Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

12 September 2026

Maulid Nabi di MI NU Miftahul Falah: Kisah Abrahah, Burung Ababil hingga Transformer Sukses Bikin Murid Antusias

KUDUS, kabarmadrasah.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Kudus, Sabtu (12/9/2026), berlangsung semarak. Bukan sekadar menghadirkan lantunan Al-Qur’an dan Maulid Al-Barzanji, kegiatan yang digelar di Aula Balai Desa Undaan Tengah tersebut dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak: kisah Nabi, storytelling, peraga, sulap, hingga kemunculan karakter robot transformer.


Sejak pukul 07.00 WIB, murid dan keluarga besar madrasah telah mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias. Kegiatan dipandu oleh Ibu Chusnul Inayah, S.Pd.I sebagai pembawa acara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Mohammad Bagas, murid kelas 5. Suasana kemudian berlanjut khidmat melalui pembacaan Maulid Al-Barzanji oleh ananda Zafira, Hafida, dan kawan-kawan. Namun, suasana aula berubah semakin hidup ketika Mr. Black tampil di hadapan para murid.


Ketika Sejarah Islam Dibawakan dengan Gaya Anak-Anak

Mengenakan kostum serba hitam, Mr. Black tidak sekadar bercerita. Ia membawa murid masuk ke dalam kisah sejarah yang berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW, terutama peristiwa pasukan bergajah yang dipimpin Raja Abrahah.


Dengan gaya storytelling yang atraktif, ekspresi yang kuat, serta bantuan peraga gajah dan burung, kisah tentang kesombongan Abrahah dan kegagalan upayanya menghancurkan Ka’bah menjadi jauh lebih mudah dibayangkan oleh anak-anak.

Abrahah datang dengan pasukan bergajah untuk menghancurkan Ka’bah. Namun, rencana tersebut gagal. Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya dengan mengirim burung-burung Ababil yang membawa batu dari neraka yang telah ditetapkan sebagai azab bagi pasukan tersebut. Peristiwa ini diabadikan dalam Surah Al-Fil.

Di tangan Mr. Black, kisah yang selama ini mungkin hanya didengar melalui buku pelajaran berubah menjadi pengalaman yang lebih konkret.

Sesekali murid tertawa, sesekali mereka terdiam memperhatikan peraga yang dimainkan. Pesan tentang kekuasaan Allah dan akibat kesombongan pun disampaikan tanpa membuat suasana menjadi kaku. Inilah salah satu kekuatan pendidikan berbasis pengalaman: anak tidak hanya mendengar, tetapi melihat, membayangkan, tertawa, dan mengingat.


Kepala Madrasah: Kebaikan Harus Dilatih, Bukan Sekadar Diucapkan

Di balik kemeriahan peringatan Maulid, Kepala MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah, Ahmad Yunus, M.Pd., memberikan pesan yang justru menjadi inti pendidikan karakter dalam kegiatan tersebut.

Ia mengingatkan bahwa melakukan kebaikan terkadang membutuhkan proses memaksa diri sebelum akhirnya berubah menjadi kebiasaan.

“Kita harus memaksakan diri dalam berbuat kebaikan. Misalnya belajar. Kita paksakan diri sekali, dua kali dan seterusnya. Nanti akan menjadi kebiasaan, dan akhirnya menjadi karakter.”

Pesan tersebut sederhana, tetapi memiliki makna pendidikan yang kuat. Sebab, karakter tidak lahir hanya dari nasihat. Karakter tumbuh dari kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang.

Murid yang dibiasakan belajar akan belajar dengan lebih ringan. Murid yang dibiasakan disiplin akan mulai merasa tidak nyaman ketika melanggar. Begitu pula dengan kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan berbagai akhlak mulia lainnya.

Dalam konteks Maulid Nabi, pesan tersebut menemukan relevansinya. Mencintai Rasulullah SAW tidak berhenti pada perasaan senang mendengar kisah beliau, tetapi harus dilanjutkan dengan latihan meneladani akhlaknya.


Dari Burung Merpati hingga Transformer

Setelah kisah sejarah disampaikan, Mr. Black kembali mengajak murid memasuki sesi hiburan. Sejumlah atraksi sulap membuat suasana aula semakin riuh. Satu demi satu kejutan ditampilkan. Burung merpati muncul dari sebuah kotak. Ayam muncul dari sebuah wadah. Sebuah payung kemudian digandakan menjadi empat. Setiap atraksi disambut tepuk tangan dan teriakan antusias para murid.

Puncaknya terjadi ketika sosok robot transformer muncul di hadapan mereka. Spontan, murid-murid berebut mendekat. Mereka ingin secara dekat menyaksian sosok karakter yang selama ini hanya mereka kenal dari layar.

Aula Balai Desa Undaan Tengah yang sejak pagi digunakan untuk kegiatan keagamaan itu pun berubah menjadi ruang kegembiraan anak-anak. Tetapi di balik kemeriahan tersebut terdapat satu hal yang menarik: hiburan digunakan sebagai pintu masuk untuk menyampaikan pesan pendidikan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.


Maulid yang Tidak Berhenti di Atas Panggung

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana merayakan kelahiran Nabi. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan nilai agama, pendidikan karakter, kreativitas, dan kegembiraan anak dalam satu kegiatan.

Murid diajak mendengar Al-Qur’an, bershalawat melalui Al-Barzanji, mengenal sejarah Islam, menyaksikan storytelling, menikmati sulap, hingga berfoto bersama karakter Transformer. Semua dikemas dalam satu pesan besar: mengenal Nabi Muhammad SAW, mencintai beliau, dan belajar meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Jika Maulid hanya berhenti pada acara, maka ia akan selesai ketika panggung ditutup. Namun jika Maulid berhasil melahirkan kebiasaan baik, maka peringatannya justru baru dimulai setelah acara berakhir.

Sejalan dengan pesan Kepala Madrasah, kebaikan memang perlu dilatih. Sekali, dua kali, berkali-kali—hingga akhirnya menjadi kebiasaan, lalu tumbuh menjadi karakter.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Fathur Rohman, S.Pd.I. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW keluarga besar MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah pun berakhir. Tetapi semangat untuk menjadikan kecintaan kepada Rasulullah sebagai bagian dari perilaku sehari-hari diharapkan terus tumbuh di lingkungan madrasah.

Baca selengkapnya ...

02 September 2026

Jambore Ranting Undaan 2026, Tekankan Pramuka sebagai Ruang Pembentukan Karakter

KUDUS, KabarMadrasah.com — Jambore Ranting (Jamran) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Undaan Tahun 2026 bukan sekadar agenda perkemahan dan perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pendidikan karakter bagi generasi muda melalui pengalaman langsung, kebersamaan, kedisiplinan, kemandirian, serta penguatan jiwa persaudaraan.

Foto bersama Pengawas madrasah beserta kepala Mi Undaan
di depan ;angkalan MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah

Jambore Ranting Undaan 2026 dilaksanakan pada 1–3 September 2026 di Lapangan Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Kegiatan tersebut diikuti Pramuka Penggalang dari berbagai pangkalan SD, MI, SMP, dan MTs se-Kwartir Ranting Undaan. Dalam proposal kegiatan tercatat terdapat 12 pangkalan MI yang turut menjadi bagian dari 54 pangkalan peserta.

Mengusung tema “Bersaudara, Berbudaya, Berbakti, Berkreasi” atau “Beraksi”, Jamran Undaan diarahkan tidak hanya untuk menguji keterampilan kepramukaan, tetapi juga membina dan mengevaluasi pengetahuan serta keterampilan peserta dalam pendidikan kepramukaan di pangkalannya.

 

Jangan Pulang Hanya Membawa Pengalaman Lomba

Dari perspektif pendidikan madrasah, kegiatan seperti Jamran memiliki posisi penting karena memberikan pengalaman belajar yang tidak seluruhnya dapat diperoleh di ruang kelas.

Kegiatan perkemahan mengajarkan murid untuk mengatur diri, bekerja dalam regu, menaati aturan, menyelesaikan persoalan bersama, serta belajar bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan sasaran kegiatan Jamran yang menekankan kemandirian, tanggung jawab, percaya diri, nasionalisme, patriotisme, persaudaraan, serta pengembangan wawasan dan keterampilan.

 

Foto : H. Noor Yadi saat berkunjung di pangkalan MI Raudlatut Tholibin Sambung

Membawa Nama Madrasah dengan Sikap

Bagi peserta, keikutsertaan dalam Jamran juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan karakter murid madrasah di tengah pergaulan dengan peserta dari berbagai satuan pendidikan. Identitas madrasah tidak cukup ditunjukkan melalui seragam maupun atribut pangkalan. Identitas itu justru terlihat dari sikap dan perilaku: bagaimana peserta menghormati pembina, menghargai peserta lain, menjaga kebersihan lingkungan perkemahan, mengikuti kegiatan dengan tertib, menjalankan ibadah, serta mampu menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sportif.

Dalam konteks inilah semangat “Bersaudara, Berbudaya, Berbakti, Berkreasi” menemukan maknanya. Persaudaraan tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui kesediaan bekerja sama. Budaya tercermin dalam sikap santun dan menghargai perbedaan. Bakti diwujudkan melalui kepedulian dan tanggung jawab. Sementara kreativitas hadir melalui keberanian berkarya dan menyelesaikan tantangan.

 

Jamran sebagai Laboratorium Karakter

Berbagai kegiatan yang diagendakan dalam Jamran—mulai dari keterampilan kepramukaan, cerdas tangkas, pioneering, kegiatan kebersihan dan kesehatan perkemahan, pentas seni dan budaya, kegiatan olahraga, hingga kegiatan jelajah—menempatkan peserta dalam situasi belajar yang konkret.

Foto : Peserta jamran dari pangkalan MI Undaan Tengah

Di sinilah pendidikan karakter bekerja secara nyata. Seorang peserta belajar bahwa kedisiplinan bukan sekadar datang tepat waktu, tetapi kesiapan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kemandirian bukan sekadar mampu mengurus perlengkapan pribadi, tetapi juga mampu mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan. Sementara kerja sama bukan sekadar berada dalam satu regu, tetapi saling membantu ketika menghadapi kesulitan.

Bagi madrasah, pengalaman tersebut seharusnya tidak berhenti ketika tenda dibongkar dan peserta kembali ke sekolah. Nilai-nilai yang diperoleh selama Jamran perlu dibawa kembali ke lingkungan madrasah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pulang Membawa Karakter, Bukan Sekadar Piala

Jambore Ranting pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara dalam perlombaan. Prestasi memang penting sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras peserta. Namun, keberhasilan pendidikan kepramukaan memiliki ukuran yang lebih panjang.

Peserta yang semula kurang percaya diri menjadi berani tampil. Peserta yang terbiasa bergantung kepada orang lain mulai belajar mandiri. Peserta yang belum terbiasa bekerja dalam kelompok belajar memahami arti tanggung jawab. Dan peserta yang sebelumnya hanya mengenal teman dari lingkungan madrasahnya mulai mengenal persaudaraan yang lebih luas.

Karena itu, pesan terpenting bagi peserta  adalah berkompetisilah dengan sungguh-sungguh, tetapi tetaplah bersaudara; berusahalah meraih prestasi, tetapi jangan kehilangan sportivitas; dan jadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Sebab, sebagaimana tujuan penyelenggaraan Jamran, pendidikan kepramukaan pada akhirnya diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemandirian, tanggung jawab, rasa percaya diri, nasionalisme, patriotisme, dan jiwa persaudaraan.

 Dari bumi perkemahan Undaan Kidul, anak-anak madrasah tidak hanya belajar mendirikan tenda. Mereka sedang belajar mendirikan karakter dalam dirinya sendiri.

 


Baca selengkapnya ...

30 August 2026

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW, Santri Madin NU Irsyadul Aulad Assalafiyyah Diajak Meneladani Akhlak Rasulullah


Undaan Lor, Kudus — Suasana penuh khidmat sekaligus ceria mewarnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Madin NU Irsyadul Aulad Assalafiyyah, Undaan Lor Kauman Kudus, Ahad Wage, 30 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Madin tersebut diikuti oleh para santri dan guru dengan penuh antusias.


Acara dimulai tepat pukul 14.00 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh santri sebagai petugas acara, Ananda Hasna. Suasana kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Ananda Izzah.

Nuansa kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin terasa ketika para santri kelas 6 melantunkan Maulid Al-Barzanji. Lantunan maulid tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian acara sekaligus mengajak para santri untuk semakin mengenal dan mencintai Nabi Muhammad SAW.

Mengenal Sejarah Kelahiran Rasulullah SAW

Memasuki sesi utama, Maulidah disampaikan oleh Ibu Erni Susanti, M.Pd. dari Kudus. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan dunia anak, beliau mengajak para santri mengenal kembali sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Salah satu kisah yang disampaikan adalah peristiwa pasukan bergajah yang hendak menyerang dan menghancurkan Ka'bah. Dalam kisah tersebut, Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya dengan mengutus burung Ababil yang membawa batu-batu dari sijjil untuk menghancurkan pasukan bergajah tersebut. Peristiwa itu dikenal dalam sejarah sebagai Tahun Gajah, tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Penyampaian kisah sejarah tersebut menjadi semakin menarik karena dikemas secara interaktif. Para santri tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak merespons melalui pertanyaan, sholawat, lagu, serta tepuk-tepuk yang sudah sangat familiar bagi anak-anak.

Rasulullah SAW sebagai Suri Tauladan

Tidak berhenti pada kisah sejarah, Ibu Erni juga mengajak para santri mengambil ibrah dari kehidupan Rasulullah SAW. Beliau menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan terbaik bagi umat manusia.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.”

Para santri kemudian diajak mengenal dan mengamalkan sifat-sifat mulia Rasulullah SAW, yaitu Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah. Keempat sifat tersebut tidak hanya untuk dihafalkan, tetapi diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika belajar, berteman, menghormati guru maupun dalam lingkungan keluarga.

Belajar dengan Gembira, Bersholawat dan Meneladani Rasulullah

Salah satu hal yang membuat sesi Maulidah berlangsung hidup adalah cara penyampaian materi yang diselingi sholawat, lagu, dan tepuk-tepuk interaktif. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap ajakan yang diberikan.

Melalui kegiatan tersebut, pesan tentang keteladanan Rasulullah SAW terasa lebih dekat dan mudah diterima oleh para santri. Mereka diajak untuk tidak hanya memperingati kelahiran Nabi, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW, memperbanyak sholawat, serta berusaha meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Madin NU Irsyadul Aulad Assalafiyyah akhirnya menjadi momentum pembelajaran yang memadukan nilai keagamaan, sejarah, keteladanan, dan kegembiraan anak-anak. Harapannya, kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh dalam hati para santri dan tercermin melalui akhlak mulia dalam keseharian.

“Mengenal Rasulullah, mencintai Rasulullah, memperbanyak sholawat, dan meneladani akhlaknya.”

Baca selengkapnya ...

17 August 2026

Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81, MI NU Miftahul Falah Gelar Upacara dengan Khidmat dan Penuh Semangat

Undaan Tengah, 17 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, keluarga besar MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah melaksanakan upacara bendera pada Senin (17/8/2026). Kegiatan berlangsung di Lapangan Koperasi Desa Merah Putih, sebelah utara Balai Desa Undaan Tengah, dengan penuh semangat, tertib, dan khidmat.

Foto : Dok. Tim IT Miftahul Falah

Upacara diikuti oleh seluruh Pendidi da Tenaga Kependidikan dan semua  murid dari kelas 1 sampai kelas 6 sebanyak 13 rombel. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah, Ahmad Yunus, S.Pd.I., M.Pd.

Dalam amanatnya, Ahmad Yunus mengajak seluruh murid untuk memaknai kemerdekaan tidak sekadar sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai tanggung jawab generasi penerus bangsa untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu.

Menurutnya, perjuangan para pahlawan di masa lalu harus diteruskan oleh generasi sekarang melalui pendidikan, akhlak, dan kontribusi positif bagi bangsa.


“Sebagai generasi saat ini, kita harus melanjutkan perjuangan para pendahulu dan para pejuang kemerdekaan. Salah satunya dengan menjadi generasi yang berakhlakul karimah, memiliki akhlak yang baik, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” pesan Ahmad Yunus dalam amanatnya.

Ia juga menyampaikan ungkapan Arab yang sarat makna bagi generasi muda, “Syubbanul yaum rijalul ghod”, yang berarti pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa anak-anak yang saat ini masih duduk di bangku madrasah merupakan calon pemimpin yang akan menentukan arah bangsa di masa mendatang. Karena itu, mereka perlu mempersiapkan diri sejak dini dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, karakter, serta akhlak yang baik.


“Anak-anak yang saat ini masih belia, kelak di kemudian hari akan menjadi pemimpin masa mendatang. Karena itu, persiapkan diri dengan sebaik-baiknya sejak sekarang,” lanjutnya.

Rangkaian upacara berlangsung dengan lancar. Seluruh petugas upacara berasal dari murid-murid MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah. Mereka menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga seluruh rangkaian upacara dapat terlaksana secara lancar, tertib, dan khidmat.

Suasana semakin syahdu ketika doa dipimpin oleh H. Ahmad Halim, S.Pd.I. Dengan khusyuk, seluruh peserta mengikuti doa sebagai ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus memanjatkan harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan keberkahan.

Dimeriahkan Tarian Kolosal dan Musik Biola

Semangat peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tidak berhenti setelah upacara selesai. Keluarga besar MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah juga menyuguhkan berbagai penampilan seni dari para murid.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah tarian kolosal yang merupakan kolaborasi sejumlah tarian daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Penampilan tersebut menjadi gambaran keberagaman budaya Nusantara yang tetap dapat bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tak kalah menarik, penampilan musik biola secara live oleh Ananda Aurora, murid kelas 4A, turut memeriahkan suasana. Dengan kelihaian memainkan biola, Aurora mengiringi lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan oleh dua teman vokalisnya, Wulan dan Cantika.

Perpaduan musik, vokal, dan seni tari tersebut menghadirkan suasana peringatan kemerdekaan yang semarak sekaligus sarat pesan pendidikan. Para murid tidak hanya diajak mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga diberikan ruang untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.


Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah pun menjadi momentum untuk menanamkan nilai nasionalisme, persatuan, keberanian, tanggung jawab, dan akhlakul karimah kepada generasi muda.

Kemerdekaan bukan sekadar warisan yang diterima, tetapi amanah yang harus dijaga dan diisi dengan karya. Dari madrasah, semangat itu terus ditanamkan: belajar, berakhlak, berkarya, dan kelak menjadi generasi penerus bangsa yang mampu melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Baca selengkapnya ...

13 August 2026

Wasmad Undaan ajak guru naik level dalam membuat perangkat pembelajaran dengan berbasis IT

Kudus, Kabar Madrasah — Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Modul Ajar dan Asesmen Sumatif Kelas 3 dan 4, Kamis (13/8/2026).


Kegiatan yang berlangsung di MI Raudlatut Tholibin Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, tersebut diikuti oleh guru kelas 3 dan 4 MI se-Kecamatan Undaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya pendidik dan mutu pendidikan madrasah.

Ketua KKMI Kecamatan Undaan, H. Supono, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para guru serta dukungan dari madrasah yang menjadi tuan rumah kegiatan.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu guru KKG kelas 3 dan 4. Juga terima kasih kepada MI Raudlatut Tholibin Sambung atas kesediaan menjadi tuan rumah kegiatan. Monggo diniatkan semua ini sebagai ibadah.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan peningkatan kompetensi guru tidak semata-mata menjadi agenda profesional, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengabdian dan ibadah apabila dilaksanakan dengan niat yang baik.


Workshop menghadirkan Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., sebagai narasumber 

Fokus kegiatan adalah penyusunan perangkat pembelajaran, khususnya modul ajar dan asesmen sumatif untuk kelas 3 dan 4. Nara sumber mengajak guru-guru Undaan untuk "naik level"  dalam membuat berbagai administrasi dan perangkat pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi IT yang senantiasa berkembang dengan pesat. Para peserta mengikuti kegiatan dengan membawa laptop, perangkat pembelajaran, dan koneksi internet, serta bahan lain yang relevan sebagaimana tercantum dalam undangan resmi KKMI Kecamatan Undaan.

Suasana workshop berlangsung aktif dan kondusif. Para guru menyimak pemaparan narasumber serta mengikuti proses pendampingan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran. Forum KKG seperti ini juga menjadi ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman ( Take and give), berdiskusi, dan memperkuat praktik pembelajaran di madrasah masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyusunan dokumen perangkat pembelajaran semata. Lebih dari itu, hasil workshop diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran dan pengalaman belajar murid.

Workshop KKGMI Kelas 3 dan 4 Kecamatan Undaan sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi, peningkatan kompetensi, dan semangat belajar bersama di kalangan guru madrasah. Dengan semangat “diniatkan sebagai ibadah”, kegiatan pengembangan profesional guru diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi murid-murid madrasah.

 


Baca selengkapnya ...

05 August 2026

Tekankan Kepemimpinan dan Kurikulum Berbasis Cinta,Pengawas Madrasah Berikan Pembinaan Kepala MI se-Kecamatan Undaan

 

Kudus – Pengawas Madrasah, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., memberikan pembinaan kepada para Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Undaan dalam kegiatan yang diselenggarakan di MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala madrasah dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan pendidikan.


Dalam pembinaannya, H. Noor Yadi menyampaikan beberapa pokok materi yang menjadi fokus pembahasan, meliputi kepemimpinan "5 G", lima kesalahan saat memimpin, refleksi diri, serta informasi kedinasan yang perlu menjadi perhatian seluruh kepala madrasah. Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat karakter kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di lingkungan madrasah.

Salah satu bagian penting dalam pembinaan adalah sesi Refleksi Mendalam yang mengangkat tema "Kurikulum Berbasis Cinta: Memulai Perubahan dari Orang Dewasa." Melalui tema tersebut, para kepala madrasah diajak melakukan introspeksi bahwa perubahan budaya belajar di madrasah harus dimulai dari para pendidik dan pemimpin pendidikan sebagai teladan bagi seluruh warga madrasah.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai pentingnya membangun kepemimpinan yang humanis, kolaboratif, dan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman bagi murid. Refleksi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para kepala madrasah dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan pendidikan secara efektif di satuan pendidikan masing-masing.

Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh Kepala MI di Kecamatan Undaan semakin siap menghadirkan tata kelola madrasah yang profesional, memperkuat budaya kerja yang positif, serta mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari transformasi pendidikan madrasah menuju layanan yang lebih bermutu dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.

 

Baca selengkapnya ...

28 July 2026

KKGMI Kecamatan Undaan Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan KKTP Guru Kelas 3, 4, dan PJOK

 

Kudus, 28 Juli 2026 – Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kecamatan Undaan menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) bagi guru kelas 3, kelas 4, dan guru PJOK Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Undaan. Kegiatan berlangsung di MI NU Maslakul Falah Glagahwaru, Selasa (28/7/2026), mulai pukul 09.00 WIB.


Workshop ini menghadirkan Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd. sebagai narasumber. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas, sesuai dengan implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah.

Dalam pemaparannya, para narasumber memberikan penguatan mengenai penyusunan modul ajar, alur tujuan pembelajaran, KKTP, serta administrasi pembelajaran yang efektif, praktis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas proses belajar murid.

Pengawas Madrasah Kecamatan Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan pentingnya perangkat pembelajaran yang disusun secara matang sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Beliau memaparkan 6 hal yang menjadi persiapan guru di awal tahun ajaran 2026/2027 : 1) Mempelajari alender Pendidian (Kaldik), 2) Menyusun administrasi guru, 3) Mempelajari Capaian Pembeajaran (CP), 4) Menyiapan Modu Ajar, 5) Menyiapkan Asesmen Awal, 6) Menata Lingunga Kelas

"Perangkat pembelajaran bukan sekadar kelengkapan administrasi, tetapi merupakan panduan utama bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang terarah, bermakna, dan berpihak kepada murid. Oleh karena itu, setiap guru perlu menyusunnya dengan cermat sesuai karakteristik madrasah dan kebutuhan belajar murid," ujar H. Noor Yadi.

Dan di akhir pemaparan, H.Noor Yadi mengulas akan Panca Cinta dalam Kurikulum Merdeka


Sementara itu, Istifaizah, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa penyusunan KKTP harus benar-benar menggambarkan ketercapaian tujuan pembelajaran yang dapat diukur secara jelas.

"KKTP harus disusun secara sederhana, jelas, dan terukur agar mampu menjadi acuan guru dalam melakukan asesmen sekaligus memberikan umpan balik terhadap perkembangan belajar murid," jelas Istifaizah.

Dengan berdasarkan Tujuan Pemelajaran yang telah dibuat sebelumnya, Kalender Pendidikan yang teah dikeluakan oleh lembaga, peserta worshop diajak mengebangan KKTP dan menganalisis Minggu Efektif , Minggu Tidak Efektif, JTM tiap mapel.


Ketua KKGMI Kecamatan Undaan, H. Supono, S.Pd.I., M.Pd.I., berharap kegiatan ini mampu meningkatkan profesionalisme guru sekaligus menyamakan persepsi dalam penyusunan administrasi pembelajaran di seluruh Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Undaan.

Melalui workshop ini, para peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga melakukan praktik penyusunan perangkat pembelajaran secara langsung dengan pendampingan narasumber. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat diterapkan di masing-masing madrasah sehingga proses pembelajaran menjadi semakin berkualitas, efektif, dan berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah di Kecamatan Undaan

 

Baca selengkapnya ...

25 May 2026

Aktivasi IKD, guru RA dan MI Undaan antusias sukseskan program

Aktivasi IKD untuk GTK RA dan MI Kecamatan Undaan Sukses Dilaksanakan

Undaan, 25 Mei 2026 — Kegiatan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi Kepala RA/MI, guru, serta tenaga kependidikan se-Kecamatan Undaan telah sukses dilaksanakan pada Senin pagi bertempat di Gedung MWC NU Undaan, Desa Undaan Lor, Kudus. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Kelompok Kerja Raudlotul Athfal (KKRA) Kecamatan Undaan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kudus.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan sistem jemput bola dari petugas Disdukcapil Kabupaten Kudus guna mempermudah proses aktivasi IKD bagi para peserta. Sejak pagi, para guru dan tenaga kependidikan tampak antusias mengikuti tahapan registrasi dan aktivasi digital kependudukan melalui smartphone masing-masing.

Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan sebagaimana kebijakan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Ketua KKMI Kecamatan Undaan, H.Supono , S.Pd.I.M.Pd.I menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah kegiatan aktivasi IKD berjalan lancar dan mendapat respon positif dari bapak ibu guru maupun tenaga kependidikan. Ini merupakan langkah penting dalam mendukung pelayanan administrasi yang lebih modern, cepat, dan efisien,” ujar beliau.

Sementara itu, pihak Disdukcapil Kabupaten Kudus juga berharap agar aktivasi IKD dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya tenaga pendidik di lingkungan madrasah.

Dengan IKD, masyarakat tidak perlu lagi selalu membawa dokumen fisik karena identitas kependudukan sudah dapat diakses secara digital melalui telepon genggam. Diharapkan para pendidik bisa menjadi contoh dalam pemanfaatan layanan digital pemerintah


Ketua KKRA Kecamatan Undaan Titik Aminati, S.Pd turut menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi seluruh peserta yang hadir tepat waktu dan mengikuti kegiatan dengan tertib.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan yang telah hadir serta mendukung suksesnya kegiatan ini. Semoga aktivasi IKD ini memberikan manfaat besar dalam pelayanan administrasi ke depan,” tuturnya.

Hadir dan mengarahkan juga ,pengawas pendidikan madrasah Undaan, H. Nor Yadi, S.Pd.I,M.Pd.I dalam pelaksanaan aktivasi IKD tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan hingga seluruh proses aktivasi selesai dilaksanakan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan transformasi layanan digital kependudukan di lingkungan madrasah Kecamatan Undaan dapat semakin optimal dan mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.


Baca selengkapnya ...

10 April 2026

Ziarah Muassis MI NU Miftahul Falah Harlah ke-68 Tahun 2026

 

Ziarah Muassis bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebuah praktik pendidikan nilai—menghubungkan generasi saat ini dengan akar sejarah, teladan keikhlasan, serta etos pengabdian para pendiri madrasah. Pada peringatan Harlah ke-68 MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Kudus tahun 2026, kegiatan ini dirancang sistematis: spiritual (doa), historis (napak tilas), dan edukatif (internalisasi hikmah).

Kegiatan ziarah muassis ini dilaksanakan setelah sebelumnya para bapak/ibu guru mengkhotamkan Alqur'an 30 Juz binnadhor, kemudian punca acara dilaksanakan ziarah ke Maqbaroh Muslim Desa Undaan Tengah dengan susunan acara :


  1. Pembukaan – Suparno, S.Pd.I
  2. Tabur Bunga – Penasehat, Kepala dan wakil guru

  3. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an – Siswi-siswi madrasah
  4. Prosesi Kirim Doa:
    • Hadhoroh: KH. Fatkhur Rohman
    • Khotmil Qur’an: Muhammad Zair,S.Pd.I
    • Tahlil: Ahmad Yunus, M.Pd
    • Doa: KH. Fathurrahman, S.Pd.I
  5. Pemaparan Napak Tilas – KH. Ahmad Halim, S.Pd.I
  6. Penutup – Suparno, S.Pd.I

Beberapa nilai yang terkandung daam kegiatan ini adalah

  • Bahwa ziarah memiliki nilai edukatif, bukan sekadar tradisi ritual.
  • Bahwa generasi sekarang membutuhkan narasi historis untuk memperkuat identitas kelembagaan.
  • Bahwa keberkahan (barokah) dipahami sebagai hasil dari kesinambungan ilmu, adab, dan khidmah.

Resume selayang pandang sejarah madrasah

Oleh: KH. Ahmad Halim, S.Pd.I

MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah memiliki akar sejarah panjang yang dimulai dari perjuangan tokoh-tokoh ikhlas. Salah satu tokoh utama adalah KH. Ahmad Ali, yang dimakamkan di pintu gerbang sebelah kiri area makam muslim Undaan Tengah Kudus

Beliau adalah cikal bakal pendiri Madrasah Diniyah Miftahul Falah, yang pada awalnya berdiri sederhana menghadap ke selatan. Dalam perjalanannya, madrasah sempat menghadapi ujian besar, termasuk persoalan wakaf yang sempat hilang. Namun semangat tidak padam—justru menjadi pemicu lahirnya madrasah baru di belakang balai desa.


Sepuluh tahun kemudian, berdirilah MI Miftahul Falah, dengan tokoh-tokoh penting seperti K. Abdur Rohim dan lain-lainnya

Jika dilihat secara kritis, keberhasilan madrasah bukan hanya karena tokoh besar, tetapi juga karena ekosistem sosial: gotong royong masyarakat, legitimasi tokoh lokal, dan kesinambungan kaderisasi. Tanpa itu, perjuangan individu tidak akan berkelanjutan.

Mengapa Ziarah Itu Penting?

Ziarah kepada para muassis bukan sekadar mengenang, tetapi menginternalisasi nilai perjuangan:

  • Mereka mendirikan madrasah tanpa orientasi materi
  • Berkorban tenaga dan harta (bahkan mencari kayu ke gunung, mengurug tanah secara manual, gotong royong bamboo, kayu dll )
  • Mengedepankan pendidikan generasi, bukan kepentingan pribadi

MI Miftahul Falah bahkan menjadi pelopor berdirinya MI di Kecamatan Undaan. Berdasarkan penuturan Mbah Durrohim, inisiatif pendirian madrasah di desa lain terinspirasi dari Undaan Tengah, termasuk dalam proses pendaftaran resmi ke Jakarta, tidak lepas dari peran tanda tangan beliau

Hikmah Harlah ke-68

Beliau KH. Ahmad Halim,S.Pd.I mengutip nasihat ulama besar, dari Mekkah Sayyid Alwi al-Maliki: Tsabaatul ‘ilmi bil mudzakarati, Wabarokatuhu bil khidmati,Wanaf’uhu biridha asy-syaikhi.

Artinya : Ilmu menjadi kuat dengan belajar dan mengulang (mudzakarah) ,keberkahan ilmu lahir dari khidmah (pengabdian) , manfaat ilmu tergantung ridha guru

 

Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com