Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News

13 November 2019

Kemenag Perkuat Gerakan Literasi Keagamaan Milenial

Jakarta (Kemenag) --- Menghadapi era disrupsi , Kementerian Agama akan memperkuat gerakan literasi keagamaan di kalangan milenial.
foto: rikie
“Pemerintah dan otoritas formal perlu mengembangkan strategi komunikasi yang utamanya ditujukan pada generasi milenial yang lebih rentan terhadap radikalisme,” ujar Menag saat didaulat sebagai pembicara kunci Dialog Deradikalisasi dan Peluncuran Aplikasi LOCALOV di kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, Rabu (13/11).
Menag menilai  langkah ini perlu diambil agar generasi milenial selaku penggiat media sosial dapat terhindar dari kegagapan menghadapi era disrupsi. Dengan demikian, meraka diharapkan dapat membangun gerakan kebudayaan untuk memperkuat akal sehat kolektif.
Dalam dialog yang diselenggarakan oleh Kajian Terorisme Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Menag menyoroti tentang adanya keterkaitan antara era disrupsi terhadap kondisi keagamaan masyarakat. "Di setiap tempat dan setiap waktu, kelompok muda dan tua dengan HP di tangan, mereka sibuk bermedsos," ujar Menag.
Menag menambahkan, hampir setengah dari total masyarakat Indonesia menggunakan medsos untuk mencari informasi tentang berbagai persoalan termasuk masalah agama. Oleh karenanya, Menag memandang Kemenag perlu mengembangkan gerakan literasi keagamaan di kalangan milenial.

Baca Juga

"Agar mereka melek agama yang semuanya bertujuan dalam rangka penguatan keberagaman yang moderat (tawassuth)," ujar Menag.
Menag mengatakan bahwa agama perlu dikembalikan kepada perannya sebagai panduan (guidance) spiritualitas dan moral, bukan hanya aspek ritual dan formal serta mudah diakses untuk semua kalangan dan sebanyak mungkin kapitalisasi di medsos. Untuk itu, Menag berharap agar para akademisi baik dari perguruan tinggi berbasis agama maupun non agama seperti UI wajib hadir untuk menjawab tuntutan dinamika masyarakat ke depan.
Menag juga mengatakan bahwa perubahan sosial yang berjalan cepat terutama di Era Industri 4.0 memerlukan ilmuwan sosial yang mumpuni dan berkarakter agar dapat menganalisis dan memberikan  tawaran solutif berbagai persoalan-persoalan sosial kemanusiaan termasuk melalui pendekatan keagamaan yang humanis dan mencerdaskan.
Sumber : Kemenag.go.id

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel : Menyemai kader nahdhiyyah dengan Tahlil
Comments
0 Comments

No comments:

Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com