Selamat datang di Blog Kabarmadrasah,Info Seputar Madrasah dan Regulasi Terbaru. Semoga bermanfaat

Breaking News

30 October 2017

Qosidah Sang Guru Pembimbing

Kabarmadrasah.com- Mendengar dan melihat video ini , tanpa terasa linangan air mata menetes membasahi pipi, teringat kebersamaan bersama beliau Romo yai Ahmad Asrorie Al-Ishaqie dalam beberapa majlis Al-Khidmah, teringat dawuh-dawuh beliau yang begitu menyejukkan, teringat bimbingan beliau yang begitu menyentuh qalbu, Semoga kita sedikit demi sedikit dapat melaksanakan bimbingan beliau.....

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ] 

Semoga bermanfaat dan jangan lupa  tombol like , Terima Kasih
Baca selengkapnya ...

12 October 2017

Riwayat Pendidikan dan Aktivitas Sosial Keagamaan KH Asrori Al-Ishaqy

www.kabarmadrasah.com

www.kabarmadrasah.com - Yai Rori muda hanya mengenyam pendidikan formal sampai kelas tiga Sekolah Dasar. Selanjutnya, seperti umumnya putra kyai di daerah Jawa, Gus Rori menimba ilmu di pondok pesantren sebagai persiapan untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari ayah Beliau. Sesuai dengan keinginan sang ayah, pada tahun 1966, pondok pesantren yang pertama kali menjadi tempat belajar Beliau adalah pondok pesantren Darul Ulum, Peterongan-Jombang yang di-asuh oleh KH. DR. Musta’in Romly[2], yang juga seorang mursyid tarekat Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah.
Setelah setahun[3] mondok di Peterongan, Gus Rori  melanjutkan studi ke pondok pesantren Alhidayah di desa Tretek-Pare-Kediri yang di-asuh oleh almarhum KH. Juwaini bin Nuh. Di pesantren ini, Gus Rori mengaji selama tiga tahun. Kitab-kitab yang didalami kebanyakan adalah kitab tasawuf dan hadits seperti kitab Ihya’ Ulumiddin karya al Ghazali dan Shahih Bukhari. Meski terhitung cukup singkat, namun banyak sekali kitab yang dikhatamkan oleh Gus Rori di pondok asuhan Kyai Juwaini ini.[4]
Selepas dari Kediri, Gus Rori melanjutkan belajar ke Pondok Pesantren al Munawwir, Krapyak-Jogjakarta di bawah asuhan KH. Ali Ma’shum. Di pesantren ini, durasi belajar Gus Rori hanya berkisar selama beberapa bulan saja. Selanjutnya, Beliau belajar di salah satu pesantren di desa Buntet-Cirebon yang di-asuh oleh KH. Abdullah Abbas. Di pesantren ini, Gus Rori hanya belajar selama setengah tahun.[5]
Aktivitas Sosial Kemasyarakatan dan Keagamaan
Jamaah pengikut dari Yai Rori RA secara garis besar terbagi menjadi dua. Yaitu mereka yang sudah mengikuti baiat (inisiasi) tarekat Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah al Utsmaniyyah atau disebut murid, dan jamaah yang baru sebatas tertarik dengan majlis-majlis dzikir yang diperuntukkan bagi siapapun yang mau mengikutinya. Kelompok kedua ini dinamakan jamaah atau muhibbin.
Di Pondok Pesantren As Salafi Al Fithrah yang berlokasi di Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran yang Beliau dirikan dan asuh, tak kurang dari 2000 santri putra-putri yang mukim, dan 1200 santri yang mengaji pulang-pergi. Lembaga pendidikan formal di pondok ini bahkan telah tersedia lengkap mulai dari tingkat kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi. Sedangkan untuk pendidikan non formal yang dilaksanakan pada malam hari, ada TPQ dan madrasah diniyah.
Sejak Yai Rori RA membuka pengajian rutin bulanan di Pondok Pesantren As Salafi Al Fithrah ini, jamaah Beliau bertambah dengan pesat. Pengajian rutin bulanan dihadiri tak kurang oleh 20.000 jamaah yang datang dari berbagai kota di pulau Jawa. Sedangkan Haul Akbaryang rutin di-adakan setiap tahun di tempat yang sama, dihadiri tak kurang oleh 200.000 jamaah yang berdatangan dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, ada majlis dzikir rutin mingguan dan majlis manaqiban bulanan yang dihadiri oleh lebih dari 10.000 ribu orang jamaah.
Momen-momen majlis mingguan, bulanan, dan tahunan yang dihadiri oleh banyak jamaah tersebut sekaligus juga membawa keberkahan tersendiri bagi masyarakat Kedinding dan sekitarnya. Sebab, dengan adanya majlis-majlis yang melibatkan banyak massa tersebut, sedikit-banyak roda perekonomian mereka juga ikut terdongkrak naik. Para pengusaha warung tegal (warteg), para pengusaha warung kopi/giras, para pengusaha kos-kosan/kontrakan, para abang tukang becak, para sopir angkot serta taksi, dan berbagai jenis usaha/profesi lainnya, tentu bisa merasakan perbedaan income atau penghasilan mereka: antara ketika sedang ada majlis di pondok dengan hari-hari biasa.

Dan dengan didasari atas kesadaran bahwa manusia tidak akan hidup di dunia selamanya, Yai Rori kemudian berfikir jauh ke depan demi keberlangsungan pembinaan jamaah yang jumlahnya telah mencapai ratusan ribu ini. Maka dibentuklah sebuah organisasi keagamaan yang bernama “Jamaah Al Khidmah”. Organisasi ini dideklarasikan secara resmi pada tanggal 25 Desember 2005 di Semarang Jawa Tengah. Kegiatan utamanya adalah menjadi semacam Event Organizer (EO) dalam menyelenggarakan Majlis Dzikir, Majlis Khatmil Qur’an, Maulid, dan Manaqib serta kirim doa kepada orang tua, para leluhur, dan para guru. Majlis lain yang menjadi bidang garapan dari jamaah Al Khidmah adalah majlis sholat malam, majlis taklim, majlis lamaran, majlis akad nikah, majlis tingkepan, majlis memberi nama anak, dan lain- lain.
Ketua Umum Jamaah Al Khidmah periode I dan II (2005-2014) H. Hasanuddin, SH. menjelaskan bahwa organisasi ini dibentuk semata-mata agar pembinaan jamaah bisa lebih terarah serta teratur dan siapapun bisa menjadi anggotanya tanpa harus memenuhi syarat-syarat tertentu.
Sampai saat ini, sepeninggal Yai Rori, jamaah Al Khidmah tetap eksis dalam menyelenggarakan majlis-majlis dzikir tidak beda dengan seperti ketika Beliau masih hidup. Bahkan, sepeninggal Beliau, jamaah Al Khidmah ini secara kuantitas justru mengalami perkembangan yang sangat signifikan, baik di dalam maupun di luar negeri. Banyak kabupaten/kota maupun provinsi yang pada saat Yai Rori masih sugeng belum ada jamaah Al Khidmahnya, namun sepeninggal Beliau, jamaah Al Khidmah bisa muncul dan berkembang pesat di daerah tersebut. Begitu pula dengan perkembangan di luar negeri. Misalnya saja, sepeninggal Yai Rori, jamaah Al Khidmah bisa masuk bahkan berdiri sebagai organisasi resmi dengan amaliah rutin di Thailand bagian selatan dan di Belgia.
Menurut Bung Has, sampai saat ini kepengurusan jamaah Al Khidmah sudah berdiri di 77 kabupaten/kota dan sembilan provinsi di Indonesia. Sedangkan kepengurusan di luar negeri sudah terbentuk di Malaysia, Singapura, Thailand, Belgia, dan Saudi Arabia.

Sumber: http://buletinalfithrah.com

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Riwayat Hidup KH.Ahmad Asrori A-lIshaqy

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ] 
Semoga bermanfaat dan jangan lupa  tombol like , Terima Kasih
Baca selengkapnya ...

09 October 2017

Riwayat Hidup KH.Ahmad Asrorie Al-Ishaqy


www.kabarmadrasah.com
Kabarmadrasah.com -KH. Achmad Asrori Al Ishaqy RA dilahirkan di Surabaya pada tanggal 17 Agustus 1951.[1] Beliau adalah putra ke-empat dari sepuluh bersaudara. Ayahnya bernama KH. Muhammad Utsman Al Ishaqy dan ibunya bernama Nyai Hj. Siti Qomariyah binti KH. Munadi. Al Ishaqy adalah gelar yang dinisbatkan kepada Maulana Ishaq, ayah dari Sunan Giri. Sebab, KH. Utsman adalah keturunan ke-14 dari Sunan Giri. Dari jalur ibu, silsilah nasab KH. Asrori bersambung dengan Sunan Gunung Jati, Cirebon. Jika dirunut, nasab Yai Rori bersambung dengan Nabi Muhammad SAW pada urutan yang ke-38. Berikut silsilah nasab Beliau: Achmad Asrori al Ishaqy – Muhammad Utsman al Ishaqi – Nyai Surati – Kyai Abdullah – Mbah Dasha – Mbah Salbeng – Mbah Jarangan – Kyai Ageng Mas – Kyai Panembahan Bagus – Kyai Ageng Pangeran Sadang Rono – Panembahan Agung Sido Mergi – Pangeran Kawis Guwa – Syaikh Fadllullah (Sunan Prapen) – Syaikh Ali Sumadiro – Syaikh Muhammad ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri) – Syaikh Maulana Ishaq – Syaikh Ibrohim Akbar (Ibrohim Asmorokondi) – Syaikh Jamaluddin Akbar (Syaikh Jumadil Kubro) – Syaikh Ahmad Syah Jalal Amir – Syaikh Abdullah Khon – Syaikh Alwi – Syaikh Abdullah – Syaikh Ahmad Muhajir – Syaikh Isa ar Rumi – Syaikh Muhammad Naqib – Syaikh Ali al ‘Iridhi – Syaikh Ja’far Shodiq – Syaikh Muhammad al Baqir – Sayyid Ali Zainul ‘Abidin – Sayyid Imam al Husain – Sayyidah Fathimah az Zahro – Nabi Muhammad SAW.
Tanda-tanda Yai Rori akan menjadi seorang tokoh panutan sudah nampak sejak masa muda Beliau. Setelah menuntut ilmu di beberapa pondok pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, Yai Rori muda berdakwah kepada anak-anak atau pemuda jalanan. Padahal, di ndalem ayah Beliau yang berlokasi di kelurahan Jatisrono, Kecamatan Semampir, ayah Beliau sendiri juga masih memerlukan tenaga Beliau untuk membantu mengajar di Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin Darul ‘Ubuudiyyah  yang diasuh oleh sang ayah sendiri.
Dengan metode dakwahnya yang unik, yaitu dengan mengikuti hobi anak-anak jalanan seperti bermain musik, nongkrong, dan sebagainya, anak-anak muda tersebut sedikit demi sedikit bisa menerima ilmu yang diselipkan oleh Gus Rori –begitu Yai Rori muda akrab dipanggil– melalui obrolan ringan ketika mereka semua sedang berkumpul.
Meskipun dalam skala yang lebih kecil, metode dakwah semacam ini mirip-mirip dengan apa yang dulu pernah dilakukan oleh para pendakwah Islam generasi awal di Indonesia, khususnya di tanah Jawa yang lebih dikenal dengan sebutan Wali Songo. Dimana, cara Wali Songo berdakwah pada waktu itu adalah melalui proses akulturasi budaya Islam dan budaya lokal yang telah mengakar kuat di masyarakat. Mereka tak lantas langsung ‘membabat habis’ budaya-budaya lokal yang pada waktu itu bisa dibilang ‘kurang Islami’ seperti wayangan, gendingan, gendorenan, dan lain sebagainya. Namun, budaya-budaya lokal tersebut justru digunakan sebagai sarana pendekatan ataupun sarana untuk menarik minat penduduk pribumi terhadap Islam. Sehingga, setelah timbul ketertarikan dalam diri pemduduk pribumi, pada tahap selanjutnya, secara psiklogis mereka tentu juga akan lebih siap untuk menerima dakwah Islam.
Apa yang dilakukan oleh Yai Rori muda pun kurang lebih juga seperti itu. Beliau tak langsung melarang aktivitas-aktivitas kurang produktif –untuk tak menyebutnya: kurang bermanfaat, seperti nyangkrukan dan lainnya-– yang telah menjadi kebiasaan para pemuda jalanan yang menjadi obyek dakwah Beliau pada waktu itu. Namun, aktivitas-aktivitas tersebut justru dijadikan oleh Yai Rori muda menjadi semacam ‘pintu masuk’ untuk mulai mendakwahi dan membimbing mereka. Secara spesifik lagi,  meskipun pelan namun pasti, dalam hal ini mereka dibimbing agar tak hanya mau ngumpul-ngumpul dengan sesama komunitasnya sendiri saja. Namun mereka juga dibimbing agar mau ngumpul-ngumpul bersama dengan orang-orang shalih melalui majlis dzikir.
Seiring dengan terus berjalannya waktu, semakin lama semakin banyak pula pemuda yang tertarik dengan metode ataupun konsep dakwah yang diterapkan oleh Gus Rori. Hingga pada akhirnya, Gus Rori mengajak mereka untuk mengadakan majlis manaqiban dan pengajian di Gresik. Majlis yang pertama kali ini dilaksanakan di kampung Bedilan yang di kemudian hari di-adakan secara rutin pada tiap bulannya di tempat tersebut. Majlis ini di-isi dengan pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qodir al Jilany, pembacaan Maulid, dan tanya jawab keagamaan. Majlis ini awalnya diberi nama jamaah KACA yang merupakan akronim dari Karunia Cahaya Agung. Namun agar lebih familiar, Gus Rori menyebut anggota jamaah KACA dengan sebutan Orong-Orong. Secara harfiah, Orong-Orong adalah binatang melata yang biasa keluar pada malam hari. Secara filosofis, pemberian nama semacam ini disesuaikan dengan perilaku anak-anak muda pengikut Gus Rori yang rata-rata memang mempunyai kebiasaan keluar pada waktu malam hari. Dalam perkembangannya, nama Orong-Orong ini kemudian menjadi lebih terkenal dibandingkan dengan nama KACA. Dan jamaah Orong-Orong inilah yang kelak, di kemudian hari ‘bermetamorfosis’ serta menjadi embrio dari lahirnya jamaah Al Khidmah.
Meski masih muda, ketokohan Gus Rori yang kharismatik dan netral serta sikap Beliau yang non partisan terhadap kelompok Islam tertentu ataupun terhadap partai politik tertentu, pada akhirnya membuat Beliau sangat disegani oleh berbagai kalangan masyarakat dari strata sosial serta kelompok yang berbeda-beda. Majlis-majlis Beliau bersifat inklusif serta terbuka bagi siapapun dan dari kelompok manapun. Sehingga, karena tidak adanya kesan eksklusivisme ini, tak mengherankan jika dalam majlis-majlis yang Beliau pimpin, para pejabat sipil maupun pemerintahan yang notabenenya mempunyai pandangan keagamaan atau politik yang berbeda-beda, sering kali bisa terlihat rukun serta mau untuk duduk bersama-sama dalam sebuah majlis.
Pada tahun 1983, Gus Rori mendirikan mushola di Kelurahan Tanah Kali Kedinding. Dalam perkembangannya, ternyata banyak masyarakat sekitar yang antusias serta tertarik untuk memondokkan anak-anak mereka di kediaman baru Gus Rori tersebut. Akhirnya, Gus Rori mendirikan masjid dan pondok pesantren yang kemudian diberi nama Pondok Pesantren As Salafi Al Fithrah.

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Al-Khidmah Kudus

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ] 
Semoga bermanfaat dan jangan lupa  tombol like , Terima Kasih
Baca selengkapnya ...

08 October 2017

Madrasah Unggulan


Kabarmadrasah.com – Menjadikan sekolah/madrasah unggulan tidaklah mudah namun begitu tidaklah telalu sulit kalau ada kemauan dari semua stakeholder yang ada.
www.kabarmadrasah.com

Berikut ini ciri-ciri Sekolah/Madrasah unggul yang bisa memotivasi kita, diantaranya adalah:
1. Masuk Sekolah/Madrasah Tanpa Seleksi :
Sekolah/Madrasah unggul adalah Sekolah/Madrasah yang pada tahap Inputnya (saat masuk) tidak melakukan seleksi dalam hal berkaitan dengan nilai atau kemampuan tertentu. Misalkan harus bisa baca, berhitung, menulis, nilainya harus tinggi dan berbagai persyaratan akademik lainnya adapun kalau ada tidak dijadikan sayarat lulus atau tidaknya siswa tersebut.
Sekolah/Madrasah unggul dalam tahap inputnya hanya melakukan pemetaan tentang kemampuan peserta didik tersebut. Kalaupun ada tes hanya dijadikan sebagai acuan untuk membagi kelas berimbang, yaitu kelas yang isinya terdiri dari berbagai kemampuan peserta didik.
2. Menerima Semua Siswa Dengan Berbagai Karakter:
Sekolah/Madrasah unggul adalah Sekolah/Madrasah yang bisa memanusiakan manusia, menerima segala keterbatasan yang dimiliki oleh calon siswa baru. Sekolah/Madrasah ungul menerima siswa Autis, siswa Slow Learner , Fast learner dan siswa-siswa dengan ke unikan lainnya.
Anak-anak istiniewa tersebut harus mendapatkan tempat terbaik, tempat yang bisa mengembangkan segala potensi yang dimilikinya serta tempat yang bisa memahami segala kekurangan yang dimilikinya.
Sekolah/Madrasah seperti ini biasanya juga disebut dengan Sekolah/Madrasah Inklusi, yaitu Sekolah/Madrasah yang memiliki keberagaman kemampuan siswa atau kita juga mengenal tentang Sekolah/Madrasah Multiple Intelligence.
Oleh sebab itu kita harus punya keyakinan bahwa Sekolah/Madrasah unggul adalah Sekolah/Madrasah yang bisa mengembangkan segala potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Alhamdulillah kini sudah mulai banyak Sekolah/Madrasah-Sekolah/Madrasah yang mau melakukan ini.
3. Sekolah/Madrasah Yang Mendahulukan Nilai-Nilai Akhlak:
Sekolah/Madrasah yang bisa disebut dengan Sekolah/Madrasah unggul bukanlah Sekolah/Madrasah yang elit, Sekolah/Madrasah yang biayanya mahal, Sekolah/Madrasah yang gedungnya mentereng dan lain sebagainya. Sekolah/Madrasah yang unggul adalah Sekolah/Madrasah yang mengutamakan nilai-nilai akhlak dalam budaya sehari-harinya, Sekolah/Madrasah yang dalam tujuan akhirnya adalah menjadikan pribadi-pribadi yang berakhlak mulia.
Sekolah/Madrasah yang memiliki nilai-nilai akhlak pada gurunya, siswa-siswa dan masyarakat Sekolah/Madrasahnya merupakan Sekolah/Madrasah dambaan bagi para orang tua yang menginginkan masa depan anaknya menjadi cerah. Sekolah/Madrasah ini dalam istilah lain juga bisa disebut dengan Sekolah/Madrasah berkarakter..
4. Sekolah/Madrasah Yang Memiliki Agenda Rutin Untuk Pelatihan Gurunya :
Salah satu penentu Sekolah/Madrasah unggul adalah adanya guru-guru yang berkualitas dan guru-guru tersebut tidak mungkin ada tanpa di dukung oleh sebuah sistem dan manajemen Sekolah/Madrasah unggul. oleh sebab itu kepala Sekolah/Madrasah dan pengelola lembaga pendidikan (Yayasan) harus saling bersinergi untuk membangunnya.
Sekolah/Madrasah Unggul adalah Sekolah/Madrasah yang memiliki agenda rutin dalam kegiatan pengembangan diri guru-gurunya. Idealnya minimal ada 8 kali pelatihan yang dilaksanakan oleh Sekolah/Madrasah atau lembaga dalam setahun.
Pelatihan tersebut contohnya adalah tentang Ice Breaking, Manajemen Kelas,Lesson Plan, Seminar Parenting,  Administrasi Mengajar,  Character Buliding, Komunikasi Efektif, Public Speaking, Strategi Mengajar, Pelatihan Menulis, Pelatihan Media Pembelajaran dan lain sebagainya.
Bagaimana jika tidak memiliki biaya?
Terkait dengan biaya memang menjadi kedala yang umum dan biasa, namun Sekolah/Madrasah setidaknya mencari solusi terbaik agar para guru terus bisa di upgrade kemampuannya dengan cara melakukan kajian buku bulanan, resensi buku dan kegiatan breafing pagi. 
5. Sekolah/Madrasah Yang Mampu Mensejahterkan Gurunya :
Bagaimanapun kesejahteraan adalah hal penting bagi Sekolah/Madrasah unggul, fenomenanya banyak kita lihat disebuah lembaga pendidikan guru keluar masuk. Hal ini salah satu sebabnya di akibatkan karena kurangnya Sekolah/Madrasah atau lembaga memperhatikan kesejahteraan gurunya.
Sudah sepatutnya Sekolah/Madrasah atau sebuah lembaga memberikan ketenangan pada guru, agar mereka bisa mengajar dengan maksimal. Kesejahteraan guru tentu akan berdampak pada peningkatan kualitas Sekolah/Madrasah tersebut, akan banyak guru yang memiliki komitmen yang tinggi dalam mewujudkan visi dan misi Sekolah/Madrasah.
6. Sekolah/Madrasah Yang Memiliki Hubungan Baik Antara Orang Tua Murid, Guru Dan Pihak Pengelola:
Sekolah/Madrasah dan orang tua harus bisa saling bersinergi, karena bagaimanapun tidak akan ada sebuah program yang bisa berhasil, jika apa yang dilakukan di Sekolah/Madrasah dengan yang di rumah berbeda.
Conth adanya kesepakatan bersama antara pihak Sekolah/Madrasah dengan orang tua di rumah. Pada saat di rumah orang tua wajib membuat jadwal tentang program yang mendukung visi dan misi Sekolah/Madrasah yaitu pada pukul 05.00 (setelah subuh) menyetel murotal Juz 30, Pukul 17.18.00 (sebelum magrib) menyetel murotal Juz 30 dan pada pukul 18.00-20.00 tidak boleh menyalakan TV di rumah.
Ini diantara langkah bersinergi demi mewujudkan impian bersama yaitu untuk menjadikan anak-anak hafal Juz 30 dan 29 selama Sekolah/Madrasah. 
Inilah pentingnya bersinergi antara orang tua, guru, karyawan dan pengelola lembaga pendidikan.
7. Sekolah/Madrasah Yang Memiliki Budaya Unggul (Kebiasan-Kebiasan Baik) :
Kebiasan-kebiasan baik (Habits) wajib dimiliki oleh Sekolah/Madrasah unggul, karena ini akan menjadi brand Sekolah/Madrasah tersebut. kebiasan-kebiasan baik ini tercermin dalam budaya Sekolah/Madrasah. Contohnya diwajibkan membiasakan anak-anak agar memanggil adek kelasnya dengan adik dan sebaliknya memanggil kakak kelas dengan panggilan kakak, membiasakan saat berjalan menemukan sampah langsung di pungut, membiasakan untuk mengingatkan teman-temannya yang melanggar budaya Sekolah/Madrasah dan lain sebagainya.
Budaya Sekolah/Madrasah akan menjadi bekal penting bagi masa depan anak-anak, karena kelak mereka akan membiasakan hal-hal yang baik, semoga kita bisa melakukannya.
8. Sekolah/Madrasah Yang Menjadikan Membaca Dan Menulis Adalah Agenda Wajib Bagi Guru-Gurunya :
Bagi kita sebagai guru, buku sudah sepatutnya dijadikan sahabat terbaik, karena bagaimanapun guru harus terus mengasah kemampuan dirinya. Jika kesempatan untuk mengikuti pelatihan sangat jarang maka solusinya adalah dengan cara membaca buku-buku inspiratif yang berbuhungan dengan profesi kita.
Oleh sebab itu hal ini harus di dukung oleh pihak Sekolah/Madrasah atau lembaga Sekolah/Madrasah dengan cara menyediakan perpustakaan khusu bagi guru, yaitu dengan menghadirkan buku-buku populer. Selanjutnya kepala Sekolah/Madrasah membuat kebijakan, bahwa setiap guru wajib meresensi buku minimal 1 buku dalam sebulan, kemudian hasil resensi tersebut di kaji dalam rapat bulanan.
9. Sekolah/Madrasah yang mementingkan kebersihan dan kesehatan Sekolah/Madrasah (Sekolah/Madrasah Hijau)
Tempat yang paling nyaman untuk belajar adalah tempat yang bersih dan sehat. Sekolah/Madrasah unggul biasanya secara fisik bisa sangat terlihat, walaupun gedungnya tidak mentereng, bertingkat-tingkat dan tidak ber AC, tapi Sekolah/Madrasah tersebut terlihat asri, nyaman, hijau dan bersih.
Jika Sekolah/Madrasah tersebut sudah terlihat seperti ini, bisa dipastikan anak-anak yang Sekolah/Madrasah tersebut adalah anak-anak yang berakhlak, karena dia mampu menjaga hubungan baik dengan alam.  Siapaun siswa atau guru yang berada di tempat tersebut akan merasakan kenyamanan yang luar biasa.
10. Sekolah/Madrasah Yang Mau Berbagi Kesuksesan Dengan Sekolah/Madrasah Lainnya :
Sekolah/Madrasah unggul bukanlah Sekolah/Madrasah unggul dengan kesendiriannya, tapi Sekolah/Madrasah unggul adalah Sekolah/Madrasah yang bisa menjadikan Sekolah/Madrasah lain bisa menjadi unggul juga. Oleh sebab itu ciri dari Sekolah/Madrasah unggul yang kesepuluh ini sangat penting untuk dimiliki, yaitu Sekolah/Madrasah yang siap berbagi ilmu dengan siapapun yang mau menimba ilmu.
Kini banyak Sekolah/Madrasah unggul yang “tidak pelit” ilmu, untuk membagikan kesuksesannya dengan Sekolah/Madrasah-Sekolah/Madrasah lain. Bahkan banyak Sekolah/Madrasah unggul yang mengadakan pelatihan-pelatihan secara gratis untuk Sekolah/Madrasah lain demi mewujudkan mimpi bersama yaitu mewujudkan generasi berakhlak dan berilmu.
11. Sekolah/Madrasah yang mampu memunculkan kreatifitas dan inovasi bagi siswa dan guru
12. Mampu membangkitkan jiwa kewirausahaan siswa , guru dan Sekolah/Madrasah. khusus Sekolah/Madrasah bertujuan untuk mewujudkan “high quality, low cost”
13. Mampu memberikan ilmu tambahan berupa lifeskill atau softskill

Semoga artikel sederhana ini mengingatkan kita bersama bahwa Sekolah/Madrasah unggul tidak melulu dilihat dari nilai angka-angka yang tinggi. Semoga bermanfaat, menginspirasi kita dalam mengelola Sekolah/Madrasah tempat kita mengabdi.

Untuk melihat lebih jauh tentang semua postingan blog kabarmadrasah ini,, silakan kunjungi Daftar Isi ] 
Semoga bermanfaat dan jangan lupa  tombol like , Terima Kasih



Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com