Selamat datang di Blog Kabarmadrasah,Info Seputar Madrasah dan Regulasi Terbaru. Semoga bermanfaat

Breaking News

26 February 2017

Adab dan Etika Menuntut Ilmu menurut KH. Hasyim Asy'ari

Adab dan Etika Menuntut Ilmu menurut KH. Hasyim Asy'ari
Melihat fenomena saat ini, kalau dilihat dari lulusan/output pendidikan yang ada, begitu banyak usia belia yang sudah lulus sekolah maupun masih dalam masa pendidikan , tidak mengindahkan etika antar sesama teman, etika dengan orang tua dan etika dengan siapapun, menunjukkan betapa kurang berhasilnya pendidikan dalam menghasilkan output sebagai generasi penerus bangsa, sesuai yang digembar-gemborkan pemerintah tentang pendidikan karakter. Kiranya nasehat KH.M.Hasyim Asy’ari dalam Kitab-nya Adabul ‘Alim wal Muta’allim,  kita buka dan renungkan untuk dilaksanakan dalam sistem pembelajaran saat ini.


Adab dan Etika Menuntut Ilmu menurut KH. Hasyim Asy'ari
Pertama, hendaknya membersihkan hatinya dari segala hal yang dapat mengotorinya seperti dendam, dengki, keyakinan yang sesat dan perangai yang buruk.
Hal itu dimaksudkan agar hati mudah untuk mendapatkan ilmu, menghafalkannya, mengetahui permasalahan-permasalahan yang rumit dan memahaminya.

Kedua, hendaknya memiliki niat yang baik dalam mencari ilmu, yaitu dengan bermaksud mendapatkan ridho Allah, mengamalkan ilmu, menghidupkan syariat Islam, menerangi hati
dan mengindahkannya dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan sampai berniat hanya ingin mendapatkan kepentingan duniawi seperti mendapatkan kepemimpinan, pangkat, dan harta atau menyombongkan diri di hadapan orang atau bahkan agar orang lain hormat.

Ketiga, hendaknya segera mempergunakan masa muda dan umurnya untuk memperoleh ilmu, tanpa terpedaya oleh rayuan “menunda-nunda” dan “berangan-angan panjang”, sebab setiap detik yang terlewatkan dari umur tidak akan tergantikan. Seorang santri hendaknya memutus sebisanya urusan-urusan yang menyibukkan dan menghalang-halangi sempurnanya belajar dan kuatnya kesungguhan dan keseriusan menghasilkan ilmu, karena semua itu merupakan faktor-faktor penghalang mencari ilmu.

Keempat, menerima sandang pangan apa adanya sebab kesabaran akan ke-serba kekurangan hidup, akan mendatangkan ilmu yang luas, kefokusan hati dari angan-angan yang bermacam-macam dan hikmah hikmah yang terpancar dari sumbernya.

Kelima, pandai membagi waktu dan memanfaatkan sisa umur yang paling berharga itu. Waktu yang paling baik untuk hafalan adalah waktu sahur, untuk pendalaman pagi buta, untuk menulis tengah hari, dan untuk belajar dan mengulangi pelajaran waktu malam. Sedangkan tempat yang paling baik untuk menghafal adalah kamar dan tempat-tempat yang jauh dari gangguan. Tidak baik melakukan hafalan di depan tanaman, tumbuhan, sungai dan tempat yang ramai.

Keenam, makan dan minum sedikit. Kenyang hanya akan mencegah ibadah dan bikin badan berat untuk belajar. Di antara manfaat makan sedikit adalah badan sehat dan tercegah dari penyakit yang di akibatkan oleh banyak makan dan minum, seperti ungkapan syair yang artinya: “Sesungguhnya penyakit yang paling banyak engkau ketahui berasal dari makanan atau minuman.”

Ketujuh, bersikap wara’ (mejauhi perkara yang syubhat ‘tidak jelas ‘ halal haramnya) dan berhati-hati dalam segala hal. Memilih barang yang halal seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan semua kebutuhan hidup supaya hatinya terang, dan mudah menerima cahaya ilmu dan kemanfaatannya. Hendaknya seorang santri menggunakan hukum-hukum keringanan (rukhsoh) pada tempatnya, yaitu ketika ada kebutuhan dan sebab yang memperbolehkan. Sesungguhnya Allah senang bila hukum rukhsohnya dilakukan, seperti senangnya Allah bila hukum ‘azimahnya (hukum sebelum muncul ada sebab rukhsoh) dikerjakan.

Kedelapan, meminimalisir penggunaan makanan yang menjadi penyebab bebalnya otak dan lemahnya panca indera seperti buah apel yang asam, buncis dan cuka. Begitu juga dengan makanan yang dapat memperbanyak dahak (balgham) yang memperlambat kinerja otak dan memperberat tubuh seperti susu dan ikan yang berlebihan. Hendaknya seorang santri menjauhi hal-hal yang menyebabkan lupa seperti makan makanan sisa tikus, membaca tulisan di nisan kuburan, masuk di antara dua unta yang beriringan dan membuang kutu hidup-hidup.

Kesembilan, meminimalisir tidur selama tidak berefek bahaya pada kondisi tubuh dan kecerdasaan otak. Tidak menambah jam tidur dalam sehari semalam lebih dari delapan jam. Boleh kurang dari itu, asalkan kondisi tubuh cukup kuat. Tidak masalah mengistirahatkan tubuh, hati, pikiran dan mata bila telah capek dan terasa lemah dengan pergi bersenang-senang ke tempat-tempat rekreasi sekiranya dengan itu kondisi diri dapat kembali (fresh).

Kesepuluh, meninggalkan pergaulan karena hal itu merupakan hal terpenting yang seyogyanya di lakukan pencari ilmu, terutama pergaulan dengan lain jenis dan ketika pergaulan lebih banyak-main-mainnya dan tidak mendewasakan pikiran. Watak manusia itu seperti pencuri ulung (meniru perilaku orang lain dengan cepat) dan efek pergaulan adalah ketersia-siaan umur tanpa guna dan hilang agama bila bergaul dengan orang yang bukan ahli agama. Jika seorang pelajar butuh orang lain yang bisa dia temani, maka hendaknya dia jadi teman yang baik, kuat agamanya, bertaqwa, wara ‘, bersih hatinya, banyak kebaikannya, baik harga dirinya (muru’ah), dan tidak banyak bersengketa: bila teman tersebut lupa dia ingatkan dan bila sudah sadar maka dia tolong.
Demikian Adab dan Etika Menuntut Ilmu menurut KH. Hasyim Asy'ari yang patut kita jadikan pedoman dalam menuntuk ilmu, sehingga bukan hanya kecerdasa akal kita tapi keluhuran budi dan akhlakul karimah juga berhasil kita dapatkan, kita wujudkan sebagai bekal mengarungi kehidupan agar selamat di dunia dan di akhirat Amin

Baca selengkapnya ...

24 February 2017

Bangga menjadi orang pati 2


/2017/02/bangga-menjadi-orang-pati_23.html

Bangga menjadi orang pati akan terasa bila melihat potensi anak-anak muda Pati yang tergabung dalam Komunitas Pati Bumi Blogger ( KPPB ) yang sampai artikel ini dibuat sudah beranggotakan 737 anggota dalam Komunitas tersebut .
Berbagai acara diselenggarakan dalam rangka menambah ilmu pengetahuan, wawasan dan ukhuwwah sesama anggota komunitas baik yang berdomisili di Pati maupun yang berdomisili di luar Pati karena alasan pendidikan, pekerjaan dan berkeluarga, namun semangat kekeluargaan , saling bahu membahu dan komunikatif sangat terasa, Makanya tak heran sebagian pemuda dari daerah sebelah semisal dari Kudus, Jepara dan Porwodadi tidak sedikit yang mengikuti event-event yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger terbesar di Pati tersebut.
Mereka (para anggota ) didedikasi untuk menjadi pemuda yang kreatif, cinta lingkungan, cinta daerahnya dan lain sebagainya
Bangga menjadi orang Pati sangat beralasan sekali mengingat potensi-potensi yang ada di kota Pati begitu banyak, dan oleh Blogger akan di"Show"kan atau ditunjukkan kepada dunia tentang begini lho keindahan kota kami, begini lho potensi kami, begini lho kelebihan kota kami dan seterusnya.
Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Komunitas Pati Bumi Blogger diantaranya adalah (sok tahu he he......) sebagai berikut :

1. Ngobras 
   Ngobras  merupakan salah satu acara on air dari Radio Best FM Pati. Ngobras merupakan    singkatan  dari Ngobrol Bareng Komunitas. Dalam acara ini para blogger pati  ‘siaran langsung’ dari studio Radio Best FM Pati. Ngobrol seputar dunia blogging, terutama di kabupaten Pati. Sebelumnya, Komunitas Pati Bumi Blogger pun pernah dimintai menjadi narasumber dalam acara off air Teen Action di radio yang sama. 

2. Kopdar ( Kopi darat )
     Semacam jumpa kangen setiap tahun yang dilaksakan dengan acara yang membangkitkan semangat blogging, menambah ilmu-ilmu blogging dari nara sumber yang   sudah berpengalaman

3. Blogger Fest 2017
     merupakan acara yang sangat spektakuler diikuti oleh peserta dari Kabupaten Pati, Kudus, Jepara dan Purwodadi baik dari kalangan umum, pelajar, mahasiswa maupun guru pengajar
dan masih banyak lagi yang tentunya ada yang bersifat intern semacam kegiatan rutinan dan adakalanya yang bersifat big event dan terbuka untuk umum

4. Kaos Komunitas
    Sebagai wujud atau simbol komunitas beberapa kali sudah membuat kaos Komunitas Pati Bumi Blogger yang tentunya baik desain maupun harganya sangat kreatif dan inovatif, nuansa seni sangat kental dalam sentuhan sentuhan helai kaos tersebut
Demikian alasan mengapa kita bangga menjadi orang Pati
Baca selengkapnya ...

17 February 2017

MANCESTER MIFTAHUL FALAH




Banyak orang menganggap pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit dan menjadi momok. Karena itu, tidak mengherankan apabila sering kali nilai matematika adalah nilai terendah yang dijumpai oleh orang tua dalam raport anaknya. Tetapi, sesungguhnya menguasai pelajaran matematika bukanlah hal yang teramat sulit.

Kesulitan dalam belajar matematika bukan disebabkan oleh sulitnya materi pelajaran, melainkan karena cara pengajaran yang tidak mudah dimengerti atau tidak sesuai dengan karakter cara belajar si anak. Dengan menggunakan teknik belajar yang tepat, maka pelajaran matematika akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan untuk dipelajari.

MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah dalam meningkatkan prestasi akademik peserta didiknya selalu mengadakan inovasi dan terobosan baru agar anak tidak monoton dalam belajar diantaranya adalah melalui program MANCESTER GROUP (Matematika Anak Cerdas Terampil Group) yang diasuh oleh Ibu Farichatul Yani, S.Pd.I setiap hari jum'at pagi

Beberapa  teknik atau metode belajar matematika yang membuat matematika menjadi mudah untuk dipelajari:



1. Metode Kumon

Kumon adalah metode pengajaran yang dikembangkan pertama kali oleh seorang guru matematika asal Jepang bernama Toru Kumon. Level awal untuk setiap anak tidak ditentukan berdasarkan tingkatan kelas atau usia, melainkan mulai dari level yang dapat ia kerjakan sendiri dengan mudah tanpa ada kesalahan.

Dalam kursus yang biasanya berlangsung seminggu 2 kali ini, anak akan diberi lembar kerja yang harus dikerjakan setiap hari di rumah. Dengan demikian, orang tua pun memegang peranan penting untuk mengawasi cara belajar anak di rumah.

Tak perlu takut anak akan menemukan soal-soal yang tidak dipahami dalam lembar kerja. Lembar kerjanya sendiri telah didesain sesuai dengan level anak, sehingga ia dapat memahami sendiri bagaimana menyelesaikan soal-soal tersebut. Selain itu, lembar kerja juga disusun secara sistematis, cermat, dan small steps (perbedaan antar topik bahasan tidak terlalu besar) yang dapat membantu membentuk kemampuan dasar matematika yang baik pada anak, sehingga memungkinkan anak mengerjakan level yang lebih tinggi tanpa kesulitan yang berarti.
Artikel rekomendasi
Cara tepat mengajar matematika sesuai tipe belajar anak

2. Metode Gasing

Metode gasing (gampang, asyik, dan menyenangkan) diciptakan oleh Prof. Yohanes Surya, yang dikenal sebagai seorang pakar yang telah membimbing para siswa terbaik Indonesia untuk menjuarai Olimpiade matematika dan sains di tingkat dunia.

Lewat metode ini siapapun juga dapat belajar dan mengerti matematika. Dalam metode ini para peserta diminta untuk memahami konsep matematika sebelum mengerjakan soal latihan yang cukup banyak.

Topik yang dipelajari untuk menguasai pelajaran MI (kelas 1-6) adalah:

    Penjumlahan
    Perkalian
    Pengurangan
    Pembagian
    Bilangan negatif
    Aplikasi 1
    Pecahan
    Desimal
    Aplikasi 2
    Geometri (termasuk keliling, luas, skala dan sistem koordinat)
    Tiap hari siswa belajar 4 jam (lewat program ekstra kurikuler ataupun lewat program khusus). Dalam waktu 4-6 bulan siswa akan mampu menguasai bahan kelas 1 sampai kelas 6.

Yang membedakan pembelajaran ini dengan pembelajaran matematika yang lain adalah:

    Cara siswa belajar penjumlahan yang hasilnya dibawah 20.  Banyak siswa kesulitan menjumlahkan 8 + 9 = , 6 + 7 =, dsb
    Penjumlahan dengan cara mencongak, baik penjumlahan 2 digit, 3 digit ataupun berapa digit pun
    Cara menghafal perkalian 1 sampai 10
    Perkalian dengan cara mencongak untuk 2 digit x 1 digit, 2 digit x 2 digit
    Pembagian dan pengurangan dengan cara mencongak
    Pemanfaatan bilangan dengan negatif dalam berbagai aplikasi penjumlahan, perkalian, pembagian dan pengurangan.
    Pecahan dan desimal dengan cara mencongak.

 3. Metode Jarimatika

     Metode jarimatika di MI NU Miftahul falah Undaan Tengah bekerja sama dengan pihak ketiga dari Jarimatika kecamatan Jati.

     Jarimatika (singkatan dari jari dan aritmatika) adalah metode berhitung dengan menggunakan jari tangan.  Metode ini dikembangkan  oleh Septi Peni Wulandani sekitar tahun 2004. Meski hanya menggunakan jari tangan, tapi dengan metode jarimatika mampu melakukan operasi bilangan KaBaTaKu (Kali Bagi Tambah Kurang) sampai dengan ribuan.

     Jarimatika adalah sebuah cara sederhana dan menyenangkan mengajarkan berhitung dasar kepada anak-anak menurut kaidah : Dimulai dengan memahamkan secara benar terlebih dahulu tentang konsep bilangan, lambang bilangan, dan operasi hitung dasar, kemudian mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan.Prosesnya diawali, dilakukan dan diakhiri dengan gembira.

     Metode ini sangat mudah diterima anak. Mempelajarinya pun sangat mengasyikkan, karena jarimatika tidak membebani memori otak dan “alat”nya selalu tersedia bahkan saat ujian karena alatnya adalah jari tangan kita sendiri. Sebuah cara sederhana dan menyenangkan mengajarkan berhitung dasar kepada anak-anak menurut kaidah-kaidah berikut :

• Dimulai dengan memahami konsep bilangan, lambang  bilangan dan  operasi hitung dasar
• Barulah kemudian mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan.
• Prosesnya diawali, dilakukan dan diakhiri dengan gembira.


Baca selengkapnya ...

15 February 2017

Bangga Menjadi Orang Pati 1

Kabupaten Pati selain terkenal dengan Bandeng Prestonya, juga sebagai salah satu dari dua kabupaten penghasil buah Manggis terbesar di Jawa Tengah selain Cilacap. 
Beberapa hal yang bisa membuat Bangga menjadi Orang Pati  antara lain dari segi industri :
Sentra Buah Jambu monyet, di Desa Margorejo Sentra Buah Kelapa kopyor Genjah (kelapa yang dagingnya terpisah dengan tempurung) di Jawa Tengah
 Sentra Buah Manggis, di Desa Gunungsari Kerajinan Kuningan, di Desa Juwana 
Usaha Susu Sapi, di Desa Sukoharjo 
 Industri Garam, di Kecamatan Batangan 
Industri Gula, di Desa Trangkil
 Industri criping singkong aneka rasa(banyuurip)
 Centra Pengodol Kapuk Randu, di Desa Karaban, Kecamatan Gabus (produk kasur, bantal, guling dll).
 Sentra padi dan kacang hijau , di Desa Jambean Kidul, Margorejo Pati.
 Perkebunan Kopi , di Desa Jolong, Gembong, Pati 
 Industri Tepung Tapioka, di Desa Ngemplak, Margoyoso 
 Industri Kain Batik Bakaran, di Desa Bakaran, Juwana
 Industri Batu Bata, di Desa Trangkil 
 Industri Terasi Udang Rebon, di Desa Juwana 
Segi lain yang bisa membuat Bangga menjadi orang  Pati juga mempunyai daya tarik wisata yang mampu menyedot kocek-kocek para pelancong. Namun, Kabupaten Pati tidak mengandalkan objek wisata alam ataupun objek wisata buatan, melainkan wisata religi yang menjadi andalannya. Hal ini tampak dari statistik jumlah pengunjung per tahun di kabupaten ini. Tentu, hal ini terkait kepercayaan sosial, perekonomian, dan pendidikan. Masyarakat Pati dan sekitarnya lebih suka berkunjung ke makan yang memiliki nilai religius yang tinggi dibanding dengan wisata alam yang menguak sejuta keindahan alam di daerah ini. Selain itu, peran pemerintah dalam mengelola wisata alam dan wisata buatan juga menjadi salah satu variabel mengapa objek wisata religi menjadi pusat perhatian di banding wisata lainnya. Berikut beberapa objek wisata religi di Kabupaten Pati.  
1. Makam Saridin (Syeh Jangkung) 
Syeh Jangkung konon merupakan murid dari salah satu walisongo yaitu Sunan Kalijaga. Beliau menjalankan fungsi dakwah hingga ke luar daerah, mencapai ujung pulau Jawa, bahkan hingga Sumatera. Di makam ini, juga terdapat makam lain yakni makam Prayoguna dan Bakirah serta makam istri-istri Saridin yaitu RA Retno Jinoli dan RA Pandan Arum. Hari-hari biasa khususnya hari Jumat, makam ini mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah yakni dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa barat, bahkan Sumatera, Singapura, dan Malaysia. Ada sebuah tradisi tahunan yakni upacara Khol yang dilaksanakan pada 14 – 15 bulan Rajab dalam rangka Upacara Ganti Selambu. Makam ini berada di daerah Kayen, sekitar 17 KM dari pusat kota ke arah selatan. 
2. Makam Mbah Ahmad Mutamakkin 
Mbah Ahmad Mutamakkin adalah seorang Waliyullah yang dipuja oleh penduduk Pati. Wisata religi satu ini bertempat di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso. Wisata ini tak pernah sepi dari kunjungan para penziarah yang datang muai dari pelosok Kabupaten Pati hingga luar daerah bahkan luar pulau, khususnya malam Jum’at. Makam ini berada di tengah komunitas santri dengan puluhan pondok pesantren dan menjadikan wisata ini memiliki nuansa religi yang cukup kuat. 
3. Makam Mbah Tabek Merto 
Makam ini terletak di Dukuh Domasan, Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo. Makam ini diperkirakan telah ada sejak abad ke XVI pada masa awal penyebaran agama Islam di Indonesia. Ditinjau dari bentuk makam, bentuk nisan dan letak pemakaman, maka makam kuno ini dapat disejajarkan dengan usia makam yang ada di Demak pada masa Kerajaan islam di Demak. Berdasarkan namanya, Tabek berasal dari bahasa Arab dari kata tabi’a yang berarti yang mengikuti atau pengikut. Yang dimaksud pengikut di sini adalah pengikut para penyebar agama islam pada masa itu, yaitu para wali atau wali songo. Kompleks pemakaman kuno saat ini banyak dikunjungi orang karena diyakini mempunyai hubungan dengan para wali. (dikutip dari Wikipedia)
  4. Sendang Tirta Marta Sani 
Terletak di Desa Tamansari Kecamatan Tlogowungu sejauh lebih kurang 4 Km dari Kota Pati. Sendang Seni adalah sumber air dimana Sunan Kalijogo akan mengambil air wudlu tiba-tiba disisani oleh pengawalnya sehingga disabda oleh beliau menjadi seekor bulus. Di komplek obyek ini terdapat Makam Adipati Pragola beserta pengawalnya dan masih dianggap keramat oleh masyarakat sekitarnya. Setiap tahun tepatnya bulan Maulud selalu diadakan prosesi oleh Yayasan Handodento. Di tempat ini, terdapat paseban yang merupakan tempat untuk mengheningkan diri mohon kepada Sang Pencipta, padusan yang merupakan tempat mandi yang airnya diambil dari Sendangsani yang sementara dipercayai membawa berkah. Itulah tadi beberapa wisata religi yang berada di Kabupaten Pati yang merupakan wisata andalan kabupaten ini. Masih banyak lagi tempat-tempat religius yang berada di daerah ini.
 Demikian hal - hal yang membuat Bangga menjadi orang  Pati
 Dikutip dari beberapa sumber
Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com