Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News

02 April 2020

Sekolah libur, mengapa banyak orang tua yang bingung?

Sebagai upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Indonesia, maka ada kebijakan untuk belajar di rumah bagi anak-anak sekolah . Libur sekolah yang lebih tepatnya adalah belajar di rumah tampaknya membuat pusing sebagian besar orang tua. Mereka kewalahan dan pontang-panting dengan mengganda profesi ibu rumah tangga plus jadi guru sementara. Barulah kita sadar bahwa selama ini banyak tertolong dengan adanya guru.

Pahlawan tanpa tanda jasa ia disebut. Ibarat pelita yang menjadi penerang dalam gulita. Tugasnya banyak, dari mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan yang utama ialah mendidik.

Islam pun memuliakan mereka dengan menggolongkannya sebagai orang-orang yang beruntung dan mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Allah SWT berfirman,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadalah:11)

Sebenarnya sekolah utama dan pertama si anak adalah ibu dan lingkungan keluarganya. Para orang tua harus bisa menjadikan momen lockdown ini sebagai moment spesial bersama anak dan keluarga.

Jika kurang mampu mengelola dan menciptakan suasana belajar efektif di rumah, maka orang tua bisa stres. Hingga akhirnya banyak putra-putri yang dibiarkan tanpa pengawasan, nonton televisi hiburan, bermain gadget , sehingga akan mengakibatkan gairah belajar turun saat masuk kembali ke sekolah. Pelajaran dan materi yang telah diajarkan oleh bapak/ibu guru pun semua seolah hilang entah kemana

Ciptakan suasana menarik dan asyik. Jalin komunikasi dan kedekatan lebih kepada anak. Dan islam dibangun atas pondasi ilmu dan pengetahuan. Nabi Muhammad SAW juga selalu mengutamakan ilmu dan menganjurkan ummatnya untuk menuntut ilmu. Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَبْعَثْنِي مُعَنِّتًا وَلَا مُتَعَنِّتًا وَلَكِنْ بَعَثَنِي مُعَلِّمًا مُيَسِّرًاً 

Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak mengutusku untuk memaksa orang atau menjerumuskannya, akan tetapi Dia mengutusku sebagai seorang pengajar dan  memudahkan urusan" 

Mu'awiyah bin Hakam berkata,

مَا رَأَيْتُ مُعَلِّماً قَبْلَهُ وَلَا بَعْدَهُ أَحْسَنَ تَعْلِيْماً مِنْهُ

“Belum pernah aku melihat orang yang lebih baik pengajarannya selain beliau (Nabi Muhammad SAW).”

Dalam riwayat dari Abu Dawud disebutkan,

فَمَا رَأَيْتُ مُعًلِّماً قَطٌّ أَرْفَقُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم

“Aku belum pernah melihat seorang pendidik yang lebih santun dari Rasulullah SAW.”

Tirulah Nabi yang mulia ketika menjadi pendidik, Wahai Ibu...

Jadikan saat ini , dimana liburan sekolah yang begitu panjang akibat kondisi wabah COVID-19 ini,  sebagai ladang pahala yang semakin luas untukmu. Bayangkan, 1 ayat, atau 1 huruf yang kau ajarkan untuk anakmu, akan bernilai pahala jariyah untukmu meski ragamu telah tiada.

Karena Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

"Jika seorang manusia mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya."



www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Comments
0 Comments

No comments:

Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com