Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

08 March 2026

Ngaji Ahad sore Masjid Baitul Muttaqin Sambung Edisi ke-3

 Istiqamah Bersyukur dan Berdzikir: Jalan Menuju Ketenangan Hati

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menghadapi berbagai kondisi: kadang lapang, kadang sempit; kadang bahagia, kadang penuh ujian. Dalam keadaan apa pun, seorang hamba dianjurkan untuk selalu istiqamah dalam bersyukur kepada Allah SWT. Rasa syukur bukan hanya diucapkan ketika memperoleh nikmat, tetapi juga ketika menghadapi kesulitan, karena semua yang terjadi adalah bagian dari ketetapan dan hikmah Allah.


Salah satu bentuk syukur yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak dzikir kepada Allah. Dzikir merupakan amalan sederhana, namun memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan batin manusia. Dengan berdzikir, hati menjadi tenang dan tenteram. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Itulah kalimat ajakan Ustadz Noor Arief dalam membuka acara Ngaji Ahad sore di Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan Kudus, 08 Maret 2026


Menariknya, dalam kehidupan manusia banyak hal yang jika diulang-ulang akan terasa membosankan. Namun terdapat satu hal yang justru semakin indah ketika diulang, yaitu membaca Al-Qur’an. Setiap kali dibaca, Al-Qur’an memberikan ketenangan, pemahaman baru, dan kedalaman makna yang berbeda. Karena itulah membaca Al-Qur’an secara rutin juga menjadi salah satu sebab kuatnya hafalan seseorang. Semakin sering dibaca, semakin melekat ayat-ayatnya dalam ingatan.

Selain memberikan ketenangan hati, ada pula beberapa golongan manusia yang disebut sebagai orang-orang yang dirindukan oleh surga. Di antara mereka adalah:

1. Tāliyul Qur’an, yaitu orang yang gemar membaca Al-Qur’an.

2. Hāfidzul Lisān, orang yang mampu menjaga lisannya dari perkataan buruk.

3. Muth‘imul Jī‘ān, orang yang suka memberi makan kepada orang yang lapar., lebih-lebih.memberikan berbuka puasa Romadhon 

4. Shā’im Ramadhān, orang yang menjalankan puasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan.

Berbicara tentang puasa, dalam istilah bahasa disebut al-imsāk, yang berarti menahan diri. Dalam syariat Islam, puasa memiliki dua makna penahanan. 

Pertama, menahan diri dari segala hal yang secara hukum membatalkan puasa. 

Kedua, menahan diri dari berbagai perbuatan yang dapat merusak nilai dan pahala puasa.

Hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik berkaitan dengan masuknya sesuatu melalui sembilan lubang pada tubuh manusia, yaitu dua telinga, dua mata, satu hidung, satu mulut, satu lubang kemaluan, dan satu lubang anus. Oleh karena itu, seorang yang berpuasa harus menjaga diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan batalnya puasa.


Namun, selain pembatal secara fisik, ada pula perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa. Perkara ini berasal dari perbuatan anggota tubuh, khususnya lisan dan pandangan. Di antaranya adalah:

1. Kidzib, yaitu berbohong atau berkata dusta.

2. Ghibah, membicarakan keburukan orang lain.

3. Namimah, mengadu domba atau memprovokasi permusuhan.

4. Sumpah palsu, bersumpah tidak benar untuk kepentingan tertentu.

5. Melihat dengan syahwat, yaitu memandang sesuatu dengan dorongan nafsu yang tidak dibenarkan.

Karena itu, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri dari perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah.

Dalam syariat Islam, puasa juga memiliki beberapa syarat wajib. Seseorang diwajibkan berpuasa apabila ia memenuhi syarat berikut: beragama Islam, telah baligh, memiliki kemampuan atau kekuatan untuk berpuasa, tidak sedang mengalami haid atau nifas bagi perempuan, serta berakal sehat.

Pada akhirnya, puasa merupakan ibadah yang sangat istimewa karena bersifat sirriyah, yaitu ibadah yang sangat tersembunyi. Orang lain mungkin tidak mengetahui secara pasti apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak. Hanya Allah SWT dan para malaikat pencatat amal yang benar-benar mengetahui keikhlasan seseorang dalam menjalankan puasa.

Oleh sebab itu, ibadah puasa menjadi sarana penting untuk melatih kejujuran, keikhlasan, serta kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Dengan istiqamah bersyukur, memperbanyak dzikir, mencintai Al-Qur’an, dan menjaga lisan serta perbuatan, seorang muslim diharapkan mampu meraih keberkahan hidup serta menjadi hamba yang dirindukan oleh surga


Disarikan dari : Ngaji Ahad sore Masjid Baitul Muttaqin 

Narasumber: Ustadz Noor Arief ( Guru Madin NU Irsyadul Aulad Assalafiyyah Undaan Lor Kudus)

Baca selengkapnya ...

22 February 2026

Ngaji Ahad Sore Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan (edisi 1)

Kudus, Ahad 22 Pebruari 2026, bertempat di Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan Kudus dilaksanakan kegiatan syiar Ramadhan 1447 H.

Ngaji Ahad sore kembali menjadi ruang pertemuan ruhani yang sarat makna. Dalam suasana yang khidmat, para jamaah yang hadir tampak dari pengurus masjid, pengurus NU sebanom, dan jamaah muslimin muslimat mulai dari usia anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua,  semuanya mengikuti dengan seksama.


Dalam sambutannya, K. Kusnudiin,M.Pd. selaku Pengurus Ta'mir Masjid Baitul Muttaqin Sambung Undaan Kudus mengajak seluruh jamaah untuk menata niat dalam mengaji dan tholabul ilmi. Ilmu bukan sekadar tambahan wawasan, melainkan ibadah. Jika niatnya lurus, maka setiap langkah menuju majelis ilmu bernilai pahala. Dan Insyaallah di akhir kegiatan nanti akan dibagikan menu berbuka bersama yang telah disediakan oleh Panitia 

Beliau juga menghimbau agar jamaah tidak datang sendiri pada kesempatan berikutnya. Dihimbau untuk mengajak teman untuk ikut mengaji, bukan hanya memperluas lingkaran kebaikan, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir


K. Mukhit sebagai narasumber di Ahad pertama ini kemudian memperdalam pembahasan tentang niat. Setidaknya ada beberapa niat yang harus ditanamkan ketika hadir di majelis ilmu:

1. Niat ibadah, karena mengaji adalah bentuk penghambaan kepada Allah.

2. Niat silaturahim, menyambung hubungan dengan sesama.

3. Niat mencari ilmu, agar hidup terarah dengan bimbingan syariat.

3. Niat memperbaiki hati

Dalil tentang silaturahim dijelaskan dengan makna yang dalam. Panjang umur tidak selalu dimaknai secara matematis, tetapi secara keberkahan. Umur lima tahun bisa bernilai seperti lima puluh tahun karena keberkahan silaturahim.


Keutamaan Majelis Ilmu

Disampaikan pula sabda Nabi bahwa siapa yang berniat menghadiri majelis ilmu, bahkan sebelum melangkah pun dosanya sudah diampuni Allah.

Ada empat anugerah besar yang Allah berikan kepada orang-orang yang menghadiri majelis ilmu:

1. Nazalat ‘alaihimussakinah – Turunnya ketenangan hati. Jiwa menjadi ayem tentrem, tidak mudah benci dan tidak menyimpan dendam kepada siapa pun.

2. Waghasyat-humur rahmah – Dilingkupi kasih sayang dari Allah. Rumah tangga harmonis,sajinah mawaddah warohmah,  keluarga rukun, dan hubungan dengan tetangga penuh kebaikan.

3. Wakhuffat-humul malaikat – Dikelilingi malaikat. Malaikat mencintai majelis dzikir dan pengajian (majlis ilmu)

4. Wadzakarollahu fima indahum–  Allah akan ingat dengan kita disaat kita berdzikir kepada Allah, mengingat Allah

Puasa dan Pembentukan Taqwa

Pembahasan kemudian bergeser pada hakikat puasa. Tujuan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menyempurnakan taqwa. Puasa adalah tirakat—latihan mengendalikan nafsu.

Dengan puasa, rasa takut kepada Allah (khauf) bertambah. Nafsu dilatih untuk tunduk, bukan menjadi pengendali.

Makhluk Allah dan Potensi Derajat Muttaqin

Disampaikan pula klasifikasi makhluk Allah:

1. Malaikat – dianugerahi akal tanpa nafsu.

2. Syetan – memiliki nafsu tanpa akal.

3. Manusia – memiliki akal dan nafsu sekaligus.

Justru karena manusia memiliki dua unsur itu, manusia berpeluang mencapai derajat muttaqin. Malaikat taat karena tidak punya nafsu. Syetan sesat karena tidak memiliki kendali akal yang menuntun pada ketaatan. Manusia berada di tengah: ketika akal mampu mengendalikan nafsu, ia bisa lebih mulia dari malaikat. Namun jika nafsu menguasai akal, ia bisa lebih rendah dari makhluk lainnya.

Ngaji Ahad sore ini menegaskan bahwa kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh panjangnya usia, tetapi oleh keberkahan. Keberkahan lahir dari niat yang benar, silaturahim yang terjaga, ilmu yang dicari dengan sungguh-sungguh, serta latihan spiritual seperti puasa yang menguatkan taqwa.

Majelis ilmu bukan sekadar rutinitas, melainkan proses pembentukan karakter: menenangkan hati, melembutkan hubungan sosial, dan meninggikan derajat di sisi Allah.

Semoga setiap langkah menuju majelis ilmu menjadi saksi di hadapan-Nya, dan setiap niat yang ditata menjadi sebab turunnya sakinah dalam kehidupan kita.

Baca selengkapnya ...

16 February 2026

Khotbah Jumat KH. Masturin dengan tema: Puasa meningkatkan Ketaqwaan terhadap Allah SWT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله الذي جعل شهر رمضان سيد الشهور، وانزل فيه القرآن ليبين  الحق والفجور

 اشهد ان لا اله الاالله  الملك الحنات القدوس، واشهد ان محمدا عبده ورسوله سيدالانبياء والرسل صلى الله على سيدتا محمد وعلى اله واصحابه اولى المعرفة والايمان المنير،  اما بعد : ايهاالناس، اتقواالله وافعل الخيرااث

واعلموا ان شهر رمضان شهر عظيم  والدعوة مستحابة والصدقات مقبولة والحسنات مضاعفة 



يا معشرالصاىمين المعتكفين رحمكم الله 

Wonten ing khotbah Jum'at puniko kulo wasiat dateng awak kulo piyambak soho dateng panjenengan sami, monggo kitho ningkataken taqwa dateng Allah Subhanahu wataala arupi ngelanpahi sedoyo ingkang dipun perintah dening Allah kanti ingkang ikhlas , lan nebihi sedoyo awisan-awisanipun Allah kanti ingkang ridho, Jalaran kanti taqwa punikolah kitho insyaallah badhe wilujeng fiddunya wal akhiroh, Aamiin Allahumma Aamiin 



Hadirin wal hadhirat : Kito sampun mangertos piyambak-piyambak  bilih wulan romadhon puniko bulan ingkang agung, doa-doa ing puniko bulan dipun sembadani, shodaqoh-shodaqoh dipun terimo, lan amal-amal ingkang sahe bade dipun tikel-tikelake, lan bulan ingkang kathah fadhilahipun, pramilo monggo shiyam kitho, kitho tetepi syarat-syarat lan rukun-rukunipun, soho perkawis ingkang batalake poso  punopo malih perkawes ingkang ngurangi dateng ganjaran-ganjaranipun poso 


 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من صام رمضان و  عرق حدوده وتحفظ ما ينبغى له ان يحفظ  كفر ما قبله . رواه ابن حبان في صحيحه


Artosipun : Sopo wonge poso Romadhon lan deweke ngerti batas-batase/ syarat rukune, lan tansah ngrekso /ateges nyingkiri barang kang ora ono faedahe ,mongko dilebur dosane kang wus kapungkur 


ايها الصاءمون المعتكفون رحمكم الله 

Sak sampunipun kitho mangertos hadist kasebat monggo kito ugi ampun ngantos supe dateng perkawes-perkawes ingkang ngurangi dateng ganjarane poso, ampun ngantos shiyam kito puniko kosong ganjaran , kosong kautaman / fadhilah, punopo malih kosong keridhoan saking Allah SWT , jalaran kito mboten saged anjagi dateng hal-hal ingkang ngurangi dateng ganjarane poso


  قال رسول الله صلى الله عليه وسلم خمسة اشياء ، تحيط الصوم   الكذب، والغيبه والنميمة واليمين العموس والنظر بشهوة

Artosipun: Ono perkoro limo kang biso ngilangake ganjarane poso yoiku: 

1).  Goroh ( dusta)

2). Ngrasani olo (jelek)

3). Adu-adu

4). Sumpah palsu 

5). Ningali kanti syahwat 


معاشر المسلمين رحمكم الله : 

Panci leres menawi kito angen-angen bilih perkawes gangsal kasebat saged dadosake fitnah dateng awakipun piyambak, dateng keluarga (menawi tiyang kolowau sampun berkeluarga), lan perkawes gangsal kolowau saged dados fitnah dateng masyarakat menawi tiyang kolowau dados pemimpin, punopo malih dateng ganjarane poso


Hadirin wal hadirat, ibadah poso puniko saged dadosaken ukuran ipun tiyang mukmin, sepinten jenjang ketaqwaan mukmin terhadap Allah SWT, lan shiyam ugi dados washilah dateng Allah untuk meraih martabat kehidupan lan kematian seorang mukmin atas ridho Allah SWT


Hal kasebat poro rawuh ingkang bertaqwa , Allah berfirman wonten ingkang surat Al-Baqarah ayat 183 : يٰۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

ingkang artosipun kirang langkung mekaten :

Hei wong akih kang podo iman, siro kabeh din wajibake poso koyo olehe poso mau din wajibake atas ummat kang disik-disik sak durung iro kabeh, supoyo siro kabeh dadi taqwa marang Allah SWT.


Kanthi ayat kasebat poro rawuh, poso saged dadosaken jiwa ketaqwaan terhadap Allah, namung kito ampun ngantos terbatasi, bilih taqwa puniko namung dipun raih saking ibadah poso, nanging saged ugi dipun raih kalayan ibadah sanes-sanesipun


Maasyirol mu'takifin rahimakumullah 

Ibadah ipun tiyang mukmin puniko mboten sami tingkatanipun, wonten ingkang sregep ibadah sebab sugih, ugi wonten ingkang keset(malas) ibadah sebab sugih, wonten ingkang sregep ibadah sebab fakir, lan wonten ingkang keset ibadah sebab fakir, wonten ingkang sregep ibadah sebab pangkat lan ono kang keset ibadah sebab pangkat ilang 


Semanten ugi shiyamipun tiyang mukmin puniko wonten tingkatan - tingkatanipun menurut pangkat lan martabat tiyang mukmin puniko piyambak

Tiyang mukmin mboten dipun parengake ngremehake utawi ngino-ngino dateng hukum-hukumipun agami, ingkang sampun dipun tetepake deneng Allah SWT , termasuk hukum wajibe poso ing rinone wulan romadhan. Kitho harus peduli dateng wajibe poso, sebab poso dipun wajibake khusus dateng tiyang mukmin mboten dateng tiyang kafir. langkung-langkung ngantos tiyang mukmin wantun nilar poso, utawi sampun poso nanging mukak sebab sesuatu hal sing mboten wonten hukum rukhsoh dateng agami, puniko ampun ngantos


مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ وَلَا مَرَضٍ لَمْ يَقْضِهِ صَوْمُ الدَّهْرِ وَإِنْ صَامَهُ 

artosipun : sopo wonge mukak sedino ing wulan romadhon tanpo ono kemurahan syara' lan ugo kerono loro, mongko ora cukup din qodhoni setahun


Mekaten poro rawuh khutbah kulo ing jum'at niki kanti tema : puasa meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT


Matur nuwun atas perhatosan panjenengan sedoyo, mugi kitho tansah dipun paringi kekuatan deneng Allah kanthi ngelampahi poso romadhan sak wulan, lan akhir gesang khitho mugi keparingan kekuatan ibadah dan mati husnul khotimah



Al- Kaatib :

 Masturin


3 Romadhan 1415 H / 3 Pebruari 1995 M.


Artikel ini dibuat dengan menulis ulang dari naskah yang dulu pernah kami pinta saat silaturrahim ke rumah beliau 

Baca selengkapnya ...

11 February 2026

MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Jadi Tuan Rumah Bimlat Implementasi KMA 1503 Tahun 2025

 

Undaan Tengah, Kudus — MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Kudus menjadi tuan rumah kegiatan Bimbingan dan Pelatihan (Bimlat) Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 pada Ahad, 11 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menyamakan persepsi dan penguatan kompetensi guru madrasah ibtidaiyah dalam menerapkan kebijakan terbaru Kementerian Agama.


Bimlat ini diikuti oleh kepala-kepala madrasah, guru kelas 3 dan 4, serta guru PJOK se-Kecamatan Undaan. Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif, dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pemaparan dan diskusi.

Hadir sebagai Narasumber I, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I, selaku Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, yang mengulas secara komprehensif arah kebijakan KMA 1503 Tahun 2025 serta implikasinya terhadap budaya belajar dan tata kelola madrasah.

“Implementasi KMA 1503 tidak hanya soal administrasi atau perangkat pembelajaran, tetapi bagaimana madrasah mampu menjadi lingkungan yang ramah, aman, dan membentuk karakter peserta didik secara utuh,” tegas beliau dalam pemaparannya.

Sementara itu, Narasumber II, Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd.I, selaku Guru Inti MI Kecamatan Undaan, dijadualkan akan menyampaikan materi teknis implementasi KMA 1503 Tahun 2025 di tingkat kelas. Salah satu materi yang ditekankan adalah indikator keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah.

Dalam paparan H. Noor Yadi, dijelaskan bahwa indikator keberhasilan implementasi KBC antara lain meliputi:

1. Madrasah Ramah Lingkungan

Madrasah yang bersih, rapi, dan lestari merupakan cerminan keimanan. Lingkungan madrasah diarahkan menjadi ruang yang menghargai ciptaan Allah, dengan praktik nyata seperti pengelolaan sampah, penanaman pohon, serta pembiasaan budaya hemat energi.

Murid diharapkan menyadari bahwa mencintai lingkungan bukan sekadar tugas, tetapi bagian dari ibadah dan rasa syukur.

2. Madrasah Ramah Anak

Madrasah harus menjadi rumah kedua yang aman dan penuh kasih. Lingkungan belajar wajib bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi. Nilai empati, toleransi, serta saling menghormati menjadi budaya yang ditanamkan dalam keseharian pembelajaran.

3. Peserta Didik Sejahtera Secara Mental dan Spiritual

Peserta didik madrasah tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga sehat jiwanya, kuat emosinya, dan matang spiritualnya.

“Kurikulum ini menuntut guru untuk lebih menghadirkan cinta dalam pembelajaran, sehingga anak-anak tumbuh sebagai pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bahagia,” ujar Istifaizah dalam salah satu sesi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh H. Supono, S.Ag., M.Pd.I beserta jajaran Pengurus KKMI Kecamatan Undaan, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan bimlat sebagai bagian dari program peningkatan mutu madrasah secara berkelanjutan.

Bimlat implementasi KMA 1503 Tahun 2025 ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa untuk guru kelas 1 dan 2 yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di MI NU Hidayatul Mubtadiin. Selanjutnya, kegiatan bimlat akan dilanjutkan untuk guru kelas 5, 6 dan PAI yang direncanakan berlangsung di madrasah Tarbiyatul Wildan Wates, 12 Pebruari 2026 besok

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pendidik madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Undaan memiliki pemahaman yang selaras dan kesiapan yang matang dalam mengimplementasikan KMA 1503 Tahun 2025, demi terwujudnya madrasah yang ramah, berkualitas, dan berkarakter.

Baca selengkapnya ...

28 January 2026

Peran Nyata UPZIS NU Sambung: Dari Kaleng INUK untuk Kemaslahatan Seluruh Warga


UPZIS NU Ranting Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, telah membuktikan bahwa pengabdian kepada umat tidak harus dimulai dari sumber daya yang besar. Dengan jumlah kaleng INUK (Infaq NU Kudus) yang masih terbatas—hanya beberapa ratus kaleng dan dibagikan kepada pengurus NU sebanom sebagai donatur—UPZIS NU Sambung mampu menghadirkan program-program kemanusiaan yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Sambung.


Dalam pelaksanaan pentasarufan dana, UPZIS NU Sambung berpegang teguh pada prinsip keadilan, amanah, dan keumatan. Bantuan tidak dibatasi oleh status kepengurusan, tidak memandang keanggotaan struktural NU, dan tidak membedakan latar belakang penerima. Semua warga Desa Sambung yang membutuhkan berhak merasakan manfaat dana infaq.

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali ‘Imran: 92)

Ayat ini menjadi landasan bahwa infaq, meskipun kecil, memiliki nilai besar di sisi Allah apabila dilakukan dengan keikhlasan.

Program Unggulan yang Menyentuh Hati Umat

Program unggulan UPZIS NU Sambung adalah bantuan sosial kematian. Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian NU kepada keluarga yang sedang berduka, membantu meringankan beban di saat paling sulit. Kehadiran program ini dirasakan nyata oleh masyarakat dan menjadi simbol solidaritas sosial warga Desa Sambung.

Selain itu, UPZIS NU Sambung juga menjalankan program:

1. Santunan yatama setiap bulan Muharram,

2. Bingkisan Lebaran untuk para ustadz dan ustadzah TPQ serta Madrasah Diniyah, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka mendidik generasi Qur’ani dan sholih-sholihah.

3. Serta berbagai bantuan sosial lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang yang mengurus anak yatim, aku dan dia di surga seperti ini,”

(Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah, serta merenggangkan keduanya). (HR. Bukhari)

Hadits ini menjadi motivasi kuat bahwa kepedulian terhadap yatama adalah jalan menuju kedekatan dengan Rasulullah ﷺ di akhirat kelak.

Dari Infaq Sederhana, Lahir Keberkahan Besar

Semua program tersebut berjalan dari kaleng INUK yang tampak sederhana, namun menyimpan kekuatan besar ketika dikelola secara amanah dan istiqamah. Infaq yang dikumpulkan sedikit demi sedikit telah menjadi sumber keberkahan bagi banyak keluarga.

Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai terdapat seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat ini menegaskan bahwa infaq tidak akan mengurangi harta, justru melipatgandakannya dalam bentuk keberkahan dan pahala.

Potensi Besar Jika Jumlah Donatur Bertambah

Mari kita bayangkan bersama, jika jumlah kaleng INUK ditambah dan donatur semakin banyak. Tentu peran UPZIS NU Sambung dalam pengabdian kepada umat akan semakin maksimal. Program yang telah berjalan dapat diperkuat, dan program baru dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Beberapa program yang mungkin bisa dikembangkan jika jumlah donatur dan  atau jumlah kaleng ditambah dan berimbas pada meningkatnya dana yang masuk adalah :

1. Program usaha produktif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga,

2. Bantuan permodalan kecil berbasis jamaah,

3. Program pemberdayaan umat yang berkelanjutan.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)

Hadits ini menjadi ruh bagi setiap langkah UPZIS NU Sambung dalam mengelola dana infaq demi kemaslahatan bersama.

Saatnya Warga Ambil Peran

Menjadi donatur kaleng INUK bukan sekadar tentang besar kecilnya nominal, melainkan tentang keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan dalam membangun umat. Infaq yang dilakukan secara rutin dan dikelola dengan amanah akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shalih.” (HR. Muslim)

Kaleng INUK adalah salah satu jalan untuk menghadirkan sedekah jariyah yang nyata dan berkelanjutan.

Mari bersama UPZIS NU Sambung, kita kuatkan kepedulian sosial dan pengabdian kepada umat.

++++++Dari kaleng kecil, lahir kepedulian besar.

++++++Dari infaq sederhana, tumbuh kemaslahatan bersama.

++++++Bersama INUK, mari kita perbanyak kebaikan dan keberkahan untuk Desa Sambung.

Baca selengkapnya ...

01 January 2026

Liburanku yang sangat berkesan

Liburan adalah waktu yang dinantikan setiap siswa. Di kelas 3 MI NU Miftahul Falah, teman-teman belajar bagaimana mengubah pengalaman liburan menjadi tulisan yang menarik melalui materi literasi menulis. Dengan mengikuti langkah-langkah yang mudah, kita bisa menyimpan momen indah liburan dalam bentuk cerita yang jelas dan menyenangkan.


 TUJUAN PEMBELAJARAN

 1. Siswa dapat menjelaskan pengalaman liburan secara tertulis dengan kalimat yang benar.

​2. Siswa mampu menyusun tulisan dengan struktur yang jelas: awal, tengah, dan akhir.

​3. Siswa dapat menggunakan kata-kata deskriptif untuk membuat tulisan lebih hidup.


 LANGKAH-LANGKAH MENULIS CERITA LIBURAN

 1. Mengingat Momen Liburan

Pertama, pikirkan bagian liburan yang paling kamu suka. Apakah itu pergi ke tempat wisata, bermain bersama keluarga, atau melakukan aktivitas khusus? Catat poin-poin penting seperti:

 - Kapan liburan itu terjadi?

​- Siapa yang kamu ajak bersama?

​- Dimana tempat yang kamu kunjungi atau aktivitas yang kamu lakukan?

 2. Menyusun Struktur Tulisan

 - Awal: Ceritakan secara singkat tentang liburan kamu (misalnya: "Liburan akhir semester kemarin aku sangat senang karena ayah membawa aku ke taman bermain di kota Kudus.").

​- Tengah: Jelaskan secara rinci apa yang kamu lakukan, apa yang kamu lihat, rasakan, dan alami (misalnya: "Di taman bermain, aku naik kereta kecil yang berkeliling taman. Udara segar menyentuh wajahku dan aku melihat banyak pohon hijau di sekelilingnya. Keluarga kami juga makan makanan ringan bersama di taman.").

​- Akhir: Ceritakan kesanmu tentang liburan tersebut (misalnya: "Liburan itu sangat menyenangkan. Aku berharap bisa pergi lagi ke taman bermain bersama keluarga ku nanti.").

 3. Menulis dan Mengecek Tulisan

 Setelah menyusun poin-poinnya, tulis cerita liburanmu secara lengkap. Jangan lupa mengecek ejaan dan tanda baca agar tulisanmu mudah dibaca.

 CONTOH :

 Liburanku ke Pantai

"Liburan kemarin aku pergi ke pantai bersama keluarga. Kami berangkat pagi hari dengan mobil. Saat tiba di pantai, aku melihat air laut yang biru dan pasir yang putih bersih. Aku bermain pasir membuat benteng dan berenang bersama adikku. Ayah mengambil banyak foto kenang-kenangan. Kami pulang sore hari dengan perut yang kenyang karena makan ikan bakar yang lezat. Liburan ke pantai itu adalah liburan terbaik yang pernah aku alami."

Dengan belajar menulis cerita liburan, teman-teman kelas 3 MI NU Miftahul Falah tidak hanya melatih kemampuan menulis, tetapi juga mampu menyimpan kenangan indah dalam bentuk tulisan yang bisa dibaca kembali kapan saja. Selamat mencoba menulis cerita liburanmu sendiri!

Baca selengkapnya ...

31 December 2025

Menjemput Futuh Qur’ani: Silaturahmi RTQ Al-Irsyad ke Ndalem KH. Ulil Albab Arwani

Undaan Lor, Kudus — Rabu, 31 Desember 2025 menjadi hari yang penuh makna bagi keluarga besar Madrasah RTQ (Raudhoh Tarbiyatil Qur’an) Al-Irsyad Undaan Lor Kauman Kudus. Pada hari ini, RTQ Al-Irsyad berkesempatan melaksanakan silaturahmi ke ndalem Romo KH. Ulil Albab Arwani, pengasuh Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus.


Rombongan silaturahmi terdiri dari para ustadz dan ustadzah RTQ Al-Irsyad, seluruh santri RTQ peserta Ujian Yanbu’a tahun pelajaran ini, serta santri kelas 6 Madrasah Diniyah Irsyadul Aulad Assalafiyyah. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, sederhana, namun sarat dengan nilai keberkahan dan keteladanan.

Maksud dan tujuan silaturahmi disampaikan secara langsung oleh Kyai Ahmad Mahfudhon selaku sesepuh madrasah kepada Romo KH. Ulil Albab Arwani. Beliau menyampaikan pesan kepada para santri agar semangat dalam belajarnya, mengulang-ulang hafalannya, dan diikuti berdoa kepada Allah SWT. 

Beliau juga mendoakan dan mentalqin doa' untuk diikuti bersama setelahnya agar para santri RTQ Al-Irsyad senantiasa diberikan kelancaran, kemudahan, serta keberkahan dalam menuntut ilmu Al-Qur’an, khususnya bagi santri yang tengah mengikuti Ujian Yanbu’a.


Dalam kesempatan tersebut, Romo KH. Ulil Albab Arwani memberikan beberapa nasehat yang sangat berharga. Beliau mendoakan agar para santri mendapatkan futuh dari Allah SWT, sehingga ilmu yang dipelajari tidak hanya mampu dibaca dan dihafalkan, tetapi juga membawa manfaat, keberkahan, serta mengantarkan pada akhlak yang mulia.

Selain itu, Romo KH. Ulil Albab juga menyampaikan pesan khusus kepada para ustadz dan ustadzah agar senantiasa bersabar, istiqomah, dan ikhlas dalam mendidik serta mengajar para santri. Menurut beliau, keikhlasan dan konsistensi guru merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan Al-Qur’an.

Sebagai penutup nasehatnya, beliau juga menekankan pentingnya menjaga hubungan yang erat dengan Al-Qur’an setiap hari, dengan pesan agar tidak kurang dari membaca 4 halaman atau 2 lembar Al-Qur’an dalam keseharian. Pesan ini menjadi pengingat bersama bahwa keberkahan hidup seorang penuntut ilmu Al-Qur’an terletak pada kedekatannya dengan Kalamullah secara istiqomah.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan mampu menambah semangat para santri dalam belajar dan mengamalkan Al-Qur’an, serta menguatkan komitmen para pendidik dalam mengabdikan diri di jalan pendidikan Qur’ani. Semoga langkah kecil ini menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi seluruh keluarga besar RTQ Al-Irsyad Undaan Lor Kauman Kudus.

Baca selengkapnya ...

28 December 2025

Resume materi Alquran dan latihan soal ujian

 

Pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Diniyah Ula bertujuan membentuk peserta didik yang mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai ilmu tajwid, memahami makharijul huruf, serta menerapkan kaidah waqaf dengan tepat. Untuk mendukung kesiapan peserta didik menghadapi Ujian Madrasah Diniyah, diperlukan latihan soal yang sesuai dengan kisi-kisi resmi.


Artikel ini menyajikan resume materi dan 50 soal pilihan ganda  berdasarkan kisi-kisi Ujian Madrasah Diniyah Ula mata pelajaran Al-Qur’an, yang meliputi Surat Al-Mulk, Yasin, dan Al-Waqi’ah.

Ringkasan Materi

1. Surat Al-Mulk

  • Jumlah ayat: 30 ayat
  • Golongan: Makkiyah
  • Pokok kandungan:
    • Kekuasaan Allah atas hidup dan mati
    • Ancaman siksa bagi orang kafir
    • Anjuran merenungi ciptaan Allah
  • Keutamaan: pelindung dari siksa kubur

2. Surat Yasin

  • Jumlah ayat: 83 ayat
  • Golongan: Makkiyah
  • Dijuluki Jantung Al-Qur’an
  • Pokok kandungan:
    • Kerasulan Nabi Muhammad
    • Bukti kebangkitan
    • Kekuasaan Allah SWT

3. Surat Al-Waqi’ah

  • Jumlah ayat: 96 ayat
  • Golongan: Makkiyah
  • Pokok kandungan:
    • Kejadian hari kiamat
    • Golongan manusia di akhirat
    • Balasan surga dan neraka

Latihan Soal Pilihan Ganda (50 Soal)

Pilihlah jawaban yang paling benar!

  1. 1. Jumlah ayat Surat Al-Mulk adalah …
    A. 28
    B. 29
    C. 30
    D. 31
  2. 2. Surat Al-Mulk termasuk surat …
    A. Madaniyah
    B. Makkiyah
    C. Panjang
    D. Pendek
  3. 3. Surat Yasin disebut sebagai …
    A. Penutup Al-Qur’an
    B. Inti Al-Qur’an
    C. Cahaya Al-Qur’an
    D. Jantung Al-Qur’an
  4. 4. Jumlah ayat Surat Yasin adalah …
    A. 80
    B. 81
    C. 82
    D. 83
  5. 5. Surat Al-Waqi’ah menjelaskan tentang …
    A. Kisah nabi
    B. Hukum fiqih
    C. Hari kiamat
    D. Sejarah Islam
  6. 6. Jumlah ayat Surat Al-Waqi’ah adalah …
    A. 94
    B. 95
    C. 96
    D. 97
  7. 7. Ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan benar disebut …
    A. Nahwu
    B. Sharaf
    C. Tajwid
    D. Balaghah
  8. 8. Waqaf artinya …
    A. Memanjangkan bacaan
    B. Menghentikan bacaan
    C. Mengulang bacaan
    D. Menyambung bacaan
  9. 9. Surat Al-Mulk dianjurkan dibaca pada waktu …
    A. Pagi
    B. Siang
    C. Sore
    D. Malam
  10. 10. Surat Yasin termasuk golongan surat …
    A. Madaniyah
    B. Makkiyah
    C. Pendek
    D. Mu’awidzatain
  11. 11. Surat Al-Waqi’ah termasuk surat …
    A. Madaniyah
    B. Makkiyah
    C. Panjang
    D. Pendek
  12. 12. Surat Al-Mulk berjumlah … ayat
    A. 29
    B. 30
    C. 31
    D. 32
  13. 13. Surat Yasin membahas tentang …
    A. Perdagangan
    B. Akhlak
    C. Kebangkitan
    D. Puasa
  14. 14. Bacaan panjang dua harakat disebut …
    A. Mad thabi’i
    B. Mad wajib
    C. Mad jaiz
    D. Mad arid
  15. 15. Tanda waqaf di akhir ayat berarti …
    A. Harus disambung
    B. Harus berhenti
    C. Boleh berhenti
    D. Dilarang berhenti
  16. 16. Surat Al-Waqi’ah berisi tentang pembagian …
    A. Harta
    B. Manusia
    C. Waktu
    D. Amal
  17. 17. Surat Al-Mulk menerangkan kekuasaan Allah atas …
    A. Harta
    B. Ilmu
    C. Hidup dan mati
    D. Rezeki
  18. 18. Surat Yasin sering dibaca pada …
    A. Idul Fitri
    B. Tahlilan
    C. Isra Mi’raj
    D. Puasa
  19. 19. Membaca Al-Qur’an harus sesuai dengan …
    A. Lagu
    B. Suara
    C. Tajwid
    D. Irama
  20. 20. Makharijul huruf adalah …
    A. Panjang bacaan
    B. Tempat keluar huruf
    C. Tanda baca
    D. Irama bacaan

        21 Jumlah ayat dalam Surat Al-Mulk adalah …
        A. 28
        B. 29
        C. 30
        D. 31

        22. Surat Yasin terdiri dari … ayat.
        A. 80
        B. 81
        C. 82
        D. 83

        23. Surat Al-Waqi’ah berjumlah … ayat.
        A. 94
        B. 95
        C. 96
        D. 97

        24. Surat Al-Mulk termasuk golongan surat …
        A. Madaniyah
        B. Makkiyah
        C. Panjang
        D. Pendek

        25. Surat Yasin termasuk surat …
        A. Madaniyah
        B. Makkiyah
        C. Mu’awidzatain
        D. Mad

        26.  Surat Al-Waqi’ah menjelaskan tentang …
        A. Kisah para nabi
        B. Hukum fiqih
        C. Hari kiamat
        D. Sejarah Islam

        27. Ilmu yang mempelajari panjang pendek bacaan Al-Qur’an disebut …
        A. Nahwu
        B. Sharaf
        C. Tajwid
        D. Balaghah

        28.  Panjang bacaan dua harakat disebut …        
        A. Mad wajib muttashil
        B. Mad jaiz munfashil
        C. Mad thabi’i
        D. Mad arid lissukun

        29.  Waqaf di akhir ayat menandakan bacaan harus …
        A. Disambung
        B. Dipercepat
        C. Diperlambat
        D. Dihentikan

        30. Makharijul huruf artinya …
        A. Bentuk huruf
        B. Tempat keluar huruf
        C. Panjang bacaan
        D. Irama bacaan

        31. Surat Al-Mulk dianjurkan dibaca pada waktu …
        A. Pagi hari
        B. Siang hari
        C. Sore hari
        D. Malam hari

        32. Surat Yasin sering dibaca pada acara …
        A. Walimatul ‘ursy
        B. Tahlilan
        C. Idul Adha
        D. Maulid Nabi

        33. Surat Al-Waqi’ah menjelaskan pembagian manusia di akhirat menjadi …
        A. Dua golongan
        B. Tiga golongan
        C. Empat golongan
        D. Lima golongan

        34.Jumlah golongan manusia dalam Surat Al-Waqi’ah adalah …
        A. Dua
        B. Tiga
        C. Empat
        D. Lima

        35.  Surat Al-Mulk membahas tentang kekuasaan Allah atas …
        A. Rezeki
        B. Ilmu
        C. Hidup dan mati
        D. Alam laut

        36. Surat Yasin disebut sebagai …
        A. Cahaya Al-Qur’an
        B. Penutup Al-Qur’an
        C. Inti Al-Qur’an
        D. Jantung Al-Qur’an

        37.   Membaca Al-Qur’an sesuai tajwid hukumnya …
        A. Sunnah
        B. Makruh
        C. Wajib
        D. Mubah

        38.  Tanda waqaf م berarti …
        A. Boleh berhenti
        B. Lebih utama berhenti
        C. Harus berhenti
        D. Tidak boleh berhenti

        39.   Surat Al-Waqi’ah termasuk surat …
        A. Madaniyah
        B. Makkiyah
        C. Panjang
        D. Pendek

        40.  Surat Yasin turun di kota …
        A. Madinah
        B. Thaif
        C. Mekah
        D. Syam

        41.  Jumlah ayat Surat Yasin adalah …
        A. 81
        B. 82
        C. 83
        D. 84

        42.  Surat Al-Waqi’ah termasuk juz …
        A. Juz 26
        B. Juz 27
        C. Juz 28
        D. Juz 29    

        43.   Surat Al-Mulk termasuk juz …
        A. Juz 28
        B. Juz 29
        C. Juz 30
        D. Juz 27    

        44.  Membaca Al-Qur’an dengan benar akan mendapatkan …
        A. Dosa
        B. Pahala
        C. Hukuman
        D. Celaan

        45.  Huruf hijaiyah yang keluar dari tenggorokan disebut …
        A. Huruf syafawi
        B. Huruf halqi
        C. Huruf qalqalah
        D. Huruf syamsiyah

        46.  Mad yang terjadi karena bertemu hamzah disebut …
        A. Mad thabi’i
        B. Mad arid
        C. Mad wajib
        D. Mad lin

        47.  Surat Al-Waqi’ah banyak dibaca agar dimudahkan dalam hal …
        A. Kesehatan
        B. Ilmu
        C. Rezeki
        D. Perjalanan

        48.   Surat Al-Mulk mengingatkan manusia tentang …
        A. Kematian dan kubur
        B. Perdagangan
        C. Pendidikan
        D. Persahabatan

        49.  Surat Yasin banyak membahas tentang …
        A. Puasa
        B. Zakat
        C. Kebangkitan
        D. Shalat

        50.  Tujuan mempelajari tajwid adalah agar …
        A. Bacaan cepat
        B. Bacaan indah
        C. Bacaan benar
        D. Bacaan keras

Pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya menuntut kemampuan membaca, tetapi juga ketepatan dalam tajwid, makharijul huruf, dan pemahaman waqaf. Melalui resume materi dan latihan soal ini, diharapkan peserta didik Madrasah Diniyah Ula semakin siap menghadapi Ujian Madrasah serta termotivasi untuk mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

 

Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat dalam pendidikan Al-Qur’an.

 

 

Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com