Selamat tahun baru 2020, semoga tambah maju dan bermutu

Breaking News

20 January 2020

Adab dan Tata Krama Kepada Orang Tua


Birrul Walidain adalah  etika dalam Islam yang menunjukan kepada suatu tindakan berbakti (berbuat baik) kepada kedua orang tua. Berbakti kepada orang tua ini hukumnya wajib bagi setiap Muslim, meskipun seandainya keduanya adalah non muslim.
http://www.kabarmadrasah.com/
“...dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

Setiap anak wajib mentaati setiap perintah dari keduanya selama tidak bertentangan dengan perintah Allah. Dalam agama tidak saja ditekankan harus menghormati kedua orang tua saja, akan tetapi ada akhlak yang mengharuskan orang yang lebih muda untuk menghargai orang yang lebih tua usianya dan yang tua harus menyayangi yang muda,

Dalam segala kegiatan umat Islam diharuskan untuk mendahulukan orang-orang yang lebih tua usianya, Akhlak ini telah dilakukan oleh para sahabat, mereka begitu menghormati terhadap orang yang lebih tua meskipun umurnya hanya selisih satu hari atau satu malam, atau bahkan lahir selisih beberapa menit saja

Baca Juga


Maka dalam hal ini, perlu kami sampaikan beberapa adab kepada kedua orang tua disaat mereka masih hidup antara lain
1. Mendengarkan ucapan keduanya
2. Berdiri ketika mereka berdiri
3. Mematuhi perintah keduanya
4. Tidak berjalan di depan keduanya
5. Tidak mengangkat suara melebihi suara keduanya
6. Menjawab panggilan keduanya
7. Bersemangat untuk mendapatkan keridhoan keduanya
8. Tawadhu kepada keduanya
9. Tidak mengungkit-ungkit kebaikan kepada keduanya, tidak pula mengungkit bahwa ia sudah mematuhi perintah keduanya
10. Tidak melihat kepada keduanya dengan pandangan marah
11. Tidak memasamkan wajah  di depan mereka
12. Tidak pergi kecuali setelah meminta izin kepada keduanya

Demikianlah adab terhadap orag tua, mumpung mereka masih hidup, mari terapkan  tutnunan adab tersebut. Adapun ketika salah satu atau kedunya sudah tiada, maka ada adab  yang telah diajarkan dalam agama islam, antara lain :
(1) mendoakan mereka,
(2) memohonkan ampunan untuk keduanya,
(3) menunaikan janji mereka dan memuliakan teman mereka, dan
(4) menjalin silaturahim dengan orang-orang yang tidak akan menjadi saudaramu kecuali melalui perantara ayah-ibumu.

Demikian artikel ini semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua dalam bermuasyaroh terhadap kedua orang tua baik saat masih hidup maupun sudah tiada

Dari berbagai sumber : wikipedia 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel : Menyemai kader nahdhiyyah dengan Tahlil
Baca selengkapnya ...

18 January 2020

Jangan "guyon" dalam memilih sekolah buat anak


Kabarmadrasah.com - Zaman sekarang begitu banyak orang tua yang sangat prihatin, resah dan gelisah. Bukan karena dijahatin orang lain, bukan pula karena tetangga , teman ataupun konflik dengan orang lain. namun sumber keprihatinan dan keresahan justru dari dalam / internal keluarga sendiri terutama akhlak / karakter anak. Tidak peduli seorang kyai, guru, pedagang , pegawai, kuli bangunan maupun petani dan lain sebagainya

http://www.kabarmadrasah.com/

Karakter anak zaman dulu dan sekarang memang banyak yang berbeda. Dulu ketika anak-anak dipanggil orang tuanya, mereka langsung merespon , mulutnya menjawab dan anggota tubuhnya gerak ( langsung menghampiri orang tua). Beda dengan sekarang , ketika orang tua memanggil mereka, mulutnya menjawab, tapi tangannya masih memainkan gatged, pandangannya fokus pada HP,  dan nyaris masih tidak beranjak sedikitpun dari tempat semula untuk mengindahkan panggilan orang tuanya. Tentu dalam hal ini, tidak menafikan masih banyak juga anak-anak yang menghormati orang tuanya, selalu respon atas perintah dan panggilan orang tua.

Untuk itu kita sebagai orang tua, sudah saatnya untuk berfikir dan berikhtiar. sejauh mana perhatian kita terhadap pendidikan anak-anak kita?  sudah tepatkah sekolah mereka sesuai harapan kita dalam mendidik anak-anak kita? bukan hanya ilmu pengetahuannya, bukan juga skill-nya, tapi lebih dari itu, akhlak dan karakternya. jangan sampai ketika lulus nanti, mereka justru bertolak belakang dengan aqidah dan norma-norma yang ada. Bukankah mereka (anak-anak) adalah amanah Allah yang dititipkan pada orang tuanya?

Baca Juga


Penting sekali dalam hal pendidikan anak, ada kerja sama antara kita sebagai orang tua dengan pihak sekolah/madrasah. Pengawasan  terhadap anak selama di rumah menjadi tanggung jawab orang tua. Sementara kalau di sekolah/madrasah tentu sesuai muatan kurikulum yang berlaku ( muatan nasional maupun lokal ) para guru dan pendidik berupaya semaksimal mungkin  mengajar ilmu pengetahuan dan mendidik berbagai disiplin ilmu dan kepribadian anak-anak kita. Tidak ada salahnya orang tua mengetahui nomor telepon sekolah/madrasah, bahkan nomor kontak guru wali kelas anak-anak kita agar terjalin komunikasi

Demikian artikel Jangan"guyon" dalam memilih sekolah buat anak, semoga putra-putri kita senantiasa tumbuh kembang sesuai harapan. Tumbuh normal secara fisiknya, dan lebih-lebih ruhaniyahnya, karakter dan moralitasnya sehingga mampu mikul duwur mendem jero   terhadap orang tua, berbakti kepada orang tua, berguna bagi agama, nusa dan bangsa, Aamiin

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel : Menyemai kader nahdhiyyah dengan Tahlil
Baca selengkapnya ...

12 January 2020

There is no day without sin



There is no day without sin
That's the dilemma we experience every day.
But God's forgiveness is always ready for us.
Therefore, it is obligatory for us to repent of all the small and big sins, which appear or are hidden.

http://www.kabarmadrasah.com/


Because repentance is the first step that a servant steps on in his moral journey. And that is the basis of all maqom (position with Allah) and Allah likes those who repent.

In this case Allah SWT said,

"Verily, Allah accepts repentance from His servants and forgives evil deeds."

Rasulullah SAW said,

"People who repent of sin are like innocent people."

However, we must know that repentance will not be valid without being accompanied by leaving the sinful act and deep regret for the action and the determination to not repeat it for the rest of his life.

Baca Juga


People who truly repent have several signs. Among them are heartbreaking, crying a lot, always being obedient, and away from friends who behave badly and away from immoral places.
The duty of a believer is to guard himself from disobedience, both small and large as he protects himself from burning flames, submerging water, and deadly poisons.

Therefore, let us not pursue immorality which is done but not immediately repent. And don't rejoice after committing the sin.
If you fall into it, then immediately cover it up, hate it, and repent from it.

And we should also constantly renew our repentance to Allah, multiply forgiveness both during the day and night, especially before dawn. Because humans will never be separated from various kinds of disobedience both dhohir and mind.

Suffice it to be an example for us Rasulullah SAW, every day he is taking over 70 times. Even though he is the Apostle who is ma'shum (free from error and sin).

Let us multiply our forgiveness to Allah SWT, we repent with the repentance of the nasuhah, because the mercy of Allah is broader than our sins.

May Allah forgive our sins and accept our repentance. Aamiin Yaa Robb

Source: Risalatul Mu’awanah

Artikel imi saya alihbahasakan melalui google translate, jika ada kesalahan dan kekeliruan dalam tata bahasa dan kosakatanya, yang sampai merubah maksud sebenarnya, mohon masukan dan perbaikannya, Atas koreksinya, mohon hubungi kami lewat email di menu kontak kami, dan tidak lupa kami haturkan terima kasih

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel : Menyemai kader nahdhiyyah dengan Tahlil
Baca selengkapnya ...

10 January 2020

Inilah Juknis BOS terbaru 2020


Juknis BOP/BOS Madrasah terbaru 2020
Kementrian Agama sejak tahun 2009 telah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi program BOP/BOS yang tidak hanya menfokuskan pada perluasan akses, melainkan juga pada peningkatan mutu madrasah


http://www.kabarmadrasah.com
Dalam konteks ini BOP/BOS diharapkan menjadi salah satu instrument efektif untuk peningkatan mutu pembelajaran
Melalui Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 7330 Tahun 2019 Tentang Juknis Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan Pada Raudlatul Athfal dan Bantuan Operasional Sekolah Madrasah Tahun Anggaran 2020 diharapkan program BOP/BOS madrasah dapat berjalan sesuai tujuan

Juknis BOP untuk RA dan BOS untuk MI/MTs/MA/MAK tahun 2020 bisa Bapak/Ibu lihat pada tampilan berikut : 
Adapun tujuan program Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) pada RA atau Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada MI,MTs dan MA adalah :
    1.Membantu pendanaan biaya operasional dan nonpersonalia pada RA/madrasah dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran dan pemenuhan sebagian Standart Nasional Pendidikan (SNP)
    2.Meringankan beban biaya pendidikan terutama bagi peserta didik RA/madrasah dari keluarga tidak mampu dengan membantu tagihan biaya pendidikan
 3.Membantu RA/Madrasah dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran
   4.Mendukung program strategis pemerintah dalam rangka mengatasi stunting pada anak usia dini

Apa itu stunting? Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

Bagaimana dengan besaran dana BOP/BOS tahun 2020 sekarang?? Dalam Juknis BOP/BOS tahun 2020 ini ada peningkatan dibandingkan pada tahun 2019,
   1.   RA sebesar 600.000,- ( enam ratus ribu rupiah) per siswa/tahun
   2.   MI sebesar 900.000,- (Sembilan ratus ribu rupiah) per siswa/tahun
   3.   MTs sebesar 1.100.000 ( Satu juta seratus ribu rupiah) per siswa/tahun
   4.  MA/MAK sebesar 1.500.000,- ( satu juta lima ratus ribu rupiah) per siswa/tahun
Dengan tugas dan tanggung jawab madrasah baik secara administratif maupun sasaran penggunaan yang telah diatur dalam Juknis, diharapkan dapat memenuhi aturan ruang lingkup pembiayaan.
Dan jangan lupa dalam setiap kegiatan dan pembelanjaan dana BOP/BOS , disamping  harus  sesuai dengan juknis, juga disertai pelaporan dengan bukti-bukti pengeluaran yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan
Nah, tanpa berlama-lama silakan bapak/Ibu bisa download Juknis BOP/BOS untuk kemudian diprint out agar mudah dipelajari dan dipedomani, jangan hanya berupa soft file saja. Yuk download sekarang di sini

Demikian semoga bermanfaat bagi sebaik-baik peningkatan mutu madrasah kita semua, Aamiin

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel : Menyemai kader nahdhiyyah dengan Tahlil
Baca selengkapnya ...

09 January 2020

MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah

Miftahul Falah, sebuah nama lembaga pendidikan madrasah yang  terdiri dari Madrasah Ibtidaiyyah (MI), Madrasah Diniyyah (Madin) maupun Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ) di Desa Undaan Tengah Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Pada awalnya merupakan usulan dari warga desa yang beragama Islam ala  Aswaja

http://www.kabarmadrasah.com/
Gedung MI NU Miftahul Falah bagian Selatan

Miftahul Falah, terdiri dari dua kalimat dalam bahasa arab Miftah yang artinya kunci pembuka, sedang Al-Falah berarti kemenangan, kesuksesan, kemuliaan. Jadi dengan tafaulan pada nama madrasah diharapkan para peserta didik yang belajar di MI NU Miftahul Falah , begitu lulus sudah mendapatkan kunci pembuka kesuksesan hidup. Sukses dalam arti yang sangat luas, bukan sebatas materi belaka

 Usulan pendirian madtrasah tersebut disampaikan pada pemerintahan desa, yang pada saat itu dijabat oleh Bapak Sutiyono. Adapun masyarakat mengamanatkan kepada tokoh NU  yang bernama Bapak Kyai Abdur Rohim yang berdomisili di Desa Undaan Tengah Gang 11 Undaan Tengah 

Kepala desa mengijinkan untuk mendirikan pendidikan Islam yang berhaluan Aswaja dan langsung diumumkan kepada masyarakat bahwa NU akan mendirikan Lembaga pendidikan Islam yang berhaluan Ahlussunnah Waljamaah di Undaan Tengah. Dan masyarakat Islam menunjuk Kyai Abdur Rohim sebagai ketua pengurus dan Bapak Drs. Malihan sebagai kepala madrasah.

Baca Juga


Pengurus beserta tokoh-tokoh masyarakat langsung koordinasi ke Departemen Agama mulai tingkat daerah sampai ke tingkat pusat. Departemen Agama tersebut mengijinkan dan mengatakan didirikan pendidikan Islam yaitu pada saat itu berada di Masjid Al-Mujahidin Undaan Tengah gang 11 dengan nama MWB Miftahul Falah (Murid Wajib Belajar).

Antusiasme warga begitu besar sehingga dalam waktu singkat telah mendapat peserta didik yang banyak, sehingga lokasi masjid tidak muat. Pengurus dan guru mengadakan sosialisasi kepada masyarakat lewat Rapat Desa dan memutuskan tempat pendidikan dialihkan di gang 7/8 dan masyarakat setuju ditempatkan di atas larik (sungai) dan penambahan tanah disepakati oleh masyarakat desa dan juga ditempati oleh dua bangunan yaitu (1) MWB Mifathul Falah (2) Balai Desa Undaan Tengah.

Dan dalam perkembangan jaman, di lokasi larik tersebut saat ini sudah dibangun TK Pertiwi Undaan Tengah, PAUD dan juga gedung Kelompok Tani

Adapun susunan pengurus pendiri Madrasah MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Undaan Kudus sebagai berikut :
Ketua            : K. Abdur Rochim
Sekretaris     : K. Turmudzi
Bendahara   : Abdul Haq
Anggota - anggota :
1.   K. Khoiri Syamsi
2.   K. Masidi Asy'ari
3.   K. Amin Mahmudi
4.   K. Ali Machsun
5.  K. Masturin.

Setelah itu pemerintah lewat tiga menteri, yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan program penyetaraan antara MWB dan SD dan ± tahun 1978 MWB diganti menjadi MI (Madrasah Ibtidaiyah).

Baca Juga


Adapun nama-nama yang pernah menjabat sebagai kepala MI NU Mifathul Falah adalah sebagai berikut:
1)  Drs. Malihan    (MWB)     periode  1958 - 1974
2)  Muzamil          (MI)         periode 1974 - 1981
3) Nor Salam, BA  (MI)          periode  1981 - 1983
4)  Hamdan           (MI)          periode  1983 - 1984
5)  K. Masturin      (MI)          periode  1984 - sekarang


        Jadi beliau K. Masturin yang sekarang menjabat sebagai kepala madrasah merupakan satu-satunya unsur pengurus pendiri madrasah yang masih hidup. Berbagai hal ikhwal , proses dan peristiwa dari awal pendirian sampai sekarang tidak luput dari sentuhan sejuk tangan kebijakan beliau
K. Masturin bersama Kepala MI se-kecamatan Undaan
saat silaturrahim ke kediaman habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Solo
MI NU Miftahul Falah Undaan Kudus dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang menggembirakan meskipun terdapat kekurangan-kekurangan. Baik dalam hal fisik bangunan dan perabotan, maupun segi kuantitas  dan kualitas guru dan speserta didik dari tahun ke tahun

Berbagai program madrasah yang berorientasi kognitif, afektif maupun psikomotor senantiasa dikembangkan sejalan dengan visi dan misi madrasah yang senantiasa ditinjau tingkat keberhasilannya melalui Akreditasi dan sistem penilaian lainnya
http://www.kabarmadrasah.com/
H. Sukarjo (Alm) saat meninjau kegiatan TIK

Terutama pembekalan dan penguasaan IT guru dan peserta didik. Ada program TIK  one man one laptop ( 1 anak  belajar  TIK dengan memegang 1 laptop)  sangat membantu dalam percepatan IT  tidak saling berebut. Dalam hal ini, madrasah bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Komputer (LPK) Widi Kudus yang sangat profesional

Dari segi gedung, ada dua gedung yang berada di selatan jalan kampung gang 8 dan satunya lagi berada di utara jalan kampung gang 8.  Gedung tersebut digunakan untuk KBM 3 instansi baik MI, Madin maupun TPQ

Demikian sekilas tentang MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Undaan Kudus, semoga bermanfaat bagi kita semua, Aamiin


www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel : Menyemai kader nahdhiyyah dengan Tahlil
Baca selengkapnya ...

Tipu Daya Wanita


Seorang laki-laki ahli ibadah dan zuhud di suatu negara mempunyai seorang istri yang elok, mempesona lagi cantik.  Ia begitu tergila-gila dan takut adanya fitnah yang akan menimpanya.  Saat keluar masuk rumah,  ia selalu menutup pintu rumahnya.  Namun,  perempuan istrinya itu malah menyukai seorang laki-laki lain ( selingkuh)
http://www.kabarmadrasah.com/

Oleh karena itu, laki-laki (selingkuhan) yang dicintai perempuan tersebut  membuat kunci palsu untuk membuka pintu rumah si Zahid.  Sehingga laki-laki itu dapat masuk dan keluar rumah tersebut setiap saat tanpa halangan.  Sementara itu,  si Zahid ( orang yag zuhud ) tidak mengetahui sama sekali  tentang apa yang terjadi di keluarganya

Baca Juga

Suatu hari,  si Zahid merasakan keanehan dan bertanya-tanya dalam batin.  Akhirnya,  datang kesempatan untuk menyampaikan keganjalan hatinya kepada si istri. 
“ Sekarang,  engkau telah berubah sikap kepadaku.  Aku tidak mengerti yang terjadi penyebabnya.  Aku ingin engkau bersumpah kepadaku di atas suatu gunung.  Gunung itu berada di luar kota. Tidak ada seorang pun yang bersumpah di atas gunung tersebut selamat,  ketika ia berbohong”
“ Apakah perasaanmu akan menjadi baik,  setelah Aku bersumpah kepadamu?” tanya si istri
“  ya, “  jawab si suami
“  kapan engkau menginginkan aku bersumpah kepadamu?” tanya si istri
“  besok,  Insya Allah.”
 Tatkala sang suami pergi dari hadapan si istri,  laki-laki asing itu datang.
“  suamiku berkata demikian dan demikian.  dan,  aku berjanji akan bersumpah untuknya di atas gunung besok.”
 Pemuda itu pun bingung tanpa memberikan komentar sama sekali
“ tidak usah sedih! Besok,  aku akan memakai pakaian tipuan.  Ambillah seekor himar.  Dan berdirilah di depan gerbang kota.  Aku akan memanggil suamiku untuk memanggil jasa sewa himar.  Ketika aku memanggilmu untuk menyewamu,  cepat-cepatlah dan bawalah himar itu kepadaku.  aku akan melakukan sesuatu yang dapat dibenarkan oleh sumpahku,”  ujar perempuan itu kepada selingkuhannya

Baca Juga

“  dengan senang hati.” ungkap si Pemuda
 Keesokan harinya,  si pemuda keluar ke kota dan melakukan yang diperintahkan si perempuan. 
Ketika waktu sumpah tiba,  si Zahid (orang yang zuhud )  memanggil istrinya untuk bersumpah :
“ aku tidak kuat berjalan kaki ke gunung itu.  pertimbangkanlah,  aku ingin mengendarai tunggangan.”
“  baiklah,  mari kita berjalan.  barangkali di depan kita dapat menemukan himar yang dapat disewa,”  ucap si suami 
Di depan pintu kota,  terdapat seorang pemuda ada yang berdiri menggandeng himar
“ wahai jasa sewa himar, akankah engkau  menyewakan himarmu untukku yang engkau tuntun sendiri menuju gunung itu dengan harga setengah dirham?”
“  Baik, “  jawab si Pemuda
Selanjutnya,  si pemuda membawa himar,  dan mereka pun pergi bersama.  Ketika mereka sampai di gunung yang dimaksud,  si perempuan berkata, “  turunkan aku dari  himar ini!”
Tatkala si pemuda hendak menurunkannya,  perempuan tersebut menjatuhkan diri di atas tanah, tanpa pakaian sama sekali.  Aurat perempuan itu terbuka.  Dengan berlagak tidak tahu,  perempuan itu memarahi si pemuda. dan,   si pemuda berkata, “  demi Allah, aku tidak bersalah.”
Selanjutnya,  si perempuan itu berdiri,  dan menjulurkan tangannya ke gunung serta bersumpah bahwa tidak ada seorangpun yang mengetahui auratnya kecuali suaminya dan si pemuda yang menyewakan himar.  namun tiba-tiba gunung tersebut berguncang keras dan bergeser jauh dari tempatnya.
Hal itu sebagaimana firman Allah :
 "..padahal di sisi Allah-lah (balasan)  makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar)  sehingga gunung-gunung dapat lenyap karena mereka ( QS. Ibrahim 14 : 46) 
Disarikan dari cerita dalam kitab klasik : An-Nawaadir 

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel : Menyemai kader nahdhiyyah dengan Tahlil
Baca selengkapnya ...

05 January 2020

Penanaman Karakter Anak dengan Do'a Asmaul Husna


Asmaul Husna secara lughowi terdiri atas 2 kalimat yaitu asma dan husna. Asma merupakan bentuk jama’ dari ismun yang berarti nama-nama, sedangkan husna memiliki arti yang terbaik atau yang teragung

http://www.kabarmadrasah.com/

Secara istilah asmaul husna artinya nama-nama agung yang hanya dimiliki oleh Allah yang dapat diteladani oleh setiap orang beriman.
Manfaat dari lafadz asmaul husna hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang telah memahami dan mengamalkan setiap sifat dari asmaul husna dengan baik dan benar

Pengamalan dari asmaul husna dapat diwujudkan dengan amalan hati ataupun amalan badan, yaitu dengan melaksanakan dan atau meninggalkan perbuatan tertentu dalam keseharian hidup

Jumlah asmaul husna ada 99  sesuai dengan firman Allah dalam Alqu’an. Berikut Nadhom Asmaul Husna secara komplit : 



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

وَالْحَمْدُ لِرَبِّنَا
بِسْمِ اللهِ بَدَأْنَا

لِلنَّبِىِّ حَبِيْبِنَا
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ

أَنْتَ مَقْصُوْدُنَا
يَا اَللهُ يَارَبَّنَا

دُنْيَانَا وَأُخْرَانَا
رِضَاكَ مَطْلُوْبُنَا

يَا مَالِكُ يَا قُدُّوْسُ
يَا رَحْمنُ يَا رَحِيْمُ

يَا مُهَيْمِنُ يَا عَزِيْزُ
يَا سَلاَمُ يَا مُؤْمِنُ

يَا خَالِقُ يَا بَارِئُ
يَا جَبَّارُ مُتَكَبِّرُ

يَا قَهَّارُ يَا وَهَّابُ
يَا مُصَوِّرُ يَا غَفَّارُ

يَا عَلِيْمُ يَا قَابِضُ
يَا رَزَّاقُ يَا فَتَّاحُ

يَا رَافِعُ يَا مُعِزُّ
يَا بَاسِطُ يَا خَافِضُ

يَا بَصِيْرُ يَا حَكَمُ
يَا مُذِلُّ يَا سَمِيْعُ

يَا خَبِيْرُ يَا حَلِيْمُ
يَا عَدْلُ يَا لَطِيْفُ

يَا شَكُوْرُ يَا عَلِىُّ
يَا عَظِيْمُ يَا غَفُوْرُ

يَا مُقِيْتُ يَا حَسِيْبُ
يَا كَبِيْرُ يَا حَفِيْظُ

يَا رَقِيْبُ يَا مُجِيْبُ
يَا جَلِيْلُ يَا كَرِيْمُ

يَا وَدُوْدُ يَا مَجِيْدُ
يَا وَاسِعُ يَا حَكِيْمُ

يَا حَقُّ يَا وَكِيْلُ
يَا بَاعِثُ يَا شَهِيْدُ

يَا وَلِىُّ يَا حَمِيْدُ
يَا قَوِىُّ يَا مَتِيْنُ

يَا مُعِيْدُ يَا مُحْيِىْ
يَا مُحْصِىْ يَا مُبْدِءُ

يَا قَيُّوْمُ يَا وَاجِدُ
يَا مُمِيْتُ يَا حَيُّ

يَا اَحَدُ يَا صَمَدُ
يَا مَاجِدُ يَا وَاحِدُ

يَا مُقَدِّمُ يَا مُؤَخِّرُ
يَا قَدِيْرُ يَا مُقْتَدِرُ

يَا ظَاهِرُ يَا بَاطِنُ
يَا اَوَّلُ يَا اخِرُ
يَا بَرُّ يَا تَوَّابُ
يَا وَالِيْ مُتَعَالِيْ
يَا رَءُوْفُ يَا مَالِكُ
يَا مُنْتَقِمُ يَا عَفُوُّ
ذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ
مَالِكَ الْمُلْكِ
يَا غَنِيُّ يَا مُغْنِيْ
يَا مُقْسِطُ يَا جَامِعُ
يَا نَافِعُ يَا نُوْرُ
يَا مَانِعْ يَا ضَآرُّ
يَا بَاقِيْ يَا وَارِثُ
يَا هَادِيْ يَا بَدِيْعُ
عَزَّ وَ جَلَّ ذِكْرُهُ
يَا رَشِيْدُ يَا صَبُوْرُ
الدُّعَآءُ
اِغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا
بِاَسْمَآئِكَ الْحُسْنَى
وَذُرِّيَّاتِنَا
وَلِوَالِدِيْنَا
وَاسْتُرْ عَلَى عُيُوْبِنَا
كَفِّرْ عَنْ سَيِّئَاتِنَا
وَارْفَعْ دَرَجَاتِنَا
وَاجْبُرْ عَلَى نُقْصَانِنَا
وَرِزْقًا وَاسِعًا
وَزِدْنَا عِلْمًا نَافِعًا
وَعَمَلاً صَالِحًا
حَلاَلاً طَيِّبًا
وَيَسِّرْ اُمُوْرَنَا
وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا
دَآئِمَ حَيَا تِنَا
وَصَحِّحْ اَجْسَادَنَا
عَنِ الشَّرِّ بَاعِدْنَا
اِلَى الْخَيْرِ قَرِّبْنَا
اَخِيْرًا نِلْنَا الْمُنى
وَالْقُرْبى رَجَآؤُنَا
وَاقْضِ حَوَآئِجَنَا
بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا
اَلَّذِيْ هَدَانَا
وَالْحَمْدُ لِإِلـهِنَا
طه خَلِيْلِ الرَّحْمنِ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى
اِلى اخِرِ الزَّمَانِ
وَالِه وَصَحْبِه



Bismillahi bada’na Walhamdu lirobbina
Wassholatu wa salam Lin nabi habibina
Ya allah ya robbana Anta maksuduna
Ridhloka mathlubuna Dunyana wa uhrona

Ya rohmanu ya rohim Ya maliku ya kuddus
Ya salamu ya mukmin Ya muhaiminu ya aziz
Ya jabber mutakabbir Ya kholiqu ya bari’
Ya mushowwiru ya ghoffar Ya kohharu ya wahhab

Ya rozzaqu ya Fattah Ya ‘alimu ya qobid
Ya basitu ya khofidz Ya rofi’u ya mu’iz
Ya mudzillu ya sami’ Ya basiru ya hakam
Ya ‘adlu ya lathifu Ya khobiru ya halim

Ya ‘adzimu ya ghofur Ya sakuru ya ‘aliy
Ya kabiru ya hafidz Ya muqitu ya hasib
Ya jalilu ya karim Ya roqibu ya mujib
Ya wasi’u ya hakim Ya wadudu ya majid

Ya ba’itsu ya syahid Ya haqqu ya wakilu
Ya qowiyyu ya matin Ya waliyyu ya hamid
Ya muhsi ya mubdi’u Ya mu’idu ya muhyi
Ya mumitu ya hayyu Ya qoyyumu ya wajid

Ya majidu ya wahid Ya ahadu ya shomad
Ya qodir ya muqtadir Ya muqoddim ya muakhir
Ya awwalu ya akhir Ya dhohiru ya bathin
Ya wali muta’aly Ya barru ya tawwabu

Ya muntaqimu ya ‘afuw Ya roufu ya malik
Malikal mulki Ya dzal jalali wal ikrom
Ya muqsitu ya jami’ Ya ghoniyyu ya mughniy
Ya mani’u ya dhooru Ya nafi’u ya nuuru
Ya hadi ya badi’ Ya baqi ya warits
Ya rosyidu ya shobur ‘azza jalla dzikruhu


DOA



Bi asmaikal husna Ighfir lana dzunubana
Wa liwalidina Wa dzurruyyatina
Wa limasayihina Wa talamidzina
Wa jami’in ahlina Wa manit taba’ana

Wal muslimin Wal muslimat
Wal mukminin Wal mukminat
Kaafatan ‘ammatan Al ahyai wal amwat
Kaffir ‘an sayyiatina Wastur ‘ala ‘uyubina

Wajbur ‘ala nuksonina Warfa’ darojatina
Wa zidna ‘ilman nafi’an Wa rizqon wasi’an
Halalan thoyyiban Wa ‘amalan sholihan
Wa nawwir qulubana Wa yassir umurona

Wa sohhih ajsadana Daima hayatina
Ilal khoiri korribna ‘annis syarri ba’idna
Wal qurba roja una Akhiron nilnal muna
Balligh maqosidana Waqdhi hawaijana

Wal hamdu li ilahina Alladzi hadana
Sholli wassallim ‘ala Toha kholilir rohman
Wa alihi wa sohbihi Ila akhiriz zaman


Sekarang ini, hampir keseluruhan madrasah dan bahkan sekolah umum tingkat dasar dan menengah/atas telah menanamkan karakter pembiasaan berdoa  di pagi hari sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai dengan berdo'a Asmaul Husna.

Semoga dengan hal tersebut, ada rahasia tersendiri dan manfaatnya bagi generasi penerus bangsa, Aamiin

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel : Menyemai kader nahdhiyyah dengan Tahlil
Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com