Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News

11 February 2026

MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Jadi Tuan Rumah Bimlat Implementasi KMA 1503 Tahun 2025

 

Undaan Tengah, Kudus — MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Kudus menjadi tuan rumah kegiatan Bimbingan dan Pelatihan (Bimlat) Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 pada Ahad, 11 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menyamakan persepsi dan penguatan kompetensi guru madrasah ibtidaiyah dalam menerapkan kebijakan terbaru Kementerian Agama.


Bimlat ini diikuti oleh kepala-kepala madrasah, guru kelas 3 dan 4, serta guru PJOK se-Kecamatan Undaan. Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif, dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pemaparan dan diskusi.

Hadir sebagai Narasumber I, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I, selaku Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, yang mengulas secara komprehensif arah kebijakan KMA 1503 Tahun 2025 serta implikasinya terhadap budaya belajar dan tata kelola madrasah.

“Implementasi KMA 1503 tidak hanya soal administrasi atau perangkat pembelajaran, tetapi bagaimana madrasah mampu menjadi lingkungan yang ramah, aman, dan membentuk karakter peserta didik secara utuh,” tegas beliau dalam pemaparannya.

Sementara itu, Narasumber II, Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd.I, selaku Guru Inti MI Kecamatan Undaan, dijadualkan akan menyampaikan materi teknis implementasi KMA 1503 Tahun 2025 di tingkat kelas. Salah satu materi yang ditekankan adalah indikator keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah.

Dalam paparan H. Noor Yadi, dijelaskan bahwa indikator keberhasilan implementasi KBC antara lain meliputi:

1. Madrasah Ramah Lingkungan

Madrasah yang bersih, rapi, dan lestari merupakan cerminan keimanan. Lingkungan madrasah diarahkan menjadi ruang yang menghargai ciptaan Allah, dengan praktik nyata seperti pengelolaan sampah, penanaman pohon, serta pembiasaan budaya hemat energi.

Murid diharapkan menyadari bahwa mencintai lingkungan bukan sekadar tugas, tetapi bagian dari ibadah dan rasa syukur.

2. Madrasah Ramah Anak

Madrasah harus menjadi rumah kedua yang aman dan penuh kasih. Lingkungan belajar wajib bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi. Nilai empati, toleransi, serta saling menghormati menjadi budaya yang ditanamkan dalam keseharian pembelajaran.

3. Peserta Didik Sejahtera Secara Mental dan Spiritual

Peserta didik madrasah tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga sehat jiwanya, kuat emosinya, dan matang spiritualnya.

“Kurikulum ini menuntut guru untuk lebih menghadirkan cinta dalam pembelajaran, sehingga anak-anak tumbuh sebagai pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bahagia,” ujar Istifaizah dalam salah satu sesi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh H. Supono, S.Ag., M.Pd.I beserta jajaran Pengurus KKMI Kecamatan Undaan, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan bimlat sebagai bagian dari program peningkatan mutu madrasah secara berkelanjutan.

Bimlat implementasi KMA 1503 Tahun 2025 ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa untuk guru kelas 1 dan 2 yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di MI NU Hidayatul Mubtadiin. Selanjutnya, kegiatan bimlat akan dilanjutkan untuk guru kelas 5, 6 dan PAI yang direncanakan berlangsung di madrasah Tarbiyatul Wildan Wates, 12 Pebruari 2026 besok

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pendidik madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Undaan memiliki pemahaman yang selaras dan kesiapan yang matang dalam mengimplementasikan KMA 1503 Tahun 2025, demi terwujudnya madrasah yang ramah, berkualitas, dan berkarakter.

Baca selengkapnya ...

28 January 2026

Peran Nyata UPZIS NU Sambung: Dari Kaleng INUK untuk Kemaslahatan Seluruh Warga


UPZIS NU Ranting Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, telah membuktikan bahwa pengabdian kepada umat tidak harus dimulai dari sumber daya yang besar. Dengan jumlah kaleng INUK (Infaq NU Kudus) yang masih terbatas—hanya beberapa ratus kaleng dan dibagikan kepada pengurus NU sebanom sebagai donatur—UPZIS NU Sambung mampu menghadirkan program-program kemanusiaan yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Sambung.


Dalam pelaksanaan pentasarufan dana, UPZIS NU Sambung berpegang teguh pada prinsip keadilan, amanah, dan keumatan. Bantuan tidak dibatasi oleh status kepengurusan, tidak memandang keanggotaan struktural NU, dan tidak membedakan latar belakang penerima. Semua warga Desa Sambung yang membutuhkan berhak merasakan manfaat dana infaq.

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali ‘Imran: 92)

Ayat ini menjadi landasan bahwa infaq, meskipun kecil, memiliki nilai besar di sisi Allah apabila dilakukan dengan keikhlasan.

Program Unggulan yang Menyentuh Hati Umat

Program unggulan UPZIS NU Sambung adalah bantuan sosial kematian. Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian NU kepada keluarga yang sedang berduka, membantu meringankan beban di saat paling sulit. Kehadiran program ini dirasakan nyata oleh masyarakat dan menjadi simbol solidaritas sosial warga Desa Sambung.

Selain itu, UPZIS NU Sambung juga menjalankan program:

1. Santunan yatama setiap bulan Muharram,

2. Bingkisan Lebaran untuk para ustadz dan ustadzah TPQ serta Madrasah Diniyah, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka mendidik generasi Qur’ani dan sholih-sholihah.

3. Serta berbagai bantuan sosial lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.

Rasulullah ï·º bersabda: “Orang yang mengurus anak yatim, aku dan dia di surga seperti ini,”

(Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah, serta merenggangkan keduanya). (HR. Bukhari)

Hadits ini menjadi motivasi kuat bahwa kepedulian terhadap yatama adalah jalan menuju kedekatan dengan Rasulullah ï·º di akhirat kelak.

Dari Infaq Sederhana, Lahir Keberkahan Besar

Semua program tersebut berjalan dari kaleng INUK yang tampak sederhana, namun menyimpan kekuatan besar ketika dikelola secara amanah dan istiqamah. Infaq yang dikumpulkan sedikit demi sedikit telah menjadi sumber keberkahan bagi banyak keluarga.

Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai terdapat seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat ini menegaskan bahwa infaq tidak akan mengurangi harta, justru melipatgandakannya dalam bentuk keberkahan dan pahala.

Potensi Besar Jika Jumlah Donatur Bertambah

Mari kita bayangkan bersama, jika jumlah kaleng INUK ditambah dan donatur semakin banyak. Tentu peran UPZIS NU Sambung dalam pengabdian kepada umat akan semakin maksimal. Program yang telah berjalan dapat diperkuat, dan program baru dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Beberapa program yang mungkin bisa dikembangkan jika jumlah donatur dan  atau jumlah kaleng ditambah dan berimbas pada meningkatnya dana yang masuk adalah :

1. Program usaha produktif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga,

2. Bantuan permodalan kecil berbasis jamaah,

3. Program pemberdayaan umat yang berkelanjutan.

Rasulullah ï·º bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)

Hadits ini menjadi ruh bagi setiap langkah UPZIS NU Sambung dalam mengelola dana infaq demi kemaslahatan bersama.

Saatnya Warga Ambil Peran

Menjadi donatur kaleng INUK bukan sekadar tentang besar kecilnya nominal, melainkan tentang keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan dalam membangun umat. Infaq yang dilakukan secara rutin dan dikelola dengan amanah akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Sebagaimana sabda Rasulullah ï·º: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shalih.” (HR. Muslim)

Kaleng INUK adalah salah satu jalan untuk menghadirkan sedekah jariyah yang nyata dan berkelanjutan.

Mari bersama UPZIS NU Sambung, kita kuatkan kepedulian sosial dan pengabdian kepada umat.

++++++Dari kaleng kecil, lahir kepedulian besar.

++++++Dari infaq sederhana, tumbuh kemaslahatan bersama.

++++++Bersama INUK, mari kita perbanyak kebaikan dan keberkahan untuk Desa Sambung.

Baca selengkapnya ...

01 January 2026

Liburanku yang sangat berkesan

Liburan adalah waktu yang dinantikan setiap siswa. Di kelas 3 MI NU Miftahul Falah, teman-teman belajar bagaimana mengubah pengalaman liburan menjadi tulisan yang menarik melalui materi literasi menulis. Dengan mengikuti langkah-langkah yang mudah, kita bisa menyimpan momen indah liburan dalam bentuk cerita yang jelas dan menyenangkan.


 TUJUAN PEMBELAJARAN

 1. Siswa dapat menjelaskan pengalaman liburan secara tertulis dengan kalimat yang benar.

​2. Siswa mampu menyusun tulisan dengan struktur yang jelas: awal, tengah, dan akhir.

​3. Siswa dapat menggunakan kata-kata deskriptif untuk membuat tulisan lebih hidup.


 LANGKAH-LANGKAH MENULIS CERITA LIBURAN

 1. Mengingat Momen Liburan

Pertama, pikirkan bagian liburan yang paling kamu suka. Apakah itu pergi ke tempat wisata, bermain bersama keluarga, atau melakukan aktivitas khusus? Catat poin-poin penting seperti:

 - Kapan liburan itu terjadi?

​- Siapa yang kamu ajak bersama?

​- Dimana tempat yang kamu kunjungi atau aktivitas yang kamu lakukan?

 2. Menyusun Struktur Tulisan

 - Awal: Ceritakan secara singkat tentang liburan kamu (misalnya: "Liburan akhir semester kemarin aku sangat senang karena ayah membawa aku ke taman bermain di kota Kudus.").

​- Tengah: Jelaskan secara rinci apa yang kamu lakukan, apa yang kamu lihat, rasakan, dan alami (misalnya: "Di taman bermain, aku naik kereta kecil yang berkeliling taman. Udara segar menyentuh wajahku dan aku melihat banyak pohon hijau di sekelilingnya. Keluarga kami juga makan makanan ringan bersama di taman.").

​- Akhir: Ceritakan kesanmu tentang liburan tersebut (misalnya: "Liburan itu sangat menyenangkan. Aku berharap bisa pergi lagi ke taman bermain bersama keluarga ku nanti.").

 3. Menulis dan Mengecek Tulisan

 Setelah menyusun poin-poinnya, tulis cerita liburanmu secara lengkap. Jangan lupa mengecek ejaan dan tanda baca agar tulisanmu mudah dibaca.

 CONTOH :

 Liburanku ke Pantai

"Liburan kemarin aku pergi ke pantai bersama keluarga. Kami berangkat pagi hari dengan mobil. Saat tiba di pantai, aku melihat air laut yang biru dan pasir yang putih bersih. Aku bermain pasir membuat benteng dan berenang bersama adikku. Ayah mengambil banyak foto kenang-kenangan. Kami pulang sore hari dengan perut yang kenyang karena makan ikan bakar yang lezat. Liburan ke pantai itu adalah liburan terbaik yang pernah aku alami."

Dengan belajar menulis cerita liburan, teman-teman kelas 3 MI NU Miftahul Falah tidak hanya melatih kemampuan menulis, tetapi juga mampu menyimpan kenangan indah dalam bentuk tulisan yang bisa dibaca kembali kapan saja. Selamat mencoba menulis cerita liburanmu sendiri!

Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com