Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News
Showing posts with label Aswaja. Show all posts
Showing posts with label Aswaja. Show all posts

08 March 2026

Ngaji Ahad sore Masjid Baitul Muttaqin Sambung Edisi ke-3

 Istiqamah Bersyukur dan Berdzikir: Jalan Menuju Ketenangan Hati

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menghadapi berbagai kondisi: kadang lapang, kadang sempit; kadang bahagia, kadang penuh ujian. Dalam keadaan apa pun, seorang hamba dianjurkan untuk selalu istiqamah dalam bersyukur kepada Allah SWT. Rasa syukur bukan hanya diucapkan ketika memperoleh nikmat, tetapi juga ketika menghadapi kesulitan, karena semua yang terjadi adalah bagian dari ketetapan dan hikmah Allah.


Salah satu bentuk syukur yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak dzikir kepada Allah. Dzikir merupakan amalan sederhana, namun memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan batin manusia. Dengan berdzikir, hati menjadi tenang dan tenteram. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Itulah kalimat ajakan Ustadz Noor Arief dalam membuka acara Ngaji Ahad sore di Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan Kudus, 08 Maret 2026


Menariknya, dalam kehidupan manusia banyak hal yang jika diulang-ulang akan terasa membosankan. Namun terdapat satu hal yang justru semakin indah ketika diulang, yaitu membaca Al-Qur’an. Setiap kali dibaca, Al-Qur’an memberikan ketenangan, pemahaman baru, dan kedalaman makna yang berbeda. Karena itulah membaca Al-Qur’an secara rutin juga menjadi salah satu sebab kuatnya hafalan seseorang. Semakin sering dibaca, semakin melekat ayat-ayatnya dalam ingatan.

Selain memberikan ketenangan hati, ada pula beberapa golongan manusia yang disebut sebagai orang-orang yang dirindukan oleh surga. Di antara mereka adalah:

1. Tāliyul Qur’an, yaitu orang yang gemar membaca Al-Qur’an.

2. Hāfidzul Lisān, orang yang mampu menjaga lisannya dari perkataan buruk.

3. Muth‘imul Jī‘ān, orang yang suka memberi makan kepada orang yang lapar., lebih-lebih.memberikan berbuka puasa Romadhon 

4. Shā’im Ramadhān, orang yang menjalankan puasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan.

Berbicara tentang puasa, dalam istilah bahasa disebut al-imsāk, yang berarti menahan diri. Dalam syariat Islam, puasa memiliki dua makna penahanan. 

Pertama, menahan diri dari segala hal yang secara hukum membatalkan puasa. 

Kedua, menahan diri dari berbagai perbuatan yang dapat merusak nilai dan pahala puasa.

Hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik berkaitan dengan masuknya sesuatu melalui sembilan lubang pada tubuh manusia, yaitu dua telinga, dua mata, satu hidung, satu mulut, satu lubang kemaluan, dan satu lubang anus. Oleh karena itu, seorang yang berpuasa harus menjaga diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan batalnya puasa.


Namun, selain pembatal secara fisik, ada pula perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa. Perkara ini berasal dari perbuatan anggota tubuh, khususnya lisan dan pandangan. Di antaranya adalah:

1. Kidzib, yaitu berbohong atau berkata dusta.

2. Ghibah, membicarakan keburukan orang lain.

3. Namimah, mengadu domba atau memprovokasi permusuhan.

4. Sumpah palsu, bersumpah tidak benar untuk kepentingan tertentu.

5. Melihat dengan syahwat, yaitu memandang sesuatu dengan dorongan nafsu yang tidak dibenarkan.

Karena itu, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri dari perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah.

Dalam syariat Islam, puasa juga memiliki beberapa syarat wajib. Seseorang diwajibkan berpuasa apabila ia memenuhi syarat berikut: beragama Islam, telah baligh, memiliki kemampuan atau kekuatan untuk berpuasa, tidak sedang mengalami haid atau nifas bagi perempuan, serta berakal sehat.

Pada akhirnya, puasa merupakan ibadah yang sangat istimewa karena bersifat sirriyah, yaitu ibadah yang sangat tersembunyi. Orang lain mungkin tidak mengetahui secara pasti apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak. Hanya Allah SWT dan para malaikat pencatat amal yang benar-benar mengetahui keikhlasan seseorang dalam menjalankan puasa.

Oleh sebab itu, ibadah puasa menjadi sarana penting untuk melatih kejujuran, keikhlasan, serta kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Dengan istiqamah bersyukur, memperbanyak dzikir, mencintai Al-Qur’an, dan menjaga lisan serta perbuatan, seorang muslim diharapkan mampu meraih keberkahan hidup serta menjadi hamba yang dirindukan oleh surga


Disarikan dari : Ngaji Ahad sore Masjid Baitul Muttaqin 

Narasumber: Ustadz Noor Arief ( Guru Madin NU Irsyadul Aulad Assalafiyyah Undaan Lor Kudus)

Baca selengkapnya ...

22 February 2026

Ngaji Ahad Sore Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan (edisi 1)

Kudus, Ahad 22 Pebruari 2026, bertempat di Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan Kudus dilaksanakan kegiatan syiar Ramadhan 1447 H.

Ngaji Ahad sore kembali menjadi ruang pertemuan ruhani yang sarat makna. Dalam suasana yang khidmat, para jamaah yang hadir tampak dari pengurus masjid, pengurus NU sebanom, dan jamaah muslimin muslimat mulai dari usia anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua,  semuanya mengikuti dengan seksama.


Dalam sambutannya, K. Kusnudiin,M.Pd. selaku Pengurus Ta'mir Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan Kudus mengajak seluruh jamaah untuk menata niat dalam mengaji dan tholabul ilmi. Ilmu bukan sekadar tambahan wawasan, melainkan ibadah. Jika niatnya lurus, maka setiap langkah menuju majelis ilmu bernilai pahala. Dan Insyaallah di akhir kegiatan nanti akan dibagikan menu berbuka bersama yang telah disediakan oleh Panitia 

Beliau juga menghimbau agar jamaah tidak datang sendiri pada kesempatan berikutnya. Dihimbau untuk mengajak teman untuk ikut mengaji, bukan hanya memperluas lingkaran kebaikan, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir


K. Mukhit sebagai narasumber di Ahad pertama ini kemudian memperdalam pembahasan tentang niat. Setidaknya ada beberapa niat yang harus ditanamkan ketika hadir di majelis ilmu:

1. Niat ibadah, karena mengaji adalah bentuk penghambaan kepada Allah.

2. Niat silaturahim, menyambung hubungan dengan sesama.

3. Niat mencari ilmu, agar hidup terarah dengan bimbingan syariat.

3. Niat memperbaiki hati

Dalil tentang silaturahim dijelaskan dengan makna yang dalam. Panjang umur tidak selalu dimaknai secara matematis, tetapi secara keberkahan. Umur lima tahun bisa bernilai seperti lima puluh tahun karena keberkahan silaturahim.


Keutamaan Majelis Ilmu

Disampaikan pula sabda Nabi bahwa siapa yang berniat menghadiri majelis ilmu, bahkan sebelum melangkah pun dosanya sudah diampuni Allah.

Ada empat anugerah besar yang Allah berikan kepada orang-orang yang menghadiri majelis ilmu:

1. Nazalat ‘alaihimussakinah – Turunnya ketenangan hati. Jiwa menjadi ayem tentrem, tidak mudah benci dan tidak menyimpan dendam kepada siapa pun.

2. Waghasyat-humur rahmah – Dilingkupi kasih sayang dari Allah. Rumah tangga harmonis,sajinah mawaddah warohmah,  keluarga rukun, dan hubungan dengan tetangga penuh kebaikan.

3. Wakhuffat-humul malaikat – Dikelilingi malaikat. Malaikat mencintai majelis dzikir dan pengajian (majlis ilmu)

4. Wadzakarollahu fima indahum–  Allah akan ingat dengan kita disaat kita berdzikir kepada Allah, mengingat Allah

Puasa dan Pembentukan Taqwa

Pembahasan kemudian bergeser pada hakikat puasa. Tujuan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menyempurnakan taqwa. Puasa adalah tirakat—latihan mengendalikan nafsu.

Dengan puasa, rasa takut kepada Allah (khauf) bertambah. Nafsu dilatih untuk tunduk, bukan menjadi pengendali.

Makhluk Allah dan Potensi Derajat Muttaqin

Disampaikan pula klasifikasi makhluk Allah:

1. Malaikat – dianugerahi akal tanpa nafsu.

2. Syetan – memiliki nafsu tanpa akal.

3. Manusia – memiliki akal dan nafsu sekaligus.

Justru karena manusia memiliki dua unsur itu, manusia berpeluang mencapai derajat muttaqin. Malaikat taat karena tidak punya nafsu. Syetan sesat karena tidak memiliki kendali akal yang menuntun pada ketaatan. Manusia berada di tengah: ketika akal mampu mengendalikan nafsu, ia bisa lebih mulia dari malaikat. Namun jika nafsu menguasai akal, ia bisa lebih rendah dari makhluk lainnya.

Ngaji Ahad sore ini menegaskan bahwa kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh panjangnya usia, tetapi oleh keberkahan. Keberkahan lahir dari niat yang benar, silaturahim yang terjaga, ilmu yang dicari dengan sungguh-sungguh, serta latihan spiritual seperti puasa yang menguatkan taqwa.

Majelis ilmu bukan sekadar rutinitas, melainkan proses pembentukan karakter: menenangkan hati, melembutkan hubungan sosial, dan meninggikan derajat di sisi Allah.

Semoga setiap langkah menuju majelis ilmu menjadi saksi di hadapan-Nya, dan setiap niat yang ditata menjadi sebab turunnya sakinah dalam kehidupan kita.

Baca selengkapnya ...

16 February 2026

Khotbah Jumat KH. Masturin dengan tema: Puasa meningkatkan Ketaqwaan terhadap Allah SWT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله الذي جعل شهر رمضان سيد الشهور، وانزل فيه القرآن ليبين  الحق والفجور

 اشهد ان لا اله الاالله  الملك الحنات القدوس، واشهد ان محمدا عبده ورسوله سيدالانبياء والرسل صلى الله على سيدتا محمد وعلى اله واصحابه اولى المعرفة والايمان المنير،  اما بعد : ايهاالناس، اتقواالله وافعل الخيرااث

واعلموا ان شهر رمضان شهر عظيم  والدعوة مستحابة والصدقات مقبولة والحسنات مضاعفة 



يا معشرالصاىمين المعتكفين رحمكم الله 

Wonten ing khotbah Jum'at puniko kulo wasiat dateng awak kulo piyambak soho dateng panjenengan sami, monggo kitho ningkataken taqwa dateng Allah Subhanahu wataala arupi ngelanpahi sedoyo ingkang dipun perintah dening Allah kanti ingkang ikhlas , lan nebihi sedoyo awisan-awisanipun Allah kanti ingkang ridho, Jalaran kanti taqwa punikolah kitho insyaallah badhe wilujeng fiddunya wal akhiroh, Aamiin Allahumma Aamiin 



Hadirin wal hadhirat : Kito sampun mangertos piyambak-piyambak  bilih wulan romadhon puniko bulan ingkang agung, doa-doa ing puniko bulan dipun sembadani, shodaqoh-shodaqoh dipun terimo, lan amal-amal ingkang sahe bade dipun tikel-tikelake, lan bulan ingkang kathah fadhilahipun, pramilo monggo shiyam kitho, kitho tetepi syarat-syarat lan rukun-rukunipun, soho perkawis ingkang batalake poso  punopo malih perkawes ingkang ngurangi dateng ganjaran-ganjaranipun poso 


 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من صام رمضان و  عرق حدوده وتحفظ ما ينبغى له ان يحفظ  كفر ما قبله . رواه ابن حبان في صحيحه


Artosipun : Sopo wonge poso Romadhon lan deweke ngerti batas-batase/ syarat rukune, lan tansah ngrekso /ateges nyingkiri barang kang ora ono faedahe ,mongko dilebur dosane kang wus kapungkur 


ايها الصاءمون المعتكفون رحمكم الله 

Sak sampunipun kitho mangertos hadist kasebat monggo kito ugi ampun ngantos supe dateng perkawes-perkawes ingkang ngurangi dateng ganjarane poso, ampun ngantos shiyam kito puniko kosong ganjaran , kosong kautaman / fadhilah, punopo malih kosong keridhoan saking Allah SWT , jalaran kito mboten saged anjagi dateng hal-hal ingkang ngurangi dateng ganjarane poso


  قال رسول الله صلى الله عليه وسلم خمسة اشياء ، تحيط الصوم   الكذب، والغيبه والنميمة واليمين العموس والنظر بشهوة

Artosipun: Ono perkoro limo kang biso ngilangake ganjarane poso yoiku: 

1).  Goroh ( dusta)

2). Ngrasani olo (jelek)

3). Adu-adu

4). Sumpah palsu 

5). Ningali kanti syahwat 


معاشر المسلمين رحمكم الله : 

Panci leres menawi kito angen-angen bilih perkawes gangsal kasebat saged dadosake fitnah dateng awakipun piyambak, dateng keluarga (menawi tiyang kolowau sampun berkeluarga), lan perkawes gangsal kolowau saged dados fitnah dateng masyarakat menawi tiyang kolowau dados pemimpin, punopo malih dateng ganjarane poso


Hadirin wal hadirat, ibadah poso puniko saged dadosaken ukuran ipun tiyang mukmin, sepinten jenjang ketaqwaan mukmin terhadap Allah SWT, lan shiyam ugi dados washilah dateng Allah untuk meraih martabat kehidupan lan kematian seorang mukmin atas ridho Allah SWT


Hal kasebat poro rawuh ingkang bertaqwa , Allah berfirman wonten ingkang surat Al-Baqarah ayat 183 : يٰۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

ingkang artosipun kirang langkung mekaten :

Hei wong akih kang podo iman, siro kabeh din wajibake poso koyo olehe poso mau din wajibake atas ummat kang disik-disik sak durung iro kabeh, supoyo siro kabeh dadi taqwa marang Allah SWT.


Kanthi ayat kasebat poro rawuh, poso saged dadosaken jiwa ketaqwaan terhadap Allah, namung kito ampun ngantos terbatasi, bilih taqwa puniko namung dipun raih saking ibadah poso, nanging saged ugi dipun raih kalayan ibadah sanes-sanesipun


Maasyirol mu'takifin rahimakumullah 

Ibadah ipun tiyang mukmin puniko mboten sami tingkatanipun, wonten ingkang sregep ibadah sebab sugih, ugi wonten ingkang keset(malas) ibadah sebab sugih, wonten ingkang sregep ibadah sebab fakir, lan wonten ingkang keset ibadah sebab fakir, wonten ingkang sregep ibadah sebab pangkat lan ono kang keset ibadah sebab pangkat ilang 


Semanten ugi shiyamipun tiyang mukmin puniko wonten tingkatan - tingkatanipun menurut pangkat lan martabat tiyang mukmin puniko piyambak

Tiyang mukmin mboten dipun parengake ngremehake utawi ngino-ngino dateng hukum-hukumipun agami, ingkang sampun dipun tetepake deneng Allah SWT , termasuk hukum wajibe poso ing rinone wulan romadhan. Kitho harus peduli dateng wajibe poso, sebab poso dipun wajibake khusus dateng tiyang mukmin mboten dateng tiyang kafir. langkung-langkung ngantos tiyang mukmin wantun nilar poso, utawi sampun poso nanging mukak sebab sesuatu hal sing mboten wonten hukum rukhsoh dateng agami, puniko ampun ngantos


مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ وَلَا مَرَضٍ لَمْ يَقْضِهِ صَوْمُ الدَّهْرِ وَإِنْ صَامَهُ 

artosipun : sopo wonge mukak sedino ing wulan romadhon tanpo ono kemurahan syara' lan ugo kerono loro, mongko ora cukup din qodhoni setahun


Mekaten poro rawuh khutbah kulo ing jum'at niki kanti tema : puasa meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT


Matur nuwun atas perhatosan panjenengan sedoyo, mugi kitho tansah dipun paringi kekuatan deneng Allah kanthi ngelampahi poso romadhan sak wulan, lan akhir gesang khitho mugi keparingan kekuatan ibadah dan mati husnul khotimah



Al- Kaatib :

 Masturin


3 Romadhan 1415 H / 3 Pebruari 1995 M.


Artikel ini dibuat dengan menulis ulang dari naskah yang dulu pernah kami pinta saat silaturrahim ke rumah beliau 

Baca selengkapnya ...

Ziarah Massal Desa Sambung 2026 : Meneguhkan Tauhid, Mengingatkan Akhirat dan Muliakan Kaum Dhuafa

Ahad Pon, 15 Februari 2026 M bertepatan 27 Sya’ban 1447 H, Pemerintah Desa Sambung Undaan Kudus bersinergi  dengan NU sebanom kembali menggelar Ziarah Massal dan Tahlilan Umum di Makam Muslim Desa Sambung. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H. Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB ini berlangsung khidmat, penuh doa dan renungan.


Hadir dalam kegiatan ini, ibu Astuti Widyawati,S.Pd (Kepala Desa Sambung ) beserta perangkat Desa, BPD beserta jajarannya, Sesepuh Desa dan seluruh pengurus NU sebanom,serta masyarakat yang menempatkan diri di atas makam ahli qubur masing-masing.

Tausiyah disampaikan oleh KH. Nor Halim Ma'ruf dari Kudus, yang memberikan nasihat mendalam tentang akhirat, kemuliaan kaum dhuafa, pentingnya ilmu, serta penguatan tauhid dalam urusan rezeki.

Beliau mengingatkan jamaah: “Jangan sampai senang yang berlebihan sampai melupakan akhirat.”

Dunia hanyalah persinggahan. Terlalu tenggelam dalam kesenangan bisa melalaikan manusia dari kematian yang pasti datang. Karena itu, beliau mengajak untuk selalu memusatkan perhatian pada kehidupan setelah kematian.

Ziarah kubur disebutnya sebagai “survey rumah masa depan.” Sebuah ungkapan sederhana namun sangat menggugah. Kubur adalah tempat tinggal sementara sebelum hari kebangkitan. Maka berziarah sejatinya adalah momentum muhasabah atau instrospeksi diri

KH. Nor Halim Ma'ruf  menyampaikan tausiyah yang kami coba rangkum beberapa catatan sebagai berikut :

Tujuan utama kegiatan ziarah masal antara lain :

1. Majlis Silaturrahim, antar sesama warga

2. Do'a bersama, memohon nuzulurrrahmah dan maghfiroh bagi seluruh ahli kubur muslimin dan muslimat.

3. Bungahake lan ngayemke ahli qubur, membahagiakan para ahli kubur dengan salam,doa dan bacaan kalimah thoyyibah 

Beliau juga menyampaikan makna dari sebuah hadis Nabi, bahwa: “Paling ayem-ayeme wong mukmin neng alam kubur iku nalika diziarahi wong sing paling disenengi wektu neng alam dunya.”

(Saat paling menenangkan bagi ahli kubur mukmin adalah ketika diziarahi oleh orang yang paling ia cintai semasa hidupnya.) Betapa besar nilai sebuah kunjungan dan doa dari keluarga, sahabat, dan orang-orang tercinta.

4. Menguatkan iman dan kesadaran akan kehidupan akhirat.

Dalam tausiyahnya, beliau tidak hanya menghormati para kyai, tokoh masyarakat dan pejabat, tetapi secara khusus memberikan penghormatan kepada fuqoro dan masakin.

“Mulyane wong ora nduwe.”

Kemuliaan orang miskin seringkali justru karena ketulusan dan kedekatan mereka kepada Allah. Doa mereka menjadi pilar kebaikan umat, berdampingan dengan kedermawanan orang kaya dan ilmunya para alim.

Pesan ini menjadi refleksi sosial bahwa ukuran kemuliaan bukan pada harta, tetapi pada ketakwaan.

Pentingnya Ilmu Alat: Nahwu, Balaghah, dan Alfiyah

Beliau juga menekankan pentingnya ilmu alat dalam memahami Al-Qur’an dan dawuh-dawuh agama, seperti: Ilmu Nahwu,Ilmu balaghah dan Alfiyah sebagai dasar kaidah bahasa Arab. Tanpa penguasaan ilmu alat, seseorang bisa keliru dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Pemahaman agama tidak cukup hanya dengan terjemahan, tetapi membutuhkan kedalaman ilmu agar tidak salah makna.

Pesan ini sekaligus menjadi penguat tradisi pesantren yang menjaga sanad keilmuan dan ketelitian dalam memahami teks suci.

Menguatkan Tauhid dalam Urusan Rezeki

Di akhir tausiyah, beliau menguatkan aspek ketauhidan, khususnya dalam hal rezeki. Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya. Setiap manusia memiliki ukuran masing-masing. Tidak perlu iri, tidak perlu risau berlebihan, apalagi sampai menghalalkan segala cara. Dalam hal ini beliau mengingatkan saat bayi masih dalam kandungan sang ibu, Allah-lah yang mengatur rezekinya melalui Air Susu Ibu.(ASI).

Rezeki bukan semata hasil kerja keras, tetapi juga ketetapan Allah. Tugas manusia adalah berikhtiar dan bertawakal kepada Allah.. Allah SWT bersifat Wasiur Rohmah, luas welase, maka jangan takut dan khawatir  akan rizqi

Ziarah sebagai pengingat akhir kehidupan

Beliau juga mengingatkan tentang bahaya takabur tidak mau beribadah. Api neraka dinyalakan bagi orang-orang yang sombong. Kesombongan dapat menutup pintu hidayah dan menghancurkan amal.

Dengan berziarah, manusia diingatkan bahwa semua akan kembali ke tanah. Jabatan, harta, dan kebanggaan dunia tidak akan dibawa kecuali amal saleh.

Untuk itu , beliau berpesan agar berusaha bagaimana agar kelak makam (alam kubur ) kita nanti menjadi raudloh min riyadlil jinan ( taman dari pertamanan surga) dengan menguatkan syahadat kita, ibadah, puasa,zakat dan haji jika sudah mampu.

Beliau menyampaikan dan mengingatkan bahwa alam kubur, (yang pastinya kita akan memasukinya) adalah kawit kawitane panggonan ning alam akhirat, sing sopo wonge selamet ora kena siksa qubur mergo ibadahe tethes, maka alam quburnya menjadi raudhoh min riyadlil Jinan, tetapi sebaliknya, jika di alam kubur tidak selamat, mendapat siksa maka dikhawatirkan di alam-alam akhirat berikutnya tidak selamat

Diantara hal yang menjadikan siksa kubur kebanyakan dari hal kebersihan dari najis air kencing, maka berhati-hatilah terutama dalam hal kebersihan 

Menjaga Tradisi, Menjaga Kesadaran

Ziarah massal Desa Sambung Undaan Kudus bukan sekadar agenda rutin, tetapi sarana memperkuat ukhuwah, melestarikan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdhiyyah, serta memperdalam kesadaran spiritual masyarakat.

Semoga doa yang dipanjatkan menjadi wasilah turunnya rahmat dan ampunan bagi para ahli kubur, serta menjadi pengingat bagi kita semua untuk mempersiapkan bekal terbaik sebelum tiba saat menempati “rumah masa depan.”

Baca selengkapnya ...

11 February 2026

MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Jadi Tuan Rumah Bimlat Implementasi KMA 1503 Tahun 2025

 

Undaan Tengah, Kudus — MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Kudus menjadi tuan rumah kegiatan Bimbingan dan Pelatihan (Bimlat) Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 pada Ahad, 11 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menyamakan persepsi dan penguatan kompetensi guru madrasah ibtidaiyah dalam menerapkan kebijakan terbaru Kementerian Agama.


Bimlat ini diikuti oleh kepala-kepala madrasah, guru kelas 3 dan 4, serta guru PJOK se-Kecamatan Undaan. Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif, dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pemaparan dan diskusi.

Hadir sebagai Narasumber I, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I, selaku Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, yang mengulas secara komprehensif arah kebijakan KMA 1503 Tahun 2025 serta implikasinya terhadap budaya belajar dan tata kelola madrasah.

“Implementasi KMA 1503 tidak hanya soal administrasi atau perangkat pembelajaran, tetapi bagaimana madrasah mampu menjadi lingkungan yang ramah, aman, dan membentuk karakter peserta didik secara utuh,” tegas beliau dalam pemaparannya.

Sementara itu, Narasumber II, Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd.I, selaku Guru Inti MI Kecamatan Undaan, dijadualkan akan menyampaikan materi teknis implementasi KMA 1503 Tahun 2025 di tingkat kelas. Salah satu materi yang ditekankan adalah indikator keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah.

Dalam paparan H. Noor Yadi, dijelaskan bahwa indikator keberhasilan implementasi KBC antara lain meliputi:

1. Madrasah Ramah Lingkungan

Madrasah yang bersih, rapi, dan lestari merupakan cerminan keimanan. Lingkungan madrasah diarahkan menjadi ruang yang menghargai ciptaan Allah, dengan praktik nyata seperti pengelolaan sampah, penanaman pohon, serta pembiasaan budaya hemat energi.

Murid diharapkan menyadari bahwa mencintai lingkungan bukan sekadar tugas, tetapi bagian dari ibadah dan rasa syukur.

2. Madrasah Ramah Anak

Madrasah harus menjadi rumah kedua yang aman dan penuh kasih. Lingkungan belajar wajib bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi. Nilai empati, toleransi, serta saling menghormati menjadi budaya yang ditanamkan dalam keseharian pembelajaran.

3. Peserta Didik Sejahtera Secara Mental dan Spiritual

Peserta didik madrasah tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga sehat jiwanya, kuat emosinya, dan matang spiritualnya.

“Kurikulum ini menuntut guru untuk lebih menghadirkan cinta dalam pembelajaran, sehingga anak-anak tumbuh sebagai pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bahagia,” ujar Istifaizah dalam salah satu sesi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh H. Supono, S.Ag., M.Pd.I beserta jajaran Pengurus KKMI Kecamatan Undaan, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan bimlat sebagai bagian dari program peningkatan mutu madrasah secara berkelanjutan.

Bimlat implementasi KMA 1503 Tahun 2025 ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa untuk guru kelas 1 dan 2 yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di MI NU Hidayatul Mubtadiin. Selanjutnya, kegiatan bimlat akan dilanjutkan untuk guru kelas 5, 6 dan PAI yang direncanakan berlangsung di madrasah Tarbiyatul Wildan Wates, 12 Pebruari 2026 besok

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pendidik madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Undaan memiliki pemahaman yang selaras dan kesiapan yang matang dalam mengimplementasikan KMA 1503 Tahun 2025, demi terwujudnya madrasah yang ramah, berkualitas, dan berkarakter.

Baca selengkapnya ...

28 January 2026

Peran Nyata UPZIS NU Sambung: Dari Kaleng INUK untuk Kemaslahatan Seluruh Warga


UPZIS NU Ranting Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, telah membuktikan bahwa pengabdian kepada umat tidak harus dimulai dari sumber daya yang besar. Dengan jumlah kaleng INUK (Infaq NU Kudus) yang masih terbatas—hanya beberapa ratus kaleng dan dibagikan kepada pengurus NU sebanom sebagai donatur—UPZIS NU Sambung mampu menghadirkan program-program kemanusiaan yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Sambung.


Dalam pelaksanaan pentasarufan dana, UPZIS NU Sambung berpegang teguh pada prinsip keadilan, amanah, dan keumatan. Bantuan tidak dibatasi oleh status kepengurusan, tidak memandang keanggotaan struktural NU, dan tidak membedakan latar belakang penerima. Semua warga Desa Sambung yang membutuhkan berhak merasakan manfaat dana infaq.

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali ‘Imran: 92)

Ayat ini menjadi landasan bahwa infaq, meskipun kecil, memiliki nilai besar di sisi Allah apabila dilakukan dengan keikhlasan.

Program Unggulan yang Menyentuh Hati Umat

Program unggulan UPZIS NU Sambung adalah bantuan sosial kematian. Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian NU kepada keluarga yang sedang berduka, membantu meringankan beban di saat paling sulit. Kehadiran program ini dirasakan nyata oleh masyarakat dan menjadi simbol solidaritas sosial warga Desa Sambung.

Selain itu, UPZIS NU Sambung juga menjalankan program:

1. Santunan yatama setiap bulan Muharram,

2. Bingkisan Lebaran untuk para ustadz dan ustadzah TPQ serta Madrasah Diniyah, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka mendidik generasi Qur’ani dan sholih-sholihah.

3. Serta berbagai bantuan sosial lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang yang mengurus anak yatim, aku dan dia di surga seperti ini,”

(Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah, serta merenggangkan keduanya). (HR. Bukhari)

Hadits ini menjadi motivasi kuat bahwa kepedulian terhadap yatama adalah jalan menuju kedekatan dengan Rasulullah ﷺ di akhirat kelak.

Dari Infaq Sederhana, Lahir Keberkahan Besar

Semua program tersebut berjalan dari kaleng INUK yang tampak sederhana, namun menyimpan kekuatan besar ketika dikelola secara amanah dan istiqamah. Infaq yang dikumpulkan sedikit demi sedikit telah menjadi sumber keberkahan bagi banyak keluarga.

Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai terdapat seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat ini menegaskan bahwa infaq tidak akan mengurangi harta, justru melipatgandakannya dalam bentuk keberkahan dan pahala.

Potensi Besar Jika Jumlah Donatur Bertambah

Mari kita bayangkan bersama, jika jumlah kaleng INUK ditambah dan donatur semakin banyak. Tentu peran UPZIS NU Sambung dalam pengabdian kepada umat akan semakin maksimal. Program yang telah berjalan dapat diperkuat, dan program baru dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Beberapa program yang mungkin bisa dikembangkan jika jumlah donatur dan  atau jumlah kaleng ditambah dan berimbas pada meningkatnya dana yang masuk adalah :

1. Program usaha produktif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga,

2. Bantuan permodalan kecil berbasis jamaah,

3. Program pemberdayaan umat yang berkelanjutan.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)

Hadits ini menjadi ruh bagi setiap langkah UPZIS NU Sambung dalam mengelola dana infaq demi kemaslahatan bersama.

Saatnya Warga Ambil Peran

Menjadi donatur kaleng INUK bukan sekadar tentang besar kecilnya nominal, melainkan tentang keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan dalam membangun umat. Infaq yang dilakukan secara rutin dan dikelola dengan amanah akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shalih.” (HR. Muslim)

Kaleng INUK adalah salah satu jalan untuk menghadirkan sedekah jariyah yang nyata dan berkelanjutan.

Mari bersama UPZIS NU Sambung, kita kuatkan kepedulian sosial dan pengabdian kepada umat.

++++++Dari kaleng kecil, lahir kepedulian besar.

++++++Dari infaq sederhana, tumbuh kemaslahatan bersama.

++++++Bersama INUK, mari kita perbanyak kebaikan dan keberkahan untuk Desa Sambung.

Baca selengkapnya ...

31 December 2025

Menjemput Futuh Qur’ani: Silaturahmi RTQ Al-Irsyad ke Ndalem KH. Ulil Albab Arwani

Undaan Lor, Kudus — Rabu, 31 Desember 2025 menjadi hari yang penuh makna bagi keluarga besar Madrasah RTQ (Raudhoh Tarbiyatil Qur’an) Al-Irsyad Undaan Lor Kauman Kudus. Pada hari ini, RTQ Al-Irsyad berkesempatan melaksanakan silaturahmi ke ndalem Romo KH. Ulil Albab Arwani, pengasuh Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus.


Rombongan silaturahmi terdiri dari para ustadz dan ustadzah RTQ Al-Irsyad, seluruh santri RTQ peserta Ujian Yanbu’a tahun pelajaran ini, serta santri kelas 6 Madrasah Diniyah Irsyadul Aulad Assalafiyyah. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, sederhana, namun sarat dengan nilai keberkahan dan keteladanan.

Maksud dan tujuan silaturahmi disampaikan secara langsung oleh Kyai Ahmad Mahfudhon selaku sesepuh madrasah kepada Romo KH. Ulil Albab Arwani. Beliau menyampaikan pesan kepada para santri agar semangat dalam belajarnya, mengulang-ulang hafalannya, dan diikuti berdoa kepada Allah SWT. 

Beliau juga mendoakan dan mentalqin doa' untuk diikuti bersama setelahnya agar para santri RTQ Al-Irsyad senantiasa diberikan kelancaran, kemudahan, serta keberkahan dalam menuntut ilmu Al-Qur’an, khususnya bagi santri yang tengah mengikuti Ujian Yanbu’a.


Dalam kesempatan tersebut, Romo KH. Ulil Albab Arwani memberikan beberapa nasehat yang sangat berharga. Beliau mendoakan agar para santri mendapatkan futuh dari Allah SWT, sehingga ilmu yang dipelajari tidak hanya mampu dibaca dan dihafalkan, tetapi juga membawa manfaat, keberkahan, serta mengantarkan pada akhlak yang mulia.

Selain itu, Romo KH. Ulil Albab juga menyampaikan pesan khusus kepada para ustadz dan ustadzah agar senantiasa bersabar, istiqomah, dan ikhlas dalam mendidik serta mengajar para santri. Menurut beliau, keikhlasan dan konsistensi guru merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan Al-Qur’an.

Sebagai penutup nasehatnya, beliau juga menekankan pentingnya menjaga hubungan yang erat dengan Al-Qur’an setiap hari, dengan pesan agar tidak kurang dari membaca 4 halaman atau 2 lembar Al-Qur’an dalam keseharian. Pesan ini menjadi pengingat bersama bahwa keberkahan hidup seorang penuntut ilmu Al-Qur’an terletak pada kedekatannya dengan Kalamullah secara istiqomah.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan mampu menambah semangat para santri dalam belajar dan mengamalkan Al-Qur’an, serta menguatkan komitmen para pendidik dalam mengabdikan diri di jalan pendidikan Qur’ani. Semoga langkah kecil ini menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi seluruh keluarga besar RTQ Al-Irsyad Undaan Lor Kauman Kudus.

Baca selengkapnya ...

14 December 2025

PKKM ke-1 MI Raudlatut Tholibin Sambung Berlangsung Lancar dan Penuh Apresiasi

Sambung, Sabtu (13/12/2025) — Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlatut Tholibin Sambung Undaan Kudus sukses menyelenggarakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) ke-1 pada Sabtu, 13 Desember 2025, mulai pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam rangka pembinaan, evaluasi, dan monitoring mutu kepemimpinan serta pengelolaan madrasah.


Dalam rangkaian kegiatan PKKM ini, didahul opening ceremony berupa pembukaan, tahlil, sambutan dan pengarahan, serta ditutup dengan doa dan foto bersama, untuk kemudian baru dilaksanakan penilaian berkas administrasi dan observasi 

Turut hadir dalam acara tersebut H. Noor Yadi, S.Pd I,M.Pd.I (Wasdik Madrasah) Suparno,S.Pd.I (Bendahara Pengurus), Khusnul Wafa S.Pd.I (Ketua Komite) dan semua guru dan tenaga kependidikan.

Dalam sambutannya, Khusnul Wafa,S Pd,I selaku Ketua Komite Madrasah MI Raudlatut Tholibin Sambung menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkenan hadir dan mendukung terlaksananya PKKM ke-1 ini. Komite menegaskan bahwa pembinaan, evaluasi, dan monitoring merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan lembaga apapun , termasuk pendidikan, sehingga perlu dimaksimalkan demi peningkatan kualitas madrasah.

Komite juga berharap dan mendoakan agar proses penilaian berjalan dengan baik, lancar, dan menghasilkan capaian yang memuaskan. Selain itu, disampaikan bahwa komunikasi antara madrasah dan komite selama ini terjalin dengan cukup intens dan harmonis. Komite turut mengapresiasi pencapaian hasil akreditasi madrasah serta berharap MI Raudlatut Tholibin semakin dipercaya masyarakat, dicintai oleh lingkungan sekitar, dan senantiasa memperoleh keberkahan

Ahmad Fadholi, S.Pd, dalam sambutan sebagai kepala memaparkan profil madrasah, termasuk visi dan misi lembaga. Visi MI Raudlatut Tholibin adalah “Terwujudnya peserta didik yang Qur’ani, kukuh dalam iman dan takwa, berwawasan global, santun, serta berkepribadian Islam moderat.” 

Visi tersebut dijabarkan melalui berbagai misi strategis sebagai upaya mewujudkan lulusan yang unggul secara spiritual, akademik, dan sosial.


Selain itu, beliau juga menyampaikan sejumlah capaian madrasah, di antaranya perkembangan sarana dan prasarana, terbangunnya kemitraan dengan berbagai pihak eksternal, serta pengembangan program kewirausahaan sebagai bagian dari penguatan karakter dan kemandirian peserta didik.

Pengawas Pendidikan (Wasdik), H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I.  memberikan apresiasi atas capaian prestisius MI Raudlatut Tholibin sebagai madrasah yang relatif baru, namun telah menunjukkan progres pembangunan gedung yang sangat signifikan, capaian akreditasi yang unggul, serta grafik penerimaan peserta didik yang terus meningkat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa PKKM merupakan kegiatan yang diamanatkan oleh undang-undang sebagai instrumen untuk menjamin mutu kepemimpinan kepala madrasah. Oleh karena itu, PKKM diharapkan menjadi sarana refleksi dan penguatan kualitas pengelolaan madrasah secara berkelanjutan.

Kegiatan PKKM ke-1 MI Raudlatut Tholibin Sambung berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kolaborasi. Diharapkan melalui kegiatan ini, MI Raudlatut Tholibin semakin mantap melangkah sebagai madrasah yang unggul, dipercaya masyarakat, serta mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter Islami.

Baca selengkapnya ...

07 December 2025

MI NU Miftahul Falah galang dan salurkan donasi untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera

MI NU Miftahul Falah Galang dana Salurkan Donasi Peduli Bencana untuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara



Kudus, 7 Desember 2025 — Wujud kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh keluarga besar MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah melalui kegiatan penggalangan dana untuk membantu korban bencana banjir yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Aksi solidaritas ini menjadi bagian dari pendidikan karakter kepada peserta didik agar memiliki kepekaan, empati, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.

Penggalangan donasi dilakukan setelah apel harian dan doa' bersama Asmaul Husna. Sebelum penggalangan dana dimulai, Ahmad Yunus, M Pd. selaku kepala madrasah memberikan beberapa informasi kejadian bencana di beberapa wilayah di Indonesia, diantaranya di Aceh, Sumatra, serta pentingnya solidaritas antar sesama. Melalui koordinasi madrasah, wali kelas, dan dukungan penuh dari orang tua murid diharapkan doa' kekuatan dan kesabaran atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air.

Antusiasme peserta didik sangat tinggi. Mereka tidak hanya menyisihkan sebagian uang saku, tetapi juga menunjukkan semangat berbagi yang tulus untuk membantu saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Dan Alhamdulillah dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 4.077.000,-( Empat juta tujuh puluh tujuh ribu rupiah)

Dana tersebut selanjutnya langsung dikirimkan melalui UPZ Kemenag Kabupaten Kudus dan secara berjenjang akan disalurkan oleh Tim Bantuan Sosial Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah kepada masyarakat di wilayah terdampak banjir.

Kepala MI NU Miftahul Falah, Ahmad Yunus, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi seluruh warga madrasah. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi peserta didik mengenai pentingnya kepedulian sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kami bangga melihat semangat para guru dan anak-anak dan dukungan para orang tua. Semoga donasi ini menjadi amal jariyah dan meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra. Madrasah selalu berupaya menanamkan pendidikan karakter melalui kegiatan nyata seperti ini,” ujarnya.

Selain sebagai bentuk empati, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat karakter rahmatan lil ‘alamin dalam lingkungan madrasah, sesuai dengan visi MI NU Miftahul Falah dalam membentuk generasi berakhlak, peduli, dan bertanggung jawab.

Madrasah menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal jarak

Baca selengkapnya ...

25 November 2025

Siap ASAS Gasal Mapel Fikih kelas 3 MI

Puasa dan sholat Jum’at adalah dua ibadah penting dalam agama Islam. Keduanya memiliki aturan, syarat, dan ketentuan yang harus dipahami oleh umat Muslim agar ibadahnya sah dan diterima oleh Allah SWT. Pada artikel ini, kita akan mempelajari ringkasan materi fikih mengenai bab puasa (rukun, syarat wajib, syarat sah, sunah-sunah puasa, serta golongan yang boleh tidak berpuasa) dan bab sholat Jum’at. 


Di bagian akhir disediakan latihan soal lengkap untuk mengukur pemahaman peserta didik.

RESUME MATERI FIKIH

A. BAB PUASA

1. Pengertian Puasa

Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat beribadah kepada Allah SWT.

2. Rukun Puasa

Rukun puasa ada dua:

1. Niat

Dilakukan di malam hari sebelum fajar untuk puasa wajib (Ramadhan).

2. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.

3. Syarat Wajib Puasa

Orang yang diwajibkan berpuasa harus memenuhi:

1. Islam

2. Baligh (dewasa)

3. Berakal

4. Mampu (tidak sakit berat)

5. Tidak sedang dalam perjalanan jauh

6. Suci dari haid dan nifas (bagi perempuan)


4. Syarat Sah Puasa

1. Islam

2. Berakal

3. Suci dari haid dan nifas bagi perempuan

4. Dalam waktu yang diperbolehkan untuk berpuasa (bukan hari raya Id, bukan hari tasyrik)

5. Sunnah-sunnah Puasa

1. Makan sahur, terutama mendekati waktu imsak

2. Menyegerakan berbuka

3. Berdoa saat berbuka

4. Menjaga lisan dari perkataan sia-sia

5. Memperbanyak sedekah dan membaca Al-Qur’an

6. Berbuka dengan kurma atau air


6. Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

1. Makan dan minum dengan sengaja

2. Muntah dengan sengaja

3. Masuknya sesuatu ke dalam rongga tubuh

4. Berhubungan suami istri

5. Keluar darah haid atau nifas

6. Gila

7. Murtad


7. Orang-orang yang Boleh Tidak Berpuasa

1. Orang sakit

2. Musafir (orang yang bepergian jauh)

3. Orang tua renta yang tidak kuat berpuasa

4. Wanita hamil atau menyusui dengan alasan kuat

5. Wanita haid dan nifas

6. Pekerja berat yang tidak dapat meninggalkan pekerjaannya (dengan ketentuan tertentu)

B. BAB SHOLAT JUM’AT

1. Pengertian Sholat Jum’at

Sholat Jum’at adalah sholat dua rakaat yang dikerjakan pada hari Jum’at secara berjamaah mengganti sholat Dzuhur, dan didahului dengan dua khutbah.

2. Hukum Sholat Jum’at

Hukumnya wajib bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat.

3. Syarat Wajib Sholat Jum’at

1. Islam

2. Baligh

3. Berakal

4. Laki-laki

5. Sehat (tidak sakit berat)

6. Bermukim (tidak sedang safar)


4. Syarat Sah Sholat Jum’at

1. Dilaksanakan pada hari Jum’at

2. Dilaksanakan berjamaah

3. Didahului dua khutbah

4. Dikerjakan pada waktu sholat Dzuhur

5. Jumlah jamaah sesuai ketentuan (minimal 40 menurut sebagian ulama)


5. Rukun Khutbah Jum’at

1. Membaca hamdalah

2. Membaca shalawat kepada Nabi

3. Wasiat takwa

4. Membaca ayat Al-Qur'an

5. Mendoakan kaum Muslimin

6. Dua khutbah dipisah dengan duduk


6. Sunnah Sholat Jum’at

1. Mandi sebelum berangkat

2. Memakai pakaian terbaik

3. Memotong kuku

4. Datang ke masjid lebih awal

5. Membaca Al-Qur’an dan berdzikir sebelum khutbah

---------------------------------------------------------------

LATIHAN SOAL

A. Soal Pilihan Ganda (35 Soal)

1. Puasa secara bahasa berarti…

a. Menahan diri

b. Membersihkan diri

c. Mendekatkan diri

d. Menyucikan diri

Jawab: a


2. Rukun puasa ada…

a. 4

b. 3

c. 2

d. 5

Jawab: c


3. Niat puasa Ramadhan dilakukan pada…

a. Siang hari

b. Malam hari

c. Setelah sahur

d. Setelah berbuka

Jawab: b


4. Yang membatalkan puasa adalah…

a. Tidur

b. Berkumur

c. Suntik obat

d. Makan dan minum sengaja

Jawab: d


5. Orang yang boleh tidak berpuasa karena perjalanan jauh disebut…

a. Musafir

b. Muhajir

c. Mukim

d. Muhrim

Jawab: a


6. Wanita yang tidak boleh puasa karena keluar darah disebut…

a. Faraidh

b. Haid dan nifas

c. Talak

d. Mudzakar

Jawab: b


7. Sunnah puasa berikut adalah…

a. Menunda berbuka

b. Tidak makan sahur

c. Menyegerakan berbuka

d. Tidak mandi

Jawab: c


8. Membatalkan puasa secara sengaja mengharuskan…

a. Mandi

b. Qadha

c. Membayar dam

d. Membayar fitrah

Jawab: b


9. Sholat Jum’at hukumnya…

a. Wajib bagi semua orang

b. Wajib bagi laki-laki

c. Sunnah

d. Makruh

Jawab: b


10. Sholat Jum’at menggantikan sholat…

a. Ashar

b. Dzuhur

c. Maghrib

d. Isya

Jawab: b


11. Jumlah rakaat sholat Jum’at adalah…

a. 2

b. 3

c. 4

d. 5

Jawab: a


12. Khutbah Jum’at jumlahnya…

a. 1

b. 2

c. 3

d. 4

Jawab: b


13. Membaca hamdalah adalah rukun…

a. Puasa

b. Sholat dzuhur

c. Khutbah Jum’at

d. Wudhu

Jawab: c


14. Syarat wajib puasa salah satu adalah…

a. Sakit ringan

b. Baligh

c. Kafir

d. Bayi

Jawab: b


15. Waktu berpuasa dimulai dari…

a. Maghrib hingga isya

b. Subuh hingga isya

c. Fajar hingga maghrib

d. Malam hingga pagi

Jawab: c


16. Yang termasuk sunnah sholat Jum’at adalah…

a. Tidak mandi

b. Datang terlambat

c. Mandi sebelum berangkat

d. Tidak memakai wewangian

Jawab: c


17. Puasa Ramadhan hukumnya…

a. Sunnah

b. Wajib

c. Makruh

d. Jaiz

Jawab: b


18. Berbuka puasa dengan apa adanya merupakan…

a. Syarat

b. Rukun

c. Sunnah

d. Makruh

Jawab: c


19. Yang tidak membatalkan puasa adalah…

a. Makan sengaja

b. Minum sengaja

c. Tidur

d. Berhubungan suami istri

Jawab: c


20. Orang tua renta boleh tidak berpuasa dan wajib…

a. Qadha

b. Fidyah

c. Denda

d. Kafarat

Jawab: b


21. Berpuasa wajib bagi orang Islam yang…

a. Masih bayi

b. Musafir

c. Baligh dan berakal

d. Tidak mampu

Jawab: c


22. Dua khutbah Jum’at dipisahkan oleh…

a. Takbir

b. Salam

c. Duduk sebentar

d. Doa

Jawab: c


23. Muntah yang tidak membatalkan puasa adalah…

a. Sengaja

b. Sakit perut

c. Dipaksa

d. Tidak sengaja

Jawab: d


24. Sunnah ketika berbuka puasa adalah membaca…

a. Shalawat

b. Doa berbuka

c. Istighfar

d. Takbir

Jawab: b


25. Orang yang bepergian jauh disebut…

a. Musafir

b. Mukim

c. Munafik

d. Muhrim

Jawab: a


26. Niat puasa hukumnya…

a. Sunnah

b. Wajib

c. Makruh

d. Mubah

Jawab: b


27. Puasa tidak sah bila dilakukan pada hari…

a. Senin

b. Kamis

c. Idul Fitri

d. Ramadhan

Jawab: c


28. Rukun khutbah yang terakhir adalah…

a. Wasiat takwa

b. Membaca ayat

c. Mendoakan kaum Muslimin

d. Duduk

Jawab: c


29. Khutbah Jum’at dibacakan oleh…

a. Muadzin

b. Khatib

c. Imam tarawih

d. Guru

Jawab: b


30. Puasa sunnah salah satunya adalah…

a. Idul Fitri

b. Idul Adha

c. Senin Kamis

d. Hari Tasyrik

Jawab: c


31. Sholat Jum’at dikerjakan secara…

a. Sendiri

b. Berjamaah

c. Bergantian

d. Ikhtilaf

Jawab: b


32. Yang tidak disyaratkan dalam puasa adalah…

a. Islam

b. Baligh

c. Kafir

d. Berakal

Jawab: c


33. Berapa rakaat sholat yang diganti oleh sholat Jum’at?

a. 2

b. 3

c. 4

d. 5

Jawab: c


34. Khutbah dibacakan sebelum…

a. Takbiratul ihram

b. Sholat Jum’at

c. Salam

d. Wudhu

Jawab: b


35. Tujuan puasa adalah melatih diri menjadi…

a. Kaya

b. Kuat

c. Taqwa

d. Tampan

Jawab: c

B. Soal Isian (10 Soal)

1. Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum sejak ______ hingga ______.

Jawab: fajar — maghrib

2. Rukun puasa ada ______.

Jawab: dua

3. Yang membatalkan puasa adalah makan dan minum ______.

Jawab: dengan sengaja

4. Sholat Jum’at jumlah rakaatnya adalah ______.

Jawab: dua

5. Khutbah Jum’at jumlahnya adalah ______.

Jawab: dua

6. Sunnah puasa saat berbuka adalah membaca ______.

Jawab: doa berbuka

7. Orang yang sedang bepergian jauh disebut ______.

Jawab: musafir

8. Wanita haid dan nifas ______ berpuasa.

Jawab: tidak boleh

9. Sholat Jum’at menggantikan sholat ______.

Jawab: Dzuhur

10. Rukun khutbah yang mengingatkan agar bertakwa disebut ______.

Jawab: wasiat takwa


C. Soal Uraian (5 Soal)

1. Jelaskan pengertian puasa!

Jawab: Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat beribadah kepada Allah SWT.

2. Sebutkan tiga golongan yang boleh tidak berpuasa!

Jawab: Orang sakit, musafir, orang tua renta, wanita hamil/menyusui, wanita haid/nifas.

3. Sebutkan rukun khutbah Jum’at!

Jawab: Hamdalah, shalawat, wasiat takwa, membaca ayat Al-Qur’an, doa untuk kaum Muslimin, dua khutbah dipisah duduk.

4. Jelaskan perbedaan syarat wajib dan syarat sah puasa!

Jawab:

Syarat wajib: syarat agar seseorang diwajibkan berpuasa.

Syarat sah: syarat agar puasanya sah bila dilakukan.


5. Mengapa sholat Jum’at hukumnya wajib bagi laki-laki?

Jawab: Karena telah diperintahkan dalam Al-Qur’an surah Al-Jumu’ah dan ditetapkan dalam hadis Nabi, sebagai ibadah pengganti sholat Dzuhur.


Puasa dan sholat Jum’at merupakan dua ibadah besar yang memiliki banyak keutamaan. Dengan memahami rukun, syarat, serta ketentuan-ketentuannya, kita dapat menjalankan ibadah secara benar dan sempurna. Semoga artikel dan latihan soal ini bermanfaat sebagai bahan belajar siswa, guru, maupun pembaca yang ingin memperdalam ilmu fikih.

Baca selengkapnya ...

Siap ASAS Gasal Mapel Pendidikan Pancasila Kelas 3MIl

Pelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) mengajarkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, seperti cinta tanah air, gotong royong, disiplin, dan tanggung jawab.

Pada semester gasal kelas 3 MI, siswa belajar memahami makna sila-sila Pancasila, hak dan kewajiban di rumah dan sekolah, serta sikap hidup rukun dan menghargai perbedaan.

Tujuan utamanya adalah membentuk siswa menjadi warga negara yang beriman, berakhlak mulia, dan berjiwa Pancasila.



Ringkasan Materi Pembelajaran

1. Makna dan Lambang Pancasila

Sila , Lambang dan Makna

1. Ketuhanan Yang Maha Esa - Bintang - Percaya kepada Tuhan

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab -Rantai - Saling menghargai dan menolong

3. Persatuan Indonesia - Pohon Beringin -Cinta tanah air dan persatuan

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan - Kepala Banteng - Musyawarah mufakat

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia - Padi dan Kapas - Hidup adil dan makmur

Contoh penerapan:

Beribadah sesuai agama → sila ke-1

Tolong-menolong → sila ke-2

Gotong royong → sila ke-3

Bermusyawarah → sila ke-4

Adil terhadap teman → sila ke-5

2. Hak dan Kewajiban di Rumah dan Sekolah

Hak adalah sesuatu yang diterima.

Contoh: hak mendapat kasih sayang, hak belajar, hak bermain.

Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan.

Contoh: membantu orang tua, mematuhi guru, menjaga kebersihan.

Hak dan kewajiban harus seimbang agar tercipta kedamaian.

3. Sikap Hidup Rukun

Hidup rukun berarti hidup damai dan saling menghargai.

Sikap hidup rukun:

Saling membantu teman.

Tidak bertengkar.

Menjaga kebersihan bersama.

Rukun membuat suasana sekolah dan rumah menjadi nyaman.

4. Menghargai Perbedaan

Indonesia memiliki banyak perbedaan suku, agama, bahasa, dan budaya.

Semua harus dihormati sebagai kekayaan bangsa.

Sikap menghargai perbedaan:

Tidak mengejek teman.

Berteman dengan siapa saja.

Toleransi dalam beribadah.

5. Cinta Tanah Air

Menggunakan bahasa Indonesia yang baik.

Menjaga lingkungan sekitar.

Mengikuti upacara bendera dengan khidmat.

Menyanyikan lagu kebangsaan dengan semangat.

+++++++++++++++++++++++++++++++++

 A. Latihan Soal Pilihan Ganda (35 Soal)

Pancasila (1–10)

1. Lambang sila pertama Pancasila adalah ….

a. Rantai

b. Bintang

c. Pohon beringin

d. Kepala banteng


2. Makna sila pertama adalah ….

a. Gotong royong

b. Percaya kepada Tuhan

c. Hidup adil

d. Saling menolong


3. Lambang sila kedua adalah ….

a. Kepala banteng

b. Padi dan kapas

c. Rantai

d. Bintang


4. Makna sila kedua adalah ….

a. Keadilan sosial

b. Persatuan Indonesia

c. Kemanusiaan yang adil dan beradab

d. Ketuhanan


5. Lambang sila ketiga adalah ….

a. Bintang

b. Rantai

c. Pohon beringin

d. Padi dan kapas


6. Gotong royong mencerminkan sila ….

a. Pertama

b. Kedua

c. Ketiga

d. Keempat


7. Musyawarah mufakat sesuai sila ….

a. Pertama

b. Ketiga

c. Keempat

d. Kelima


8. Lambang sila keempat adalah ….

a. Kepala banteng

b. Bintang

c. Pohon beringin

d. Padi dan kapas


9. Lambang padi dan kapas berarti ….

a. Persatuan Indonesia

b. Keadilan sosial

c. Gotong royong

d. Percaya Tuhan


10. Jumlah sila dalam Pancasila adalah ….

a. Tiga

b. Empat

c. Lima

d. Enam


Hak dan Kewajiban (11–18)

11. Hak anak di rumah adalah ….

a. Mencuci piring

b. Bermain dan belajar

c. Menyapu halaman

d. Menjaga adik


12. Kewajiban anak di sekolah adalah ….

a. Belajar dengan rajin

b. Mendapat nilai

c. Bermain terus

d. Pulang lebih awal


13. Hak artinya ….

a. Sesuatu yang harus dilakukan

b. Sesuatu yang diterima

c. Sesuatu yang diabaikan

d. Sesuatu yang dilarang


14. Membantu orang tua di rumah termasuk ….

a. Hak

b. Kewajiban

c. Hadiah

d. Hak istimewa


15. Jika tidak melaksanakan kewajiban maka ….

a. Rumah menjadi rapi

b. Pekerjaan terbengkalai

c. Semua senang

d. Tidak ada masalah


16. Menjaga kebersihan sekolah adalah kewajiban ….

a. Guru

b. Semua warga sekolah

c. Kepala sekolah

d. Tamu


17. Hak di sekolah contohnya ….

a. Mendapat ilmu dari guru

b. Menyapu kelas

c. Menjaga kebersihan

d. Menjaga ketertiban


18. Kewajiban harus dilakukan agar ….

a. Mendapat nilai

b. Hidup tertib dan damai

c. Tidak disukai guru

d. Menjadi kaya


Hidup Rukun dan Perbedaan (19–30)

19. Hidup rukun artinya ….

a. Saling bertengkar

b. Saling menghormati

c. Tidak peduli

d. Menyendiri


20. Contoh hidup rukun di sekolah adalah ….

a. Bertengkar dengan teman

b. Saling membantu saat piket

c. Tidak mau berbagi

d. Mengejek teman


21. Menghargai perbedaan berarti ….

a. Menyukai yang sama

b. Tidak menghormati orang lain

c. Menghormati orang yang berbeda

d. Menjauhi orang lain


22. Indonesia memiliki banyak ….

a. Suku, agama, dan budaya

b. Hewan dan tumbuhan

c. Gunung dan sungai

d. Sekolah dan rumah


23. Berteman dengan siapa saja menunjukkan sikap ….

a. Toleransi

b. Marah

c. Egois

d. Malas


24. Jika teman berbeda agama, kita harus ….

a. Mengejek

b. Menghormati

c. Menghindar

d. Menolak


25. Menjaga kebersihan sekolah menunjukkan sikap ….

a. Peduli lingkungan

b. Egois

c. Marah

d. Malas


26. Hidup rukun membuat suasana ….

a. Ramai dan ribut

b. Aman dan nyaman

c. Sepi

d. Tegang


27. Contoh menghargai teman yang berbeda suku adalah ….

a. Mengejek logatnya

b. Menghormati dan berteman baik

c. Menyendiri

d. Menolak bermain


28. Upacara bendera di sekolah menunjukkan sikap ….

a. Cinta tanah air

b. Bermain-main

c. Tidak hormat

d. Bercanda


29. Mengikuti gotong royong di desa termasuk penerapan sila ke ….

a. 1

b. 2

c. 3

d. 4


30. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik merupakan wujud sikap ….

a. Nasionalisme

b. Tidak sopan

c. Malas

d. Acuh


Cinta Tanah Air (31–35)

31. Menjaga kebersihan lingkungan termasuk sikap ….

a. Cinta tanah air

b. Egois

c. Tidak peduli

d. Malas


32. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan semangat menunjukkan ….

a. Rasa cinta tanah air

b. Bermain-main

c. Bosan

d. Tidak hormat


33. Simbol negara Indonesia adalah ….

a. Bendera

b. Garuda Pancasila

c. Peta

d. Lagu


34. Warna merah putih pada bendera melambangkan ….

a. Tanah dan air

b. Keberanian dan kesucian

c. Langit dan laut

d. Daun dan bunga


35. Lambang negara Indonesia berbentuk ….

a. Banteng

b. Burung Garuda

c. Pohon

d. Bintang

 B. Isian Singkat (10 Soal)

1. Lambang sila pertama adalah ….

2. Makna sila kedua adalah ….

3. Gotong royong mencerminkan sila ke ….

4. Hak anak di rumah adalah ….

5. Kewajiban anak di sekolah adalah ….

6. Hidup rukun berarti …

7. Menghargai perbedaan menunjukkan sikap …

8. Cinta tanah air dapat diwujudkan dengan .

9. Warna merah pada bendera berarti …

10. Lambang negara Indonesia adalah ….

C. Uraian (5 Soal)

1. Sebutkan lima sila Pancasila beserta lambangnya!

2. Jelaskan perbedaan antara hak dan kewajiban!

3. Tuliskan tiga contoh sikap hidup rukun di sekolah!

4. Mengapa kita harus menghargai perbedaan?

5. Sebutkan tiga cara menunjukkan cinta tanah air!

PPKn membimbing siswa untuk memahami nilai-nilai luhur bangsa, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan cinta persatuan. Dengan menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, siswa akan tumbuh menjadi warga negara yang berkarakter, beriman, dan cinta Indonesia.

Mari tanamkan nilai Pancasila dalam hati, mulai dari rumah, sekolah, hingga kehidupan bermasyarakat.


Baca selengkapnya ...

21 November 2025

Ucapan Salam dan Qosidah Ziarah Qubur Para Wali beserta Terjemahannya dalam bahasa Jawa

Uluk salam ing Qubure poro Wali 


Qosidah naliko ziaroh Qubure poro Auliya'


Menggah maknone insyaallah mekaten :

Mugi-mugi salam Soho Rohmate Allah, katur dumateng panjenengane, duh kekasihe Allah

Kitho sowan Kitho ziaroh lan gendek/mandek ing ngerso panjenengan, duh kekasihe Allah 

Bejo sanget kitho saged pinanggih panjenengan. Kitho gadah maksud inggih meniko tawassul dateng panjenengan kerono Allah , Milo mugi panjenengan ijabahi, duh kekasihe Allah 

Kitho ngajeng-ngajeng karomah panjenengan kersoho andunga'ake kitho dateng Dzat kang welas, nompo ingkang dados hajat kitho, duh kekasihe Allah

Inggih meniko kitho kepingin pinaringan rizqi ingkang halal, lan saged  tindak ibadah haji ing Baitullah kanthi wongsal -wangsul, duh kekasihe Allah 

Lan pinaringan pejah Husnul Khotimah kanthi mulya, Mugi pinaringan ridhone Allah lan saged keparek dateng Allah, duh kekasihe Allah

Mugi-mugi sholawat lan salam katur dumateng kanjeng nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam sarono muji syukur dumateng Allah, duh kekasihe Allah

Bacaan sak wuse DO'A lan Sholawat Arwah


Teks ini diambil dari dokumen ijazah saat kegiatan ziarah guru-guru RTQ ( Roudhoh Tarbiyatil Qur'an) sekabupaten Kudus pada tanggal 22 September 2012 M / 6 Dzul Qo'dah  1433 H  ke Jawa Timur dan silaturahim ke LMY Mojokerto 




Baca selengkapnya ...

20 November 2025

Membangun Generasi Qur’ani Melalui Ekstrakurikuler Seni Baca Al-Qur'an (Tilawah)


Di tengah arus perkembangan pendidikan modern, MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Kudus terus berkomitmen menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mengasah kecerdasan akademik, tetapi juga memperkuat karakter dan spiritualitas peserta didik. Salah satu program unggulan yang menjadi kebanggaan madrasah ialah Ekstrakurikuler Pembinaan Seni Baca Al-Qur’an (Tilawah).


Kegiatan rutin ini dilaksanakan setiap Jumat pagi, dipandu langsung oleh Ustadz Jalaluddin, seorang pembina berpengalaman yang dikenal rendah hati dan telaten dalam membimbing siswa untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil serta memperindah suara sesuai kaidah ilmu tilawah.

Menggali Potensi, Menumbuhkan Cinta pada Al-Qur’an

Pembinaan tilawah bukan hanya sekadar belajar membaca dengan merdu, tetapi juga upaya menanamkan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an sejak dini. Dalam setiap pertemuan, Ustadz Jalaluddin membimbing siswa mulai dari dasar—seperti pengucapan makhraj huruf yang benar—hingga teknik lanjutan seperti irama, panjang pendek bacaan, dan penghayatan makna.

Siswa dibiasakan untuk:

1. Membaca ayat secara runtut dan benar sesuai tajwid

2. Mencoba berbagai lagu tilawah sesuai kemampuan

3. Berlatih percaya diri tampil di hadapan teman dan guru

4. Menjaga adab dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an

Suasana Jumat pagi anak-anak berkumpul dengan penuh antusias, membawa mushaf masing-masing, lalu mengikuti arahan pembina. Kegiatan dibuka dengan pemanasan vokal, pembacaan ayat pendek, dan dilanjutkan sesi latihan bersama.

Bagi sebagian siswa, kegiatan ini menjadi momen yang paling ditunggu karena: menghadirkan nuansa religius sekaligus menyenangkan, mempererat kebersamaan antar teman, menjadi ruang untuk mengekspresikan bakat di bidang seni tilawah,  tidak sedikit pula yang akhirnya mampu mengikuti lomba-lomba seperti MTQ tingkat kecamatan hingga kabupaten, menjadi duta tilawah kebanggaan madrasah.

Dukungan Madrasah untuk Talenta Qur'ani

Pihak madrasah selalu memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Selain menyediakan sarana belajar yang kondusif, MI NU Miftahul Falah juga mendorong siswa untuk mengikuti berbagai kompetisi sebagai ajang pengalaman dan peningkatan diri.

Harapannya, melalui program ini lahir generasi Qur’ani yang: fasih membaca Al-Qur’an, berakhlak mulia, percaya diri, mengembangkan bakat, siap menjadi penerus perjuangan agama dan bangsa

Ekstrakurikuler Seni Baca Al-Qur’an (Tilawah) bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi merupakan bagian penting dari ikhtiar MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah dalam mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak. Dengan bimbingan Ustadz Jalaluddin, kegiatan ini telah menjadi ladang keberkahan yang mengalir setiap Jumat pagi.

Semoga pembinaan ini terus menghasilkan cahaya-cahaya Qur’ani yang kelak menerangi masa depan

Baca selengkapnya ...

12 November 2025

Menghidupkan Kembali Perpustakaan Madrasah: Solusi Kreatif Menghadapi Rendahnya Minat Baca Siswa


Perpustakaan madrasah, yang seharusnya menjadi jantung pembelajaran, kini sering terlihat sepi. Rak-rak buku yang rapi tersusun jarang tersentuh, meja baca lebih sering kosong, dan kartu anggota perpustakaan hanya menjadi formalitas administrasi. Ini bukan cerita asing bagi kita semua.


Di era digital ini, siswa kita lebih akrab dengan layar ponsel ketimbang halaman buku. Media sosial, game online, dan platform streaming menjadi teman sehari-hari mereka. Bukan berarti mereka tidak pintar, mereka sangat cerdas dalam menavigasi dunia digital. Namun, kita kehilangan momen berharga ketika tradisi membaca mulai tergerus.

Pertanyaannya bukan "mengapa mereka tidak suka membaca?" melainkan "bagaimana kita membuat membaca menjadi relevan dan menarik bagi mereka?"

Mari Kita Ubah Paradigma: Perpustakaan Bukan Sekadar Gudang Buku

Saatnya kita berpikir ulang. Perpustakaan madrasah harus bertransformasi dari tempat yang sunyi dan kaku menjadi ruang yang hidup, inspiratif, dan ramah terhadap generasi digital.

 1. Ciptakan Ruang yang Nyaman dan Instagramable

Siswa zaman sekarang sangat peduli dengan estetika. Mengapa tidak memanfaatkan ini?

a). Desain ulang perpustakaan dengan sudut-sudut menarik: bean bags warna-warni, dinding dengan mural inspiratif, tanaman hias, dan pencahayaan yang hangat

 b). Sediakan area khusus untuk berfoto—yes, biarlah mereka berfoto! Jika mereka membagikan momen di perpustakaan ke media sosial, itu justru promosi gratis

c). Buat zona-zona berbeda: zona tenang untuk membaca serius, zona diskusi untuk belajar kelompok, dan zona santai untuk membaca ringan

Ingat: Jika tempatnya nyaman dan menarik, mereka akan datang. Dan jika mereka datang, peluang mereka membuka buku akan meningkat.


 2. Digitalisasi Bukan Musuh, Tapi Kawan

Jangan melawan arus digital, justru manfaatkan!

a). Buat perpustakaan digital dengan e-book dan audiobook yang bisa diakses melalui ponsel

b). Gunakan aplikasi atau website perpustakaan untuk peminjaman online—siswa bisa pesan buku dari rumah

c). Adakan challenge membaca di media sosial madrasah dengan hadiah menarik

d). Buat akun perpustakaan yang aktif di Instagram atau TikTok: posting rekomendasi buku, review singkat, atau fun facts menarik dari buku

3. Koleksi Buku yang Benar-Benar Mereka Inginkan

Jujur saja, banyak perpustakaan madrasah yang koleksi bukunya masih itu-itu saja dari puluhan tahun lalu. Mari kita perbaiki:

a). Libatkan siswa dalam memilih buku baru! Buat survei atau kotak saran tentang buku apa yang ingin mereka baca

b). Sediakan novel populer, komik edukatif, majalah islami, dan buku-buku motivasi yang sedang trending

c). Jangan lupakan majalah, tabloid, dan literatur populer yang ringan namun bermutu

d). Koleksi biografi tokoh-tokoh inspiratif, termasuk tokoh muda yang mereka kagumi

Prinsipnya sederhana: jika bukunya menarik, mereka akan membaca.

4. Program Kreatif yang Membuat Membaca Jadi Asyik

Membaca tidak harus selalu sunyi dan serius. Mari buat program yang seru:

a). Book Challenge & Reward System

b). Program "30 Hari 3 Buku" dengan sertifikat dan hadiah

c). Papan peringkat pembaca terbaik bulan ini

d). Poin reward yang bisa ditukar dengan merchandise madrasah atau bebas tugas tertentu

Event Rutin yang Ditunggu-tunggu

- Book Fair & Bazaar Buku setiap semester

- Bedah buku dengan mengundang penulis atau tokoh inspiratif

- Story telling competition atau podcast review buku

- Book swap: siswa bisa tukar-menukar buku koleksi pribadi

Klub Baca yang Kekinian

- Klub baca dengan tema menarik: fantasi, petualangan, kisah islami inspiratif

- Pertemuan rutin yang santai dengan snack dan diskusi seru

- Kolaborasi dengan klub-klub lain untuk membuat reading theater atau dramatisasi

5. Pustakawan yang Inspiring, Bukan Intimidating

Pustakawan adalah kunci! Mereka harus:

a).  Ramah, approachable, dan memahami dunia siswa

b). Bisa memberikan rekomendasi personal sesuai minat siswa

c). Aktif mengadakan interaksi, bukan hanya duduk di meja administrasi

d). Menjadi role model pembaca yang antusias

6. Integrasikan dengan Pembelajaran

Jangan biarkan perpustakaan berdiri sendiri:

- Wajibkan setiap mata pelajaran untuk minimal sekali dalam sebulan melakukan pembelajaran di perpustakaan

- Buat tugas-tugas yang mengharuskan siswa mengeksplorasi buku (bukan hanya Google!)

- Program "membaca 15 menit" setiap pagi sebelum pelajaran dimulai

- Literasi sebagai bagian penilaian karakter

Peran Kita Semua: Guru, Orang Tua, dan Masyarakat

Untuk Para Guru:

Jadilah teladan! Ceritakan buku yang Anda baca, diskusikan di kelas, tunjukkan bahwa membaca adalah kebiasaan orang-orang sukses dan berilmu.

Untuk Para Orang Tua:

Mulai dari rumah. Sediakan waktu membaca bersama keluarga, kurangi screen time, dan belikan buku sebagai hadiah—bukan hanya mainan atau gadget.

Untuk Pengelola Madrasah:

Alokasikan anggaran yang cukup untuk perpustakaan. Ini bukan pengeluaran, tapi investasi jangka panjang untuk kualitas generasi mendatang.

Untuk Alumni dan Donatur:

Wakaf buku adalah sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir. Sumbangkan koleksi buku Anda atau sponsori program literasi madrasah.

Rendahnya minat baca bukan vonis mati. Ini adalah tantangan yang bisa kita atasi bersama dengan kreativitas, konsistensi, dan komitmen. Perpustakaan madrasah bisa menjadi tempat favorit siswa jika kita mau berinovasi dan memahami kebutuhan mereka.

Membaca adalah jendela dunia. Dan tugas kita adalah membuat jendela itu semenarik mungkin sehingga mereka ingin membukanya setiap hari. Bukan dengan paksaan, tapi dengan ajakan yang menyenangkan.

Mari bersama-sama menghidupkan kembali perpustakaan madrasah kita. Karena generasi yang literat adalah generasi yang siap menghadapi masa depan dengan ilmu, wawasan, dan kebijaksanaan.

Yuk, mulai dari madrasah kita! Mulai dari sekarang!

"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." - HR. Bukhari*

Dan membaca adalah langkah pertama menuju ilmu yang bermanfaat.

Baca selengkapnya ...

08 November 2025

PPL MA Muallimat NU Kudus di MI NU Miftahul Falah: Menjalin Silaturahim dan Menebar Manfaat


Undaan Tengah — Suasana hangat penuh semangat terasa di Ruang Serbaguna MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah, Sabtu, 8 November 2025, saat madrasah ini menerima kehadiran para peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari MA Muallimat NU Kudus. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 8 hingga 13 November 2025, dengan agenda utama menimba pengalaman nyata di dunia pendidikan ibtidaiyah (dasar)



 Dalam sambutannya, H. Azwar Anas, S.Pd.I, selaku guru pembimbing, menyampaikan pesan dan salam hangat dari Ibu Kepala MA Muallimat NU Kudus kepada seluruh dewan guru MI NU Miftahul Falah.


Selain sebaga sarana silaturahmi, beliau menuturkan bahwa kegiatan PPL ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah pembelajaran dan pengabdian yang membawa banyak kemaslahatan.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang luas, menjadi pengalaman berharga, dan bisa menjadi bekal berharga setelah para peserta lulus nanti,” ujar beliau penuh harap 

Menariknya, kerja sama antara MA Muallimat NU Kudus dan MI NU Miftahul Falah bukan hal baru. Tahun ini tercatat sebagai program PPL ke-15 yang dijalankan di madrasah tersebut. Sebanyak 15 peserta PPL diterjunkan untuk ikut terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar, membantu para guru, sekaligus belajar mengelola dinamika kelas secara nyata.

 “Kami berharap para peserta bisa membantu apa pun yang dibutuhkan selama praktik, dan semoga MA Muallimat NU Kudus semakin berkah dan semakin jaya,” tambah H. Azwar Anas dengan nada penuh harap.

Sementara itu, Ahmad Yunus, M.Pd., selaku Kepala MI NU Miftahul Falah, menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada seluruh peserta PPL. Beliau menegaskan bahwa madrasah ini selalu terbuka untuk menjadi tempat belajar dan berproses bagi calon-calon guru masa depan.

 “Selamat datang di keluarga besar MI NU Miftahul Falah. Semoga selama di sini, adik-adik bisa belajar banyak hal, tidak hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang mengasah keikhlasan dan cinta terhadap dunia pendidikan,” ujarnya dengan senyum ramah.

Di akhir acara, perwakilan dari peserta PPL juga menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar selama berada di MI NU Miftahul Falah dapat dibimbing, diarahkan, dan diberi kesempatan untuk belajar sebanyak-banyaknya dari para guru yang berpengalaman.

Kegiatan ini menjadi momentum indah dalam memperkuat hubungan antar lembaga pendidikan NU sekaligus menumbuhkan semangat generasi pendidik muda untuk mengabdi dengan hati.

Semoga sinergi antara MA Muallimat NU Kudus dan MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah terus terjalin erat, membawa berkah dan manfaat bagi dunia pendidikan.

Baca selengkapnya ...

05 November 2025

Outbound Ceria MI NU Miftahul Falah 2025


Menyatu dengan Alam di Bukit Sekipan, Kemuning, dan Ziarah ke Masjid Syech Ziyad Solo


Undaan Tengah, Kudus — Senin, 3 November 2025 menjadi hari yang dinanti oleh seluruh siswa kelas 5 dan 6 MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah. Hari itu, madrasah menggelar kegiatan Outbound dan Rekreasi Edukatif ke Tawangmangu, Bukit Sekipan, Kemuning, dan Masjid Syech Ziyad Solo.



Kegiatan ini merupakan agenda dua tahunan yang rutin diselenggarakan untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas sekaligus mempererat kebersamaan antara siswa, guru, dan pendamping. Dengan semangat ceria, seluruh peserta berangkat dari halaman madrasah sejak pukul 05.30 WIB menuju lokasi wisata yang sejuk di lereng Gunung Lawu.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun panitia, kegiatan berlangsung dengan padat namun menyenangkan:

05.00 – 05.30 WIB – Berkumpul di halaman MI NU Miftahul Falah untuk apel keberangkatan.

05.30 – 10.00 WIB – Perjalanan menuju Bukit Sekipan, destinasi wisata keluarga yang menyuguhkan wahana outbound, mini zoo, dan spot foto edukatif.

10.00 – 13.30 WIB – Sesi wisata dan outbound di Bukit Sekipan dengan berbagai aktivitas permainan tim dan pengenalan lingkungan alam.

13.30 – 14.00 WIB – Perjalanan menuju rumah makan untuk makan siang dan sholat bersama.

15.00 – 15.30 WIB – Perjalanan menuju Kemuning, kawasan wisata alam dengan hamparan kebun teh yang menyejukkan.

15.30 – 17.00 WIB – Aktivitas seru tubing di Kali Pucung, menambah keceriaan dan keberanian para peserta.

17.00 – 18.00 WIB – Berbelanja oleh-oleh di Banana Kress sembari beristirahat sore.

18.00 – 19.00 WIB – Makan malam bersama di rumah makan sekitar Solo.

19.00 – 21.00 WIB – Ziarah dan wisata religi ke Masjid Syech Ziyad Solo, tempat bersejarah yang menjadi refleksi spiritual menjelang akhir perjalanan.

21.00 – 23.30 WIB – Perjalanan pulang menuju Kudus dengan penuh kenangan.

Kepala MI NU Miftahul Falah, Ahmad Yunus, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar rekreasi, tetapi juga bentuk pembelajaran kontekstual yang menumbuhkan nilai-nilai kemandirian, kebersamaan, dan kepedulian terhadap alam.

 “Kami ingin anak-anak belajar bersyukur, berani berinteraksi, serta mengenal ciptaan Allah secara langsung melalui alam dan kegiatan positif di luar madrasah,” ujarnya.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap kegiatan. Kegembiraan mereka terasa sejak keberangkatan hingga tiba kembali di Kudus menjelang tengah malam. Banyak yang mengaku pengalaman ini menjadi momen tak terlupakan, apalagi bagi siswa kelas 6 yang tahun depan akan lulus dari madrasah tercinta.



Semoga kegiatan outbound ini menjadi langkah kecil yang menumbuhkan jiwa berani, mandiri, dan berakhlakul karimah bagi seluruh peserta didik MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah.

Baca selengkapnya ...

26 October 2025

Lima Tingkatan Pahala Sedekah Menurut Imam As-Suyuthi


Sedekah merupakan amal yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Ia bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi bukti keimanan, kasih sayang, dan kepedulian seorang Muslim.


Dalam salah satu karyanya, Imam As-Suyuthi menjelaskan bahwa pahala sedekah memiliki lima tingkatan tergantung kepada siapa sedekah itu diberikan. Penjelasan ini juga tercantum dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin halaman 69.

 1. Sedekah kepada orang sehat — pahala 10 kali lipat

"Wahidatun bi ‘asyarah, wa hiya ‘ala shahihil jism."

(Satu sedekah yang diberikan kepada orang sehat berpahala sepuluh kali lipat.)

Makna:

Memberi kepada orang yang sehat jasmani tetap berpahala, meski mereka mungkin masih mampu bekerja. Pahala ini menunjukkan bahwa niat ikhlas dan keumuman manfaat menjadi ukuran utama.

Contoh:

Memberi minuman atau makanan kepada teman, berbagi sembako saat kegiatan sosial, atau menyumbang pembangunan fasilitas umum.

 Hikmah:

Melatih kepekaan sosial dan mempererat ukhuwah antar sesama tanpa melihat status.


 2. Sedekah kepada orang buta atau cacat — pahala 90 kali lipat

 "Wahidatun bitis‘īna, wa hiya ‘alal a‘mā wal mubtalā."

Makna:

Memberi kepada mereka yang memiliki kekurangan fisik menunjukkan kasih sayang yang tinggi. Mereka termasuk golongan yang sulit berusaha seperti orang pada umumnya.

Contoh:

Memberikan alat bantu jalan, membantu penyandang disabilitas, atau mendukung pelatihan kerja bagi difabel.

 Hikmah:

Menumbuhkan empati mendalam dan rasa syukur atas nikmat sehat yang dimiliki.


 3. Sedekah kepada kerabat yang membutuhkan — pahala 900 kali lipat

 "Wahidatun bitis‘mi’ah, wa hiya ‘ala dzī qarābah muhtāj."

 Makna:

Sedekah kepada keluarga miskin memiliki dua keutamaan: menyambung silaturahmi dan membantu sesama. Karena itu, pahalanya jauh lebih besar.

 Contoh:

Membantu biaya sekolah keponakan yatim, menanggung kebutuhan keluarga yang sedang kesulitan, atau mengirim bantuan untuk saudara di kampung.

 Hikmah:

Menumbuhkan keharmonisan keluarga, menghilangkan iri hati, dan memperkuat ikatan darah dalam ridha Allah.


 4. Sedekah kepada kedua orang tua — pahala 100.000 kali lipat

Wahidatun bimi’ati alf, wa hiya ‘alal abawain."

Makna:

Orang tua adalah sebab keberadaan kita dan telah berkorban sejak lahir hingga dewasa. Karena itu, berbakti kepada orang tua melalui sedekah mendatangkan pahala yang luar biasa besar.

Contoh:

Memberi nafkah, membantu kebutuhan sehari-hari mereka, atau mengirim hadiah kecil yang membuat hati mereka senang.

Hikmah

Mendatangkan ridha Allah, membuka pintu rezeki, dan menjadi sumber keberkahan hidup dunia akhirat.


5. Sedekah kepada ulama atau ahli fikih — pahala 900.000 kali lipat

 "Wahidatun bitis'i miatialf, wa hiya ‘alā ‘ālim aw faqīh."

 Makna:

Ulama dan ahli fikih adalah penjaga agama, penyampai ilmu, dan penerus perjuangan para nabi. Memberi kepada mereka berarti mendukung keberlangsungan ilmu dan dakwah.

 Contoh:

Memberi hadiah kepada guru ngaji, membantu pondok pesantren, atau mendukung kegiatan dakwah dan pendidikan Islam.

 Hikmah:

Menjadi jalan turunnya keberkahan ilmu, memperkuat lembaga keilmuan Islam, dan mengalirkan pahala jariyah tanpa henti.

 

Kesimpulan

Imam As-Suyuthi mengajarkan bahwa nilai sedekah tidak hanya diukur dari jumlah harta, tetapi juga kepada siapa sedekah itu diberikan. Semakin tinggi kedudukan orang yang menerima (dalam pandangan syariat dan akhlak), semakin besar pula pahala yang dijanjikan.

Sedekah kepada orang tua dan ulama mendapat tempat tertinggi, karena keduanya menjadi sebab kebaikan dunia dan akhirat.

Mari jadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup harian. Mulailah dari yang kecil — senyum, bantuan tenaga, atau doa. Karena sedekah yang tulus akan menjadi cahaya di dunia dan tabungan di akhirat.

 “Tidak akan berkurang harta karena sedekah.”

(HR. Muslim)

Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com