Selamat hari raya idul fitri 1441 H, semoga tetap sehat dan selalu dalam lindungan-Nya

Breaking News

25 June 2020

KKMI Undaan Sosialisasikan Kurikulum Darurat Covid-19

Kabarmadrasah.com – Memasuki era new normal , madrasah sangat perlu untuk mengikuti kebijakan yang ada. Pada tahun pelajaran baru 2020/2021, madrasah akan kembali membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka.

Untuk mendukung keberlangsungan kenormalan baru (new normal) dalam KBM, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyyah (KKMI) Kecamatan Undaan Kudus menyelenggarakan Sosialisasi Kurikulum Darurat Covid-19 di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Kudus (25/06/2020)

Dalam sambutannya, KH. Ali Murtafiin, S.Pd.I selaku Ketua KKMI Undaan menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan beberapa hal :

1.   KMA No 184 tentang Pedoman Implentasi Kurikulum pada Madrasah

2. Surat Edaran Mendiknas  No 15 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan  belajar di rumah dalam masa darurat penyebaran covid-19 .

3.   SK Dirjen Pendis No 2491/ 2020 tentang panduan kurikulum darurat covid 19

4.   Kakdik Tahun Pelajaran 2020/ 2021 sesuai SK Pendis no 2491 tahun 2020 .

5. SKB 4 menteri ( Kemendikbud , Kemenag , Kemendagri dan Kemenkes ) tentang panduan pembelajaran tahun ajaran baru di masa pandemi Covid-19 

6.   Rapat dinas Kasi Penmad dengan Pokjawas Kankemenag Kudus

7.    Rapat pengurus harian Pokjawas dengan KKMI se-kab Kudus .

8.   Rapat pengurus harian KKMI Undaan .

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 13 Kepala  Madrasah Ibtidaiyyah dan  13 Koordinator kurikulum MI sekecamatan Undaan, termasuk MI Raudlatut Tholibin Sambung Undaan Kudus yang baru saja mendapatkan Ijin Operasional (Ijop) dari Kementrian Agama

Beliau, KH. Ali Murtafiin menargetkan  bahwa awal tahun pelajaran 2020 / 2021, dokumen KTSP harus sudah bisa diimplentasikan oleh satuan pendidikan masing-masing MI sekecamatan Undaan

Bertindak sebagai narasumber dalam sosialisasi ini adalah H Masruchin , S.Ag, M.Pd selaku Pengawas Pemdidikan Madrasah Kecamatan Undaan Kudus dengan dibantu moderator dan operator oleh Supono, S.Pd.I, M.Pd.I.

Dengan jelas dan gamblang materi sosialisasi dipaparkan oleh beliau melaui slide proyektor dan dengan gaya dan bahasa yang khas,

Selanjutnya, sebagai tindak lanjut sosialisasi  disepakati bahwa koordinator  kurikulum besok Selasa 30 Juni 2020 akan melanjutkan penyusunan dokumen KTSP Darurat covid-19  yang akan bertempat MI NU Mawaqiul Ulum Medini untuk kemudian pada hari Kamis, 1 Juli 2020 akan diedit kevalidan dokumen KTSP dan dimintakan pengesahan Kakankemenag Kabupaten Kudus .

Dengan tetap  menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan upaya pencegahan penularan covid-19 diantaranya memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dll kegiatan berlangsung dengan lancar dan selesai tepat sebelum tiba saatnya sholat dhuhur

Demikian artikel ini, semoga menambah maksimal pelayanan madrasah terhadap pendidikan, sesuai dengan motto "madrasah hebat bermartabat" 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

19 June 2020

5 hal penting yang disampaikan saat penerimaan raport

Kabarmadrasah.com -

Penerimaan raport baik tingkat PAUD, RA/TK, MI/SD, MTs/SMP, MA/SMU/SMK bagi sekolah atau madrasah merupakan bentuk pertanggungjawaban guru , wali kelas dan sekolah/madrasah kepada orang tua secara akademik terhadap hasil pembelajaran anak setiap semester dan akhir tahun pelajaran.

Ketika madrasah/sekolah telah meluncurkan undangan penerimaan raport, tentu bagi kita sebagai orang tua, merupakan event yang wajib diprioritaskan , kita luangkan waktu dari kesibukan lain untuk menghadirinya, sebagai bukti perhatian kita pada anak dan perkembangan pendidikannya

Jika karena sesuatu dan lain hal, misalnya kita sebagai ayah berada di luar kota karena pekerjaan, kita bisa wakilkan kepada ibu. Dan jika kedua orang tua juga tidak bisa menghadiri, bisa diwakilkan kepada orang tua yang ada di rumah, baik simbah, paman, bibi dan yang lainnya yang bisa dipercaya dan mampu menangkap informasi yang diberikan oleh madrasah/sekolah

Biasanya dalam event penerimaan raport , oleh wali kelas akan diinformasikan beberapa hal penting terkait dengan putra-putri bapak/Ibu, antara lain adalah :

Pertama, karakteristik nilai raport

Dalam perkembangan dunia pendidikan madrasah/sekolah, hasil belajar yang tertuang dalam raport mengalami perubahan-perubahan yang signifikan. Tiada lain karena mengikuti kurikulum dan regulasi yang berlaku.

Yang sedang berlaku saat ini adalah raport digital, di RA ada istilah ARDIRA ( Aplikasi Raport Digital RA), di MI diistilahkan ARD (Aplikasi Raport Digital)

Dalam membaca raport digital ini, sebagai orang tua mesti tahu mana sajakah yang menjadi nilai anak?

Oke, silakan buka raport digital putra-putri kita. Di sana ada judul Capaian hasil Belajar

    A.   Sikap

Dalam penilaian sikap , ada sikap spiritual dan sikap social yang dinilai dengan nilai predikat  dan deskripsi yang jelas

Jadi, nilainya berbentuk tulisan

    B.   Pengetahuan dan Ketrampilan

Dalam hal ini disajikan nilai pengetahuan dan nilai ketrampilan, dimana nilai tersebut didasarkan beberapa Kompetensi Dasar (KD) yang berbeda dan saling terkait

Nilai berupa angka dan predikat dalam bentuk huruf

   C.   Deskripsi Pengetahuan dan Ketrampilan

Point C ini merupakan penjabaran atau deskripsi dari nilai yang tertera dalam point B

    D.  Ekstrakurikuler

Berisi nilai predikat dan deskripsi keikutsertaan dalam kegiatan madrasah/sekolah

    E.   Prestasi

Berisi nilai prestasi lain yang diikuti anak

    F.   Ketidakhadiran

Memuat angka ketidakhadiran anak selama satu semester (6 bulan) berdasarkan absensi setiap hari

    G.  Catatan wali Kelas

Inilah pesan penting dari wali kelas untuk putra-putri bapak/Ibu

    H.  Tanggapan Orang tua

Silakan memberikan tanggapan sebagai orang tua terhadap hasil belajar atau hal lain yang terkait untuk kebaikan anak

Dan jangan lupa untuk membubuhkan tanda tangan pada tempat yang telah disediakan, supaya besok ketika raport dikumpulkan saat masuk pertama tahun ajaran baru, tidak terlupakan dan akhirnya disuruh bawa pulang lagi

Baca Juga

Kedua, dinamika akademik anak

Meski dalam raport sudah dituangkan nilai baik angka maupun deskripsi, tentu ada catatan khusus bagi wali kelas untuk disampaiakn kepada orang tua yang tidak tercover dalam raport.

Hal-hal tersebut mungkin berupa hafalan doa,hafalan perkalian dll

Ketiga,  kilas balik dan karakter anak

Event penerimaan raport adalah momentum penting bertemunya wali kelas dengan wali murid. Dua jenis orang tua ( orang tua kandung dan orang tua di sekolah/madrasah) . Sebagai orang tua tentu berharap anaknya akan berkembang, dalam pola pikir, prilaku, dan pergaulan sehari-hari ke arah yang lebih baik, demikian juga dengan guru dan wali kelas .

Saat anak masuk pertama kali dalam suatu kelas dan menjadi tanggung jawab wali kelas, akan banyak cerita dan dinamika perkembangan masing-masing anak. Saat inilah wali kelas bisa menyampaiakan berbagai hal terkait karakter sebenarnya yang tidak bisa tercover dalam raport

Keempat, informasi madrasah/sekolah

Pentingnya wadah interaktif antara pihak madrasah dan orang tua, terutama dalam masa pandemi COVID-19 seperti ini, lebih-lebih adanya keterbatasan untuk mengadakan pertemuan / kerumunan

Informasi penting akan disampaikan oleh pihak madrasah/sekolah meliputi : hari libur akhir semester/akhir tahun, hari berangkat, informasi program sekolah , informasi administrasi yang belum diselesaikan, pinjaman buku perpustakaan dll

Juga selipkan pesan moral dalam kondisi saat ini untuk tetap menjaga kesehatan dengan selalu pakai masker jika keluar rumah, jaga jarak aman, selalu mencuci tangan pakai sabun dan taati aturan protokol kesehatan lainnya untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19 

Kelima, tanya jawab dan interaksi dua arah

Terbentuknya komunikasi yang aktif dan sehat antara wali kelas dan orang tua sangat penting demi keharmonisan dan hubungan baik antara kedua belah pihak. 

Sebagai manusia , tentunya banyak salah dan lupa. Jika ada unek-unek, miss komunikasi, kurang faham, itu wajar saja. Namun akan sangat baik bila ada hal-hal yang kurang berkenan, silakan event peneriman raport bisa saling bertemu dan kita gunakan untuk bertanya jawab tentang hal-hal tersebut. Tidak lantas kesalahan itu kita ekspose dalam social media secara luas

Pentingnya juga orang tua mempunyai nomor HP/ WA guru dan wali kelas untuk saling menanyakan perkembangan anak, atau klarifikasi berbgai hal terkait kemadrasahan/sekolah, tentunya komunikasi yang sehat.

Demikian artikel ini semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat untuk semuanya.

 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel : Menyemai kader nahdhiyyah dengan Tahlil
Baca selengkapnya ...

13 June 2020

Jika hidup tidak sesuai ekspektasi, lakukan 4 hal berikut

Tiada kalimat yang pantas kita ucapkan melainkan kalimat Alhamdulillah atas  kesempatan yang Allah berikan untuk menghirup udara segar, kesehatan jasmani dan rohani sehingga kehidupan berjalan sebagaimana mestinya.


Apa ekspektasi kita? Sudah sesuaikah hidup kita  sesuai ekspektasi? Sebenrnya apa sich arti ekspektasi itu?

Baiklah, secara umum bahwa ekspektasi adalah sebuah harapan atau keyakinan yang diharapkan untuk menjadi kenyataan di masa mendatangsesui dengan keinginan kita.

Nah, ketika hidup kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, atau beberapa keinginan kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan baik dalam dimensi pekerjan, keluarga, bisnis dan lain sebagainya. Apa yang mesti kita lakukan

Yang mempunya istri/suami, masih bisa merasakan kehangatan hidup dengan berbagai persoalan yang ada. Jika suami/istri berharap istri/suami nya sempurna, maka siap-siap kecewa, ternyata dalam kehidupan sehari-hari suam/istri tidak seperti yang diharapkan alias tidak sempurna.

Ya memang tidak ada yang sempurna dimuka bumi ini. Begitupun suami/istri yang tersedia untuk masing-masing suami/istri dengan segala plus minusnya.

Yang mempunyai anak, siap-siap kecewa, jika kita sebagai ortu menghadapai kenyataan yang tidak seperti yang dibayangkan, ya begitulah anak-anak itu, dengan segala karakternya satu dengan lainnya tidak akan sama dan tidak sempurna.

Yang mempunyai pekerjaan, sebagai apapun kita, siap-siap kecewa dengan pimpinan yang ada dan dengan keadaan yang ada, tidak mungkin sempurna, ada saja kekurangan dibalik kelebihannya.

Baca Juga

Yang mempunya bisnis, siap-siap kecewa dengan kondisi saat ini, putaran uang yang susah, income susah, mau menyalahkan corona atau apalah, siap-siap kecewa dengan dunia bisnis, jika pikirannya cuman begitu.

Berbagai pernik-pernik kehidupan yang ada, siap-siap kecewa jika ingin semuanya sempurna, tidak ada yang sempurna. Bagaimana menyikapi itu semua?

Menyikapi kondisi yang ada, agar tidak kecewa mau tidak mau kita harus melakukannya

    1.   Niat

Luruskan niat, ini menjadi penting karena ini menjadi esensi kehidupan di niat itu kuncinya, salah niat, kacau semuanya.

Yang sudah menikah, coba tanya ulang untuk apa menikah?

Yang punya anak, untuk apa mempunyai anak

Yang sudah dapat pekerjaan, untuk apa bekerja? dan lain-lain.

 

     2.   Usaha

Mari kita lihat burung-burung di pagi hari, mereka berterbang/berusaha untuk bisa hidup, dan sore hari balik ke tempat semula, belum pernah ada burung-burung itu diam diri hanya berharap. Saat terbangpun, mereka memilih tidak asal (ada perencanaan), kemana perginya. Usahanya dengan 4 as yaitu keras, tuntas, cerdas dan ikhlas. Tidakkah menjadi pelajaran bagi kita dari kisah hidup burung-burung tersebut

 

     3.   Doa

Kenapa kita berdo'a? Karena kita butuh Allah Ta'ala, Bukan sebaliknya. Mari kita lihat firman Allah Ta'ala dalam surat Al Baqoroh ayat 186: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

 

     4.   Tawakkal

Sebagai langkah terakhir dari ketiga langkah di atas yaitu Tawakal total kepada Allah Ta'ala. Kenapa Bertawakal kepada Allah Ta'ala, karena kita ini diciptakan Allah, karena kita tidak kuasa, , hanya Allah Yang Maha Segalanya.

Mari kita lihat Allah Ta'ala berfirman: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (bagi semua urusannya). Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)nya”

(QS ath-Thalaaq:2-3).

 

Semoga catatan ini menyadarkan kita bahwa, kita ini diciptakan sebagai hamba Allah Ta'ala utk mensyukuri nikmatNya dan beribadah kepadaNya.

Agar tidak kecewa, syukuri apa yang ada, jalani dengan 4 langkah diatas, insyaa Allah kita idak akan kecewa lagi

Lihatlah orang lain kelebihannya dan lihat diri sendiri kekurangannya

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kepada Allah Ta'ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

26 May 2020

Lebaran Idul Fitri, beda hati beda rasa

Lantunan takbir, tahmid, dan tahlil yang mengagungkan asma Allah berkumandang menyambut hari raya idul fitri tahun ini. Jutaan manusia, dari berbagai etnik, suku, dan bangsa di seluruh penjuru dunia, mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil, sebagai ungkapan rasa syukur dan sikap penghambaan manusia kepada Allah SWT.  

Hari-hari yang selama sebulan penuh dipadati dengan ibadah, malam-malam yang diramaikan dengan shalat tarawih dan tadarrus Alquran, dinihari yang diisi dengan tasbih dan istigfar, saat sore menjelang maghrib yang kita hiasi dengan dzikir dan tilawah alquran, serta hari-hari dimana kita bekerja keras untuk mencari kehidupan dunia berpadu dengan amal-amal shalih untuk kebahagiaan akhirat, kini telah berlalu.

Kini tinggallah harapan dan doa, semoga Allah SWT Yang Maha Pengampun berkenan mencurahkan magfirah atas segala dosa dan kesalahan kita, 

Sebagai instrospeksi diti, setiap tahun kita menjalani ibadah Ramadhan dengan penuh semangat siang dan malam. Siangnya kita berpuasa, malamnya kita tegakkan shalat malam, tetapi benarkah nuansa ketaatan itu akan terus bertahan seumur hidup kita? Atau ternyata itu hanya untuk Ramadhan? Berapa banyak dari kita yang selama Ramadhan rajin membaca Al Quran, tetapi begitu Ramadhan selesai, Al Quran dilupakan begitu saja. Semoga saja kita bisa mempertahankan nuansa ketaatan di bulan Ramadhan dalam bulan-bulan selainnya 

Kini, berbicara tentang lebaran Dari suasana lebaran yang fitri , kita dapat melihat kondisi hati dan suasana jiwa manusia yang berbeda-beda, diantaranya adalah sebagai berikut : 

Pertama, Kegembiraan

Kegembiraan dan suasana hati yang suka cita ini dipicu dengan berbagai alasan yang berbeda juga. Beberapa alasan tersebut menghiasi suasana hati, dan menentukan sikap terhadap seseorang dalam menghadapi lebaran yang fitri. Perbedaan alasan ini juga dipengaruhi oleh factor religi,kematangan emosi dan usia, ekonomi dan social budaya lainnya. Beberapa diantaranya antara lain adalah :

   1.   Gembira karena setelah sebulan berpuasa, kini tibalah saatnya menikmati hari kemenangan. Kemenangan dari sebuah “peperangan besar” yaitu jihad melawan hawa nafsu. Sesuai sabda rasulullah SAW yang artinya bahwa bagi orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagian, yaitu kebahagian ketika ifthor ( berbuka ) dan kebahagian ketika berjumpa kepada Tuhannya.

    2.   Gembira karena sudah tidak malu lagi kalau makan dan merokok  di waktu siang hari, sudah tidak ada beban lagi untuk sembunyi-sembunyi kalau-kalau ketahuan keluarga, teman dan saudara, he he Tentunya golongan ini adalah golongan yang mungkin “tidak mampu berpuasa” karena berbagai alasan.  

   3.   Gembira karena mempunyai dagangan yang diharapkan omzetnya naik berlipat-lipat karena datangnya lebaran. Berbagai pedagang memang begitu menjamur saat bulan Ramadhan, dan bahkan mendekati lebaranpun ada pedagang yang sifatnya dadakan. Mulai dari kuliner, jajanan, maupun pakaian, acesoris kendaraan, rumah, dan bahkan semua aspek kehidupan nyaris tersentuh keberkahan Ramadhan dan idul fitri ini.

   4.  Gembira karena meningkatnya pengguna jasa. Bagi seseorang yang bekerja di bidang jasa juga mendapatkan keberkahan meningkatnya pengguna jasa baik jasa renovasi rumah, mebeller, pangkas rambut, titipan sepeda di pasar dan swalayan, dan masih banyak jasa lainnya

    5.   Gembira karena pakaian yang serba baru, dan akan mendapat “wisit”  atau uang saku dari paman, pak dhe bu dhe, kang mas dan mbak yu.

Begitu juga banyak jajan yang enak-enak yang tidak ada di hari biasa selain di hari idul fitri. Tentunya golongan yang ini bisa kita tebak ya??? Yaitu golongan usia anak-anak

Kedua,  Kesedihan dan tangis

Bagaimanapun juga , Tuhan menciptakan di dunia ini berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada langit ada bumi, demikian juga Tuhan ciptakan kegembiraan dan kesedihan. Tidak setiap tangis itu symbol kesedihan, banyak dijumpai di sekeliling kita adanya tangis di hari yang fitri, meskipun tangis itu ada dan disembunyikan rapat-rapat dalam hati.

Apa saja tangis yang ada di hari yang fitri?   

  1.Tangis karena ditinggalkan bulan suci Ramadhan.  Golongan ini tentunya golongannya orang-orang khusus, yaitu orang-orang sholih yang dianugrahi  rahmat Tuhan untuk hanya mengharap ridho-Nya. Selalu berharap semoga dipertemukan lagi romadhan yang akan datang. 

   2. Tangis karena melonjaknya kebutuhan dan pengeluaran sementara  pemasukan begitu minim. Mendekati lebaran, semua kebutuhan secara otomatis dan sudah menjadi keniscayaan harga melambung , entah ini permainan ataukah karena hukum pasar banyaknya minat dan permintaan, sementara ketersediaan barang sangat terbatas

    3.Tangis karena belum mempunyai gandengan. Moment lebaran terkadang membuat seseorang “minder” untuk bersilaturrahim ke sanak keluarga, bukan karena apa, namun dihantui sebuah pertanyaan yang wajib untuk dijawab, Sudah umur berapa? mana gandengannya? Kapan nikahnya?

So..siapkan jawaban sebelumnya ya kawan agar terkesan professional , tidak gugup dan tidak merasa terpojok he he.  semoga sukses !! 

  4.Tangis karena merasa begitu banyak dosa dan kesalahan. Sebuah pengakuan salah dan dosa di hari fitri akan mudah terlahir dari lisan, dan bahkan jika disertai ketulusan dari relung hati yang dalam akan membuat mata “berkaca-kata” dan berlinang air mata. Inikah yang dinamakan “ taubat nasuha?”  bukan lagi “kapok lombok “ (dalam Bahasa jawa)

  5.Tangis karena tidak bisa mudik, Terutama bagi saudara dan sahabat yang kebetulan di perantauan , berharap saat lebaran bisa kumpul keluarga, namun karena sesuatu dan lain hal mengharuskan tidak bisa mudik. Namun jangan berkecil hati, karena kemajuan teknologi saat ini, kita bisa menjalin silaturrahim lewat sms, telepon, whatapp, video call, facebook dan media social lainnya. So..meski jauh secara lahir namun tidak mengurangi kedekatan hati dengan keluarga dan saudara.

  6.Tangis karena tidak bisa bersilaturrahim. Untuk lebaran tahun 2020 ini, saat pandemi COVID-19 melanda, aturan dan kebijakan untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut diberlakukan yang antara lain  tidak sedikit daerah atau kampung yang membatasi akses masuk bagi warga luar kampong tersebut.

Bahkan juga , kalaupun boleh masuk kampung, ada juga yang tahun ini tidak bersedia menerima tamu.

Namun bagaimanapun semua itu tentu untuk kebaikan kita semua, semoga semua kita sehat dan terhindar dari virus COVID-19 tersebut yang telah merebut “kegembiraan dan kebebasan” untuk bersilaturrahim di saat idul fitri tahun ini

Demikian coretan edisi lebaran idul fitri ini, tidak lupa kami admin blog kabarmadrasah.com menghaturkan “ Taqobbalalahu minna maminkum taqobbal ya kariim”  Selamat Idul Fitri 1441 H mohon maaf lahir dan bathin atas segala salah dan khilaf, lebih-lebih jika ada artikel di blog ini yang menyinggung perasaan sahabat semuanya, ada kesalahan redaksi,sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

08 May 2020

Mukjizat Menyambung tangan yang terputus

Diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik ra;

Suatu hari Nabi Muhammad SAW masuk ke rumah puterinya sayyidah Fatimah ra, sayidah Fatimah mengeluhkan rasa laparnya kepada Nabi, ia berkata :

"wahai ayah, sudah tiga hari kami tidak memakan sesuatupun".

Nabi menyibakkan baju beliau pada bagian perutnya, dan terlihat ada batu yang terikat dibagian perutnya (untuk menahan rasa lapar)

"wahai Fathimah, jika kalian tiga hari belum menemukan makanan, maka ayahmu ini sudah empat hari.

(mendengar Sayyidah fatimah mengatakan sudah tiga hari tidak makan) maka Nabi SAW keluar rumah, namun rupanya yang sangat terbayang adalah kedua cucu beliau, Hasan dan Husain.

Nabi berjalan hingga sampai dipinggiran kota Madinah, dan ia menemukan seorang arobiy  (arab badui/pinggiran) yang akan mennimba air dari sumur.

Nabi berdiri dan arobiy tidak mengetahui bahwa beliau adalah Nabi Muhammad SAW.

Nabi : "wahai arobiy, apakah engkau butuh orang yang bisa engkau pekerjakan?".

"YA" jawab arobiy.

Nabi : "apa yang harus aku lakukan?".

Arobiy : "menyirami dari sumur ini".

Kemudian arobiy memberikan timbaan tersebut pada Nabi, dan Nabi mendapat upah 3 buah kurma dari satu timbaan itu dan kemudian Nabi memakannya.

Baca Juga

Kemudian Nabi melanjutkan timbaannya hingga mendapat 8 timbaan, dan ketika akan menggangkat timbaan ke 9 ternyata tali timbaannya putus sehingga timbaannya jatuh ke dalam sumur, dan Nabi pun merasa bingung, Datanglah si arobiy dengan keadaan marah dan ia menampar wajah mulia Nabi SAW dan memberikan upah 24 biji kurma Nabi menerimanya kemudian Nabi merogohkan tangannya kedalam sumur (yang dalam) dan mengambil timbaan yang tadi putus, dan setelah dapat kemudian timbaan itu dilemparkan pada arobiy dan Nabi meninggalkan si arobiy.

Sejenak si arobiy tertegun dan berkata : "Ini adalah seorang Nabi yang haq".

Kemudian ia mengambil golok dan memotong tangan kanannya, tangan yang dipakai untuk menampar wajah Nabi SAW hingga ia pingsan, dan ia siuman ketika ada orang yang memercikan air kewajahnya.

Orang itu bertanya pada si arobiy : "apa yang terjadi padamu?

Arobiy : "tadi aku menampar wajah seseorang, dan aku sangat menyangka bahwa orang itu adalah Nabi Muhammad, aku takut terkena adzab, lalu aku memotong tanganku yang digunakan untuk menamparnya".

Lalu arobiy membawa tangan kanannya yang terputus dengan tangan kirinya, dan ia menuju masjid dan berkata :

"wahai para sahabat Muhammad, dimanakah Muhammad berada?".

Dalam masjid ada sahabat Abu Bakar, Umar dan Utsman yang sedang duduk,dan mereka bertanya kepada arobiy:

 "ada gerangan apakah engkau menanyakan Nabi Muhammad?".

 Arobiy ; "aku mempunyai keperluan kepada-nya".

Kemudian sahabat Salman menuntun tangan arobiy dan menuju rumah Fatimah ra.

Ketika itu Nabi Muhammad SAW sedang memangku kedua cucu beliau dirumah Fatimah, Hasan duduk diatas pangkuan paha Nabi sebelah kanan dan Husain diatas pangkuan paha sebelah kiri, dan beliau menyuapi keduanya dengan kurma hasil kerja beliau.

Diluar rumah arobiy memanggil

 "wahai Muhammad".

Nabi meminta pada Fatimah ra untuk melihat siapa yang memanggil beliau diluar, ketika Fatimah ra membuka pintu, ia melihat seorang arobiy yang sedang menenteng tangan kanannya dengan tangan kirinya dan terlihat darah masih terus menetes.

Kemudian Fatimah ra kembali dan mengabarkannya kepada Nabi SAW. Lalu Nabi berdiri dan menemui arobiy, dan arobiy berkata :

"wahai Muhammad...maafkanlah aku, sungguh aku (tadi) tidak mengetahui bahwa engkau adalah Nabi".

Nabi :"mengapa engkau sampai memotong tanganmu?".

Arobiy : "aku tak akan membiarkan tanganku yang telah menampar wajahmu".

Nabi: "masuklah ke dalam islam, engkau selamat".

Arobiy : "wahai Muhammad, jika engkau seorang Nabi, obatilah/mashlahatkan tanganku".

Kemudian Nabi mengambil tangan kanan arobiy yang terputus dan menempelkannya ke tempat asalnya kemudian Nabi mengusapnya, maka tangan itupun tersambung kembali, layaknya sediakala dengan izin Allah, Maka aroby pun masuk islam.

Dinukil dari kitab AN-NAWADIR IMAM QOLYUBI 

 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

07 May 2020

Satu perbedaan jangan jadikan alasan perpecahan

Diriwayatkan bahwa, Yunus bin Abdul A’la, salah seorang murid Imam Syafi’i, pernah berbeda pendapat dengan Imam Syafi’i ketika beliau sedang  mengajar di masjid. Lalu, berdirilah Yunus dari majlis sambil marah. Dia lantas pulang begitu saja ke rumahnya. Saat malam tiba, Yunus mendengar pintu rumahnya diketuk seseorang.

Siapa..?” Tanya Yunus dari dalam rumah

Muhamad bin Idris.” Kata suara pengetuk pintu.

Pikiran Yunus menerawang pada siapa saja yang namanya Muhammad bin Idris.

Ini Syafi’i..

Ketika Yunus membuka pintu, ia kaget luar biasa. Gurunya sudah menunggu didepan pintu.

Berkata Imam Syafi’i padanya: “Hai Yunus, ratusan masalah telah menyatukan kita, apakah hanya gara-gara satu masalah kita berpisah?”

 Lebih bijak kiranya, untuk tidak selalu memenangkan diri dalam setiap perbedaan. Karena yang terpenting adalah bagaimana kita memenangkan sikap. Terlalu egois hanya akan menghancurkan jembatan yang suatu saat nanti, mungkin akan kita butuhkan kembali. Dan dalam setiap kesalahan saudara kita, maafkanlah pelakunya. Karena dalam kehidupan ini, kita sedang menyembuhkan penyakit, bukan menghakimi si sakit.

Baca Juga

Maka apabila ada orang yang datang meminta maaf kepadamu, maka segera maafkan.

Apabila ada orang yang tertimpa kesedihan, maka dengarkanlah keluhannya...

Apabila datang orang yang membutuhkan, maka penuhilah kebutuhannya sesuai dengan apa yang Allah Ta'ala berikan kepadamu

 

Apabila datang orang yang menasehatimu, maka berterimakasihlah atas nasehat yang ia sampaikan kepadamu..

 

Bahkan seandainya satu hari nanti engkau hanya menuai duri, tetaplah engkau untuk senantiasa menanam bunga.

Karena sesungguhnya balasan yang dijanjikan oleh Allah Ta'ala yang Maha Pengasih lagi Dermawan jauh lebih baik dari balasan apapun yang mampu diberikan oleh manusia"

Beliaupun menangis dan merangkul Sang Imam sembari mohon maaf dan berterima kasih atas nasihatnya.

Semoga Allah Ta'ala melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk  beramal yang dicintai dan diridhai-Nya dan senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Allah Ta'ala, terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...

01 May 2020

KISAH DAKWAH SYAIKH BADRUDDIN AL-HASANI DAN PELACUR


Sebuah kisah dari salah satu ulama terbaik yang pernah terlahir dan hidup di Negeri Syam yaitu Al-Imam Asy-Syarif Al-Muhaddits Al-Akbar Al-‘Arifbillah Maulana Syaikh Badruddin Al-Hasani RA.

 

Suatu hari beliau mendengar bahwa di pojokan kota Damaskus telah berdiri tempat pelacuran, beliau lantas memanggil salah satu murid terbaiknya, Syaikh Yahya yang sudah berumur 60 tahun.

 

“Datangi tempat itu, temui ketuanya dan bawa uang ini, sampaikan salamku pada mereka dan katakan bahwa aku meminta mereka mendoakan diriku.” Ucap beliau seraya memberi uang Dinar emas yang jumlahnya banyak sekali.

 

“Sam’an wa thoatan (siap laksanakan-red),” Syaikh Yahya menuju tempat itu, dengan jenggot putih tebal, jubah, dan surban di kepala.

 

Sampai di tempat ia memanggil wanita yang menjadi germo di tempat itu, memberinya sekantong uang emas lalu berkata:

 

“Syaikh Badruddin mengirim salam untuk kalian dan meminta kalian mendoakan beliau, dan jangan lupa bagikan uang-uang ini pada teman-temanmu.”

 

Salah seorang pelacur berkata, “Bagaimana mungkin ulama yang alim seperti beliau meminta doa dari kita?”

 

Para pelacur itu tentu kaget luar biasa mendapat hadiah dan salam dari pemuka ulama Syam waktu itu, Syaikh Yahya berkata:

 

“Ketika aku keluar dari tempat itu, aku mendengar para pelacur itu berteriak dan menangis, tentunya kebanyakan dari mereka telah bertaubat kepada Allah Swt..”

 

Setelah kejadian itu, ketika masyarakat hendak melakukan sholat subuh, mereka digemparkan oleh kedatangan para pelacur yang berbondong-bondong salat subuh di masjid Sayyid Badruddin. Mereka lalu bertaubat, menghadiri majelis pengajian beliau dan berubah menjadi wanita terhormat.

 

📚 Sumber :: Kitab Muhadditsu As-Syam As-Sayyid Badruddin Al-Hasani


www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com