan media digital , diantaranya adalah
http://www.kabarmadrasah.com/
1. Mendampingi anak mengakses gawai
 Tentang apa itu gawai, silakan cek di wikipedia pada link berikut ( arti gawai ) tapi jika sudah familiar dan faham silakan dilanjut .
Orang tua seyogyanya selalu bersama anak ketika ia menggunakan media digital untuk dua kepentingan utama yaitu menegosiasikan waktu akses dan memilih media/saluran. Meski para ahli menyarankan waktu berhadapan dengan layar maksimal 2 jam sehari namun jika aktivitas itu dikombinasikan dengan aktivitas produktif atau efektif ( seperti berkomunikasi dengan keluarga di tempat jauh) maka durasi dapat bersifat fleksibel. Sebaliknya , jika orang tua mampu menyediakan aneka kegiatan yang lebih bermanfaat atau ada interaksi sosial yang penting, maka waktu mengakses gawai dapat dikurangi. Hal lain , kemauan orang tua mengetahui media dan saluran yang dusukai anak akan sangat bermanfaat untuk membangaun komunikasi yang efetif dalam pengasuhan

Baca Juga Artikel lainnya :

2. Menyeleksi konten yang sesuai untuk anak
Seleksi dapat dilakukan dengan piranti lunak dan pemahaman . Orang tua dapat menggunakan kategorisasi atau rating yang digunakan penyedia konten. Beberapa aplikasi seperti Play Store misalnya, memiliki kategori khusus keluarga yang berisi konten-konten ramah anak. Aplikasi lain seperti Youtube juga menyediakan Youtube Kids, pastikan anak-anak hanya menonton dari saluran semacam itu saja.
3. Memahami informasi yang disediakan Media Digital
Ada banyak konten kontroversial di internet seperti berita kecelakaan yang berdarah-darah. Konten seperti itu tentu tak pantas ditonton anak, namun jika anak sudah terlanjur mengaksesnya maka orang tua perlu memberi pemahaman untk menghindari, tidak menyebarluaskan dan mengantisipasi dampaknya bagi perasaan dan pikiran anak

Demikian beberapa cara  yang kami sadur dari beberapa buku Japelidi dengan harapan bisa menjadi pemahaman  dan pedoman dalam mendidik anak-anak kita

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
Jangan lupa baca artikel : Download RPP Tematik Kelas 2 SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2017

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ]

Semoga bermanfaat dan jangan lupa  klik tombol like dan Share Terima Kasih
Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com