Kudus – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Administrasi Pembelajaran Guru Terintegrasi KBC sebagai langkah strategis mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di RM Wetan Tanggul Medini, Undaan, Kamis (9/7/2026), dan diikuti oleh perwakilan guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Undaan.
![]() |
| H.Noor Yadi saat memberikan materi |
Bimtek ini merupakan tindak
lanjut dari hasil rapat KKMI Kecamatan Undaan yang menekankan pentingnya
penyusunan administrasi pembelajaran secara terpadu, selaras dengan implementasi
kurikulum, serta mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di madrasah.
Selain dihadiri oleh Pengawas Madrasah Keccamatan Undaan, juga para pengurus KKMI ikut hadir, dan setiap madrasah mengirimkan empat orang guru yang mewakili Fase A, Fase B, Fase C, dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh penguatan materi, tetapi juga menyusun perangkat pembelajaran secara langsung dengan pendampingan narasumber H. Noor Yadi, S.Pd.I.,M.Pd.I dan fasilitator Ibu Istifaizah, M.Pd.I
![]() |
| Antusiasme peserta Bimtek |
Ketua KKMI Kecamatan Undaan, H.Supono,
S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi forum
kolaboratif bagi guru untuk menyamakan persepsi sekaligus menghasilkan
administrasi pembelajaran yang berkualitas, efektif, dan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
"Melalui kegiatan ini kami
ingin membangun kesamaan pemahaman dalam penyusunan administrasi pembelajaran
sehingga setiap guru memiliki perangkat yang berkualitas, mudah
diimplementasikan, dan mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih
bermakna bagi peserta didik," ujarnya.
Suasana bimtek berlangsung
interaktif. Para peserta membawa perangkat komputer jinjing masing-masing untuk
menyusun dokumen pembelajaran secara mandiri. Diskusi antarguru pun berlangsung
dinamis tentang Capaian Pembelajaran (CP) dan penyusunan tujuan pembelajaran(TP) , ATP,
hingga penyesuaian perangkat dengan karakteristik peserta didik di masing-masing
madrasah.
Pengawas Madrasah Kecamatan
Undaan, H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., yang hadir dalam kegiatan
tersebut memberikan apresiasi atas komitmen KKMI dalam meningkatkan kompetensi
guru melalui forum berbagi praktik baik dan kolaborasi profesional.
"Administrasi pembelajaran
bukan sekadar kelengkapan dokumen, melainkan instrumen yang menjadi pedoman
guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara
sistematis. Saya mengapresiasi KKMI Kecamatan Undaan yang terus menghadirkan
ruang kolaborasi seperti ini agar kualitas pembelajaran di madrasah semakin
baik dan berdampak nyata terhadap peningkatan hasil belajar peserta
didik," tutur Noor
Yadi.
Ia juga mengingatkan agar seluruh
perangkat pembelajaran yang telah disusun tidak berhenti sebagai dokumen
administratif, melainkan benar-benar menjadi acuan dalam pelaksanaan
pembelajaran di kelas sehingga mampu menghadirkan proses belajar yang aktif,
efektif, dan berpusat pada peserta didik.
Melalui kegiatan ini, KKMI
Kecamatan Undaan berharap seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah semakin siap
menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027 dengan perangkat pembelajaran yang lebih
terstruktur, adaptif, dan berkualitas. Semangat kolaborasi yang dibangun dalam
forum tersebut diharapkan menjadi budaya kerja bersama dalam mewujudkan
pendidikan madrasah yang unggul, profesional, dan responsif terhadap
perkembangan zaman

