Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News

25 October 2020

Tekunilah amal kebaikan, meski terlihat remeh


Kabarmadrasah.com-  Saudaraku , sebagaimana kita ketahui bersama bahwa begitu banyak amal kebajikan yang menjadi ajaran dalam syariat islam, begitu banyak ibadah yang dianjurkan, dengan berbgai tingkatan hukum Sunnah sampai wajib. Lalu, akankah kita mampu untuk melakukan semuanya?


 

Rasulullah SAW bersabda,

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang  dikerjakan terus-menerus meskipun sedikit.”

 

Oleh karena itu, jangan sepelekan amal yang kelihatan remeh menurut kita. Yang terpenting hati kita ikhlas dalam melakukannya. Hanya melakukannya karena untuk mendapatkan ridho Allah (lillahi ta'ala).

 

Beramallah sebanyak mungkin, semampu kita, bukan seenak kita dan pilihlah amal yang bisa dikerjakan secara istiqomah (mudawamah). Jangan remehkan satu amal pun yang pernah kita kerjakan. Entah itu menyingkirkan duri di jalanan, tersenyum dengan teman, merasa iba dengan seorang tua renta yang masih bekerja seraya mendoakan kesehatan dan kelancaran rezekinya, memungut sampah, menata sandal para jamaah sholat atau pengajian , memudahkan urusan orang , memberi makan kucing dan lain sebagainya

 

Dalam sebuah kisah yang masyhur, diceritakan bahwa setelah Imam Ghazali wafat, seseorang bermimpi bertemu dengan beliau dan bertanya, "Bagaimana Allah swt memperlakukanmu?"

 

Lalu Imam Ghozali menjawab, "Dia mengampuniku."

"Amal apa yang menyebabkan Allah swt mengampunimu?"

 

Lalu Imam Ghazali menjawab, "Suatu hari, ketika aku sedang menulis, tiba-tiba seekor lalat hinggap di penaku. Kubiarkan ia minum tinta itu hingga puas."

 

Jadi, tidak hanya karena sholat dan puasa yang banyak. Atau kebaikan-kebaikan lain yang tak terhitung yang pernah beliau lakukan.

 

Ketahuilah, amal yang bernilai tinggi adalah amal yang dianggap kecil dan dipandang remeh oleh nafsu. Sedangkan amal yang dipandang mulia dan bernilai oleh nafsu, pahalanya dapat sirna, baik karena pelakunya, amal itu sendiri, ataupun karena orang lain yang berada di sekitarnya."

 

Terkadang dan biasanya pada awalnya dalam melaksanakan suatu kebaikan itu terasa berat. namun pada akhirnya penuh dengan kenikmatan, jika sudah terbiasa.

 

Sebuah perumpamaan bagi yang berbuat kebaikan adalah ibarat seorang pendaki gunung yang terjal. Ia tak akan  tenang sebelum sampai ke puncaknya. Sedangkan keburukan, awalnya terasa manis namun akhirnya kelak terasa berat. 

Sedangkan perumpamaan seseorang yang melakukan keburukan adalah ibarat seorang yang jatuh dari puncak gunung atau atap sebuah rumah. Ia baru akan merasa kesakitan setelah mendarat di tanah.

 

Demikian sepenggal artikel, semoga memotivasi kita dalam berbuat kebaikan meskipun terlihat ringan dan remeh.

www.kabarmadrasah.com

Terima kasih telah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
jangan lupa baca artikel :Download RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Comments
0 Comments

No comments:

Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com