Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News

30 September 2023

Penilaian Harian Bersama di Madrasah

 

Penilaian harian bersama atau disebut PHB di madrasah  adalah penilaian yang dilakukan secara bersamaan oleh semua peserta didik di madrasah pada mata pelajaran yang sama sesuai jadual yang telah dibuat oleh madrasah / kesepakatan tingkat KKMI. Penilaian ini biasanya dilakukan pada pertengahan semester atau akhir semester untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik selama periode tersebut.


Penilaian harian bersama (PHB) di madrasah dapat dilakukan secara daring atau luring. Jika dilakukan secara daring, peserta didik akan mengerjakan soal ulangan melalui aplikasi atau website atau Goggle Form  yang disediakan oleh madrasah. Jika dilakukan secara luring, peserta didik akan mengerjakan soal ujlangan  di kelas atau di laboratorium komputer.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian harian bersama di madrasah :

1. Soal PHB harus disusun oleh guru mata pelajaran yang kompeten dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
2. Soal PHB harus sesuai dengan kompetensi dasar yang ingin diukur.
3. Soal PHB harus beragam dan menarik untuk dikerjakan oleh peserta didik.
4. Waktu pengerjaan soal PHB harus cukup bagi peserta didik untuk menyelesaikannya dengan baik.
5. Pengawasan selama PHB harus dilakukan dengan ketat untuk mencegah kecurangan.

 

Adapun manfaat dari penilaian harian bersama  (PHB )di madrasah antara lain:

a. Mengetahui capaian kompetensi peserta didik pada setiap mata pelajaran di tengah semester gasal atau akhir semester.
b. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
c. Memberikan umpan balik kepada peserta didik dan guru untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Penilaian harian bersama di madrasahx merupakan salah satu bentuk penilaian yang penting untuk dilakukan. Penilaian ini dapat memberikan informasi yang berharga kepada guru dan peserta didik tentang pencapaian hasil belajar. Selain itu, penilaian ini juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan transparansi pendidikan.

 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

29 September 2023

Kekerasan verbal dan Superioritas harus dihentikan

 

Kabarmadrasah.com- Pernahkah kita  mendengar tentang kekerasan verbal?  Tindakan apa saja yang termasuk kekerasan verbal? Dan bagaimana cara menghadapinya? Yuk kita simak ulasan berikut ini :


Kekerasan verbal dan superioritas merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kekerasan verbal adalah penggunaan kata-kata untuk menyakiti atau merendahkan orang lain, sedangkan superioritas adalah perasaan atau keyakinan bahwa seseorang lebih baik daripada orang lain..

Kekerasan verbal dapat digunakan untuk menunjukkan superioritas seseorang atas orang lain. Orang yang menggunakan kekerasan verbal biasanya merasa bahwa mereka lebih baik dari orang lain, dan mereka ingin menunjukkannya dengan cara merendahkan atau menyakiti orang lain.

 Kekerasan verbal dapat digunakan untuk mendapatkan kekuasaan atau kontrol atas orang lain, atau untuk mengekspresikan kemarahan atau kebencian.

Dalam keseharian, kekerasan verbal sering digunakan sebagai cara untuk menunjukkan superioritas. Misalnya, seseorang yang merasa superior secara intelektual mungkin akan merendahkan orang lain dengan mengatakan bahwa mereka bodoh atau tidak tahu apa-apa. Seseorang yang merasa superior secara fisik mungkin akan mengancam orang lain dengan kekerasan. Dan seseorang yang merasa superior secara sosial mungkin akan menghina orang lain dengan mengatakan bahwa mereka tidak layak atau tidak pantas.


Berikut adalah beberapa contoh kekerasan verbal yang dapat digunakan untuk menunjukkan superioritas:

1. Menyindir atau mengolok-olok.

Menyindir atau mengolok-olok seseorang adalah cara untuk merendahkan harga dirinya. Misalnya, seseorang mungkin akan menyindir penampilan seseorang, kemampuan mereka, atau pencapaian mereka.

2. Mengancam.

Mengancam seseorang adalah cara untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki kendali atas mereka. Misalnya, seseorang mungkin akan mengancam untuk menyakiti seseorang secara fisik atau emosional.

3. Meremehkan.

Meremehkan seseorang adalah cara untuk menunjukkan bahwa seseorang tidak menganggap mereka penting. Misalnya, seseorang mungkin akan mengatakan bahwa pendapat seseorang tidak penting atau bahwa mereka tidak layak untuk didengarkan.

4. Seorang bos meneriaki karyawannya karena melakukan kesalahan

5. Seorang teman menghina penampilan teman lainnya

6. Seorang anak mengejek teman sekelasnya karena berasal dari keluarga miskin

7. Seorang pasangan memaki pasangannya karena tidak memenuhi ekspektasi

8. Seorang pemimpin menggunakan kata-kata kebencian untuk menyerang kelompok minoritas

 

Kekerasan verbal dapat mengakibatkan  dampak yang signifikan pada korban. Antara lain  seperti:

a)    Dampak emosional.

Kekerasan verbal dapat menyebabkan korban merasa malu, tertekan, dan putus asa.

b)    Dampak sosial.

 Kekerasan verbal dapat membuat korban merasa terisolasi dan kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain.

c)     Dampak fisik.

Kekerasan verbal dapat menyebabkan korban mengalami stres, sakit kepala, dan masalah pencernaan.

.

Kekerasan verbal dapat terjadi dalam berbagai konteks, seperti:

1.   Di rumah, misalnya antara pasangan, orang tua dan anak, atau saudara kandung.

2.   Di sekolah, misalnya antara siswa dengan siswa, guru dengan guru, atau staf sekolah.

3.   Di tempat kerja, misalnya antara atasan dan bawahan, atau rekan kerja.

4.   Di media sosial, misalnya dalam komentar atau pesan.

Kekerasan verbal adalah masalah serius yang dapat berdampak negatif pada korban. Penting untuk menyadari tanda-tanda kekerasan verbal dan untuk mengambil tindakan untuk menghentikannya.Berikut adalah beberapa cara untuk menghadapi kekerasan verbal:

a.   Jangan biarkan orang lain memperlakukan Anda dengan cara yang tidak pantas.

b.   Katakan kepada orang tersebut bahwa Anda tidak akan menerima perlakuannya.

c.    Jauhkan diri dari orang tersebut.

Kita semua memiliki peran untuk memerangi kekerasan verbal. Dengan menyadari tanda-tanda kekerasan verbal dan mengambil tindakan untuk menghentikannya, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan lebih adil bagi semua orang.

 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

28 September 2023

Minat baca buku siswa , masih di level amankah?

 

Kabarmadrasah.com- Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini sangat berdampak pada minat baca buku siswa. Diakui atau tidak minat baca buku kian semakin menurun. Adanya perpustakaan sekolah hanya sebagai pelengkap sarana saja. Ini perlu menjadi perhatian pihak sekolah/madrasah agar tidak kebablasan hilang minat bacanya.


        Budaya baca buku di perpustakaan sekolah merupakan salah satu hal penting yang perlu didorong dan dikembangkan. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana penting yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat baca siswa. 

        Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendorong budaya baca buku di perpustakaan sekolah, antara lain:

  • Menyediakan koleksi buku yang beragam dan berkualitas

Koleksi buku yang beragam dan berkualitas akan menarik minat siswa untuk membaca. Perpustakaan sekolah dapat menyediakan berbagai jenis buku, mulai dari buku fiksi, nonfiksi, hingga buku pelajaran. Selain itu, koleksi buku juga harus berkualitas dan sesuai dengan minat siswa.


  • Menciptakan suasana perpustakaan yang nyaman

Suasana perpustakaan yang nyaman akan membuat siswa betah untuk membaca. Perpustakaan sekolah dapat ditata dengan baik dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti kursi yang nyaman, meja yang cukup luas, dan pencahayaan yang baik.

  • Melakukan kegiatan literasi yang menarik

Kegiatan literasi yang menarik akan membuat siswa lebih bersemangat untuk membaca. Perpustakaan sekolah dapat mengadakan berbagai kegiatan literasi, seperti lomba membaca, storytelling, dan diskusi buku.

  • Mendorong peran guru dalam meningkatkan minat baca

Guru memiliki peran penting dalam meningkatkan minat baca siswa. Guru dapat memberikan contoh dan motivasi kepada siswa untuk membaca. Selain itu, guru juga dapat memberikan tugas-tugas yang mengharuskan siswa untuk membaca.

Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk mendorong budaya baca buku di perpustakaan sekolah:

  • Jam baca

Jam baca adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara rutin di perpustakaan sekolah. Kegiatan ini dapat dilakukan selama 15-30 menit sebelum jam pelajaran dimulai atau di akhir jam pelajaran.

  • Perpustakaan keliling

Perpustakaan keliling adalah kegiatan membawa koleksi buku perpustakaan ke kelas-kelas. Kegiatan ini dapat dilakukan untuk memperkenalkan buku-buku baru kepada siswa.

  • Pojok baca

Pojok baca adalah tempat di luar perpustakaan sekolah yang disediakan untuk membaca. Pojok baca dapat dibuat di taman sekolah, kantin sekolah, atau ruang kelas.

  • Kegiatan literasi berbasis teknologi

Perpustakaan sekolah dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan minat baca siswa. Misalnya, perpustakaan sekolah dapat membuat website atau aplikasi perpustakaan digital yang dapat diakses oleh siswa dari mana saja.

Dengan adanya berbagai upaya tersebut, diharapkan budaya baca buku di perpustakaan sekolah dapat meningkat. Hal ini akan berdampak positif bagi siswa, yaitu meningkatkan pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan berkomunikasi.

 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

27 September 2023

Yuk lakukan ini agar anak kita rajin belajar

 

        Kabarmadrasah.com- Menjadi orang tua dituntut serba bisa dalam menghadapi tantangan. Tidak terkecuali saat kita mempunyai anak dalam masa belajar di sekolah dasar, dimana secara psikologis belum dewasa untuk menentukan kebutuhan belajarnya.


        Untuk itu, yuk kita lakukan trik-trik berikut agar anak kita rajin belajar di rumah antara lain sebagai berikut :

        1.   Temukan alasan mengapa anak perlu belajar.

     Banyak anak malas belajar karena mereka belum tahu untuk apa belajar. Orang tua dapat membantu anak menemukan alasan belajar dengan mengajak mereka berdiskusi tentang tujuan belajar, baik untuk masa depan mereka maupun untuk kehidupan sehari-hari.

        2.   Buat suasana belajar yang menyenangkan.

          Orang tua dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan cara:

a. Mendesain ruang belajar yang nyaman dan rapi.
b. Menyiapkan perlengkapan belajar yang lengkap dan memadai.
c. Menyediakan sumber belajar yang menarik dan sesuai dengan minat anak.
d. Menemani anak belajar dan memberikan dukungan.

, dan dilengkapi dengan berbagai media belajar yang menarik.

        3.   Mulai belajar dari materi yang mudah.

Anak-anak akan lebih mudah memahami materi yang baru jika mereka sudah memahami materi dasar yang terkait. Orang tua dapat membantu anak memulai belajar dari materi yang mudah dan bertahap meningkat ke materi yang lebih sulit.

        4.   Menemani anak dalam belajar.

 Menemani anak belajar akan membantu anak untuk tetap fokus dan termotivasi. Orang tua dapat menemani anak belajar dengan cara:

·       Membantu anak memahami materi pelajaran.
·       Memberikan latihan soal.
·       Mengawasi anak belajar

        5.   Belajar sambil bermain.

        Belajar sambil bermain akan membuat anak lebih mudah memahami materi pelajaran. Orang tua dapat mengajak anak belajar sambil bermain dengan cara:

  • a.        Menggunakan permainan edukatif yang bersifat mendidik
  • b.      Membuat permainan sendiri yang disesuaikan dengan kesenangannya
  • c.       Menjadikan belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan.

        6.   Gunakan alat peraga.

        Alat peraga dapat membantu anak untuk memahami materi pelajaran secara lebih konkret dan menarik. Orang tua dapat menggunakan alat peraga yang tersedia di rumah atau membuat sendiri alat peraga yang sesuai dengan materi pelajaran

Berikut adalah beberapa tips tambahan agar anak rajin belajar:

a. Setidaknya luangkan waktu 30 menit setiap hari untuk belajar.
b. Berikan anak istirahat yang cukup agar tidak mudah lelah.
c. Lakukan kegiatan fisik secara teratur agar anak tetap sehat dan bugar.
d. Hindari memberikan anak gadget atau menonton TV terlalu lama.
e. Berikan anak makanan bergizi agar otaknya dapat bekerja dengan baik.

         Demikian sekedar trik yang bisa kita terapkan di rumah dalam mendampingi putra-putri kita belajar. Karena urusan pendidikan anak bukan semata-mata urusannya guru di sekolah namun kerjasama semua pihak dalam menciptakan iklim pendidikan, lebih-lebih peran keluarga.

        Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, Aamiin

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

26 September 2023

Setelah Akreditasi, Madrasah terus ngapain?

 

Akreditasi madrasah merupakan suatu proses penilaian terhadap kelayakan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan berdasarkan standar nasional pendidikan. .

Akreditasi madrasah dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah /Madrasah (BAN-S/M) berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Akreditasi madrasah bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Refleksi akreditasi madrasah merupakan suatu proses untuk merenungkan dan mengevaluasi hasil akreditasi sekolah/madrasah. Refleksi akreditasi madrasah dapat dilakukan oleh pihak sekolah/madrasah, baik oleh kepala sekolah/madrasah, guru, maupun komite sekolah/madrasah.


Setelah madrasah divisitasi oleh asesor dari BAN -S/M,dan telah mendapatkan nilai akreditasi, terus madrasah ngapain??

Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi refleksi akreditasi sekolah/madrasah:

  • Kekuatan dan kelemahan sekolah/madrasah

Hasil akreditasi madrasah akan menunjukkan kekuatan dan kelemahan sekolah/madrasah. Kekuatan madrasah merupakan aspek-aspek yang telah memenuhi SNP. Kelemahan madrasah merupakan aspek-aspek yang belum memenuhi SNP.

  • Perbaikan yang perlu dilakukan

Refleksi akreditasi  juga dapat digunakan untuk menentukan perbaikan yang perlu dilakukan sekolah/madrasah. Perbaikan madrasah dapat dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Langkah-langkah perbaikan ini haruslah spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki waktu yang jelas.

 

  • Peran serta masyarakat

Refleksi akreditasi madrasa juga dapat digunakan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Masyarakat dapat berperan dalam memberikan masukan dan dukungan kepada madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan refleksi akreditasi sekolah/madrasah:

  • Lakukan refleksi secara mendalam

Refleksi akreditasi madrasah tidak hanya dilakukan secara formal, tetapi juga dilakukan secara mendalam. Refleksi mendalam dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai informasi dan data terkait hasil akreditasi sekolah/madrasah.

  • Libatkan semua pihak

Refleksi akreditasi madrasah sebaiknya melibatkan semua pihak yang terkait dengan sekolah/madrasah, baik pihak sekolah/madrasah, maupun masyarakat.

  • Buatlah rencana perbaikan

Berikut adalah beberapa contoh refleksi akreditasi sekolah/madrasah:

  • Madrasah mendapatkan akreditasi A

Madrasah yang mendapatkan akreditasi A berarti telah memenuhi semua SNP. Madrasah tersebut perlu mempertahankan kekuatannya dan meningkatkan kualitasnya agar dapat mempertahankan akreditasi A.

  • Madrasah mendapatkan akreditasi B

Madrasah yang mendapatkan akreditasi B berarti telah memenuhi sebagian SNP. Madrasah tersebut perlu meningkatkan kualitasnya agar dapat naik ke akreditasi A.

  • Madrasah mendapatkan akreditasi C

Madrasah yang mendapatkan akreditasi C berarti belum memenuhi seluruh SNP. Madrasah tersebut perlu segera melakukan perbaikan agar dapat naik ke akreditasi B

 

Berikut adalah beberapa manfaat refleksi akreditasi sekolah/madrasah:

  • Meningkatkan mutu pendidikan

Refleksi akreditasi madrasah dapat membantu madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Madrasah dapat mengetahui aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dan melakukan perbaikan untuk meningkatkan mutu pendidikannya.

  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas sekolah/madrasah

Refleksi akreditasi madrasah dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas sekolah/madrasah. Madrasah dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa madrasah tersebut telah melakukan evaluasi terhadap mutu pendidikannya dan telah mengambil langkah-langkah perbaikan.

  • Meningkatkan motivasi sekolah/madrasah

Refleksi akreditasi madrasah dapat meningkatkan motivasi sekolah/madrasah. Madrasah dapat mengetahui kekuatannya dan dapat termotivasi untuk mempertahankan kekuatannya serta meningkatkan kualitasnya.

 

Refleksi akreditasi madrasah merupakan suatu kegiatan yang penting untuk dilakukan oleh sekolah/madrasah. Refleksi akreditasi madrasah dapat membantu madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diselenggarakan.

 

 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

22 September 2023

VISITASI AKREDITASI DARI BAN-S/M DI MI NU MIFTAHUL FALAH UNDAAN TENGAH

 

VISITASI AKREDITASI  DARI BAN-S/M DI MI NU MIFTAHUL FALAH UNDAAN TENGAH

Kabarmadrasah.com–Tahun 2023 menjadi tahun penting bagi Madrasah Adiwiyata MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Kudus,  pasalnya pada tahun ini, tepatnya 22-23 September 2023 merupakan tanggal visitasi Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional -Sekolah/Madrasah di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah, setelah mengalami beberapa tahun perpanjangan masa berlaku sertifikat akreditasi

 


Jumat, Pukul 06.00 WIB pagi, para tenaga pendidik dan kependidikan, satpam dan petugas kebersihan sudah melaksanakan tugasnya masing-masing  untuk menyambut para asesor yang akan melaksanakan visitasi akreditasi. Semua berkas yang mencakup empat komponen penilaian akreditasi sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya oleh para guru dan karyawan, untuk melengkapi dokumen yang telah diuploud lewat DIA (Data Isian Akreditasi) pada SISPENA

 

Para guru telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal untuk akreditasi ini dengan harapan semoga ikhtiar dan do’a yang terpanjat menghasilkan nilai akreditasi yang unggul.

Hadir dalam temu awal visitasi tim asesor  H. Achmad Mudjtahid,S.Pd dan Indarso,M.Pd dari BAN S/M Jawa Tengah, Dedy Arisanto,SE (Kepala Desa Undaan Tengah), Hj. Sri Suryantini,S.Ag.M.Pd (Waspenma Undaan), KH. Muanan dan Ahmad Anif,MM (Pengurus Madrasah) ,KH. Masturin dan KH Fatkhur Rohman,S.Pd.I (Dewan Penasehat Madrasah), H. Ali Shodikin dan Slamet Anam Prameswari,M.Pd (Komite Madrasah), K. Zainul Musthofa,S.Pd.I dan Mohammad Naufa Saputra,S.Pd (wakil wali murid), Dewan guru dan Tenaga Kependidikan, serta security dan tenaga kebersihan

Kehadiran beliau-beliau tersebut merupakan wujud kemitraan lembaga MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah dengan stakeholder yang ada terjalin dengan baik dan harmonis. Saling melengkapi dan menguatkan  

Bertempat di Ruang Serbaguna (Rintisan Ruang Multimedia) Madrasah Adiwiyata MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah, rangkaian acara Temu Awal  dimulai dengan runtutatn sebagai berikut :

        1. Pembukaan

        2.  Pembacaan ayat Suci Alqur’an oleh peserta didik

        3.  Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

        4.  Ungkapan Selamat datang

        5.  Sambutan-Sambutan

a.   Sambutan dari Pengawas madrasah

b.  Sambutan dari Kepala desa

c.   Sambutan dari Tim Asesor

        6.  Do’a

        7.  Penutup 

Hj Sri Suryantini,S.Ag.,M.Pd  selaku Pengawas Pendidikan Madrasah dalam sambutannya, menyampaikan selamat bertugas kepada Asesor, semoga visitasi berjalan dengan lancar dan hasil yang terbaik untuk MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah

Dalam kesempatan tersebut tim asesor H. Achmad Mudjtahid,S.Pd menjelaskan mengenai prosedur visitasi. “Kami tim asesor bertugas untuk melakukan visitasi dalam empat komponen yang akan dinilai dalam akreditasi. Empat komponen tersebut berupa komponen mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru,dan mManajemen madrasah”


Tim asesor memulai tugasnya dengan observasi lingkungan dan ruang , mulai dari ruang guru, ruang kepala, tata usaha, laboratorium computer,musholla,laboratorium bersama (Matematika,IPA,IPS dan Agama), ruang kelas, WC dll.

Dilanjutkan telaah dokumen oleh asesor I, beberapa guru juga sudah bersiap untuk menunjukkan berkas-berkas komponen yang diperlukan asesor mulai komponen A,B,C dan D


 Sementara asesor II mewawancarai wakil wali murid dan komite, kepala madrasah dan anak melaui angket

Acara Visitasi akreditasi diakhiri pada hari kedua , Sabtu 23 september 2023 dengan acara kelanjutan telaah dokumen dan wawancara siswa, serta penilaian praktek mengajar, dilanjut Temu Akhir dengan foto bersama.

Selengkapnya susunan acara Temu Akhir akreditasi sebagai berikut :

    1. Pembukaan

        2.  Penyampaian Rekomendasi hasil visitasi oleh Asesor

        3.  Sambutan Pengurus Madrasah

        4.  Sambutan Kepala Desa

        5.  Do’a

        6.  Penutup 


Dalam Temu Akhir tersebut disampaikan oleh asesor beberapa rekomendasi hasil visitasi, dan menyambut baik apa yang telah ada untuk dijaga dan ditingkatkan. 

Sementara Kepala Desa, Dedy Arisanto,SE berharap bahwa  akreditasi tersebut bisa memperoleh hasil yang terbaik untuk menjadi semangat dalam memajukan pendidikan.di desa Undaan Tengah

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

15 September 2023

Program Gerakan Literasi dan Budaya religi An-nahdhiyyah MI NU Miftahul Falah

 

PROGRAM GERAKAN LITERASI MADRASAH (GaLiH)

MI NU MIFTAHUL FALAH UNDAAN TENGAH KUDUS

Pengertian Literasi Madrasah dalam konteks GaLiH adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/ atau berbicara. GaLiH merupakan sebuah upaya  madrasah yang dilakukan madrasah  sebagai organisasi pembelajaran yang literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.



Adapun tujuannya untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi madrasah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Madrasah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Selain itu bertujuan juga agar  menumbuhkembangkan budaya literasi di madrasah; meningkatkan kapasitas stakeholder dan lingkungan madrasah agar literat; menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar stakeholder madrasah mampu mamanagepengetahuan; menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.


GaLiH di MI NU Miftahul Falah diharapkan akan menciptakan ekosistem pendidikan di MI yang literat. Ekosistem pendidikan yang literat adalah lingkungan yang menyenangkan dan ramah peserta didik, sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar; semua warganya menunjukkan empati, peduli, dan menghargai sesama; menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan; memampukan warganya cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya; dan mengakomodasi partisipasi seluruh warga madrasah dan lingkungan eksternal MI

Pelaksanaan Program Gerakan Literasi Madrasah Ibtidaiyyah NU Miftahul Falah melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1.  Membaca buku cerita/pengayaan selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai one day one riding. Kegiatan membaca yang dapat dilakukan adalah membacakan buku dengan nyaring (read aloud) dan membaca dalam hati (sustained silent reading)

2.  Memperkaya koleksi bacaan untuk mendukung kegiatan 15 menit membaca.

3.  Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran dengan  menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran.

4.  Memfungsikan lingkungan fisik sekolah melalui pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah, antara lain perpustakaan, pojok baca kelas, area baca, kebun sekolah, kantin, UKS, dll. Untuk menumbuhkan minat baca warga madrasah, bahan kaya teks 

5.  Melibatkan komunitas di luar sekolah yaitu misalnya pihak  PKL dan KKN dari Madrasah Aliyah dan Perguruan Tinngi yang sedang bekerjasama dalam pengembangan sarana literasi, serta pengadaan buku-buku koleksi perpustakaan dan pojok baca kelas.

6.  Memilih buku bacaan yang baik .

7.  Menyediakan sarana perpustakaan yang representatif, pojok baca di tiap kela

GaLiH di MI NU Miftahul Falah dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan madrasah. Kesiapan ini mencakup kesiapan kapasitas madrasah (ketersediaan fasilitas, sarana, prasarana literasi), kesiapan wargamadrasah (peserta didik, tenaga guru, orang tua, dan komponen masyarakat lain), dan kesiapan sistem pendukung lainnya (partisipasi publik, dukungan kelembagaan, dan perangkat kebijakan yang relevan).

Untuk memastikan keberlangsungannya dalam jangka panjang, GaLiH di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah  dilaksanakan dalam Sanggar Bahasa yang berupa latihan baca puisi,pidato, MC (Pembawa Acara) maupun dongeng


Adapun prinsip-prinsip kegiatan membaca antara lain :

  • Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku bacaan, bukan buku teks pelajaran.
  • Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku yang diminati oleh peserta didik. Peserta didik diperkenankan untuk membaca buku yang dibawa dari rumah.
  • Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap pembiasaan ini tidak diikuti oleh tugas-tugas menghafalkan cerita, menulis sinopsis, dan lain-lain.
  • Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap pembiasaan ini dapat diikuti dengan diskusi informal tentang buku yang dibaca/ dibacakan, atau kegiatan yang menyenangkan terkait buku yang dibacakan apabila waktu memungkinkan. Tanggapan dalam diskusi dan kegiatan lanjutan ini tidak dinilai/dievaluasi.
  • Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap pembiasaan ini berlangsung dalam suasana yang santai dan menyenangkan.Guru menyapa peserta didik dan bercerita sebelum membacakan buku dan meminta mereka untuk membaca buku.

 Kegiatan membaca dan penataan lingkungan kaya literasi pada tahap pembiasaan antara lain :

1.  Membaca buku cerita/pengayaan selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Kegiatan membaca yang dapat dilakukan adalah membacakan buku dengan nyaring dan membaca dalam hati .

2.  Memperkaya koleksi bacaan untuk mendukung kegiatan 15 menit membaca.

3.  Memfungsikan lingkungan fisik sekolah melalui pemanfaatan sarana perpustakaan, pojok baca di tiap kelas

4.  Melibatkan komunitas di luar sekolah seperti perpustakaan keliling ataumpihak lain(PKL,KKN) dalam kegiatan 15 menit membaca dan pengembangan sarana literasi, serta pengadaan buku-buku koleksi perpustakaan dan sudut buku kelas.

5.  Memilih buku bacaan yang baik .

Sarana literasi mencakup perpustakaan sekolah, pojok baca kelas, dan area baca. Perpustakaan berfungsi sebagai pusat pembelajaran di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah. Pengembangan dan penataan perpustakaan menjadi bagian penting dari pelaksanaan gerakan literasi MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah dan pengelolaan pengetahuan yang berbasis pada bacaan. Perpustakaan yang dikelola dengan baik mampu meningkatkan minat baca peserta didik MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah dan menjadikan mereka pembelajar sepanjang hayat. Perpustakaan MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah sangat berperan dalam mengkoordinasi pengelolaan pojok baca kelas, area baca, dan prasarana literasi lain di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah

Fungsi perpustakaan MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah  adalah sebagai pusat pengelolaan pengetahuan dan sumber belajar yang dikelola oleh guru yang diberi tugas sebagai seksi perpustakaan.

Pojok Baca Kelas adalah sebuah sudut di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku bacaan dan karya peserta didik yang ditata secara menarik untuk menumbuhkan minat baca peserta didik. Pojok Baca Kelas berperan sebagai perpanjangan fungsi perpustakaan MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah, yaitu mendekatkan buku kepada peserta didik. Pojok Baca Kelas dikelola oleh guru, peserta didik, dan orang tua

Untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah, ruang kelas perlu diperkaya dengan bahan-bahan kaya teks. bahan kaya teks diantaranya adalah: 

1.  karya-karya peserta didik berupa tulisan, gambar, atau grafik;

2.  poster-poster yang terkait pelajaran, poster buku, poster kampanye membaca, dan poster kampanye lain yang bertujuan menumbuhkan cinta pengetahuan.

3.  dinding kata; papan buletin

4.  label nama-nama peserta didik /setiap benda di ruang kelas; mainan alfabet

5.  jadwal harian, pembagian kelompok tugas kelas;

6.  surat, resep, kupon, kliping, foto kegiatan peserta didik;

7.  buku dan sumber informasi lain (koran, majalah, buletin);

8.  perangkat berkarya dan menulis seperti alat tulis, alat warna, alat gambar,    kertas gambar, kertas bekas, busa, kertas prakarya, surat, kertas surat, amplop, koran bekas, kertas sampul, dll;

9.  ucapan selamat datang dengan bermacam bahasa sesuai brand kelas masing-masing, kata-kata yang memotivasi di sepanjang teras sekolah, dan tempat-tempat lain yang mudah dilihat; dan

One Day One Writing. Siswa untuk dapat bercerita ia butuh banyak pengalaman baik dengan cara membaca, mendengar, melihat, maupun mengalami. Tetapi untuk dapat menulis mesti dilengkapi dengan inovasi, imajinasi dan kreatifitas.

Saat dicoba pada orang-orang sekeliling kita tentang kalimat apa yang biasa ditulis di awal cerita, maka data yang paling banyak kita peroleh diantaranya adalah kalimat pada suatu hari, mulai dari anak-anak, remaja, bahkan diantara wali murid pun menyampaikan hal yang sama, ini menjadi perhatian tersendiri akan arti pentingnya kreatifitas, inovasi dan imaginasiyang musti diajarkan, diingatkan dan dikembangkan dalam sebuah kegiatan pembiasaan agar menulis menjadi baik bagi siswa kita.

One Day One Writing merupakan kegiatan siswa, yang diprogramkan sekolah yang didampingi guru dan dilaksanakan siswa setiap hari di madrasah, siswa yang tidak kreatif/inovatif/imajinatif cenderung menggunakan kalimat yang sama, contoh dalam hal judul di hari Senin siswa menulis cerita yang berjudul Pergi ke Rumah Nenek, esoknya hari selasa judulnya Pergi ke Rumah Kakek, hari Rabu judulnya Pergi Ke Desa.

      Penggunaan kalimat di awal cerita hari senin sampai Jumat diawali oleh kalimat  Pada suatu hari  bahkan terjadi di mayoritas siswa dalam kelas, tentunya ini tidak akan pernah terulang karena selalu diingatkan dan dibimbing oleh Bapak/Ibu Guru. Kelas kecil menulis pantun, puisi, sajak, maupun puisi dan kelas besar menulis cerita

      Kegiatan One Day One Writing muaranya adalah tumbuhnya Sikap religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab akan terbentuk.

    Kamis religiusSuatu hal baik yang tidak dibiasakan akan kalah dengan sesuatu hal buruk yang senantiasa dibiasakan (Umar bin Khattab), terlalu sering kita lihat karakter seseorang tampak dari kebiasaan, oleh karenanya pembiasaan berkarakter musti terus dibiasakan dalam keseharian


     Kamis religius di hari Kamis adalah upaya membiasakan perilaku berkarakter siswa yang tidak hanya di madrasah namun saat di luar madrasah, di rumah, dan di masyarakat pun tetap membiasakan hal yang baik dalam setiap perilakunya.

      Pola kegiatan Kamis religius di hari Kamis MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah  adalah rutinitas pekan-an (mingguan) bagi seluruh siswa untuk membaca wadhifah sebagai berikut :

1.  Yasiinan

2.  Hafalan Juz 30 (Surah Pendek)

3.  Al-barzanji

4.  Tahlil

    Manfaat yang dirasakan dari kegiatan Kamis Religius  adalah:

1.  Ketaatan keagamaan secara alamiah berkat pembiasaan dalam membaca Alqur’an,

2.  Bertambahnya kecintaan kepada Allah, rasulnya, wali-wali Allah, orang tua

3.  Sedini mungkin mampu membaca Alquran, Al-barzanji dan tahlil sebaga amalan Ahlus Sunnah Wal jamaah An nahdhiyyah

 

 

Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com