Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News

08 February 2020

Pak Kamad dan Perputaran Roda


“Alhamdulillah... Saya lulus SKD CPNS, Pak Kamad.” Datang seorang murid yang dulu pernah diajar Pak Muhammad di Madrasah dengan membawa gulokopi (buah tangan; red).
http://www.kabarmadrasah.com/
foto : radarlampung.co.id
“Syukur Alhamdulillah.” Balas guru separuh baya dengan penampilan khas. Kopiah mbladhus, kaos putih dan sarung kotak-kotaknya.
“Ini... Untuk Pak Kamad.” Murid itu menyerahkan kepada Guru yang sekian tahun pernah mengajarinya ilmu.
“Opo iki tho?”
“Mboten nopo-nopo, Pak. Ungkapan syukur saya.” Jawab Si Murid.
“Lha kan baru lulus SKD, belum tes-tes selanjutnya tho?”
“Hehe... Enjiiih.”
“Tapi kalau ndak lulus? Ungkapan syukur ini bagaimana?” Tanya Pak Kamad sembari menunjuk pada buntelan kresek hitam yang dihaturkan padanya.
“Hehe... Mboten nopo-nopo, Pak.” Si Murid itu tersenyum. “Mungkin belum rejeki saya kalau belum lulus tahap nanti.” Lanjutnya.
“Mestinya kamu memberikannya kalau positif lulus saja. Saya malah ewuh menerima.”
“Mboten nopo-nopo, Pak. Saya ingat ngendikane Pak Kamad di madrasah dulu. Asshodaqotu lidaf’il Bala’, semoga ini jalan untuk menghadapi hambatan-hambatan yang ada ke depannya, Pak.”
“Wah wah wah... Terus? Kok ke saya yang dishodaqohi? Kanan kirimu ada yatim apa ndak?” Goda Pak Kamad sembari melepaskan asap ududnya.

Baca Juga

“Kulo nggolek berkahe Pak Kamad.” Jawab sang murid.
“Wehehehe, ojo salah! Shodaqoh yatim malah berkah lho...” Goda Pak Kamad lagi.
“Nganu, Pak... Yatim tetanggane kulo sugih-sugih. Nek kesah sekolah dianterke supire. Saya takut shodaqoh ini ndak ada apa-apanya.”
“Wah wah wah, ngono tho, Le? Ya wis, tak terima kanti bungah. Mugo-mugo khajatmu terkabul, bala’mu ilang. Intine opo wae hasile yo kuwi sing terbaik. Ojo lali... Roda kuwi berputar, Le.”
“Njeh, Pak. Mugi-mugi kulo saget merubah nasib. Selama ini saya merasa di bawah dalam perputaran roda. Siapa tahu lulus CPNS dapat membanggakan orangtua saya.”
Mendengar itu, Pak Kamad tertawa.
“Bhahahahaha.... Lucu kowe, Le.”
“Lucu nopo leh, Pak?”
“Tinggal bagaimana kamu memandang perputaran roda itu, Le.”
“Maksudnya, Pak?”
“Meskipun roda kuwi muter, aku malah tak gawe sante, Le. Dadi wingi muter, iki muter, sesuk muter, aku tetap di zona aman. Kuncine siji, Le. Syukur...”
“Maksudnya, Pak? Wingi muter, iki muter, sesuk muter, namun tetap di zona aman? Tapi hidup kan sudah mesti begitu siklusnya, Pak?"
“Bhahahaha... Rodaku soalnya dalam posisi horisontal atau rodanya madep nduwur, Le. Coba kamu bayangkan posisi roda sing 'sumeleh' pas muter? Posisi ndangak marang Gusti. Lha sudut pandangku melihat roda kehidupan ya seperti itu. Jadi aman terus. Tak pernah di atas dan di bawah. Yang ada kayak kompas. Kanan oke kiri oke.”
Muridnyapun menimpali, “Owalaaaah, Pak....”

Redaksi by : Yani (owner blog Akarrantingdaun.com )

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel : Menyemai kader nahdhiyyah dengan Tahlil
Comments
0 Comments

No comments:

Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com