Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News

28 August 2017

Kemuliaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah


Kabarmadrasah.com - Dalam Islam ada bulan yang disebut bulan Dzulhijjah. Dalam 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari yang sangat mulia dan penuh barakah. Bukti kemuliaan ini, Allah Ta’ala bersumpah dengannya dalam Al-Qur’an al-Karim.

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Imam al-Thabari dalam menafsirkan “Wa layaalin ‘asr” (Dan malam yang sepuluh), “Dia adalah malam-malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli ta’wil (ahli tafsir).” (Jaami’ al Bayan fi Ta’wil al-Qur’an: 7/514)

Penafsiran ini dikuatkan oleh Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini, “Dan malam-malam yang sepuluh, maksudnya: Sepuluh Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu ulama salaf dan khalaf.” (Ibnu Katsir: 4/535)

Kemuliaan sepuluh hari ini juga disebutkan dalam Surat Al-Hajj dengan perintah agar memperbanyak menyebut nama Allah pada hari-hari tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Hajj: 27-28)

Imam Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini menukil riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhuma,  “al-Ayyam al-Ma’lumat (hari-hari yang ditentukan) adalah hari-hari yang sepuluh.” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/239)

Maka dapat disimpulkan bahwa keutamaan dan kemuliaan hari-hari yang sepuluh dari Dzulhijjah telah datang secara jelas dalam Al-Qur’an al-Karim yang dinamakan dengan Ayyam Ma’lumat karena keutamaannya dan kedudukannya yang mulia.

Sedangan dari hadits, terdapat keterangan yang menunjukkan keutamaan dan kemuliaan sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah ini, di antaranya sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

"Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Dawud dan  Ibnu Majah).

Karenanya dianjurkan atas orang Islam pada hari-hari tersebut untuk bersungguh-sungguh dalam ibadahnya, di antaranya shalat, membaca Al-Qur’an, dzikrullah, memperbanyak doa, membantu orang-orang yang kesusahan, menyantuni orang miskin, memperbaharui janji kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Masih ada satu amalan lagi yang utama pada hari-hari tersebut, yaitu berpuasa sunnah di dalamnya.

Terdapat dalam Sunan Abu dawud dan lainnya, dari sebagian istri Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, dia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ

“Adalah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam berpuasa pada tangga 9 Dzulhijjah.” (HR. Abu Dawud no. 2437 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Dawud no. 2081)

. . . dianjurkan atas orang Islam pada hari-hari tersebut untuk bersungguh-sungguh dalam ibadahnya, di antaranya shalat, membaca Al-Qur’an, dzikrullah, memperbanyak doa, membantu orang-orang yang kesusahan, menyantuni orang miskin, . . .

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid –Salah seorang ulama besar Saudi Arabia- berkata, “Di antara musim ketaatan yang agung adalah sepuluh hari perama dari bulan Dzulhijjah, yang telah Allah muliakan atas hari-hari lainnya selama setahun. Dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhu, dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

"Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Daud dan  Ibnu Majah).

Hadits ini dan hadits-hadit lainnya menunjukkan bahwa sepuluh hari ini lebih utama dari seluruh hari dalam setahun tanpa ada pengecualian darinya, sampai sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadlan."

Syaikh Munajjid menambahkan, urgensi sepuluh hari pertama ini diperkuat dengan beberapa bukti di bawah ini:

1. Allah Ta’ala telah bersumpah dengannya. Dan bersumpahnya Allah dengan sesuatu menjadi dalil urgensinya dan besarnya manfaat. Allah Ta’ala berfirman,

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Ibnu Abbas, Ibnu al-Zubair, Mujahid, dan beberapa ulama salaf dan khalaf berkata: Bahwasanya dia itu adalah sepuluh hari pertama Dzil Hijjah. Ibnu Katsir membenarkan pendapat ini (Tafsir Ibni Katsir: 8/413)

2. Sesungguhnya Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam pernah bersaksi bahwa hari-hari tersebut adalah seutama-utamanya hari-hari dunia sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits shahih.

3. Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam menganjurkan untuk memperbanyak amal shalih di dalamnya. Sesungguhnya kemuliaan masa diperoleh oleh setiap penduduk negeri, sementara keutamaan tempat hanya dimiliki oleh jama’ah haji di Baitul Haram.

4. Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam juga memerintahkan untuk memperbanyak tasbih, tahmid, dan takbir pada sepuluh hari tersebut. Dari Ibnu Umar radhiyallaahu 'anhuma, dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.” (HR. Ahmad 7/224, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan isnadnya).

5. Di dalamnya terdapat hari Arafah. Hari 'Aradah adalah hari yang disaksikan yang di dalamnya Allah menyempurnakan ajaran dien-Nya sementara puasanya akan menghapuskan dosa-dosa selama dua tahun. 

6. Di dalamnya terdapat ibadah udhiyah (berkurban) dan haji.

Dalam sepuluh hari ini juga terdapat yaum nahar (hari penyembelihan) yang secara umum menjadi hari teragung dalam setahun. Hari tersebut adalah haji besar yang berkumpul berbagai ketaatan dan amal ibadah padanya yang tidak terkumpul pada hari-hari selainnya.

Sesungguhnya siapa yang mendapatkan sepuluh hari bulan Dzulhijjah merupakan bagian dari nikmat Allah yang besar atas hamba. Hanya orang-orang shalih yang bersegera kepada kebaikan lah yang bisa menghormatinya dengan semestinya. Dan kewajiban seorang muslim adalah merasakan nikmat ini, memanfaatkan kesempatan emas ini dengan memberikan perhatian yang lebih, dan menundukkan dirinya untuk menjalankan ketaatan. Sesungguhnya di antara karunia Allah Ta’ala atas hamba-Nya adalah menyediakan banyak jalan berbuat baik dan meragamkan berbagai bentuk ketaatan agar semangat seorang muslim kontinyu dan tetap istiqamah menjalankan ibadah kepada Tuhannya.

Macam-Macam Amalan yang Disyariatkan

Beberapa amal istimewa yang  selayaknya dikerjakan oleh seorang muslim pada sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah, di antaranya:

1. Berpuasa. Seorang muslim disunnahkan berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah karena Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sangat menganjurkan untuk beramal shalih pada sepuluh hari ini, dan puasa salah satu dari amal-amal shalih tersebut. Terlebih lagi, Allah Ta’ala telah memilih puasa untuk diri-Nya sebagaimana terdapat dalam hadits Qudsi, Allah Ta’ala berfirman,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Semua amal anak Adam untuk dirinya kecuali puasa, sungguh puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. al-Bukhari no. 1805)

Dan sungguh Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam melaksanakan puasa 9 Dzulhijjah. Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari sebagian istri Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعًا مِنْ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنْ الشَّهْرِ وَخَمِيسَيْنِ

“Adalah Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam melaksanakan puasa 9 Dzulhijjah, hari ‘Asyura, dan tiga hari setiap bulan serta senin pertama dari setiap bulan dan dua hari Kamis.” (HR. Al-Nasai dan Abu Dawud. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani Shahih Abi Dawud: 2/462)

2. Bertakbir. Disunnahkan membaca takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih selama sepuluh hari tersebut. Dan disunnahkan mengeraskannya di masjid-masjid, rumah-rumah, dan di jalan-jalan. Dan setiap tempat yang dibolehkan untuk dzikrullah disunnahkan untuk menampakkan ibadah dan memperlihatkan pengagungan terhadap Allah Ta’ala. Kaum laki-laki mengeraskannya sementara kaum wanita melirihkannya.

Allah Ta’ala berfirman,

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Hajj: 28) Menurut Juhmur ulama, makna al-ayyam al-ma’lumat adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, sebagaimana yang diriwatkan dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhuma, “Al-Ayyam al-Ma’lumat: Hari sepuluh."

Salah satu bentuk kalimat takbirnya adalah:

 الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر ولله الحمد

Dan masih ada lagi bentuk takbir yang lain.

3. Melaksanakan haji dan umrah. Sesungguhnya di antara amalan yang paling utama untuk dikerjakan pada sepuluh hari ini adalah berhaji ke Baitullah al-Haram. Maka siapa yang diberi taufik oleh Allah untuk melaksanakan haji ke Baitullah dan melaksanakan manasiknya sesuai dengan ketentuan syariat, maka dia mendapatkan janji –Insya Allah-  dari sabda Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, “Haji yang mabrur ridak ada balasannya kecuali surga.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

4. Melaksanakan amal-amal shalih secara umum. Sesungguhnya amal shalih dicintai oleh Allah Ta’ala. Dan ini pasti akan memperbesar pahala di sisi Allah Ta’ala. Maka barangsiapa yang tidak memungkinkan melaksanakan haji, maka hendaknya dia menghidupkan waktu-waktu yang mulia ini dengan ketaatan-ketaatan kepada Allah Ta’ala berupa shalat, membaca Al-Qur’an, dzikir, doa, shadaqah, berbakti kepada orang tua, menyambung tali persaudaraan, memerintahkan yang baik dan melarang yang munkar, dan berbagai amal baik dan ketaatan.

5. Berkurban. Di antara amal shalih pada hari yang kesepuluhnya adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih hewan kurban yang gemuk dan bagus, dan berinfak di jalan Allah Ta’ala.

6. Taubat Nasuha. Di antara yang sangat ditekankan pada sepuluh hari ini adalah bertaubat dengan benar-benar (taubatan nasuha), meninggalkan perbuatan maksiat dan melepaskan diri dari seluruh dosa.

Taubat adalah kembali kepada Allah Ta’ala dan meninggalkan apa saja yang dibenci-Nya yang nampak maupun yang tersembunyi sebagai bentuk penyesalan atas perbuatan buruk yang telah lalu, meninggalkan seketika itu juga, bertekad untuk tidak mengulanginya, dan beristiqamah di atas kebenaran dengan melaksanakan apa-apa yang dicintai oleh Allah Ta’ala.

Semoga kita diberikan kekuatan untuk senantiasa istiqomah dalam beribadah , Amiiin

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ] 
Semoga bermanfaat dan jangan lupa  tombol like , Terima Kasih
Baca selengkapnya ...

22 August 2017

Cara membuat Kisi-Kisi Soal

www.kabarmadrasah.com

Kabarmadrasah.com – Penilaian hasil belajar dilakukan secara terpadu sebagaimana dijelaskan di Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, bahwa maksud terpadu, berarti penilaian oleh pendidik   merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan  dari kegiatan pembelajaran.
Secara garis besar, fungsi penilaian hasil belajar diantaranya adalah :
1.    Alat untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Dengan fungsi ini maka penilaian harus mengacu pada rumusan tujuan pembelajaran sebagai penjabaran dari kompetensi mata pelajaran
2.    Umpan balik bagi perbaiakn proses belajar-mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan antara lain : dalam hal tujuan pembelajaran, kegiatan atau pemgalaman belajar siswa, strategi pembelajaran yang digunakan guru, media pembelajaran
3.    Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya. Dalam laporan tersebut  dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai bidang study atau mata pelajaran dalam bentuk nilaiprestasi yang dicapai

Dalam melakukan penilaian hasil belajar, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan yaitu :
1.    Penentuan tujuan tes
2.    Penyusunan Kisi-kisi
3.    Penulisan soal
4.    Penelaahan soal (validasi soal)
5.    Perakitan soal menjadi perangkat Tes
6.    Uji Coba soal termasuk analisisnya
7.    Bank soal
8.    Penyajian tes kepada siswa
9.    Skoring ( pemeriksaan jawaban siswa)

Kisi-kisi adalah suatau format berupa matriks yang memuat pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi suatu tes. Kisi-kisi berfungsi sebagai pedoman dalam penulisan soal dan atau dalam melakukan perakitan tes.
Syarat-syarat Kisi-kisi yang baik adalah sebagai berikut :

1.    Mewakili isi kurikulum / kemampuan yang akan diujikan
2.    Komponen-komponennya rinci, jelas dan mudah dipahami
3.    Soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indicator dan bentuk soal yang ditetapkan
Komponen kisi-kisi terdiri atas
A.    Kelompok Identitas
1.    Jenis Institusi/lembaga
2.    Program/Jurusan
3.    Bidang Study/mata pelajaran
4.    Tahun Pelajaran
5.    Kurikulum yang digunakan
6.    Jumlah Soal
7.    Bentuk soal

B.    Kelompok matriks
1.    Kompetensi dasar
2.    Materi yang akan dijadikan soal
3.    Indikator
4.    Nomor urut soal
Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah kemampuan minimal yang harus dikuasai siswa setelah mempelajari materi pelajaran tertentu. Kompetensiini diambil dari Kurikulum yang digunakan

Materi
Materi meruapakan bahan ajar yang harus dikuasaisiswa berdasarkan kompetensi yang akan diukur. Penentuan materi ( bahan ajar ) yang akan diambil disesuaikan dengan indicator yang akan disusun
Untuk pembuatan soal, kita harus bisa memilih materi esensial yang akan dikeluarkan dalam tes. 
Untuk memilih materi esensial kita dapat berpedoman pada kriteria-kriteria berikut ini :
1.    Merupakan materi lanjutan
2.    Pendalaman dari satu materi yang sudah dipelajari sebelumnya
3.    Merupakan materi penting yang harus dikuasai oleh siswa
4.    Merupakan materi yang sering dibutuhkan
5.    Untuk mempelajari bidang study lain
6.    Merupakan materi yang berkesinambungan yang terdapat pada semua jenjang kelas
7.    Merupakan materi yang memiliki nilai terapan dalam kehidupan sehari-hari

Indikator
Indicator berisi ciri-ciriperilaku yang dapat diukur sebagai petunjuk untuk membuat soal. Indicator dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dengan kata kerja operasional yang terukur dan dapat diobservasi

Untuk melengkapi artikel ini silakan download buku petunjuk penulisan kisi-kisi dan soal untuk SD/MI pada link di bawah ini yang kami peroleh dari blog guru kami
Download Juknis Penulisan Soal SD/MI


www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Mengenal Kecerdasan Manusia
Baca selengkapnya ...

21 August 2017

Mengenal Kecerdasan Manusia


www.kabarmadrasah.com
Kabarmadrasah.com – Beberapa penemuan terkait dengan kecerdasan diutarakan oleh beberapa peneliti barat antara lain :

1.IQ ( Intelligence Quotient )
Study tentang IQ ini pertama kali dipelopori oleh Sir Francis Galton dan kemudian disempurnakan oleh Alfred Binet dan Simon. Pada umumnya IQ mengukur kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan praktis, daya ingat (memory ), daya nalar ( reasoning ), perbendaharaan kata dan pemecahan masalah (vocabulary and problem solving ). IQ telah menjadi mitos sebagai satu-satunya alat ukur atau parameter kecerdasan manusia.

2.EQ (Emotional Intelligence )
Istilah ini dikenalkan oleh Daniel Goleman dengan menunjukkan bukti empiris dari penelitiannya bahwa orang-orang yang IQ tinggi tidak menjamin untuk sukses. Sebaliknya, orang yang memiliki EQ banyak ang menempati posisi kunci di dunia eksekutif.

3.SQ ( Spiritual Intelligence )
Istilah ini dipelopori oleh Dannah Zohar

Seorang professor dari Harvard University, Howard Gardner memperkenalkan delapan kecerdasan seseorang, yaitu :
1.  Linguistic intelligence : kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan menangkap kata-kata dan kemampuan menyusun kalimat
2.  Logical-mathematical intelligence : kemampuan menghitung, aritmatic, dan berpikir logis , analitis sampai pada system berpikir yang rumit
3.  Musical intelligence : kemampuan memahami nada music, komposisi
4.  Spatial intelligence : kemampuan untuk melihat sesuatu dalam perspektif (think inpicture ), mampu mempersepsi lingkungan, mengekpresikan gagasan dalam gambar, coretan atau lukisan

5. Bodily kinesthetic intelligence : kemampuan mengkoordinasikan fisik  tubuh utamanya kita lihat dalam gerak para atlit

6.  Interpersonal intelligence : kemampuan memahami orang lain

7.   Intrapersonal intelligence : kemampuan memahami emosinya sendiri

 8.  Naturalist intelligence : kemampuan mengenal benda-benda di sekitar


Namun dalam buku Trancendental Intellegente , penulis mengemukakan bahwa setidaknya manuasia terlahir dengan dibekali kecerdasan yang terdiri dari lima bagian utama kecerdasan, yaitu sebagai berikut :

1.       Kecerdasan Ruhaniyyah (Spiritual Intelligence ) : Kemampuan seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya, baik buruk dan rasa moral dalam caranya menempatkan diri dalam pergaulan

2.       Kecerdasan Intelektual  : kemampuan seseorang dalam memainkan potensi logika, kemampuan berhitung, menganalisa dan matematik ( Logical-mathematical Intelligence )

3.       Kecerdasan emosional ( Emotional Intelligence ) : Kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri ( sabar ) dan kemampuan dirinya untuk memahami irama, nada, music, serta nilai-nilai estetika

4.       Kecerdasan social : Kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain, baik individu maupun kelompok. Dalam kecerdasan ini termasuk pula interpersonal, intrapersonal skill, dan kemampuan berkomunikasi ( Linguistic intelligence )

5.       Kecerdasan Fisik ( bodily-kinesthetic intelligence ) : Kemampuan seseorang dalam mengkoordinasikan dan memainkan isyarat-isyarat tubuhnya.

Seluruh kecerdasan tersebut , harus berdiri di atas kecerdasan ruhaniyyah sehingga potensi yang dimilikinya menghantarkan diri kepada kemuliaan akhlak. Empat kecerdasan yang dikendalikan oleh hati nurani akan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan dan perdamaian dunia.

Dengan demikian, di dalam qalbu selain memiliki fungsi indrawi, di dalamnya ada ruhani, yaitu moral, dan nilai-nilai etika, artinya dialah yang menentukan tentang rasa bersalah, baik-buruk, serta mengambil keputusan berdasarkan tanggung jawab moralnya tersebut.


Demikian sekedar pengetahuan tentang Kecerdasan yang dimiliki manusia, untuk kita pelihara , kita ikhtiari dan syukuri agar selalu terkendali dalam rangka menjalani hidup sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh sang pencipta

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ] 
Semoga bermanfaat dan jangan lupa  tombol like , Terima Kasih

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Cara Penulisan Soal Ulangan/Ujian

Baca selengkapnya ...

19 August 2017

Cara Penulisan Soal

www.kabarmadrasah.com
Kabarmadrasah.com - Diantara tugas utama seorang guru adalah mempersiapkan perangkat pembelajaran, menyampaikan materi dan banyak tugas yang lain, tentunya penilain dan evaluasi merupakan tugas yang tidak kalah penting dari seorang guru.
Penilaian dilakukan untuk mengukur sejauh mana daya serap peserta didik terhadap materi yang telah disampaikan, sejauh mana keberhasilan Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) yang telah berjalan, untuk diukur dengan nilai-nilai tertentu,  untuk dilakukan remedial atau pengayaan atas hasil yang ada.Penilaian dimaksud di sini bisa berupa ulangan harian, ulangan tengah semester maupun ulangan Akhir semester/ Ulangan Kenaikan Kelas. Tentunya, dalam membuat soal ulangan ada kaidah-kaidah atau aturan penulisan agar bobot soal seimbang antara soal dengan kategori mudah, sedang dan sulit, baik itu soal dalam bentuk Pilihan ganda ( PG ), Isian, maupun Uraian, agar peserta didik dapat maksimal dalam mengerjakan soal dan tidak merugikannya. Apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam menulis soal ulangan?  Apa juga kelebihan dan kelemahannya? Yuk kita simak ulasan berikut ini…
A.    Piliha Ganda (PG )
        Keunggulan Pilihan ganda
1. Mengukur berbagai jenjang kognitif
2. Penskorannya mudah, cepat, objektif dan dapat mencakup runag lingkup bahan/materi/ KD yang   luas
3. bentuk ini sangat tepat untuk ujian yang pesertanya sangat banyak atau yang sifatnya massal
       Keterbatasan/Kelemahannya
  1. memerlukan waktu yang relatif lama untuk menulis soalnya
  2. sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi
  3. Terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban
    
      Beberapa aturan pembuatan soal pilihan ganda diantaranya adalah :
Dari Segi materi
  • Option / pilihan jawaban a,b,c atau d
  • Dari segi materi, soal  sesuai indicator yang ada
  • Indikator merujuk pada Kompetensi Dasar ( KD )
  • Soal homogen dan  logis
  • Hanya satu jawaban yang benar

Dari segi kontruksi/susunan kalimat
  • Soal Jelas dan tegas
  • Soal berupa pernyataan
  • Soal Jangan merujuk pada jawaban yang benar
  • Soal Jangan mengandung jawaban salah semua atau benar semua
  • Pilihan Homogen ( sejenis ) antara a, b, c atau d
  • Panjang jawaban relative sama antara pilihan a, b, c atau d
  • Pilihan tidak mengandung pernyataan
  • Jika ada gambar , table,grafik harus jelas tampilannya
  • Jika jawaban berkaitan angka dan waktu harus urut dari kecil ke besar atau besar ke kecilnya
  • Butir soal berkaitan dengan soal sebelumnya

B.    Isian Singkat
  • Soal berupa perintah melengkapi kalimat yang tidak sempurna
  • Isi yang ditanyakan sesuai dengan materi jenjang kelas yang bersangkutan
  • Bahasa baik dan benar sesuai Ejaan yang Disempurnakan ( EYD )
  • Jangan memakai bahasa setempat / bahasa daerah local kecuali mulok bahasa daerah
  • Jangan memakai bahasa gaul
  • Penulisan titik-titik pada soal isian singkat, jika di awal dan tengah kalimat berjumlah 3 titik
  • Penulisan titik-titik pada soal isian singkat, jika di akhir kalimat berjumlah 4 titik


C.    Uraian
Soal   uraian adalah suatu soal yang jawabannya menuntut siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan atau mengekpresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis. soal uraian terdiri dari soal uraian objektif dan soal uraian non objektif.
Uraian objektif merupakan rumusan soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian / konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. Sedangkan soal uraian non objektif merupakan rumusan soal yang menuntut sehimpunan jawaban berupa pengertian / konsep menurut pendapat masing-masing siswa, sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif.
Keunggulan soal uraian
1. Dapat mengukur kemampuan siswa dalam hal mengorganisasikan pikiran, mengemukakan pendapat, dan mengekpresikan gagasan-gagasan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat siswa sendiri
2. meningkatkan kemampuan siswa dalam menyatakan gagasan/pendapat
3. Penyusunan tes lebih mudah
4. faktor menebak jawaban dapat dikurangi
Keterbatasan : 
1. Jumlah materi yang ditanyakan terbatas
2. Waktu penskoran lama
3. Penskoran hanya dapat dilakukan oleh orang yang menguasai bidang study tersebut
4. penskoran relatif subjektif
5. Reliabilitas relatif lebih rendah dari pada bentuk soal Pilihan Ganda

Beberapa aturan pembuatan soal uraian antara lain :
Penulisan titik-titik pada soal uraian, jika di awal dan tengah kalimat berjumlah 3 titik
Penulisan titik-titik pada soal uraian, jika di akhir kalimat berjumlah 4 titik

Dari segi materi
  • Soal sesuai Indikator yang ada
  • Batasan dengan pernyataan dan jawaban
  • Gunakan kata Tanya jenis uraian ( sebutkan, apakah, mengapa, jelaskan dll)
  • Jawabannya berupa kalimat mengandung pola kalimat SPOK ( Subjek Predikat Objek Keterangan )

Dari segi Kontruksi
  • Gunakanlah kalimat pertanyaan denga kata Tanya : mengapa, sebutkan,jelaskan,bagaimana
  • Gunakan kalimat komunikatif yang bisa digunakan atau dipahami anak

Tentunya aturan-aturan ini belum sepenuhnya sempurna, untuk itu, bapak/Ibu Guru yang kebetulan sudah pernah mendapat sosialisasi atau pembekalan dalam penulisan pembuatan naskah soal, sudilah kiranya untuk saling berbagi dan menyempurnakan artikel ini, Semoga bermanfaat dan terima kasih

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Kelompok Kerja Guru ( KKG )
Baca selengkapnya ...

16 August 2017

Kelompok Kerja Guru (KKG)

www.kabarmadrasah.com

Kabarmadrasah.com – Bapak Ibu guru tentu sudah sangat akrab dengan istilah KKG, karena merupakan wadah para guru MI/SD dalam satu kecamatan untuk berbagi informasi , masalah, pengalaman dan lain sebagainya. KKG dapat dibedakan atas KKG MI/SD, KKG Penjas, KKG Agama. Tentu saja sebagai guru kelas, bapak Ibu paham bahwa KKG MI/SD beranggotakan guru kelas MI/SD, KKG Penjas beranggotakan guru Pendidikan Jasmani, sedangkan KKG Agama beranggotakan Guru-guru Agama. KKG bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui arena bertukar pikiran, pengalaman, dan informasi sehingga para guru dapat berkembang menjadi guru yang professional , yang mampu meningkatkan kreatifitas dan efektifitas dalam mengelola pembelajaran, sehingga mampu menemukan atau menciptakan inovasi dalam pembelajaran.
Sejalan dengan tujuan tersebut , KKG pada dasarnya merupakan kelompok kerja yang menfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas pembelajaran, yang selanjutnya diharapkan akan bermuara pada peningkatan mutu pendidikan. Peningkatan kualitas pembelajaran mencakup berbagai komponen yang saling terkait seperti kurikulum, perangkat pembelajaran, dan tentu saja pembelajarannya sendiri., termasuk evaluasinya.

Di samping mengembangkan perangkat pembelajaran, berbagai kegiatan lain dapat dilakukan guru melalui forum KKG antara lain
1.    Berbagi pengalaman tentang pembelajaran yang sudah dilaksanakan oleh guru, baik yang berupa praktek-praktek yang dianggap berhasil (best practices) maupun masalah yang perlu dipecahkan bersama-sama.. Kegiatan seperti ini dapat dijadwalkan secara teratur , sehingga setiap anggota KKG dapat menyampaikan pengalamannya. Pengalaman yang menyenangkan dapat dimodelkan kembali atau kalau mempunyai rekaman/video dapat diputarkan, sehingga para anggota dapat menghayati pengalaman tersebut. Masalah pembelajaran yang muncul dapat dianalisis bersama-sama, sehingga terungkap akar penyebabnya, kemudian bersama-sama dipikirkan cara mengatasinya.
2.    Berbagi informasi tentang model-model pembelajaran terbaru.
Guru merupakan ujung tombak pembaharuan, oleh karena itu, seyogianya guru selalu berusaha memperluas wawasannya melalui berbagai cara. Jika seorang guru mendapat informasi atau pernah mengikuti pelatihan tentang model-model pembelajaran, guru tersebut dapat menyajikan pengalamannya dalam pertemuan KKG, atau mengundang orang yang dianggap ahli dalam model pembelajaran tersebut.
3.    Penelitian mengenai kinerja guru menunjukkkan bahwa para guru , termasuk guru MI/SD masih banyak yang mempunyai masalah dalam menyajikan konsep tertentu.
Oleh karena itu, KKG seyogianya juga berupaya menyentuh “metodik khusus’ mata pelajaran tertentu atau yang dalam bahasa asing disebut “ pedagogical content”. Misalnya, bagaimana mengajarkan konsep pecahan di kelas 3, bagaimana mengajarkan ketrampilan berbahasa Indonesia, atau bagaimana mengajarkan demokrasi di kelas 6. Demikian pula cara menangani anak-anak yang bermasalah seyogianya dijadikan agenda dalam kegiatan KKG. Sehubungan dengan hal ini, guru-guru dalam forum KKG dapat membentuk kelompok-kelompok kecil yang masing-masing menggarap bidang-bidang yang paling dikuasainya. Hasil kerja setiap kelompok dipresentasikan dalam KKG, didiskusikan, disimulasikan bila perlu, dan kemudian dicobakan oleh masing-masing guru. Setiap kelompok dapat berkonsultasi dengan pakar pembelajaran yang dianggap kompeten.
4.    Menyelenggarakan Seminar Ilmiah merupakan satu kegiatan yang dapat diprakarsai oleh KKG.
Sebagai guru MI/SD , topic seminar sebaiknya berkisar pada masalah pembelajaran di MI/SD dan topic-topik pendidikan lainnya yang sedang hangat seperti penerapan Kurikulum 2013 edisi revisi 2017, administrasi sertifikasi, pendidikan profesi atau pendekatan terbaru dalam pembelajaran. Pembicara seminar dapat berasal dari guru yang mungkin menyajikan laporan PTK atau dari pakar lain yang relevan. Seminar dapat melibatkan guru dari satu kabupaten/kota, dan jika mampu dapat menjangkau wilayah yang lebih luas misalnya propinsi.

Beberapa wadah peningatan profesionalitas guru selain KKG diantaranya adalah : LPMP ( Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, klinik Pembelajaran (KP ), Lembaga Pendidikan tenaga kependidikan ( LPTK ) , Persatuan Guru republic Indonesia ( PGRI ) dan Kursus-kursus.

Demikian artikel tentang Kelompok Kerja Guru ( KKG ) semoga bermanfaat, tentunya bagi peningkatan profesionalitas guru dan peningkatan mutu madrasah/sekolah di wilayah kita khusunya, dan Pendidikan Indonesia pada umumnya

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ] 
Semoga bermanfaat dan jangan lupa klik  tombol like dan share  di bawah ini  , Terima Kasih

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :MI NU Miftahul Falah Peduli Kesehatan
Baca selengkapnya ...

13 August 2017

MI NU Miftahul Falah Peduli Kesehatan


Kabarmadrasah.com- Sudah menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen madrasah dan masyarakat bahwa kesehatan itu penting. Bukan hanya sebagai pribadi, madrasah sebagai salah satu instansi pendidikan pun terus berupaya untuk meningkatkan cipta kondisi sehat di lingkungan madrasah agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lancar tanpa ada gangguan kesehatan dari stakeholder yang ada baik itu kesehatan fisik dan mental
Beberapa program madrasah diluncurkan untuk menunjang terciptanya kondisi kesehatan adalah
1. Sabtu Bersih

www.kabarmadrasah.com
Sabtu Bersih
Sabtu bersih merupakan kegiatan bersih-bersih massal semua peserta didik dari kelas 1 sampai kelas 6, seluruh dewan guru / pendidik dan tenaga kependidikan yang ada bersama-sama kerja bhakti untuk membersihkan lingkungan , mencabut rumput liar, menyapu ruang kelas dan halaman, membersihkan sarang laba-laba dan menyiram tanaman yang ada. Juga tidak ketinggalan menata segala perabotan yang berserakan atau memilah administrasi yang sudah tidak digunakan lagi. Kegiatan sabtu bersih adalah bentuk scanning / semacam finishing bulanan dari kegiatan bersih-bersih harian yang selalu dilaksanakan sebagai rutinitas piket harian peserta didik dan dewan pendidik, dan tidak lupa peran tenaga kebersihan madrasah yang nyaris tidak ada kata “ libur” dalam seminggunya, karena selain hari efektif sabtu – kamis , ternyata Jum’at pun bukan hari Libur bagi tenaga kebersihan madrasah,lebih-lebih bahwa madrasah Miftahul Falah merupakan madrasah yang tidak pernah sepi dari kegiatan pembelajaran karena di pagi hari digunakan pembelajaran oleh MI NU Miftahul Falah. Di siang hari digunakan KBM Madin NU Miftahul Falah, dan di sore hari oleh KBM TPQ NU Miftahul Falah  
      
       2. Sabtu Sehat
www.kabarmadrasah.com
Sabtu sehat
Sabtu Sehat merupakan bagian dari program menjaga kesehatan semua warga madrasah dengan melaksanakan senam bersama. Sabtu sehat bagian dari kelanjutan jam penjaskes di dalam setiap KBM /pembelajaran di dalam ruang kelas. Kegiatan ini dilaksanakan setelah usai do’a bersana Asmaul Husna. Dalam posisi barisan yang belum bubar usai berdo’a peserta didik dibentuk barisan besar dengan merentangkan tangan ke kanan dan ke kiri untuk membentuk posisi yang luas dan leluasa agar tidak saling bertabrakan dan bergesekan saat melakukan gerakan-gerakan senam. Sabtu sehat tentunya membuat peserta didik senang , riang dan sehat , kepenatan selama seminggu , kejenuhan di dalam kelas seakan terbayarkan dengan rileks di luar kelas dengan gerakan senam, Peserta didik menirukan gerakan instruktur dari Bapak dan Ibu guru yang berada di posisi depan , bagi yang kesulitan mengikuti gerakan, bagi mereka diperbolehkan untuk “ asal gerak’ atau dalam istilah lain’ sing penting obah”. Kadang juga SKJ , terkadang juga senam yang bersifat menghibur semisal Senam Pinguin yang gerakannya sangan mudah sekali

3. Layanan Kesehatan Terpadu
www.kabarmadrasah.com
Pengarahan Ibu Sri Faqih ( kepala Puskesmas Ngemplak Undaan)

Jalinan kerjasama dengan instansi kesehatan sangat digalakkan yaitu dengan Puskesmas Ngemplak Undaan, baik secara rutin maupun incidental sesuai kebutuhan. Seksi UKS madrasah tentu berperan penting dalam hal ini, baik dalam hal administrative, pembinaan Dokter Kecil, Lomba – lomba dan Imunisasi rutin yang dibutuhkan peserta didik, baik imunisasi campak, tetanus dan yang baru saja dalam bulan Agustus 2017 ini adalah Imunisasi Rubella, semua berjalan lancar
Begitu perhatian madrasah dalam hal kesehatan warga madrasah agar proses KBM berjalan lancar, dan berhasil pendidikan sesuai visi dan misi madrasah.
Demikian sekilas program kesehatan semoga bermanfaat bagi semua dan menginspirasi bagi madrasah lain

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ] 
Semoga bermanfaat dan jangan lupa  tombol like , Terima Kasih

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel : Menyemai kader nahdhiyyah dengan Tahlil
Baca selengkapnya ...

12 August 2017

Menyemai Kader Nahdhiyyah Melalui Program Tahlil Rutin

www.kabarmadrasah.com
Kegiatan Tahlil Rutin Hari Kamis
Kabarmadrasah.com- Komitmen MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Undaan Kudus sebagai salah satu madrasah NU dalam membentuk kader yang Unggul dalam Mutu dan Santun dalam Pekerti antara lain membumikan sejak dini budaya Tahlil sebagai salah satu program unggulan madrasah, untuk melatih peserta didik mempunyai karakter yang tangguh di kemudian hari setelah beranjak dewasa sehingga tidak mudah goyah dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan tantangan zaman.
Program tahlil ini, dilaksanakan setiap hari kamis dengan imam tahlil yang sudah dijadwal oleh Kepala Madrasah, berlokasi di serambi masjid jami’ Assu’ada Undaan Tengah. Anak-anak berbaris rapi membuat shof-shof menghadap kiblat dan mengikuti bacaan imam tahlil  dengan khidmat.
Setidaknya , dalam program tahlil peserta didik diajarkan untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta, selain itu ada nilai cinta kepada keluarga yang sudah meninggal dan nilai berbakti kepada kedua orang tua dengan memanjatkan doa kepada Allah untuk sesepuh madrasah, para guru dan orang tua yang telah mendahului menghadap Allah SWT ( wafat ).Semoga Allah menerima amal ibadah mereka, mengampuni dosa dan kehilafan mereka, serta mengangkat derata mereka disisi-Nya.

Dalam konteks pendidikan kenegaraan,  Tahlilan ternyata tidak hanya mengandung nilai-nilai ibadah, tetapi terdapat juga pesan-pesan filosofis yang ingin disampaikan kepada generasi berikutnya.
Pesan-pesan filosofis inilah yang menarik untuk dikaji dalam multi dimensi kehidupan manusia. Tahlil dalam bingkai pengamalan dasar negara yaitu Pancasila.

Tahlil berasal dari kata “Hallala–Yuhallilu–Tahliilan” yang berarti membaca “Laa Ilaaha Illallah”. Inti Tahlil terdapat pada bacaan kalimat tauhid “Laa Ilaaha illallah”. Orang islam Indonesia biasa menyebut dengan istilan “Tahlilan” dengan menambahkan akhiran “an” di belakangnya, artinya melakukan atau mengadakan Tahlil.

Program Tahlil di madrasah ini, mempunyai maksud untuk menanamkan nilai-nlai filosofi pengamalan Pancasila yang terkandung dalam kegiatan tahlilan, diantaranya adalah
Dalam Tahlilan, surat al-Quran pertama yang dibaca adalah al-Ikhlash. Inti dari surat al-Ikhlash mengadung tuntunan meng-esakan Allah SWT dalam segala aspeknya. Mulai dari esa dalam Dzat-Nya, esa dalam posisi sebagai tempat berlindung atau bersandar, sampai esa dari hal yang menyamai-Nya. Ini selaras dengan sila pertama dari pancasila, yaitu “Ketuhanan yang Maha Esa”.  Ketika surat al-Ikhlash dibaca dan diamalkan, maka nilai-nilai sila pertama tercakup di dalamnya.

Ada aturan tidak tertulis dalam pelaksanaan Tahlilan secara jama’ah, setiap anggota jama’ah mempunyai hak sama dalam pelayanan shahibul bait, mulai dari tempat sampai konsumsi. Semua jama’ah diperlakukan sama tanpa memandang status social yang disandang individu jama’ah. Alangkah indah aturan tidak tertulis ini, dianggap tidak etis jika ada jama’ah yang menonjolkan status social di majlis tahlilan, mereka duduk bersama, mendapat pelayanan yang sama dan mempunyai hak yang sama. Ini semua merupakan perwujudan dari sila kedua Pancasila “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Langsung atau tidak langsung, sengaja ataupun tidak, yang jelas jama’ah telah diarahkan untuk mengamalkan sila kedua dari Pancasila tersebut.

Tradisi yang ada, sebelum dan sesudah pembacaan Tahlil, biasanya para jama’ah bercengkrama dengan penuh keakraban dan canda-gurau sambil menikmati hidangan yang disuguhkan tuan rumah. Keakraban, rasa persaudaraan dan perasaan senasib muncul dari kebiasaan ini. Persatuan antar jama’ah terjalin erat dan terpelihara tanpa paksaan dan muncul secara otomatis di majlis Tahlilan. Jika perbicara sila ke tiga dari Pancasila “Persatuan Indonesia” maka salah satu bentuk pengamalannya nyata ada dalam tradisi Tahlilan. Memang jama’ah terkadang tidak merasa bahwa sebenarnya mereka telah mengamalkan sila ketiga, tapi teradisi ini dibangun oleh salafush shaleh dan terus berkesinambungan sampai hari ini. Pada akhirnya persatuan dan kesatuan tertanam di kalangan jama’ah sekaligus berkesesuain dengan sila ketiga.

Tradisi cengkrama di atas posisinya di luar pembacaan Tahlil, saat Tahlil dibaca, maka ada salah satu jama’ah yang memimpin pembacaan Tahlil, meskipun semua jama’ah hafal semua kalimah thaiyibah yang ada dalam tahlilan. Secara otomatis mereka dilatih untuk menjadi pemimpin dan terpimpin yang baik.Tidak satupun jama’ah berani mengeraskan bacaan yang bertentangan dengan bacaan imam Tahlil. Bisa saja seandainya para jama’ah membaca kalimah thaiyibah sendiri-sendiri tanpa ada yang jadi imam, karena masing sudah hafal bacaan yang ada, tapi nilai edukasi dan filosofis luhur terdapat pada adanya imam dalam pembacaan Tahlil.

Di samping itu, tradisi di atas tak jarang menjadi ajang musyawarah untuk menentukan langkah-langkah kegiatan social dan keagamaan di daerahnya. Banyak keputusan ataupun pemecahan masalah daerah lahir dari majlis Tahlilan. Musyawarah non formal ini sangat efektif dan efisien tanpa harus mengorbankan waktu dan biaya secara khusus. Ini semua merupakan bentuk dari pengamalan dari sila ke empat dari Pancasila “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaran / perwakilan”.

Berkaitan dengan hak jama’ah, mereka mempunyai bagian yang sama dalam pelayanan akomodasi dan konsumsi. Kaya ataupun miskin “berkat”nya sama, jatah konsumsinya sama dan tempat duduknya sama. Ini merupakan bentuk pengamalan dan pembelajaran konsep keadilan. Kebiasaan ini sudah lama berjalan dan sudah menjadi aturan tidak tertulis bahkan tertanam dengan penuh keikhlasan dan kesadaran penuh di masing-masing jama’ah. Jika kita lihat bunyi sila ke lima Pancasila “Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia” maka tradisi ini merupakan bentuk pengamalan hakiki dari sila ke lima Pancasila.

Semoga program tahlil setiap hari Kamis dalam setiap minggunya ini menjadi jariyah kita, para guru madrasah dan para sesepuh bagi lahirnya generasi yang nahdhiyyah dan cinta tanah air.

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ] 
Semoga bermanfaat dan jangan lupa  tombol like , Terima Kasih

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

08 August 2017

RPP SD/MI Kelas 1 Kurikulum 2013 revisi 2017


www.kabarmadrasah.com
Kabarmadrasah.com - RPP Kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2017 tentunya masih dalam tahap pengembangan. Kita sebagai pendidik dituntuk untuk mampu berinovasi dan berkreasi dalam menyesuaikan RPP Kurikulum 2013 yang terdahulu dengan kebutuhan yang ada setelah ada revisi 2017.
Diantara perbaikan format dalam edisi revisi 2017 yang berbeda dengan RPP sebelumnya adalah sebagai berikut :
Di dalamnya mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di dalam pembelajaran. karakter yang wajib dimasukkan terutama 5 karakter antara lain
  • Keagamaan
  • Kebangsaan
  • mandiri
  • Gotong royong
  • Integritas 
Untuk mendownload file, silakan klik pada link-link di bawah ini :

RPP Kelas 1 Tema 1
A. Sub Tema 1
  1.  RPP Kelas 1 Tema 1 Sub Tema 3 Pembelajaran 1 
  2.  RPP Kelas 1 Tema 1 Sub Tema 3 Pembelajaran 2 
  3.  RPP Kelas 1 Tema 1 Sub Tema 3 Pembelajaran 3
  4.  RPP Kelas 1 Tema 1 Sub Tema 3 Pembelajaran 4 
  5.  RPP Kelas 1 Tema 1 Sub Tema 3 Pembelajaran 5 
  6.  RPP Kelas 1 Tema 1 Sub Tema 3 Pembelajaran 6 
Demikian untuk sementara yang bisa kami posting semoga bermanfaat bagi kita semua

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ] 
Semoga bermanfaat dan jangan lupa  tombol like , Terima Kasih
     
Baca selengkapnya ...

04 August 2017

Ektrakurikuler tingkatkan disiplin siswa


Kabarmadrasah.com - Menurut Kamus Bahasa Indomesia, disiplin diartikan sebagai “ latihan batin dan watak dengan maksud supaya segala hal perbuatan selalu menaati tata tertib, ketaatan pada aturan dan tata tertib. Dari definisi tersebut, tampak beberapa aspek yang terkandung di dalam pengertian disiplin.
Latihan Ektrakurikuler

  • Disiplin merupakan latihan batin dan watak yang erat kaitannya dengan pemerkayaan mentalitas individu serta pembentukan sikap dan perilakunya
  • Disiplin merupakan perbuatan atau perilaku untuk menaati tata tertib

Poerwadarminta melihat disiplin sebagai sebuah bentuk “latihan”, padahal yang sesungguhnya yang terjadi justru disiplin itu merupakan hasil dari sebuah latihan,kebiasaan-kebiasaan.
Selanjutnya harus diingat bahwa di dalam perilaku atau oerbuatan disiplin terkandung pemahaman dan pengertian yang jauh lebih mendalam dari hanya sekedar hasil latihan atau mengetahui perilaku disiplin dari bentuk luarnya saja. Karena sebuah perilaku dapat saja sebuah tipuan,rekayasa atau perilaku yang berpura-pura.

www.kabarmadrasah.com
Latihan Pramuka setiap jum'at
Kedisiplinan merupakan pondasi utama suksesnya pendidikan. Disiplin terhadap waktu,disiplin terhadap proses belajar, disiplin terhadap anggaran atau disiplin terhadap apapun dalam ruang lingkup manapun. Suatu sistem akan berhasil dan optimal jika dorong oleh sikap disiplin yang membudaya. terutama bagi suatu sekolah, disiplin merupakan komponen fital yang harus di utamakan. jika suatu sekolah kurang mengutamakan kedisiplinan maka dapat dipastikan program-program sekolah akan menghasilkan nilai yang kurang signifikan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan kediplinan siswa adalah melalui ekstrakurikuler sekolah. sebagian orang berpendapat  bahwa ekstrakurikuler merupakan jembatan sekaligus solusi untuk menempa kedisiplinan siswa. bagi seorang pendidik tentu sikap disiplin merupakan sikap harus ditanamkan. dan kami  merasakan bahwa lebih mudah menanamkan sikap disiplin kepada siswa yang memang aktif berorganisasi ketimbang menanamkan disiplin kepada siswa yang tidak ikut organisasi. Seorang siswa yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti memiliki sikap kedewasaan yang lebih tinggi, Mereka bertanggung jawab, aktif dan energic.

Saat mengajar merekapun rasanya sangat sejalan dengan tujuan kurikulum berkarakter,  dalam artian bahwa proses mengajar akademik dan mendidik karakter tidak  saling tumpang tindih dan terhambat. Saat mengajar siswa yang tidak aktif ektrakurikuler sangat berbeda sekali. terkadang kita harus masuk ke zona dilematis antara akademik dan karakter. penerapan terhadap suatu metode pun sangat terasa berbeda. siswa yang aktif berorganisasi lebih cepat mengikuti berbagai instruksi atau prosedur suatu metode ketimbang siswa yang tidak aktif berorganisasi.mereka fokus pada tujuan, cepat tanggap dan aktif.  Pembina Ektrakurikuler  menyatakan bahwa dalam tubuh organisasi yang paling diutamakan adalah disiplin. siswa yang masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler akan mendapat tempaan sikap disiplin yang lebih banyak. baik itu waktu, sikap ataupun cara. secara fisik dan mental pelatihan-pelatihan ektrakurikuler selalu bersinggungan dengan kedisiplinan. dan hal ini membentuk karakter siswa dalam kondisi yang lebih matang. para siswa yang ikut ekstrakurikuler, kemandiriannya juga ditempa, kepercayaan diri mereka juga dibina. yang pemalu menjadi percaya diri, yang penakut menjadi pemberani, yang pasif menjadi aktif, yang anak mami menjadi mandiri. Pembina Ektrakulrikuler  juga menyatakan " lihat saja dari cara berpenampilan/memakai seragam sekolah. siswa yang ikut ektrakurikuler pasti bajunya dimasukan dengan atribut sekolah yang lengkap plus sikap yang aktif ala budaya timur (sopan)." dalam hal proses pencarian jati diri para remaja yang labil. pembina juga berkesimpulan bahwa remaja labil yang mencari jati diri cenderung meniru dan mudah terpengaruh. sedangkan dalam organisasi. semua yang ditiru adalah hal-hal yang positif. seperti : kedisiplinan, prestasi, sikap mandiri, kematangan berpikir dan sikap bertanggung jawab. " melalui kegiatan ektrakurikuler sikap labil, rasa penasaran dan ingin tahu yang besar para remaja diarahkan untuk hal-hal yang bersifat positif. menyalurkan bakat dan minat  siswa untuk kemudian meraih prestasi.
Demikian semoga bermanfaat

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ] 
Semoga bermanfaat dan jangan lupa  tombol like , Terima Kasih
  

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Sekolah Ndeso muridnya lintas Desa
Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com