Madrasah hebat bermartabat- Lebih baik madrasah - Madrasah lebih baik

Breaking News

10 April 2026

Ziarah Muassis MI NU Miftahul Falah Harlah ke-68 Tahun 2026

 

Ziarah Muassis bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebuah praktik pendidikan nilai—menghubungkan generasi saat ini dengan akar sejarah, teladan keikhlasan, serta etos pengabdian para pendiri madrasah. Pada peringatan Harlah ke-68 MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah Kudus tahun 2026, kegiatan ini dirancang sistematis: spiritual (doa), historis (napak tilas), dan edukatif (internalisasi hikmah).

Kegiatan ziarah muassis ini dilaksanakan setelah sebelumnya para bapak/ibu guru mengkhotamkan Alqur'an 30 Juz binnadhor, kemudian punca acara dilaksanakan ziarah ke Maqbaroh Muslim Desa Undaan Tengah dengan susunan acara :


  1. Pembukaan – Suparno, S.Pd.I
  2. Tabur Bunga – Penasehat, Kepala dan wakil guru

  3. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an – Siswi-siswi madrasah
  4. Prosesi Kirim Doa:
    • Hadhoroh: KH. Fatkhur Rohman
    • Khotmil Qur’an: Muhammad Zair,S.Pd.I
    • Tahlil: Ahmad Yunus, M.Pd
    • Doa: KH. Fathurrahman, S.Pd.I
  5. Pemaparan Napak Tilas – KH. Ahmad Halim, S.Pd.I
  6. Penutup – Suparno, S.Pd.I

Beberapa nilai yang terkandung daam kegiatan ini adalah

  • Bahwa ziarah memiliki nilai edukatif, bukan sekadar tradisi ritual.
  • Bahwa generasi sekarang membutuhkan narasi historis untuk memperkuat identitas kelembagaan.
  • Bahwa keberkahan (barokah) dipahami sebagai hasil dari kesinambungan ilmu, adab, dan khidmah.

Resume selayang pandang sejarah madrasah

Oleh: KH. Ahmad Halim, S.Pd.I

MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah memiliki akar sejarah panjang yang dimulai dari perjuangan tokoh-tokoh ikhlas. Salah satu tokoh utama adalah KH. Ahmad Ali, yang dimakamkan di pintu gerbang sebelah kiri area makam muslim Undaan Tengah Kudus

Beliau adalah cikal bakal pendiri Madrasah Diniyah Miftahul Falah, yang pada awalnya berdiri sederhana menghadap ke selatan. Dalam perjalanannya, madrasah sempat menghadapi ujian besar, termasuk persoalan wakaf yang sempat hilang. Namun semangat tidak padam—justru menjadi pemicu lahirnya madrasah baru di belakang balai desa.


Sepuluh tahun kemudian, berdirilah MI Miftahul Falah, dengan tokoh-tokoh penting seperti K. Abdur Rohim dan lain-lainnya

Jika dilihat secara kritis, keberhasilan madrasah bukan hanya karena tokoh besar, tetapi juga karena ekosistem sosial: gotong royong masyarakat, legitimasi tokoh lokal, dan kesinambungan kaderisasi. Tanpa itu, perjuangan individu tidak akan berkelanjutan.

Mengapa Ziarah Itu Penting?

Ziarah kepada para muassis bukan sekadar mengenang, tetapi menginternalisasi nilai perjuangan:

  • Mereka mendirikan madrasah tanpa orientasi materi
  • Berkorban tenaga dan harta (bahkan mencari kayu ke gunung, mengurug tanah secara manual, gotong royong bamboo, kayu dll )
  • Mengedepankan pendidikan generasi, bukan kepentingan pribadi

MI Miftahul Falah bahkan menjadi pelopor berdirinya MI di Kecamatan Undaan. Berdasarkan penuturan Mbah Durrohim, inisiatif pendirian madrasah di desa lain terinspirasi dari Undaan Tengah, termasuk dalam proses pendaftaran resmi ke Jakarta, tidak lepas dari peran tanda tangan beliau

Hikmah Harlah ke-68

Beliau KH. Ahmad Halim,S.Pd.I mengutip nasihat ulama besar, dari Mekkah Sayyid Alwi al-Maliki: Tsabaatul ‘ilmi bil mudzakarati, Wabarokatuhu bil khidmati,Wanaf’uhu biridha asy-syaikhi.

Artinya : Ilmu menjadi kuat dengan belajar dan mengulang (mudzakarah) ,keberkahan ilmu lahir dari khidmah (pengabdian) , manfaat ilmu tergantung ridha guru

 

Comments
0 Comments

No comments:

Designed Template By Blogger Templates - Powered by Kabarmadrasah.com